GoodNovel

Unduh Buku Gratis di Aplikasi

Unduh
Cari
Pustaka
Pencarian
RomansayinniHistoricalUrbanMafiaSystemFantasiLGBTQ+aRnoldMM Romancegenre22- 印尼语genre26- IndonesiaNamegenre27-请勿使用印尼语genre28- IndonesiaName
Cerita Pendek
LangitMisteri dan teka-tekiKota modernSurvival akhir duniaFilm aksiFilm fiksi ilmiahFilm romantisKekerasan berdarahRomansaKehidupan SekolahMisteri/ThrillerFantasiReinkarnasiRealistisManusia SerigalaharapanmimpikebahagiaanPerdamaianPersahabatanCerdasBahagiaKekerasanLembutKuat红安Pembantaian berdarahPembunuhanPerang sejarahPetualangan fantasiFiksi ilmiahStasiun kereta
MenulisKeuntungan PenulisLomba

Semua Bab It's Okay That's Love (INDONESIA): Bab 1 - Bab 10

Beranda /  Semua /  It's Okay That's Love (INDONESIA) /  Bab 1 - Bab 10
45 Bab

1. Divisi Sekretaris

Inilah hidup Pevita Satu tahun yang lalu....Di restaurant Savanna,Tempat favorite orang yang gemar memakan masakan luar negri. Mulai dari makanan appetizer, main course dan dessert.Tidak hanya untuk orang Indonesia saja, tempat ini pun dipenuhi orang-orang asing berjas rapi dengan dasi dikerahnya. Mereka biasanya orang luar negri yang sedang mengerjakan bisnis ataupun berlibur di Indonesia.Selain itu, tempat ini juga menjadi lokasi yang sempurna untuk para pasangan kencan buta berjumpa dan mendekati dirinya, dalam proses pendekatan.Di Savanna-lah, pekerjaan Pevita.Pevita sebagai seorang pramusaji yang mengantarkan makanan ke meja tamu dengan profesional, sopan dan baik. Walaupun terkadang tamu m
Baca selengkapnya

2. Terjebak Lift

“Itu lewat bro, lewat,” kata Rio bersemangat sambil menyenggol siku Radit. “Wah gila,” imbuhnya, matanya tidak berkedip sama sekali melihat seorang wanita berjalan menuju lift dan hendak melewati meja pekerja mereka—khusus untuk karyawan.“Siapa?” tanya Radit yang sedari tadi bermain ponsel, sikunya dipukul-pukul oleh tetangga sebelah. “Apa sih, Yo,” gemas Radit.“Itu, yang kemarin gue bilang,” tunjuk Rio dengan dagu walaupun tak terlihat oleh Radit. “Pevita, cewek dari department fashion pindah jadi sekretaris Direktur Raffa.”“Ohh.” Radit tidak terlalu menanggapi.“Beruntung banget kita, anjir. Ketemu dia di sini. Seger nih mata.”“Kenapa memang?” tanya Radit tak mengerti, ekspresinya menautkan kedua alisnya.Rio membisikan sesuatu membuka Radit setengah sadar langsung mendongak, tatapan mata menangkap mahluk sempurna tengah me
Baca selengkapnya

3. Mencari Alasan

Pevita tidak tahu dibalik ucapan dari Bu Sindy, wanita itu mengatakan kepada Pevita agar tidak kaget melihat boss barunya? Emangnya ada apa dengan Direktur Raffa? Yang Pevita tahu, Raffa sosok direktur yang pemalas, hanya itu. Jadi, untuk apa terkejut dan kaget?Pevita mengangkat kedua bahunya dengan acuh, dalam hati dia berkata, "Okay, Vita. Lupakan! Lebih baik sekarang ke lantai sepuluh dan mulai bekerja!" Pevita menyemangati diri sendiri. "Fighting!" Tangannya bergerak mengepal.Bu Sindy melihat tingkah konyol Pevita hanya tersenyum geli. Wanita lanjut usia itu sudah berpiki, bagaimana nasih Raffa mempunyai sekretaris seperti Pevita? Pevita terkenal dengan wanita yang ahli bela diri dan memiliki tenaga yang kuat. Selama ini yang menjadi sekretaris Raffa, tidak lebih jajaran wanita yang takut dengan bossnya. Mungkin Pevita tidak, dia akan melawan Raffa ketika melakukan kesalahan.Ini sebuah rencana dari ide seorang Direktur pemegang saham, bukan ide dari Bu Si
Baca selengkapnya

4. Kilas Balik

DIA?!!!Kedua netra Pevita masih membelalak terkejut, menatap tidak percaya dengan apa yang dia liat sekarang. Hampir saja Pevita memekik, untungnya dua telapak tangan siap membekap mulut. Pevita berharap cemas, dalam hati berdoa. Somoga boss barunya tidak mengingat kejadian tiga bulan lalu. Bola mata Pevita berputar ke atas, menandakan sedang berpikir. Sebentar .... Bukankah sebelum kejadian tiga bulan lalu, Pevita pernah bertemu dengan Raffa? Pevita tidak ingat jelas, tetapi dia sangat yakin bernah bertemu dengan Raffa pertama kali. Ah, Pevita merasa deja vu.Ingatan Pevita melayang, ketika satu tahun lalu. Dimana waktu itu Pevita sulit sekali mendapatkan pekerjaan. Yaps, Pevita dulu mendapatkan mengalaman pahit di dalam dunia pekerjaan, dia dipecat puluhan kali. Dan, Pevita dipecat terakhir kalinya saat menjadi seorang waiters di salah satu restourant mewah. Pevita dipecat tanpa mendapatkan pesa
Baca selengkapnya

5. Likuid Gamet

Dengan kekuatan super, Pevita berlari memasuki kantor dan segera menuju ruangan Direktur barunya. Di sinilah Pevita berada, di lobby kantor. Dengan kaki kanan naik satu, dan telinga yang terjewer kuat. Sebenarnya ini termasuk salah Pevita juga, karena sering terlambat datang ke kantor. Entah itu waktu masih bekerja di bagian fashion maupun saat menjadi sekretaris Direktur Raffa. Sudah tiga hari ini, dia terlambat lagi.Jarak rumah lumayan jauh, harus menempuh waktu sekitar tiga puluh menit baru sampai, belum lagi terkena macet. Jadi bisa memakluminya, 'kan?“Pevita! Pevita, sudah berapa kali kau terlambat. Kau ini dasar anak tidak tau untung, masih dipertahankan sama boss. Datang masih juga terlambat. Kamu kira ini kantor milik nenekmu hah?! Bahkan kamu sekarang sudah menjadi sekretaris Direktur Raffa. Seharusnya kamu datang lebih awal dari bossmu itu. Sekretaris dan boss sama-sama pemalas!” Seruan itu dari suara tante menor. Namanya,
Baca selengkapnya

6. Club Malam

Jika Pevita tidak mendapatkan tuntutan hutang karena dua penagih hutang sudah memaksa Pevita agar melunaskan hutang secepatnya. Hutang ayahnya seperti gunung membuat Pevita semakin kesal, sang ayah berhutang untuk berjudi. Astaga! Pevita tidak tahan dengan tagihan hutang dari sang ayah.Pevita tidak tahu lagi harus mencari uang untuk melunasi hutang, dia benar-benar bingung. Tabungan tidak cukup untuk membayar hutang. Jadi terpaksa Pevita harus meminjam uang. Satu harapan dalam benak Pevita, dia harus meminta pinjaman kepada Direktur Raffa. Semoga saja Direktur Raffa berhati emas dan mempunyai rasa kasihan. Apa? Rasa kasihan? Haha. Pevita tidak suka dirinya mendapatkan simpatik kasihan. Oke, demi melunaskan hutang secepatnya. Pevita harus membuang rasa gengsi dan malu. Jam istirahat para karyawan, Pevita memutuskan masuk ke ruangan Raffa. Padahal sejak tadi Pevita menunggu Raffa keluar dari ruangan, tetapi Raffa ti
Baca selengkapnya

7. Melindungi

“HEI! BERHENTI! GADIS JALANG!”Teriakan dari Arlan seperdetik membuat Pevita langsung menolehkan kepala. Arlan mengejar Pevita dengan keadaan sudah sedikit mabuk efek alkohol. Dengan tenaga yang tersisa—Pevita berlari, menelusuri lorong club, dia mencari pintu utama. Dan, apa? Pevita mendengar dia memanggilnya jalang? Pevita tersenyum sinis. Berani sekali Arlan memanggil Pevita sebutan jalang, jajaran wanita kurang belaian dan sentuhan? Oh, No. Pevita bukan wanita jalang. Dia hanya wanita pengecut karena menerima phobia sex, tetapi terus menghindari dari phobia sex. Pevita ingin sembuh, tetapi bagaimana caranya? Dia telah mengakhiri hubungan dengan Alex, sekarang Pevita's tidak percaya dengan lelaki. Semua lelaki hanya menginginkan sex dan menuruti napsu, tanpa cinta. Pevita berharap
Baca selengkapnya

8. Seorang Ayah

Presdir Satya mengikuti anjuran Ibunya, menunggu kepulangan anak kesayangan. Dia hendak meminta maaf atas kelakukan selama ini, seperti memukul Raffa—mendidik terlalu keras hingga Raffa tumbuh menjadi anak bandel. Satya mengakui kesalahannya, akhirnya satu jam menunggu—Raffa kembali ke rumah.“Habis dari mana kamu?” tanya Satya, rahangnya mulai mengeras melihat orang yang sejak tadi ditunggu akhirnya pulang. “Jam segini baru pulang,” lanjutnya.Langkah Raffa langsung terhenti, dengan keadaan setengah mabuk. Raffa mampu mengendalikan kesadaran. Matanya menerjab-nerjab agar terbuka lebar. Presdir Satya mengedus, hidungnya mencium bau yang tidak beres dari Raffa. Bau itu sudah Presdir Satya kenal, karena dulu dia sama persis seperti Raffa, seorang brandalan, bahkan mantan preman. “Kau—? Baru saja minum? Bau alkohol. Tak apa, sudah lupain masalah ini. Ayah cuma mau minta maaf.” Presdir menutup hidun
Baca selengkapnya

9. Hamil

Menghapus nama keluarga? Raffa menggeleng tidak mau. Lelaki itu sudah membayangkan betapa menderitanya ketika namanya dihapus oleh Sang Ayah. Lagian ada-ada saja Presdir Satya mengenai penghapusan nama Raffa di kartu keluarga. ***Pintu lift terbuka dan Pevita tersadar dari lamunannya. Tapi sebelum dia menengadahkan kepala dan bersiap masuk ke lift, terdengar suara yang familiar.“Hai, kita satu lift lagi. Mungkin kita memang berjodoh dengan lift ini.”Tanpa melihat pun, Pevita tau suara yang menyapanya malam ini dari dalam lift itu adalah Direktur Dave. Lelaki yang terjebak di lift bersama Pevita.Deg ... deg ... deg. Om my god, jantung Pevita berdebar kencang melihat senyuman manisnya. Dia tidak pernah lagi merasakan debaran jantungnya, kecuali saat bersama Alex. Sambil menenangkan diri, Pevita melangkah masuk ke dalam lift.“Satu lift lagi kita, semoga saja liftnya tidak macet lagi,” harap Pevita sam
Baca selengkapnya

10. Direktur Pemalas

“BRENGSEK!!!” Pevita menggedor-gedor pintu kamar apartement Kenzi—pacar Gita. “BUKA PINTUNYA BRENGSEK!” teriak Pevita menggema.Sial, umpat Pevita dalam hati sambil berusaha mendobrak pintu. Pevita tidak tahu mana menjadi hal yang paling dia benci. Jakarta, sekian banyak apartement menggunakan kunci password. Sekarang yang Pevita hadapin adalah kunci manual.“KENZI BUKA PINTUNYA!!!”“KENZI!!!”“WOY! KENZI!” Pevita terus berteriak seperti orang kesurupan, tidak peduli lagi dengan tetangga Kenzi, apartement sebelah.Pevita hampir kehabisan suaranya, dan sekarang badannya sakit akibat berusaha mendobrak pintu kayu cukup kekar ini. Mungkin akibat suara keras menggema di koridor apartement. Seorang lelaki seusianya berbadan besar keluar dari unit sebelah. Wajahnya cukup marah karena di tengah malam ini tidurnya terganggu. Tapi sebelum mendapatkan omelan,
Baca selengkapnya
Halaman sebelumnya
Halaman selanjutnya
Unduh Buku
Genre Populer
RomansayinniHistoricalUrbanMafiaSystemFantasi
Hubungi kami
Tentang kamiHelp & SuggestionBisnis
Sumber
Unduh AplikasiKeuntungan PenulisKebijakan KontenKata kunciPencarian PopulerUlasan bukuFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunitas
Facebook Group
Ikuti kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Syarat Penggunaan|Kebijakan Privasi