GoodNovel

Unduh Buku Gratis di Aplikasi

Unduh
Cari
Pustaka
Pencarian
RomansayinniHistoricalUrbanMafiaSystemFantasiLGBTQ+aRnoldMM Romancegenre22- 印尼语genre26- IndonesiaNamegenre27-请勿使用印尼语genre28- IndonesiaName
Cerita Pendek
LangitMisteri dan teka-tekiKota modernSurvival akhir duniaFilm aksiFilm fiksi ilmiahFilm romantisKekerasan berdarahRomansaKehidupan SekolahMisteri/ThrillerFantasiReinkarnasiRealistisManusia SerigalaharapanmimpikebahagiaanPerdamaianPersahabatanCerdasBahagiaKekerasanLembutKuat红安Pembantaian berdarahPembunuhanPerang sejarahPetualangan fantasiFiksi ilmiahStasiun kereta
MenulisKeuntungan PenulisLomba
Beranda / Semua / It's Okay That's Love (INDONESIA)
Terakhir Diperbarui : 2020-11-15
It's Okay That's Love (INDONESIA)

It's Okay That's Love (INDONESIA)

Bahasa_indonesia
·
18+
·
On going
Oleh:  Lusia

45

Bab
10
peringkat (jamak)

1.2K

Dibaca
Synopsis
Menjadi sekretaris boss pemalas yang sering kabur dari rapat? Ternyata boss Pevita mempunyai panic disorder sangat serius membuat tersiksa di dunia perusahaan. Ayahnya menuntut Raffa menjadi Presdir, tetapi Raffa menolak karena tidak bisa berbicara di depan orang banyak dan ketika presentasi atau pidato, gejala panic disorder kambuh. Pevita sebagai sekretaris baru Raffa, dia juga mempunyai phobia sex membuatnya takut untuk bercinta dan berciuman dengan lelaki. Harapan besar dalam diri Pevita, dia ingin menikah dengan lelaki yang akan menerima phobia sex dan menyembuhkan dirinya. Sebab, Pevita tidak ingin selamanya hidup menghindari phobia sex.
Bagikan buku ke

Bab 1

1. Divisi Sekretaris

Inilah hidup Pevita Satu tahun yang lalu....

Di restaurant Savanna,

Tempat favorite orang yang gemar memakan masakan luar negri. Mulai dari makanan appetizer, main course dan dessert.

Tidak hanya untuk orang Indonesia saja, tempat ini pun dipenuhi orang-orang asing berjas rapi dengan dasi dikerahnya. Mereka biasanya orang luar negri yang sedang mengerjakan bisnis ataupun berlibur di Indonesia.

Selain itu, tempat ini juga menjadi lokasi yang sempurna untuk para pasangan kencan buta berjumpa dan mendekati dirinya, dalam proses pendekatan.

Di Savanna-lah, pekerjaan Pevita.

Pevita sebagai seorang pramusaji yang mengantarkan makanan ke meja tamu dengan profesional, sopan dan baik. Walaupun terkadang tamu membuat Pevita sangat kesal karena seenak sendiri berteriak dan memaki-maki jika ada kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja.

Pevita sudah cukup sabar, melayani. Ingatlah, pembeli adalah raja.

Jika sampai berdebat. Siapa yang akan mengalah dalam berdebatan? Ya, kita semua para pekerja yang akan lebih dulu meminta maaf. Sudah tadi katakan, pembeli adalah raja bukan?

“Hey! Pevita, apa yang kamu lakukan di situ. Jangan melamun, cepat antarkan makanan ini ke meja nomor 29!”

Mendapat tekanan saat kerja sangat luar biasa menyakitkan. Tidak hanya Pevita, semua pekerja di sini pasti mengalami tekanan mental.

Dunia kerja memang begitu.

Pevita tersentak kaget. Hari ini melelahkan sampai Pevita melamun dan tidak kosentrasi. Dia langsung bergerak cepat, tidak boleh lambat karena ini pekerjaan berharga baginya. Pevita tidak mau dipecat hanya karena melakukan satu kesalahan.

Tidak akan!

“Ya ... maafkan, aku.” Pevita segera mengambil makanan yang sudah dihidangan dengan food plating yang cantik dan membawanya kepada sang pemesan dengan hati-hati.

Pevita menikmati pekerjaan-nya.

“Ini makanannya, Tuan. Silahkan menikmati.” Pevita meletakan makanan tersebut tepat di depan meja tamu lalu tersenyum dan membungkuk sedikit, kemudian pergi untuk melakukan pekerjaan selanjutnya.

Tetapi ketika Pevita hendak pergi, tiba-tiba tamu yang baru saja dia layani berteriak keras.

“Ya! Matamu buta apa?! Sejak kapan chicken maryland with lemon sauce yang aku aku pesan menjadi breaded chicken with lemon sauce?!” Suara Tuan itu menghiasi di restaurant tersebut.

Tuan itu menggebrak meja menggunakan kakinya hingga menimbulkan suara keras dan seketika menjadi pusat perhatian menarik semua sorot mata seisi restaurant.

“Aku tidak akan memakannya!” pungkasnya tidak sudi.

Jujur, Pevita terkejut kaget. Kaget sekali. Baru pertama kali ini mendapatkan pelanggan sampai menggebrakkan meja.

Kaki Pevita melangkah dengan hati-hati menghampirinya. Pevita menatap sejenak si pengadu itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Penampilannya berkelas dengan menggunakan pakaian rapi berwarna hitam. Tubuhnya jangkung dan tinggi dengan setelan mahal.

Pevita bertanya, “Apa ada masalah, Tuan?”

“Kau tuli? Sudah aku katakan tadi, tidak mendengarkan?!” Tuan itu berkata nyalang.

Tadi mengatakan Pevita buta, sekarang tuli. Yang benar saja!

“Maaf, Tuan. Tapi di catatan note Tuan memesan Breaded Chicken With Lemon Sauce untuk nomor 29. Tidak mungkin ada kesalahan.” Pevita membela diri.

Tuan itu menatapku tajam. “Yang benar saja! Aku tidak memesan itu dan apa ini ... tusuk gigi? Sejak kapan Breaded Chicken ada tusuk giginya?” ucapnya setelah memotong daging itu menggunakan pisau pemotong.

Pevita setengah kaget melihat ada tusuk gigi di sana. Pevita sudah bingung harus mengatakan apa, lidahnya kelu. Tidak lama kemudian datanglah senior Pevita berbadan kekar dari belakangnya untuk menyelesaikan masalah ini.

Sedikit ada kelegaan hati.

“Maaf sedalam-dalamnya atas tidak kenyamaan anda. Biar saya ganti pesanan anda dan anda tidak perlu membayar,” kata senior Pevita. Dia membisikan ucapan, “Vita, meminta maaflah dan bungkukkan badanmu,” perintah senior.

Mau tidak mau Pevita menuruti perkataan senior. Walaupun jauh dari lubuk hatiknya tidak ingin mengatakan kata maaf untuk Tuan yang tidak punya etiket itu.

“Sekali lagi kami meminta maaf.”

Setelah kejadian itu, pulangnya Pevita dipanggil bos untuk menemuinya di ruangan.

Ya, baiklah. Inilah Pevita Grizelda ... yang sudah biasa dipecat beberapa kali dalam dunia pekerjaan.

“KAMU DIPECAT!”

Lagi-lagi dipecat.

****

Pevita kehilangan pekerjaan untuk untuk ke-10 kali. Sungguh Pevita merasa tidak berguna, dipecat lagi, maksud Pevita L A G I.

Untuk apa lulusan S2 dari Universitas Andromeda jurusan Informatika jika setiap kali aku bekerja tidak bertahan sampai sebulan. Pevita dipecat berkali-kali, ini yang dia dapatkan.

Mendapat pekerjaan lalu,

Dipecat?

Ha-ha-ha. Menjadi pekerja tetap susah sekali. Pevita hampir patah semangat. Mulai sekarang yang hanya dia lakukan mencari pekerjaan. Tentu saja dengan cara mengemis-ngemis pekerjaan.

Lantas untuk apa cita-cita? Banyak dari mereka yang menyerah pada mimpi dan harapan mereka. Tentu saja banyak alasan, tidak mempunyai uang? Kenapa? Menyerah, karena tidak melihat kepastian dalam hidup, termasuk Pevita.

Tidak pasti.

Pevita berjalan menelusi toko jalanan sambil menatap dinding toko, siapa tau ada lowongan pekerjaan cocok untuknya.

Dibutuhkan! Penjaga toko baju.

Wanita, umur 17-30.

Minimal lulusan, SMA/SMK.

Bulanan, 1jt.

Pevita menggerutu. “Kerjaan berdiri terus. What?! 1jt, bayaran kecil banget. Tidak ada yang lebih tinggi apa?!”

Dibutuhkan kasir Rita Mall

Syarat :

-Wanita

-Penampilan menarik

-Umur, 18-25 thn.

-Lulusan Min. SMA/SMK

Pevita menggeleng mengingat saat dia kerja menjadi kasir. Sudah berapa kali aku dipecat menjadi kasir gara-gara membentak pembeli karena kesal sama mesin penghitung sering macet. Bahkan dia sempat memukul alat penghitung, saking gemasnya.

Tidak ada yang cocok, huh.

Pevita menendang sesuatu yang aku temui di jalan, entah itu batu kerikil atau kaleng minuman maupun botol minuman. Pevita tidak peduli! Yang hanya aku inginkan adalah melampiaskan semua emosinya.

Pevita dipecat di Savanna, tidak mendapatkan gaji terakhir sedikitpun. Benar-benar pelit restaurant tersebut, setidaknya dikasih uang untuk berjaga-jaga sebelum Pevita mendapatkan kerjaan kembali.

“Kenapa hidup aku gini banget,sih?!” Pevita mengadu kepada diri sendiri. Kemudian menghentikan langkah, dia merasa orang yang paling putus asa di dunia ini. “MENYEBALKAN! DUNIA MENYEBALKAN!” Pevita mengerang lalu berteriak seperti orang gila.

Pevita mengangkat roknya sampai jauh di atas lutut hingga paha putih terpampang jelas. Tanpa pikir panjang, Pevita bersiap menendang kaleng minuman soda yang tadi dia beli di minimarket. Satu, dua, tiga ....

DHUKK!!!

Kaleng yang Pevita tendang terlempar jauh. Pevita tidak peduli jatuh di mana.

Pevita kembali melihat-lihat. Semoga saja dia mendapatkan keberuntungan, kalau tidak dia bisa mencari pekerjaan lewat media sosial.

Tidak ada.

Hanya tawaran pekerjaan tidak menarik.

“Heh! Gadis gila!”

Kepala Pevita memutar ke sumber suara. Kening berkerut melihat lelaki asing di sana. Tatapan teralih bagian tangannya, lelaki itu menenteng bekas kaleng minuman. Otak Pevita berfikir, jangan-jangan kaleng minuman yang Pevita lempar mengenai dirinya?

“KAMU YANG MELEMPAR KALENG MINUMAN SAMPAI MENGENAI DAHIKU? HUH! MENGAKU SAJA KAMU!” sentaknya, menuding.

Tatapan lelaki itu lebih tajam dari Pevita. Tatapan mata seperti ingin menerkam dan memakan Pevita bak singa kelaparan. Pevita menelan ludah dengan susah, dia takut. Kemudian, Pevita berlari kencang layaknya dikejar hantu.

Lol. Pevita kabur.

“WOY! JANGAN LARI KAMU! TIDAK AKAN BISA LOLOS JUGA! GADIS GILA! PEMBAWA SIAL!”

Pevita berlari, dia sempat memungut selembar kertas berisi dibutuhkan karyawan kantor di departement fashion. Terjebak dikejar lelaki asing, namun Pevita beruntung, dia mendapatkan selembar kertas lowongan pekerjaan.

Akhirnya pekerjaan yang Pevita impikan, Ah... Betapa senangnya. Sekarang Pevita diterima menjadi model di departement fashion, karena Pevita mempunyai tubuh yang cukup sexy dan body goals. Beruntung sekali bukan? Tidak sia-sia Pevita memungut selembar kertas itu.

***

Okay. Kembali pada kehidupan Pevita sekarang. Sudah satu tahun bekerja di perusahaan Andromeda di departement fashion, kehidupan masih tidak berjalan mulus. Termasuk kisah cintanya dengan Alex. Pevita sudah sangat lama menjalin cinta dengan Alex, lelaki yang sudah lima tahun menemani hidupnya, namun sedang dilanda masalah.

Ya, tiga bulan lalu. Alex memaksa Pevita bercinta. Tetapi Pevita menolak keras, Alex memaksa. Itu yang membuat Pevita kecewa Dengan Alex, dia sekarang membenci Alex, cintanya perlahan sedikit mumudar, akan tetapi belum sepenuhnya bisa menghapus nama Alex di hati Pevita.

"Pevita...."

Lamunan Pevita buyar. "Ah, Ya?" Pevita mencari suara yang memanggil dirinya. Hari ini sesi terakhir pemotretan, Pevita menggunakan busana yang disediakan di sana, menjadi model busana tersebut. Tidak hanya Pevita saja yang menjadi model, tiga wanita yang menjadi model.

"Sekarang giliranmu."

"A-aku?" tanya Pevita kelagapan. "Oh, okay, wait!" Pevita berdiri dan merapikan busana yang dia kenakan. Akibat melamun dia tidak sadar selanjutnya adalah dirinya untuk berpose semenarik mungkin. Ah, sialan! Hari ini Pevita banyak pikiran hingga melamun.

Pevita memulai pekerjaannya. Satu jam sesi pemotretan untuk Pevita belum selesai, sang juru foto meminta Pevita untuk bergaya lagi dan lagi. Padahal Pevita sudah mencoba bergaya lain di depan kamera.

"Pevita, Pevita. Kamu kenapa, Vita?" Fotografer bertanya dengan menarik napas. Berkali-kali dia memotret Pevita hasil tidak bagus dan kurang cocok, entah kenapa hari ini Pevita sepertinya bekerja kurang maksimal.

Pevita menghentikan kegiatan berpose. "Aku? Aku baik-baik saja," jawab Pevita, merasa lelah.

Fotografer menatap Pevita kecewa, sesekali hembusan napas terdengar. "Aku tidak bisa berkata apa-apa. Jujur, semakin ke sini profesi kamu menjadi model semakin buruk. Kamu sering tidak berkosentrasi dan melamun. Sebenarnya ada apa denganmu?"

Mendengar itu, Pevita terdiam. Tidak berkutik. Apa selama ini pekerjaan Pevita kurang memuaskan? Sekarang dia dikritik oleh sang Fotografer. Pevita juga merasa akhir-akhir ini tidak mempunyai semangat. Dia sudah mencoba untuk sebaik mungkin di depan kamera, akan tetapi Fotografer berkata demikian tentang dirinya.

"Kalau kamu semakin buruk. Lebih baik jangan menjadi model, nanti aku yang disalahkan karena hasil fotomu tidak bagus."

"Maaf...." Hanya itu yang Pevita katakan. Dia benar-benar menjadi tidak mood, suasana hati menjadi lebih buruk. "Aku akan memperbaiki."

"Tidak perlu," tolak sang fotografer. Jawaban itu membuat seisi ruangan pemotretan terdiam, hening, memperhatikan Pevita.

"Ada yang bernama Pevita Grizelda di sini?" tanya seseorang yang tiba-tiba memasuki ruangan pemotretan. "Saya ada keperluan dengannya." Semua orang mengalihkan pandangan kembali ke Pevita.

"Saya sendiri," jawab Pevita.

"Bisa berbicara sebentar? Boleh keluar?"

Pevita mengangguk. Apalagi ini, astaga. Apa Pevita mendapatkan masalah lagi? Pevita menghampiri wanita yang tadi memanggilnya. "Maaf, ada apa?" tanya Pevita.

Wanita itu menyodorkan amplop putih. "Saya memberikan surat ini untukmu. Kamu boleh membuka sekarang," balas wanita itu tanpa ekspresi.

Pevita menerima, wajahnya terlihat bingung. "Apa ini." Pevita menurut untuk membuka saat itu. Dia membuka amplop itu lalu membaca dari atas. Pevita semakin tidak mengerti ketika membaca. Dia berulang kali membaca. Dan ternyata isinya adalah surat pemindahan pekerjaan Pevita.

"J-jadi?"

"Kamu dipindahkan ke divisi sekretaris."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

  • It's Okay That's Love (INDONESIA)   45. Mengajarkan Rasa Malu

    Sonia mengadu pada Ibunya tentang keputusan Presdir Satya tentang hasil rapat mengenai penerus perusahaan. Dia merasa hal tersebut tidak adil karena Sonia menganggap Dave lebih bertanggung jawab dibandingkan Raffa yang pemalas dan tidak tegas.Sonia berdiri tepat di depan meja Nenek Choi. "Bu, Ibu bisa melihat sendiri? Satya memaksa Raffa untuk menjadi Presdir. Bukannya sudah jelas kemampuan Raffa tidak ada apa-apanya, dari pada Dave? Dave, pintar dan bertanggung jawab dengan segala hal.""Ibu mengerti." Nenek Choi memberi alasan, "Tapi Ibu sudah tidak dapat memutuskan apapun karena aku bukan menjadi bagian dari perusahaan ini. Perusahaan ini sudah di pimpin kakakmu, bukan aku lagi.""Tapi, Bu ...." Sonia menganggap nenek Choi masih memiliki pengaruh untuk menghalangi keputusan Presdir Satya yang lebih mengarah ke keputusan yang semena-mena. "Aku yakin, Ibu masih punya kekuasaan."Nenek Choi hanya diam. Kulit keriput dan mata sayu memandang Sonia dengan ekspr

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-15
  • It's Okay That's Love (INDONESIA)   44. Penerus Perusahaan

    Rapat penting dilakukan lagi di pagi ini. Presdir Satya sudah setia di kursinya menyaksikan diskusi rapat ini tentang kemajuan perusahaan. Seperti yang dia dikatakan kemarin, tentang penerus dan penerus generasinya.Tetapi di rapat penting itu Raffa tidak hadir. Akhirnya Dave membuktikan dirinya untuk melakukan yang terbaik. Dave berhasil mengendalikan media dan publikasi dengan menepis rumor kalau pihak mereka tidak memiliki uang untuk pembelian saham. Dan dia bersama ibunya melakukan penandatangan akuisisi yang membuat ibunya bangga dan tersenyum.Semua bertepuk tangan meriah atas pencerahan dan pidato dari Dave. Menurut mereka pidato Dave tidak berbelit-belit, tetapi mudah dipahami, didengar dan mudah masuk ke otak."Sudah terbukti, bukan? Kualitas Direktur Dave memang sangat bagus dan patut menjadi generasi penerus perusahaan?" kata Ibu Dave bangga setelah bertepuk tangan.Seketika di ruangan rapat tampak bising dengan suara orang-orang membicarakan D

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-10
  • It's Okay That's Love (INDONESIA)   43. Merencanakan Sesuatu

    Pevita mengalami mimpi buruk, tentang kejadian mengerikan saat dia diculik dan dijadikan sandra ketika masih anak-anak. Dia terbangun dari tidurnya dan napas tersenggal. Mimpi buruk membuat keringat membasahi daginya."Hanya mimpi? Aku mengira ingatanku tidak akan pulih tapi ingatan itu muncul kembali dalam mimpiku. Membuat aku semakin membingungkan." Pevita berdiri dan berjalan menuju dapur, akibat mimpi yang menyapa tidurnya kini dia haus dan merasa takut terhadap mimpi itu. Kenapa mimpi itu hadir kembali? Padahal Pevita sudah berusaha untuk melupakan kenangan masa lalu, dia pernah di culik dan dikurung di tempat gelap. Pevita menjadi takut kegelapan.Ponsel berdering, ada pesan masuk. Pevita segera berjalan ke tempat tidur dan meraih ponsel yang sedang berdering. Keningnya berkerut, menandakan kebingunan setelah membaca nama yang di layar ponsel. Pesan dari Raffa.

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-10
  • It's Okay That's Love (INDONESIA)   42. Epiphany

    Raffa menyebut nama Pevita berkali-kali, berharap Pevita datang cepat seperti hewan kuchiyose namun Pevita lama sekali datang ke tempat Raffa. Serangan panik Raffa semakin parah dan kambuh. Pandangan mata mengabur, jantung berdetak kencang dan keringat dingin keluar dari kulit Raffa. Dia semakin sesak napas. Akhirnya Raffa tidak kuat lagi dan berjongkok di lantai, Raffa berada di keramaian orang-orang sedang berjalan lalulalang di sekeliling Raffa.Pevita khawatir saat kembali kepada Raffa sambil membawa satu botol minuman, melihat Raffa dalam keadaan lemas dan wajahnya pucat. Pevita panik dan cemas. Dia berjongkok di depan Raffa dan menyentuh bahu Raffa. “Direktur! Direktur!" kata Pevita berusaha untuk menyadarkan Raffa gejala kecemasan.Kedua mata Raffa tidak berkedip, hanya menatap lurus, dia memegang dadanya dan napas Raffa terengah-engah."Direktur! Please, tatap mataku,” perintah P

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-09
  • It's Okay That's Love (INDONESIA)   41. Ancaman

    Dave tersenyum manis lalu menertawakan perkataan Pevita. "Tidak. Jika kamu menerima cincin itu artinya kamu menerima diri saya. Tapi jika kamu mengembalikan cincin itu artinya kamu menolak saya."Jadi? Cincin itu melambangkan cinta Dave? Cinta yang belum tentu dibalas oleh Pevita.

  • It's Okay That's Love (INDONESIA)   40. Ungkapan Hati

    Bibir Raffa tertutup. Selama ini tidak pernah tau bahwa dirinya membutuhkan Pevita dan menyukai? Raffa tidak pernah membohongi tentang rasa suka dengan Pevita. Ya Raffa menyukai Pevita.“Jawab aku!"Beberapa detik Raffa menjawab, “Ya, kamu benar. Aku membutuhkanm

  • It's Okay That's Love (INDONESIA)   39. Kekhawatiran

    Pevita menghela napas legah. "Kenapa? Direktur! Kenapa kamu memanggilku?!" tanya Pevita menuntut dengan setengah kesal. Raffa tidak berhenti tersenyum sambil menepuk pundak Pevita. "Menakjubkan. Pevita, setiap kali aku berteriak memanggil namamu, kamu selalu datang dan muncul

  • It's Okay That's Love (INDONESIA)   38. Ketakutan

    Dave mengajak Pevita makan malam dan Pevita menerima ajakan dari Dave dengan malu-malu. Dave mempersiapkan diri berpenampilan keren, untuk kencannya dengan Pevita. Sejak pulang dari kantor, lelaki berwajah Korea itu bersemangat bersiap memakai kemeja putih dan jas hitam hingga tampila

Bab Lainnya

Ulasan

no comment
Belum ada komentar

Bab

Baca

Unduh

Mungkin anda suka

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)
My ThesShit (Indonesian)
SORRY MY HUSBAND (INDONESIA)
I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)
Clover Beside You (INDONESIA)
Inside the best gynecology and obstetrics department of the most prestigious hospital in Jin City
CAN'T L'Héritière (INDONESIA)

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)

Psychopath Tender

Tak selamanya cinta pertama itu membawa kebahagiaan dan juga kebaikan untuk sang pemilik hati. Ada kalanya yang muncul malah sebuah penolakan, rasa sakit dan juga ... keinginan balas dendam. Berawal dari perkenalan singkat Julia dengan Jacob di akun Instagram miliknya, siapa sangka hal itu kelak akan menimbulkan malapetaka besar dalam hidupnya yang semula damai dan terlihat baik-baik saja. Dialah sosok yang secara tak langsung akan mengungkap segala teka-teki dalam kehidupan Julia, hingga membuat semua misteri yang saling terhubung itu pun perlahan muncul ke permukaan.Akibat rasa cinta yang berlebihan terhadap sang kekasih, membuat Julia tak bisa lepas dari pesona pemuda itu meskipun telah disakiti berulang kali. Dimulai dari pemaksaan yang menyakitkan, pengkhianatan yang menjemukan dan luka yang menganga telah tertancap begitu dalam di hatinya. Hanya kekerasanlah yang gadis itu dapatkan selama berada di dalam hubungan cinta dengan seorang Jacob Leckner. Namun, mengapa Julia sama sekali tak bisa membenci kekasihnya itu walau sudah mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan? Apakah Julia sudah menumpulkan mata hatinya, ataukah justru sebaliknya? Satu-satunya cara untuk memastikan suatu kisah adalah dengan cara menonton dan menyaksikannya sampai habis. Dan kini, dimulailah sudah kisah penuh pembelajaran kehidupan anak-anak manusia beserta lingkungan di sekitarnya. Tak bisa berhenti; dari cinta maupun rasa kecewa.

download CAN'T L'Héritière (INDONESIA)Unduh buku di App

To Readers

Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2   YINI

Genre Populer
RomansayinniHistoricalUrbanMafiaSystemFantasi
Hubungi kami
Tentang kamiHelp & SuggestionBisnis
Sumber
Unduh AplikasiKeuntungan PenulisKebijakan KontenKata kunciPencarian PopulerUlasan bukuFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunitas
Facebook Group
Ikuti kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Syarat Penggunaan|Kebijakan Privasi