GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of My Mine (Indonesia): Chapter 1 - Chapter 10

Home /  All /  My Mine (Indonesia) /  Chapter 1 - Chapter 10
14 Chapters

Awal

Jakarta, Mei 2010Nadhara sedang mematut dirinya di cermin, ia memakai gaun selutut berwarna merah hati. Malam ini, ia akan menemani Althaf  untuk pergi ke pernikahan teman kekasihnya itu. Wajahnya tampak sangat cantik dihiasi dengan riasan tipis, Nadhara juga menggerai rambutnya, rambut ikalnya terurai cantik di punggung menambah kecantikan gadis itu malam ini.
Read more

Prolog

Suasana di sebuah restoran mewah di pusat kota Jakarta sangat terasa romantis, tetapi suasana itu tidak berpengaruh bagi sepasang pasangan yang sedang duduk di pojok restoran, mereka duduk di kursi yang bersekat untuk menjaga privasi keduanya. Seorang perempuan sedang menatap wajah kekasihnya dengan penuh cinta tetapi tidak dengan pria di depannya. Perempuan itu merasakan sebuah firasat buruk hari ini, entah karena perubahan ekspresi kekasihnya yang tiba-tiba atau memang hari ini bukan hari keberuntungannya.
Read more

Chapter 1 - Monday Morning

Hari senin, merupakan hari yang banyak di keluhkan oleh sebagian orang. Hari pertama kembali memulai kerja setelah menikmati hari libur, banyak orang yang menganggap hari senin sebagai hari yang paling melelahkan dan sangat sibuk, karena hari senin terdapat banyak deadline yang harus di selesaikan, tugas menumpuk dan kemacetan hari senin yang tidak bisa dihindari.Hanya sebagian orang yang menyadari jika hari senin merupakan hari yang sangat baik untuk memulai segala sesuatu dengan baik. Pikiran juga lebih
Read more

Chapter 2 - Misterius Guy

Nadhara mengunci pintu tokonya, karyawan terakhirnya baru saja pergi setelah membantunya untuk berberes-beres. Sekarang tepat pukul dua belas malam, jam tetap tokonya untuk tutup.Nadhara membalikkan papan nama yang semula ‘open’ menjadi ‘closed’ lalu menutup tirai pintu dan mematikan lampu. Tidak langsung tidur, Nadhara pergi ke dapur untuk mengecek adonan yang sedang di fermentasi, besok subuh adonan ini siap menjadi roti dengan berbagai macam jenis.
Read more

Chapter 3 - Althaf

Althaf menggantung jas dokternya, pria itu melonggarkan dasi yang dia kenakan. Pria itu duduk di balik meja kerjanya, menyalakan komputer untuk memeriksa hasil kesehatan pasien yang dia rawat.Setelah memeriksa semua laporan, Althaf mematikan komputernya lalu bersiap pulang. Sekarang sudah menunjukkan pukul satu dini hari, waktu yang sangat tidak pas untuk pulang. Seharusnya, dia bisa pulang pukul sepuluh tadi tetapi tiba-tiba ada operasi mendadak dari UGD dan karena dia dokter bedah terakhir yang berada di rumah saki
Read more

Chapter 4 - Bar

Nadhara menghela napas panjang berkali-kali, perutnya berbunyi karena dia belum sempat makan sepulang dari rumah sakit. Althaf mengacaukan segalanya, dia benar-benar tidak tahu jika pria itu berada di rumah sakit tempatnya mengunjungi Ferdi.Nadhara kembali menghela napas, dia akhirnya beranjak dari tempat tidur. Tanpa mengganti pakaian, dia berjalan pelan ke arah dapur lalu menyiapkan bahan masakan untuk membuat makan siang.
Read more

Chapter 5 - Hangover

Nadhara sangat ingin menampar dirinya sendiri dan berharap semua yang dia alami pagi ini hanya mimpi. Bertemu Althaf meruakan mimpi buruk. Apalagi sangat terlihat pria itu akan menahannya di sini sampai dia melakukan apa yang Althaf minta.Semua kejadian ini begitu nyata untuk di anggap sebagai mimpi, terbangun di tempat tidur pria itu membuatnya tertampar kenyataan. Nadhara tidak mungkin bisa melupakan wajah Althaf, selain karena mereka bertemu kemarin. Dia memang otomatis mengenal Althaf karena wajah pria itu selalu
Read more

Chapter 6 - The Past

Juni 2010Althaf sedang berbaring di ruang tamu ketika Sarah ikut duduk sembari membawa buku tulis dan ponselnya. Dia melirik adiknya berkali-kali, mulutnya gatal untuk bertanya tetapi ketika melihat adiknya serius mengerjakan tugas, Althaf mengurungkan niatnya.
Read more

Chapter 7 - Regret

Nadhara sedang sibuk menghias kue ketika pintu dapur di ketuk dari luar, “Mbak, ada yang nyari diluar.” Kata Dira.Nadhara mengerutkan kening, bingung. “Siapa?” “Itu, Mbak. Cowo ganteng yang datang waktu itu.” jawab Dira.
Read more

Chapter 8 - First Kiss

Althaf sebenarnya ingin tinggal di tempat itu, apalagi ketika tahu jika lantai itu menjadi rumah Nadhara. Tetapi, dia tiba-tiba mendapat panggilan darurat karnea ada pasien datang dengan gagal jantung.Althaf terburu-buru bahkan tidak tahu jika saat itu Nadhara sempat memperhatikannya keluar dari toko itu karena tampak sangat cemas dan terburu-buru. Althaf langsung pergi ke rumah sakit, dia bahkan lupa membayar makanannya.
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy