Download the book for free
Prolog
Author: SixthlySuasana di sebuah restoran mewah di pusat kota Jakarta sangat terasa romantis, tetapi suasana itu tidak berpengaruh bagi sepasang pasangan yang sedang duduk di pojok restoran, mereka duduk di kursi yang bersekat untuk menjaga privasi keduanya.
Seorang perempuan sedang menatap wajah kekasihnya dengan penuh cinta tetapi tidak dengan pria di depannya. Perempuan itu merasakan sebuah firasat buruk hari ini, entah karena perubahan ekspresi kekasihnya yang tiba-tiba atau memang hari ini bukan hari keberuntungannya.
Perempuan itu membayangkan hal buruk yang terjadi dan dia sudah tidak bias menahan rasa penasarannya. Sudah banyak hal yang dia lalui selama ini dan ekspresi pria di depannya sudah menunjukkan hal yang sangat jelas.
Pria itu ingin mengakhiri hubungan dengannya.
Sebenarnya perempuan itu ingin sekali Tuhan mencabut nyawanya. Kepahitan hidup yang di alaminya terus saja membuatnya kehilangan pegangan untuk membantunya tetap berdiri dan terus melanjutkan hidup. Beban yang diberikan kepadanya seolah tidak pernah habis.
Masalah silih berganti menghampirinya bahkan tidak ada habisnya. Bahkan, ketika dia menganggap seseorang yang paling bisa mengerti dirinya dan bisa membantunya untuk bangkit juga pergi meninggalkannya.
“Kita putus aja, ya?” ucap pria itu sembari menatap matanya penuh kesungguhan.
Perempuan itu berkedip berapa kali untuk mengetahui apakah dia salah mendengar atau dia sedang berada di dalam mimpi. Tetapi tidak, ucapan itu nyata bahkan sangat nyata sampai terus berulang seperti kaset rusak di kepalanya.
Perempuan itu ingin sekali menangis tetapi air matanya tidak bisa keluar, mungkin karena dia sudah mengalami kejadian yang lebih menyedihkan dari pada ini. Mata gadis itu terasa sangat perih, bahkan mungkin saja kedua matanya sudah berwarna kemerahan sekarang.
“Putus?” tanyanya dengan suara lirih.
Pria yang berada di hadapannya itu mengangguk, “Mungkin ini yang terbaik untuk kita berdua.” Jawabnya cepat.
Perempuan itu tersenyum sinis, dia merasa di bohongi. Kebahagiaan dan tawa mereka sebelum lima menit penuh rasa sesak ini adalah kebohongan dan sudah terencana sebelumnya. Perempuan itu menarik napas, dadanya sangat sesak sampai rasanya kesulitan untuk menarik napas.
Tentu saja keputusan itu yang terbaik untuk pria itu dan bukan untuk dirinya. Sangat jelas pria itu tidak ingin terlibat masalah terlalu jauh dengannya. Pasti dia dan juga keluarga pria itu akan ikut malu jika terliabt masalah dengan dirinya.
Perempuan itu berdiri lalu menyiram jus alpukat yang baru saja seteguk ia minum di kepala pria itu sampai tetes terakhir.
“Oke, kita putus.” Ucap perempuan itu lalu beranjak pergi.
Dia memberikan dua lembar uang merah di kasir untuk membayar makanan mereka. Namun, ketika ia ingin keluar dari restoran, perempuan itu kembali ke arah mejanya tadi dan mendapati pria itu masih di tempat yang sama.
“Aku harap kau menemukan perempuan yang lebih baik dariku. Tapi, aku berharap kau tidak pernah menemukannya dan menerima karma atas yag kau perbuat kepadaku!” Ucap perempuan itu lalu benar-benar pergi dari restoran.
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
My Mine (Indonesia) Chapter 12 - Ferdi
Nadhara terkejut dengan sausana restoran itu. Dia menatap Ferdi tetapi pria itu hanya menatapnya dengan penuh senyum sembari menggiringnya ke dalam restoran. Ferdi memang sudah memesan tempat di restoran romantis yang terletak di Bali itu. Hari ini, dia ingin menyatakan perasaannya kepada Nadhara. Perasaan yang sudah dia pendam selama bertahun-tahun. Dia pikir, jika tidak memberitahu Nadhara tentang apa yang di rasakan mungkin suatu saat nanti Ferdi akan menyesal.
My Mine (Indonesia) Chapter 11 - Dinner
…Juni 2010Nadhara sedang berjalan di Lombok Internasional Airport, dia menyeret koper dan berbicara dengan Sarah. Nadhara sedang ikut dalam liburan keluarga sahabatnya itu, kedekatan
My Mine (Indonesia) Chapter 10 - Bestfriend?
Nadhara menarik kopernya keluar dari bandara, mereka akan dijemput oleh sopir resort. Kebetulan dia satu mobil dengan Ferdi karena rekannya yang lain memutuskan untuk berjalan-jalan. Hanya mereka berdua yang ingin ke resort untuk beristirahat terlebih dahulu.“Nad? Mau jalan-jalan nanti malam?” tanya Ferdi.
My Mine (Indonesia) Chapter 9 - French Kiss
Hari ini, toko roti Rosemarry, milik Nadhara tutup. Dia menutupnya selama tiga hari untuk memberikan hadiah liburan kepada semua orang yang bekerja bersamanya. Penjualan dua minggu itu sangat melebihi target dan untuk merayakannya mereka akan liburan.Bukan liburan biasa, mereka semua akan pergi ke Bali. Nadhara sudah menyewa resort yang akan mereka tempati selama tiga hari ke depan. Dia akan pergi sendiri, sementara semua orang satu-persatu sudah men
My Mine (Indonesia) Chapter 8 - First Kiss
Althaf sebenarnya ingin tinggal di tempat itu, apalagi ketika tahu jika lantai itu menjadi rumah Nadhara. Tetapi, dia tiba-tiba mendapat panggilan darurat karnea ada pasien datang dengan gagal jantung.Althaf terburu-buru bahkan tidak tahu jika saat itu Nadhara sempat memperhatikannya keluar dari toko itu karena tampak sangat cemas dan terburu-buru. Althaf langsung pergi ke rumah sakit, dia bahkan lupa membayar makanannya.
My Mine (Indonesia) Chapter 7 - Regret
Nadhara sedang sibuk menghias kue ketika pintu dapur di ketuk dari luar, “Mbak, ada yang nyari diluar.” Kata Dira.Nadhara mengerutkan kening, bingung. “Siapa?” “Itu, Mbak. Cowo ganteng yang datang waktu itu.” jawab Dira.
My Mine (Indonesia) Chapter 5 - Hangover
Nadhara sangat ingin menampar dirinya sendiri dan berharap semua ya
