GoodNovel

Libreng I-download ang libro sa App

Download
Maghanap
Library
Maghanap
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasyLGBTQ+arNoldMM Romancegenre22-菲语genre26-Pilipinoipinogenre27-请勿使用菲语genre28-Pilipinoipino
Maikling Kwento
KalangitanPagka-misteryo at panghihinalaMakabagong lungsodPag-survive sa katapusan ng mundoPelikulang aksyonPelikula ng agham-piksyonPelikulang romansaDugong na karahasanpag-asapangarapkaligayahanKapayapaanPagkakaibiganMatalinoMasayaMarahasMaamoMalakas红安Madugong pagpatayPagpatayKasaysayan ng digmaanPangarap na pakikipagsapalaranAgham-piksyonIstasyon ng tren
GumawaWriter BenefitCONTEST

Lahat ng Kabanata ng SELIN—DION: Kabanata 1 - Kabanata 10

Home /  Lahat /  SELIN—DION /  Kabanata 1 - Kabanata 10
18 Kabanata

Perjodohan

Selin sedang mengendarai sedan hitamnya dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya setelah lebih dari dua bulan tidak pernah pulang, orang tuanya memaksanya untuk pulang malam ini, entah hal penting apa yang akan mereka sampaikan mengingat tadi pagi ia menerima telepon dari Mamanya yang memaksanya untuk pulang dan tidak ingin menerima penolakan karna mereka tahu ia akan memberikan berbagai alasan untuk tidak pulang. Selin langsung memarkirkan mobilnya di garasi yang biasa ia tempati tanpa memperhatikan jika ada mobil lain yang ada di halaman depan rumahnya dan langsung masuk melalui pintu samping yang langsung menghubungkan area dapur. Dari posisinya sekarang ini, Selin bisa mendengar beberapa orang sedang berbicara di ruang tamu, tetapi ia tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bahas. Ia bisa mengenali suara kedua orang tuanya dan ada tiga suara dari orang yang berbeda. Karena penasaran Selin pun langsung menuju sumber
Magbasa pa

Rasa Penasaran Dion

Setelah kejadian di rumah Selin minggu lalu, ia selalu memikirkan tentang permintaan mamanya dan jawaban yang iya berikan. Selin sangat yakin bahwa dia tidak akan bisa membuka hatinya kembali, tapi dia juga tidak mungkin menolak permintaan orang yang sangat ia sayangi terlebih ini memang adalah permintaan pertama mereka padanya. Kedua orang tuanya memang sering merekomendasikan anak dari beberapa teman mereka, tetapi semua keputusan kembali kepada Selin, kedua orang tuanya tidak memaksanya untuk menerima mereka. Namun kali ini berbeda. Kali ini, kedua orang tuanya menjadikan perjodohan ini sebagai permintaan pertama dan terakhir mereka, jelas Selin tidak setega itu menolak permintaan kedua orang tuanya yang lebih terdengar seperti permohonan. Ia tidak akan tega menyakiti perasaan dua orang yang sangat amat berarti di dalam hidupnya ini.Selin kembali berperang dengan dirinya sendiri dan mencoba mempertanyakan segala kemu
Magbasa pa

Mulai Menerima

Selin lagi-lagi terlihat melamun di meja kerjanya, dan beberapa kali kepergok oleh rekan satu divisinya hingga membuat orang-orang tersebut merasa terheran-heran dengan sikapnya itu, karna yang mereka tahu Selin bukanlah orang yang suka membawa masalah pribadinya ke kantor dan menyebabkan semua pekerjaannya menjadi berantakan.Selin masih memikirkan percakapannya dengan Dion tadi malam, ia bingung apakah ia akan memberi tahu Dion tentang alasannya bersikap seperti ini atau tetap menyimpannya sendiri.Jujur saja sebenarnya Selin juga merasa sedikit nyaman dan senang dengan perhatian-perhatian yang diberikan oleh Dion padanya selama semingguan ini, tapi dia masih takut. Takut untuk kembali percaya kepada orang lain, takut membuka hatinya kembali karna dia tidak ingin jika suatu saat ia kembali dikhianati, Selin tidak ingin itu terjadi.Entah berapa lama Selin melamun kali ini, hingga iya dikagetkan dengan tepukan seseorang di bahunya.
Magbasa pa

Janji Dion

Dion tiba di restoran lebih dulu karena memang jarak dia dari rumahnya dari lokasi tersebut yang terbilang dekat dan memang ia berangkat lebih dulu dari pada Selin dan temannya itu. Sedangkan Selin dan Cerry tiba lima belas menit kemudian. Dion yang telah menunggu kedatangan Selin dan temannya itu melambaikan tangan kepada dua gadis yang baru saja datang setelah melihat mereka memasuki restoran."Maaf kami telat, kamu udah lama nunggu ya?" tanya Selin setelah mengambil tempat duduk didepan Dion dan disusul oleh Cerry di sampingnya. "Tidak masalah, aku juga baru nyampe kok", jawab Dion dengan senyum ramahnya"Oh iya, kenalin ini Cerry sahabat aku" ucap Selin memperkenalkan Cerry pada Dion"Hai, kenalin aku Cerry sahabat sekaligus tempat curhatnya Selin. Jadi kalo kamu mau kenal Selin lebih jauh kamu bisa tanya-tanya sama aku". ucap Cerry mengulurkan tangannya dengan gaya sok akrabnya. Sel
Magbasa pa

Pertemuan yang tak diharapkan

Setelah pulang dari acara makan siang mereka, Selin dan Cerry kembali ke kantor dan menuju ruangan masing-masing  untuk menyelesaikan beberapa berkas yang belum selesai. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga jam pulang kantor pun tiba, dan seperti biasa setiap Selin sampai dilobi kantornya Dion sudah menunggu didepan kantornya. "Hai, sudah lama menunggu?" sapa Selin setelah sampai didepan Dion. "nggak kok , aku baru sampai" jawab Dion sambil tersenyum "oh ya, mama ku ngajak kita makan malam di rumah, kamu ngga keberatan kan?" tanya Selin setelah mereka berada didalam mobil.  "Dengan senang hati" jawab Dion ringan sambil menyalakan mobilnya, setelah itu mobil yang mereka tumpangi segera melesat menuju jalan raya. "Mau langsung pulang atau mampir dulu?" tanya Dion sambil menoleh kearah Selin.  "Iya... kita mampir dulu
Magbasa pa

Janji Selin

Setelah kejadian di toko kue beberapa waktu lalu. Kini Selin lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melamun dan memikirkan tentang hal-hal yang pernah terjadi padanya dimasa lalu, tentang kebersamaannya bersama Raka dulu, tentang hari-hari bahagia mereka dulu selama berpacaran. Hingga setelah tiga tahun menjalin hubungan kekasihnya itu melamarnya secara pribadi ditempat yang sangat romantis, gadis mana yang tidak bahagia mendapat kejutan seperti itu dari kekasihnya? Selin merasa seolah hidupnya sudah sangat sempurna, membayangkan bahwa dia akan menikah dengan orang yang sangat ia cintai dan hidup bahagia bersama keluarga kecil mereka. Impian demi impian telah ia rancang untuk masa depan mereka.  Tetapi sehari sebelum pertunangan mereka diadakan, semua impian yang ia rancang selama ini seketika hancur tak tersisa. Bagaikan mimpi buruk yang sangat ia harapkan akan berubah setelah hari esok. Saat ia mendapatkan surat dari sang kekasih ya
Magbasa pa

Perasaan Selin

Setelah terdiam cukup lama memandang kepergian Dion, Selin kemudian ikut masuk ke dalam rumahnya dan segera berjalan menuju kamarnya untuk memperbaiki penampilannya seperti yang di instruksikan oleh Dion. sesampainya Selin dikamarnya ia langsung menuju lemari pakaiannya dan mengambil baju ganti untuk dirinya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi miliknya. Selin memandang pantulan dirinya dicermin wastafel dengan perasaan bergidik ngeri, bagai mana tidak ngeri? penampilannya saat ini sangat mengerikan dengan wajah yang kusut oleh sisa air matanya yang sudah mengering serta rambut yang sangat berantakan. Pokoknya penampilannya saat ini sangat tidak layak untuk dilihat dan ia merasa sangat malu karna Dion melihat penampilan yang berantakannya seperti ini. setelah membasuh wajah dan memperbaiki kembali penampilannya serta mengganti bajunya yang tadi ia pakai, Selin kembali memastikan penampilannya sekali lagi sebelum kelua
Magbasa pa

Kedatangan Diandra

Setelah kejadian ditaman belakan rumah Selin, gadis itu mulai memantapkan hatinya untuk menerima Dion dan membalas cintanya. Ia tidak ingin terlalu lama berpikir dan akhirnya ia terlambat mengambil keputusan dan akan kehilangan lelaki yang mencintainya, walaupun Dion telah berjanji padanya bahwa lelaki itu tidak akan pernah meninggalkannya dan akan menunggu sampai kapan pun untuk Selin bisa membalas cintanya. Selin juga sudah mulai terbuka pada Dion, ia tak akan merasa malu lagi untuk menyampaikan setiap keluh kesahnya yang berhubungan dengan pekerjaannya. Bahkan sekali-kali mereka akan saling berbagi tentang kenangan masa lalu masing-masing, kenangan masa kecil mereka, kenanga di masa-masa sekolah mereka bahkan tentang kisah cinta mereka dulu. Dan kini Dion tahu bahwa Selin hanya pernah sekali menjalin hubungan dengan lelaki lain, tapi Selin tidak menjelaskan secara detail tentang hubungannya itu, apa penyebab mereka ta
Magbasa pa

Cemburu

"Ehm.. Kapan kamu tiba dari Milan?" tanya Dion memulai percakapan setelah terdiam beberapa saat. "Minggu lalu" jawab Diandra singkat. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin gadis itu bicarakan dengan Dion, tapi semua itu menguap saat Selin tiba-tiba muncul dihadapannya, dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah status Selin sebagai Calon Istri Dion. Selin datang dari arah dapur membawa nampan berisi minuman serta cemilan untuk mereka bertiga. "Ini diminum dulu" ujar Selin setelah meletakkan nampan yang berisi minuman mereka di atas meja. Setelah itu ia duduk di single sofa karna Dion dan Diandra duduk di sofa yang sama. "terima kasih" ucap Diandra lalu mengambil gelas minumannya yang diberikan oleh Selin. Selin dan Dion melakukan hal yang sama, meminum minuman mereka masing-masing meredakan tenggorokan mereka, sebenarnya hanya Dion yang memiliki perasaan itu, tenggorokannya tiba-ti
Magbasa pa

Kekhawatiran Mama Ina

Setelah momen pernyataan cinta Dion yang telah dibalas oleh Selin, kini mereka kembali ke tempat mereka semula sebelum kedatangan Diandra.Dion kini duduk di kursi santai panjang yang berada di area kolam renang dengan Selin yang berada di dekapannya.Selin memunggungi Dion dan  menyandarkan tubuhnya  pada dada bidang Dion. Sedangkan pria itu memeluk pinggang Selin sambil memainkan jemari mereka yang saling bertautan."Kamu ngga cemburu pas tadi liat Diandra meluk aku?" tanya Dion memulai percakapan mereka setelah cukup lama terdiam."Aku cemburu, sangat cemburu malah. Apalagi saat tau kalau cewek yang meluk kamu itu mantan kamu" jawab Selin tanpa menoleh kearah Dion. Gadis itu ikut memainkan jari mereka yang saling bertautan seperti yang dilakukan oleh Dion."Tapi yang aku liat kamu ngga terpengaruh sama sekali, malah yang aku lihat kamu cuek-cuek aja, kayak ngga terjadi apa-apa" ucap Dio
Magbasa pa
Nakaraang pahina
Susunod na pahina
I-download ang Libro
Popular na Genre
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasy
Makipag-Ugnayan
Tungkol sa AminHelp & SuggestionBusiness
Mapagkukunan
Download AppsWriter BenefitContent PolicyKeywordsMga Hot na PaghahanapMga Review ng AklatFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunidad
Facebook Group
Sundan Kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy