Carregando
Início/ TODOS /SELIN—DION/Janji Selin

Janji Selin

Autor: Yustieyuss
"Data de publicação: " 2020-11-11 23:08:57

Setelah kejadian di toko kue beberapa waktu lalu. Kini Selin lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melamun dan memikirkan tentang hal-hal yang pernah terjadi padanya dimasa lalu, tentang kebersamaannya bersama Raka dulu, tentang hari-hari bahagia mereka dulu selama berpacaran.

Hingga setelah tiga tahun menjalin hubungan kekasihnya itu melamarnya secara pribadi ditempat yang sangat romantis, gadis mana yang tidak bahagia mendapat kejutan seperti itu dari kekasihnya? Sel

Want to know what happens next?
Continuar Lendo
Capítulo Anterior
Próximo Capítulo

Compartilhar o livro para

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Último capítulo

SELIN—DION   Salah Paham

Selin keluar dari dalam Toilet dengan wajah yang lumayan segar dan penampilan yang kembali rapi, ia menemukan sang sahabat sudah menunggunya di salah satu kursi yang berada didepan meja kerjanya sambil memainkan ponselnya dengan senyum yang tercetak jelas di wajah sang sahabat, ia yakin jika orang yang sedang berbalas pesan dengannya adalah Farukh—tunangan sang sahabat.Menyadari keberadaan Selin, Cerry langsung mengalihkan pandangannya yang sedari tadi berada pada ponselnya kearah sang sahabat."udah siap?" tanya Cerry sambil memasukkan ponselnya kedalam tas tangannya."Udah, kita pulang sekarang?" Jawab Selin sambil mengajak Sang sahabat segera pulang yang diangguki oleh sang sahabat.Mereka berdua kemudian beranjak meninggalkan ruang kerja Selin sambil bercakap membahas hal-hal yang sesekali membuat mereka tersenyum dan Selin bisa melupakan sejenak tentang mood nya yang hancur hari ini.*****

SELIN—DION   Mood yang Hancur

Dion mengejar langkan lebar Selin dengan langkahnya yang tak kalah lebar pula, ia takut jika kedatangan Diandra yang tak terduga barusan akan memengaruhi mood sang calon istri tercintanya itu."Sayang, tunggu aku. Aku akan mengantar mu kembali ke kantor" ucap Dion setelah berhasil meraih tangan Selin setelah mereka sudah berada diluar rumah makan tersebut.Selin tidak berusaha melepaskan tangannya yang sudah digenggam erat oleh Dion dan sedang dituntun oleh pria itu untuk berjalan menuju mobilnya.Selin tetap tidak mengucapkan sepatah kata pun saat mereka memasuki mobil hingga mobil yang dikendarai oleh Dion berhenti tepat didepan gedung perkantoran Selin.Selin keluar dari mobil tersebut masih dengan kebungkaman yang membuat Dion bertambah frustasi. Dion lebih memilih di bentak dan dicaci maki oleh sang calon istri tercintanya ini dari pada didiamkan seperti ini layaknya makhluk yang tak kasat mata. Tapi ia sangat

SELIN—DION   Andalusia

Acara makan malam kedua keluarga yang akan segera menjadi satu itu berjalan dengan lancar, mereka banyak membahas tentang persiapan pernikahan kedua anak mereka serta berbagai rencana mereka setelah menikah nanti.Selin dan Dion sepakat untuk melakukan perjalanan bulan madu mereka untuk menjelajahi Spanyol terkhusus kota bagian Andalusia, seperti Granada, Sevilla, Toledon, serta Cordova kota yang mendapat julukan kota para filsuf dan Mutiara Dunia, kota yang menjadi pusat peradaban ilmu pengetahuan di Dunia. Mereka juga akan menyempatkan diri untuk mampir ke Maroko setelah pulang dari perjalanan mereka di Andalusia.Menurut Selin, sangat tidak adil rasanya jika ia tidak mengunjungi Maroko, karna ditempat itulah sejarah Andalusia dimulai. Ia ingin mengunjungi kota Tangier yang menjadi saksi nyata dari sejarah penaklukan Andalusia.Sedari dulu, memang Selin sangat memimpikan untuk menjelajah tempat tersebut tetapi dengan kesibukannya

SELIN—DION   Suasana Haru

Dion hanya memandangi punggung Selin hingga tak terlihat lagi setelah gadis itu masuk berbelok di simpang tangga, dan kemudian melangkah menuju sofa yang berada dibelakangnya.Untung saja kejadian tadi siang tidak berlanjut yang akan membuat hubungan antar dia dan Selin memburuk, sungguh ia sangat takur jika seandainya hal itu benar terjadi pada mereka, Pikir Dion. Dion juga bergidik ngeri mendapat respon dan kata-kata Selin tadi pas berada di mobil. sungguh, Selin memang pribadi yang tegas dalam menyikapi sesuatu, bahkan bisa dikatakan sangat tegas.*****Selin keluar dari kamarnya dengan penampilan yang lebih segar dan simpel dengan memakai pakaian rumahan, baju kaos yang sedikit longgar serta celana kulot selutut, rambutnya ia gerai dibahunya yang masih terlihat agak basah karna memang tadi ia keramas.Diruang tamu sudah duduk lima orang yang saling berbincang membahas berbagai hal yang rin

SELIN—DION   Makan Malam

Selin melepas pelukan Dion dengan perlahan dan menghapus air mata Dion yang membasahi pipinya, Dion tidak berusaha menyembunyikan tangisannya tersebut. "Sudah, jangan menangis. Kamu ngga malu sama aku?, dan ingat aku juga ngga suka sama pria cengeng" ucap Selin masih menghapus jejak air mata di pipi Dion. Dion kembali meremas tangan Selin yang masih berada di pipinya dan membawanya ke depan bibirnya untuk ia kecup."Terima kasih" ucap Dion setelah mengecup tangan ramping gadis yang sangat ia cintai ini. Dion sadar jika ia telah jatuh sangat dalam pada perasaan cintanya pada gadis cantik di depannya ini.Dion kembali ke posisi duduknya di belakang kemudi tanpa melepaskan genggaman tangan kirinya pada tangan Selin. " Kita pulang sekarang?" tanyanya yang hanya mendapat anggukan sebagai jawaban dari sang calon istri tercintanya yang sangat irit bicara itu.*****Di sepanjang perjalanan pulang, Dion tidak pernah sekalipu

SELIN—DION   Makan Malam

Selin melepas pelukan Dion dengan perlahan dan menghapus air mata Dion yang membasahi pipinya, Dion tidak berusaha menyembunyikan tangisannya tersebut. "Sudah, jangan menangis. Kamu ngga malu sama aku?, dan ingat aku juga ngga suka sama pria cengeng" ucap Selin masih menghapus jejak air mata di pipi Dion. Dion kembali meremas tangan Selin yang masih berada di pipinya dan membawanya ke depan bibirnya untuk ia kecup."Terima kasih" ucap Dion setelah mengecup tangan ramping gadis yang sangat ia cintai ini. Dion sadar jika ia telah jatuh sangat dalam pada perasaan cintanya pada gadis cantik di depannya ini.Dion kembali ke posisi duduknya di belakang kemudi tanpa melepaskan genggaman tangan kirinya pada tangan Selin. " Kita pulang sekarang?" tanyanya yang hanya mendapat anggukan sebagai jawaban dari sang calon istri tercintanya yang sangat irit bicara itu.*****Di sepanjang perjalanan pulang, Dion tidak pernah sekalipu

SELIN—DION   Rasa Penasaran Dion

Setelah kejadian di rumah Selin minggu lalu, ia selalu memikirkan tentang permintaan mamanya dan jawaban yang iya berikan. Selin sangat yakin bahwa dia tidak akan bisa membuka hatinya kembali, tapi dia juga tidak mungkin menolak permintaan orang yang sangat ia sayangi terlebih ini memang adalah p

SELIN—DION   Perjodohan

Selin sedang mengendarai sedan hitamnya dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya setelah lebih dari dua bulan tidak pernah pulang, orang tuanya memaksanya untuk pulang malam ini, entah hal penting apa yang akan mereka sampaikan mengingat tadi pagi ia menerima telepon dari Mamanya yang memaksany

SELIN—DION   Kesempatan terakhir

"Kamu sendiri yang menciptakan situasi seperti ini" jawab Selin sedikit meninggikan suaranya. Untung saja mereka berada di private room hingga tidak akan yang melihat ketegangan mereka saat ini.Setelah mengatakan itu Selin meraih tas tangannya dan beranjak dari tempat duduknya "

SELIN—DION   Gara-gara Telpon

Seperti yang direncanakan sebelumnya, Selin dan Dion akan menyiapkan rencana pernikahan mereka setelah Dion selesai mengurus segala keperluan pengunduran dirinya sebagai seorang pilot dan mengambil alih urusan perusahaan ayahnya. Dan tak terasa pernikahan mereka akan dilangsu

Mais capítulos
Baixar o Livro
GoodNovel

Baixe o livro gratuitamente

Baixar
Busque o que quiser
Biblioteca
Navegar
RomancepuyuHistóriaUrbanLobisomemMáfiaSistemaFantasiaLGBTQ+arnoLdMM Romancegenre22- Portuguêsgenre26-Portuguêsgenre27-请勿使用Portuguêsgenre28-Português
Histórias Curtas
CéuMistério e suspenseCidade modernaSobrevivência apocalípticaFilme de açãoFilme de ficção científicaFilme românticoViolência sangrentaesperançasonhofelicidadePazAmizadeInteligenteFelizViolentoGentilPoderoso红安Massacre sangrentoAssassinatoGuerra históricaAventura fantásticaFicção científicaEstação de trem
Gêneros Populares
RomancepuyuHistóriaUrbanLobisomemMáfiaSistema
Entre em contato
Sobre NósAjuda e SugestõesNegócios
Recursos
Baixar AppsBenefício para EscritoresPolítica de conteúdoPalavras-chaveBuscas PopularesAvaliação de livroFanficFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Comunidade
Facebook Group
Siga-nos
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Termos de uso|Privacidade