Carregando
Início/ TODOS /SELIN—DION/Perasaan Selin

Perasaan Selin

Autor: Yustieyuss
"Data de publicação: " 2020-11-11 23:09:06

Setelah terdiam cukup lama memandang kepergian Dion, Selin kemudian ikut masuk ke dalam rumahnya dan segera berjalan menuju kamarnya untuk memperbaiki penampilannya seperti yang di instruksikan oleh Dion.

sesampainya Selin dikamarnya ia langsung menuju lemari pakaiannya dan mengambil baju ganti untuk dirinya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi miliknya.

Selin memandang pantulan dirinya dicermin wastafel dengan perasaan bergidik ngeri, bagai mana t

Want to know what happens next?
Continuar Lendo
Capítulo Anterior
Próximo Capítulo

Compartilhar o livro para

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Último capítulo

SELIN—DION   Salah Paham

Selin keluar dari dalam Toilet dengan wajah yang lumayan segar dan penampilan yang kembali rapi, ia menemukan sang sahabat sudah menunggunya di salah satu kursi yang berada didepan meja kerjanya sambil memainkan ponselnya dengan senyum yang tercetak jelas di wajah sang sahabat, ia yakin jika orang yang sedang berbalas pesan dengannya adalah Farukh—tunangan sang sahabat.Menyadari keberadaan Selin, Cerry langsung mengalihkan pandangannya yang sedari tadi berada pada ponselnya kearah sang sahabat."udah siap?" tanya Cerry sambil memasukkan ponselnya kedalam tas tangannya."Udah, kita pulang sekarang?" Jawab Selin sambil mengajak Sang sahabat segera pulang yang diangguki oleh sang sahabat.Mereka berdua kemudian beranjak meninggalkan ruang kerja Selin sambil bercakap membahas hal-hal yang sesekali membuat mereka tersenyum dan Selin bisa melupakan sejenak tentang mood nya yang hancur hari ini.*****

SELIN—DION   Mood yang Hancur

Dion mengejar langkan lebar Selin dengan langkahnya yang tak kalah lebar pula, ia takut jika kedatangan Diandra yang tak terduga barusan akan memengaruhi mood sang calon istri tercintanya itu."Sayang, tunggu aku. Aku akan mengantar mu kembali ke kantor" ucap Dion setelah berhasil meraih tangan Selin setelah mereka sudah berada diluar rumah makan tersebut.Selin tidak berusaha melepaskan tangannya yang sudah digenggam erat oleh Dion dan sedang dituntun oleh pria itu untuk berjalan menuju mobilnya.Selin tetap tidak mengucapkan sepatah kata pun saat mereka memasuki mobil hingga mobil yang dikendarai oleh Dion berhenti tepat didepan gedung perkantoran Selin.Selin keluar dari mobil tersebut masih dengan kebungkaman yang membuat Dion bertambah frustasi. Dion lebih memilih di bentak dan dicaci maki oleh sang calon istri tercintanya ini dari pada didiamkan seperti ini layaknya makhluk yang tak kasat mata. Tapi ia sangat

SELIN—DION   Andalusia

Acara makan malam kedua keluarga yang akan segera menjadi satu itu berjalan dengan lancar, mereka banyak membahas tentang persiapan pernikahan kedua anak mereka serta berbagai rencana mereka setelah menikah nanti.Selin dan Dion sepakat untuk melakukan perjalanan bulan madu mereka untuk menjelajahi Spanyol terkhusus kota bagian Andalusia, seperti Granada, Sevilla, Toledon, serta Cordova kota yang mendapat julukan kota para filsuf dan Mutiara Dunia, kota yang menjadi pusat peradaban ilmu pengetahuan di Dunia. Mereka juga akan menyempatkan diri untuk mampir ke Maroko setelah pulang dari perjalanan mereka di Andalusia.Menurut Selin, sangat tidak adil rasanya jika ia tidak mengunjungi Maroko, karna ditempat itulah sejarah Andalusia dimulai. Ia ingin mengunjungi kota Tangier yang menjadi saksi nyata dari sejarah penaklukan Andalusia.Sedari dulu, memang Selin sangat memimpikan untuk menjelajah tempat tersebut tetapi dengan kesibukannya

SELIN—DION   Suasana Haru

Dion hanya memandangi punggung Selin hingga tak terlihat lagi setelah gadis itu masuk berbelok di simpang tangga, dan kemudian melangkah menuju sofa yang berada dibelakangnya.Untung saja kejadian tadi siang tidak berlanjut yang akan membuat hubungan antar dia dan Selin memburuk, sungguh ia sangat takur jika seandainya hal itu benar terjadi pada mereka, Pikir Dion. Dion juga bergidik ngeri mendapat respon dan kata-kata Selin tadi pas berada di mobil. sungguh, Selin memang pribadi yang tegas dalam menyikapi sesuatu, bahkan bisa dikatakan sangat tegas.*****Selin keluar dari kamarnya dengan penampilan yang lebih segar dan simpel dengan memakai pakaian rumahan, baju kaos yang sedikit longgar serta celana kulot selutut, rambutnya ia gerai dibahunya yang masih terlihat agak basah karna memang tadi ia keramas.Diruang tamu sudah duduk lima orang yang saling berbincang membahas berbagai hal yang rin

SELIN—DION   Makan Malam

Selin melepas pelukan Dion dengan perlahan dan menghapus air mata Dion yang membasahi pipinya, Dion tidak berusaha menyembunyikan tangisannya tersebut. "Sudah, jangan menangis. Kamu ngga malu sama aku?, dan ingat aku juga ngga suka sama pria cengeng" ucap Selin masih menghapus jejak air mata di pipi Dion. Dion kembali meremas tangan Selin yang masih berada di pipinya dan membawanya ke depan bibirnya untuk ia kecup."Terima kasih" ucap Dion setelah mengecup tangan ramping gadis yang sangat ia cintai ini. Dion sadar jika ia telah jatuh sangat dalam pada perasaan cintanya pada gadis cantik di depannya ini.Dion kembali ke posisi duduknya di belakang kemudi tanpa melepaskan genggaman tangan kirinya pada tangan Selin. " Kita pulang sekarang?" tanyanya yang hanya mendapat anggukan sebagai jawaban dari sang calon istri tercintanya yang sangat irit bicara itu.*****Di sepanjang perjalanan pulang, Dion tidak pernah sekalipu

SELIN—DION   Makan Malam

Selin melepas pelukan Dion dengan perlahan dan menghapus air mata Dion yang membasahi pipinya, Dion tidak berusaha menyembunyikan tangisannya tersebut. "Sudah, jangan menangis. Kamu ngga malu sama aku?, dan ingat aku juga ngga suka sama pria cengeng" ucap Selin masih menghapus jejak air mata di pipi Dion. Dion kembali meremas tangan Selin yang masih berada di pipinya dan membawanya ke depan bibirnya untuk ia kecup."Terima kasih" ucap Dion setelah mengecup tangan ramping gadis yang sangat ia cintai ini. Dion sadar jika ia telah jatuh sangat dalam pada perasaan cintanya pada gadis cantik di depannya ini.Dion kembali ke posisi duduknya di belakang kemudi tanpa melepaskan genggaman tangan kirinya pada tangan Selin. " Kita pulang sekarang?" tanyanya yang hanya mendapat anggukan sebagai jawaban dari sang calon istri tercintanya yang sangat irit bicara itu.*****Di sepanjang perjalanan pulang, Dion tidak pernah sekalipu

SELIN—DION   Janji Selin

Setelah kejadian di toko kue beberapa waktu lalu. Kini Selin lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melamun dan memikirkan tentang hal-hal yang pernah terjadi padanya dimasa lalu, tentang kebersamaannya bersama Raka dulu, tentang hari-hari bahagia mereka dulu selama berpacaran.

SELIN—DION   Pertemuan yang tak diharapkan

Setelah pulang dari acara makan siang mereka, Selin dan Cerry kembali ke kantor dan menuju ruangan masing-masing untuk menyelesaikan beberapa berkas yang belum selesai. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga jam pulang kantor pun tiba, dan seperti biasa setiap Se

SELIN—DION   Janji Dion

Dion tiba di restoran lebih dulu karena memang jarak dia dari rumahnya dari lokasi tersebut yang terbilang dekat dan memang ia berangkat lebih dulu dari pada Selin dan temannya itu. Sedangkan Selin dan Cerry tiba lima belas menit kemudian. Dion yang telah menunggu kedatanga

SELIN—DION   Mulai Menerima

Selin lagi-lagi terlihat melamun di meja kerjanya, dan beberapa kali kepergok oleh rekan satu divisinya hingga membuat orang-orang tersebut merasa terheran-heran dengan sikapnya itu, karna yang mereka tahu Selin bukanlah orang yang suka membawa masalah pribadinya ke kantor dan menyebabkan semua p

Mais capítulos
Baixar o Livro
GoodNovel

Baixe o livro gratuitamente

Baixar
Busque o que quiser
Biblioteca
Navegar
RomancepuyuHistóriaUrbanLobisomemMáfiaSistemaFantasiaLGBTQ+arnoLdMM Romancegenre22- Portuguêsgenre26-Portuguêsgenre27-请勿使用Portuguêsgenre28-Português
Histórias Curtas
CéuMistério e suspenseCidade modernaSobrevivência apocalípticaFilme de açãoFilme de ficção científicaFilme românticoViolência sangrentaesperançasonhofelicidadePazAmizadeInteligenteFelizViolentoGentilPoderoso红安Massacre sangrentoAssassinatoGuerra históricaAventura fantásticaFicção científicaEstação de trem
Gêneros Populares
RomancepuyuHistóriaUrbanLobisomemMáfiaSistema
Entre em contato
Sobre NósAjuda e SugestõesNegócios
Recursos
Baixar AppsBenefício para EscritoresPolítica de conteúdoPalavras-chaveBuscas PopularesAvaliação de livroFanficFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Comunidade
Facebook Group
Siga-nos
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Termos de uso|Privacidade