GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Home / All / SELIN—DION
Last Updated : 2020-11-16
SELIN—DION

SELIN—DION

Bahasa_indonesia
·
18+
·
Ongoing
By:  Yustieyuss

18

Chapters
10
Ratings

90

Views
Synopsis
Selina Lawang, gadis berusia 27 tahun. Sederhana, ramah dan periang, tapi siapa yang menyangka jika dibalik sikapnya itu ia adalah gadis berhati dingin dan tak tersentuh. Masa lalu serta penghianatan yang ia terima yang merubahnya seperti sekarang ini. Ia tidak lagi memberikan kepercayaannya kepada orang lain terlebih percaya pada kata cinta, seolah dia telah menutup rapat hatinya dan membuang segala perasaannya. Selama lima tahun ini, Selin- sapaannya, hanya memfokuskan hidupnya pada karir. Selin bekerja disalah satu hotel terbesar di negara Ini. Ia menjabat sebagai manager marketing yang dikenal sangat teliti dalam pekerjaannya. Selin mulai hidup mandiri dan tinggal terpisah dengan orang tuanya sejak ia mulai kerja dan hanya pulang kerumah sebulan sekali bahkan sejak ia naik jabatan waktu berkumpulnya dengan keluarga menjadi sangat sedikit karena alasan sibuk dan sebagainya. Orang tuanya pun memaklumi hal tersebut karena mereka tau pasti penyebab putrinya berubah menjadi seperti ini. Mereka sangat memahami Selin, gadis itu hanya menjadikan pekerjaannya ini sebagai pengalihannya dari rasa sakit yang iya alami. Berusaha menyibukan diri agar ia tidak memiliki waktu untuk memikirkan masa lalunya.
Share the book to

Chapter 1

Perjodohan

Selin sedang mengendarai sedan hitamnya dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya setelah lebih dari dua bulan tidak pernah pulang, orang tuanya memaksanya untuk pulang malam ini, entah hal penting apa yang akan mereka sampaikan mengingat tadi pagi ia menerima telepon dari Mamanya yang memaksanya untuk pulang dan tidak ingin menerima penolakan karna mereka tahu ia akan memberikan berbagai alasan untuk tidak pulang. 

Selin langsung memarkirkan mobilnya di garasi yang biasa ia tempati tanpa memperhatikan jika ada mobil lain yang ada di halaman depan rumahnya dan langsung masuk melalui pintu samping yang langsung menghubungkan area dapur. 

Dari posisinya sekarang ini, Selin bisa mendengar beberapa orang sedang berbicara di ruang tamu, tetapi ia tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bahas. Ia bisa mengenali suara kedua orang tuanya dan ada tiga suara dari orang yang berbeda. Karena penasaran Selin pun langsung menuju sumber suara tersebut. 

"Mama Papa Selin pulang", ucap Selin pada orang tuanya dan sontak orang-orang yang berada di ruangan itu menoleh kearah Selin.

Ada beberapa orang yang Selin tidak kenali yang duduk bersama orang tuanya disana. Sudah jelah bahwa merekalah pemilik suara yang tadi Selin dengar.

"Ehh anak mama udah datang yah? " tanya sang mama sambil tersenyum hangat, Senyum yang sudah lama sekali tidak Selin lihat hari ini kembali tampak menghiasi wajah ayu mamanya. Walaupun sang mama sudah berumur 53 tahun, tetapi kecantikan masa muda mamanya masih tersisa sampai sekarang. "Sini sayang, Kenalin ini om Hans Atmajaya dan istrinya tante Ina Atmajaya teman mama sama papa dan yang itu anaknya Dion Atmajaya". ujar mamanya mengundang Selin untuk bergabung bersama mereka diruang tamu sambil memperkenalkan ketiga tamunya, Selin mengambil tempat duduk tepat disebelah mamanya dan tersenyum pada ketiga tamu tersebut.

"Selamat malam, kenalin saya Selin" ucap Selin sopan memperkenalkan diri dan menyalami ketiga tamu kedua orang tuanya tersebut.

"Wah cantik yah pah?, sopan lagi" tanya tante Ina pada suaminya dengan senyum mengembang yang hanya di angguki oleh sang suami dan membalas senyumannya.

Mereka berbincang-buncang beberapa saat sampai salah satu asisten rumah tangga mama Selin datang memberitahu mama Selin bahwa hidangan makan malam mereka telah siap.

"Nah berhubung semuanya udah ngumpul mending kita langsung ke ruang makan saja" ucap mama Selin seraya berdiri dan menuju meja makan yang di ikuti oleh semua orang.

Selin duduk di kursi yang sejajar dengan kedua orang tuanya dan para tamunya duduk di depannya. Makan malam mereka berjalan lancar yang diselingi obrolan ringan seperti, bagaimana kesibukan masing-masing serta obrolan seputar pekerjaan mereka. 

Setelah beberapa saat dan kegiatan makan mereka telah selesai Mama Selin memulai percakapan "nah karna makan malamnya sudah selesai, mari kita membahas tujuan awal kita"

deg deg deg

Selin langsung menatap Sang mama dan selanjutnya menatap orang-orang yang berada di ruangan itu secara bergantian dan sekarang pandangannya tertuju pada Dion yang juga memandang ke arahnya. Sedari tadi Dion lebih banyak diam dan hanya sesekali mengeluarkan suaranya jika ditanya, dan untuk sesaat pandangan mereka terkunci mencoba saling menebak apa yang mereka pikirkan.

"Mah...Pah, apa maksud semua ini? apa tujuan awal dari makan malam ini? " tanya Selin memutus pandangannya pada pria di depannya itu dan mengalihkan pandangannya ke arah kedua orang tuanya yang berada di sebelahnya dengan tatapan curiga.

"Ehm... Sayang kami sudah sepakat untuk menjodohkan kalian, kalian sangat cocok untuk satu sama lain", ujar mama Selin.

Butuh beberapa detik agar Selin bisa mencerna apa yang diucapkan oleh ibunya sebelum memberikan tatapan tidak suka pada kedua orang tuanya. Tatapan yang diberikan Selin seolah menjadi tanda penolakan yang cukup jelas untuk rencana kedua orang tuanya itu.

"Iya sayang, kami sudah sepakat dengan itu, bahkan kami telah merencanakan untuk melakukan pertunangan kalian malam ini juga" sambung tante Ina.

Sedangkan Dion sedari tadi hanya terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia menatap hanya Selin, mencoba mencari tahu apa yang sedang di pikirkan gadis itu, dan dari apa yang dilihat Dion dari ekspresi gadis yang duduk di depannya ini, ia sangat yakin kalau gadis itu akan menolak perjodohan mereka.

Apakah ia akan menolak perjodohan ini? tanya Dion dalam hati

"Sayang, ini permintaan pertama dan terakhir dari kami, ini juga demi kebahagiaanmu nak. kamu harus memulai hidupmu lagi dan lupakan semua masa lalu mu, jangan biarkan hal itu menghalangimu untuk menata masa depanmu,  yahh... mama mohon sama kamu" ujar mama Selin sambil menggenggam kedua tangan Selin dengan mata yang berkaca-kaca.

Selin hanya bisa terdiam mendengar permintaan mamanya itu, memang selama ini kedua orang tuanya tidak pernah meminta hal yang macam-macam pada Selin bahkan memberi kebebasan padanya untuk mengambil setiap keputusan dalam hidupnya.

"Kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Selin, kali ini nada bicaranya sudah sedikit melunak. Ia sedikit merasa kecewa terhadap kedua orang tuannya yang tidak membicarakan hal ini sebelumnya.

"Ini tidak tiba-tiba kok sayang, kami sudah lama merencanakan rencana ini dan menunggu waktu yang pas untuk menyampaikannya sama kamu" Ucap wanita paruh baya yang duduk di seberangnya  yang Selin ketahui bernama Tante Ina. Selin masih terdiam setelah mendengar apa yang diucapkan oleh tante Ina, tatapannya masih mengarah ke samping pada sang mama, ia masih menunggu penjelasan dari mamanya itu.

"Tante Ina benar sayang, kami sudah lama merencanakan perjodohan kalian ini. Bahkan Dion sudah tahu dari awal tentang hal ini" Ucap Mama Selin, kali ini Selin mengalihkan pandangannya kembali ke arah pria di depannya ini setelah mendengar dari mamanya bahwa pria itu sudah tahu lebih dulu soal perjodohan ini.

"Tetap saja, kalian tidak pernah mendiskusikan hal ini pada Selin sebelumnya, kalian tidak pernah meminta pendapat Selin sama sekali" ucap Selin dengan pandangan kecewanya yang ia tujukan ke kedua orang tuanya, ia sungguh kecewa dengan sikap orang tuanya yang tidak pernah mendiskusikan masalah ini, padahal hal ini juga menyangkut masa depannya kan?.

"Bagaimana kami bisa mendiskusikan hal ini sama kamu? sedangkan kamu sendiri selalu menghindar jika kami menghubungimu dan memintamu untuk pulang ke rumah" kali ini Papa Selin yang angkat bicara, setelah dari tadi hanya terdiam menyaksikan percakapan mereka.

Selin terdiam mendengar ucapan sang papa. Papanya benar, ia selalu menghindar setiap kedua orang tuanya memintanya untuk pulang ke rumah mereka.

Setelah terdiam dengan pikirannya sendiri, akhirnya Selin kembali mengeluarkan suaranya setelah menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan untuk mengembalikan ketenangan pada dirinya dan apa yang Selin katakan mengagetkan orang-orang yang berada dimeja makan tersebut dengan keputusan yang ia berikan.

"Baiklah Mah, Selin akan menerima perjodohan ini tapi kita juga harus meminta persetujuan pada Doin", jawab Selin datar dan mengarahkan pandangannya pada Dion yang duduk di depannya dan juga menatap ke arahnya

"Dion juga setuju untuk perjodohan ini" jawab Dion singkat. Selin cukup terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Dion yang terdengar penuh keyakinan.

"Tapi Selin punya syarat" ucap Selin lagi sengaja menggantungkan ucapannya setelah mendengar jawaban Dion.

"Apa syaratnya sayang?" tanya tante Ina dengan raut bahagia.

"Selin tidak akan menerima kebohongan apa pun terlebih pengkhianatan" ucap Selin tegas sambil menatap kearah Dion dengan nada tegasnya, ia ingin menunjukkan jika apa yang dia ucapkan itu adalah serius. "Jika hal itu terjadi, maka aku akan pergi saat itu juga" sambungnya yang mengagetkan pasangan Atmajaya itu. Sedangkan kedua orang tuanya hanya pasrah dengan keputusan yang akan diambil oleh putrinya itu jika suatu hari hal itu terjadi pada hubungannya mereka, kedua orang tua Selin cukup memaklumi keputusan sang putri.

"Aku berjanji tidak akan melakukan kesalah itu" Ucap Dion mantap tanpa mengalihkan tatapannya dari Selin.

Selin hanya tersenyum miring mendengar janji yang diucapkan oleh pria yang sebentar lagi akan menjadi calon suaminya itu. Ia tidak membutuhkan janji kosong semacam itu, yang ia butuhkan hanya pembuktian dari setiap kata-katanya.

"Jangan pernah menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan," ucap Selin lagi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

  • SELIN—DION   Salah Paham

    Selin keluar dari dalam Toilet dengan wajah yang lumayan segar dan penampilan yang kembali rapi, ia menemukan sang sahabat sudah menunggunya di salah satu kursi yang berada didepan meja kerjanya sambil memainkan ponselnya dengan senyum yang tercetak jelas di wajah sang sahabat, ia yakin jika orang yang sedang berbalas pesan dengannya adalah Farukh—tunangan sang sahabat.Menyadari keberadaan Selin, Cerry langsung mengalihkan pandangannya yang sedari tadi berada pada ponselnya kearah sang sahabat."udah siap?" tanya Cerry sambil memasukkan ponselnya kedalam tas tangannya."Udah, kita pulang sekarang?" Jawab Selin sambil mengajak Sang sahabat segera pulang yang diangguki oleh sang sahabat.Mereka berdua kemudian beranjak meninggalkan ruang kerja Selin sambil bercakap membahas hal-hal yang sesekali membuat mereka tersenyum dan Selin bisa melupakan sejenak tentang mood nya yang hancur hari ini.*****

    Last Updated : 2020-11-16
  • SELIN—DION   Mood yang Hancur

    Dion mengejar langkan lebar Selin dengan langkahnya yang tak kalah lebar pula, ia takut jika kedatangan Diandra yang tak terduga barusan akan memengaruhi mood sang calon istri tercintanya itu."Sayang, tunggu aku. Aku akan mengantar mu kembali ke kantor" ucap Dion setelah berhasil meraih tangan Selin setelah mereka sudah berada diluar rumah makan tersebut.Selin tidak berusaha melepaskan tangannya yang sudah digenggam erat oleh Dion dan sedang dituntun oleh pria itu untuk berjalan menuju mobilnya.Selin tetap tidak mengucapkan sepatah kata pun saat mereka memasuki mobil hingga mobil yang dikendarai oleh Dion berhenti tepat didepan gedung perkantoran Selin.Selin keluar dari mobil tersebut masih dengan kebungkaman yang membuat Dion bertambah frustasi. Dion lebih memilih di bentak dan dicaci maki oleh sang calon istri tercintanya ini dari pada didiamkan seperti ini layaknya makhluk yang tak kasat mata. Tapi ia sangat

    Last Updated : 2020-11-15
  • SELIN—DION   Andalusia

    Acara makan malam kedua keluarga yang akan segera menjadi satu itu berjalan dengan lancar, mereka banyak membahas tentang persiapan pernikahan kedua anak mereka serta berbagai rencana mereka setelah menikah nanti.Selin dan Dion sepakat untuk melakukan perjalanan bulan madu mereka untuk menjelajahi Spanyol terkhusus kota bagian Andalusia, seperti Granada, Sevilla, Toledon, serta Cordova kota yang mendapat julukan kota para filsuf dan Mutiara Dunia, kota yang menjadi pusat peradaban ilmu pengetahuan di Dunia. Mereka juga akan menyempatkan diri untuk mampir ke Maroko setelah pulang dari perjalanan mereka di Andalusia.Menurut Selin, sangat tidak adil rasanya jika ia tidak mengunjungi Maroko, karna ditempat itulah sejarah Andalusia dimulai. Ia ingin mengunjungi kota Tangier yang menjadi saksi nyata dari sejarah penaklukan Andalusia.Sedari dulu, memang Selin sangat memimpikan untuk menjelajah tempat tersebut tetapi dengan kesibukannya

    Last Updated : 2020-11-11
  • SELIN—DION   Suasana Haru

    Dion hanya memandangi punggung Selin hingga tak terlihat lagi setelah gadis itu masuk berbelok di simpang tangga, dan kemudian melangkah menuju sofa yang berada dibelakangnya.Untung saja kejadian tadi siang tidak berlanjut yang akan membuat hubungan antar dia dan Selin memburuk, sungguh ia sangat takur jika seandainya hal itu benar terjadi pada mereka, Pikir Dion. Dion juga bergidik ngeri mendapat respon dan kata-kata Selin tadi pas berada di mobil. sungguh, Selin memang pribadi yang tegas dalam menyikapi sesuatu, bahkan bisa dikatakan sangat tegas.*****Selin keluar dari kamarnya dengan penampilan yang lebih segar dan simpel dengan memakai pakaian rumahan, baju kaos yang sedikit longgar serta celana kulot selutut, rambutnya ia gerai dibahunya yang masih terlihat agak basah karna memang tadi ia keramas.Diruang tamu sudah duduk lima orang yang saling berbincang membahas berbagai hal yang rin

    Last Updated : 2020-11-11
  • SELIN—DION   Kekhawatiran Mama Ina

    Setelah momen pernyataan cinta Dion yang telah dibalas oleh Selin, kini mereka kembali ke tempat mereka semula sebelum kedatangan Diandra.Dion kini duduk di kursi santai panjang yang berada di area kolam renang dengan Selin yang berada di dekapannya.Selin memun

  • SELIN—DION   Cemburu

    "Ehm.. Kapan kamu tiba dari Milan?" tanya Dion memulai percakapan setelah terdiam beberapa saat. "Minggu lalu" jawab Diandra singkat. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin gadis itu bicarakan dengan Dion, tapi semua itu menguap saat Selin tiba-tiba muncul dihadapannya, dan yan

  • SELIN—DION   Kedatangan Diandra

    Setelah kejadian ditaman belakan rumah Selin, gadis itu mulai memantapkan hatinya untuk menerima Dion dan membalas cintanya. Ia tidak ingin terlalu lama berpikir dan akhirnya ia terlambat mengambil keputusan dan akan kehilangan lelaki yang mencintainya, walaupun Dion telah be

  • SELIN—DION   Perasaan Selin

    Setelah terdiam cukup lama memandang kepergian Dion, Selin kemudian ikut masuk ke dalam rumahnya dan segera berjalan menuju kamarnya untuk memperbaiki penampilannya seperti yang di instruksikan oleh Dion. sesampainya Selin dikamarnya ia langsung menuju lemari pakaiannya dan m

More Chapters

Reviews

no comment
No comment yet

Chapters

Read

Download

You might like

Antara cinta atau uang
Clouds AC 7914
Expect The Glimmer [Indonesia]
Daniel And Callista (INDONESIA)
My Husband My Darkness (Indonesia)
THE JERK BILLIONAIRE (INDONESIA)
Antara cinta atau uang

Antara cinta atau uang

Ayun_8947

Lia yang miskin. Bibinya yang sakit sakitan. Ibunya di penjara. Beruntung ada Maxi, pria baik hati yang memikat hati Lia. Tapi Jack hadir di antara mereka. Pria itu mengincar Lia yang polos untuk bos nya Edward yang tak pernah puas terhadap wanita. Edward adalah pengusaha kaya, ayah Max.Apakah Max bisa melindungi Lia. Ataukah gadis itu luluh oleh pesona Jack. Sementara Edward sudah terlanjur menginginkan dirinya sebagai pemuas di ranjang.

download Antara cinta atau uangDownload the book on the App

To Readers

Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2   YINI

Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy