GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of Perfect Partner in Life: Chapter 1 - Chapter 10

Home /  All /  Perfect Partner in Life /  Chapter 1 - Chapter 10
17 Chapters

Prolog

Abizar menjatuhkan data pasien yang digenggamnya. Matanya berkaca-kaca seketika. Degup jantungnya terasa begitu cepat. Tangannya seketika bergetar saat melihat foto pasien itu yang sangat mirip dengan mendiang istrinya, Adelia. Tapi dengan nama yang berbeda. Juga rambut wanita itu yang lurus dengan warna hitam, berbeda dengan rambut mendiang istrinya yang bergelombang dengan warna kecoklatan. Tapi wajahnya sangat mirip sampai Abizar seakan sulit membedakannya. Ia pun memilih untuk memungut data pasien itu dan ditutupnya langsung. Meski degup jantungnya masih sangat terasa.Abizar merasa harus memastikannya. Jika wanita itu memanglah hanya kebetulan mirip dengan mendiang istrinya. Seketika ia terdiam. Lalu kenapa jika di
Read more

1-Rencana Bulan Madu

Selang satu bulan setelah pernikahan Shanum dan Abizar, mereka belum sama sekali pergi bulan madu karena keterbatasan waktu cuti. Meski Abizar pemilik rumah sakit tempatnya bekerja tapi Shanum sama sekali tidak ingin semena-mena dengan kekuasaan yang keluarga suaminya miliki. Ia tetap mengikuti peraturan yang ada di rumah sakit termasuk jatah cuti dan jadwal cuti yang harus bergiliran dengan dokter lain.Tadinya Shanum sudah tidak berminat lagi dengan bulan madunya. Toh ia sudah selalu bersama Abizar. Mereka sudah melakukannya dengan sering. Bulan madu baginya hanya perbedaan tempat saja saat 'melakukan' hal yang biasa dilakukan pengantin baru.
Read more

2- Permasalahan

Shanum mengerjapkan matanya saat mendengar suara alarm berbunyi. Ia pun membuka matanya dan berusaha memfokuskan pandangannya. Kepalanya menoleh pada Abizar yang masih tertidur pulas di sampingnya. Ia mengulurkan tangannya untuk memindahkan tangan kekar Abizar yang memeluk pinggangnya.Jam masih menunjukkan pukul empat dini hari. Shanum memang terbiasa bangun jam segini. Apalagi semenjak menikah dan sering melakukan aktifitas ranjang bersama suaminya. Ia tentu harus mandi wajib ditambah menyiapkan sarapan untuk sang suami. Merepotkan? Tidak. Karena ini adalah ibadah seumur hidup bagi Shanum. Dan ia melakukannya dengan ikhlas.
Read more

3- Kegalauan Haidar

Haidar menghela nafas dan mengaduk-aduk matchiato latte-nya dengan tatapan kosong ke luar jendela cafetaria yang berada di lantai sepuluh. Dari sini ia bisa melihat pemandangan kota Jakarta dan hiruk pikuk kemacetan di jalan raya. Dirinya sedang tak bersemangat setelah dinas malam yang terasa panjang dan melelahkan. Ditambah hubungannya dengan Meta yang masih stuck dan belum ada perkembangan apapun. Apalagi untuk meyakinkan kedua orangtua Meta jika dirinya bisa menjadi imam yang baik untuk Meta, rasanya akan sangat sulit. Belum meyakinkan saja ia sudah ditolak mentah-mentah.Lagipula apa yang salah dengan status duda? Hanya pernah menikah sebelumnya bukan berarti ia imam yang buruk kan? Jika memang sudah jalannya untuk
Read more

4- Kehilangan Harapan

Kevin terus menggenggam tangan Camelia yang terasa dingin bahkan pasca dua jam kuretase yang ke sekian kalinya. Kuretase itu mengeluarkan harapan yang tumbuh dalam diri Camelia tanpa tersisa. Sudah hampir tujuh tahun ini dan mereka masih sering mengalaminya. Karena tumor jinak yang Camelia miliki di rahimnya membuat wanita itu tak bisa hamil. Atau tepatnya, kehamilannya sulit berkembang. Terkalahkan oleh tumor yang besarnya sekepalan tangan balita.Perlahan kedua kelopak mata Camelia mengerjap. Wanita itu kemudian membuka matanya perlahan. Tatapannya tampak kosong, tangannya memegangi perutnya yang terasa rata seperti kehilangan sesuatu yang beberapa bulan ini menemaninya dari dalam sana, hingga setitik air mata jatuh d
Read more

5- Akhir Kisah Cinta Haidar

"Num. Sibuk gak?" tanya Keanu yang tahu-tahu membuka pintu ruangan Shanum. Membuat Shanum sedikit terkejut karena tadinya ia sedang menuliskan buku rekam medis milik pasien terakhirnya."Mas ih! Salam dulu kek. Bikin kaget aja." Shanum malah menggerutu. Untung saja jantungnya sangat sehat.Keanu malah tersenyum geli." Assalamualaikum." Ia pun menuruti keinginan sahabatnya itu."Waal
Read more

6- Bulan Madu

Sepulangnya Shanum dan Abizar ke rumah, mereka langsung beristirahat demi menjaga stamina untuk perjalanan panjang besok malam."Mas mau dibuatin kopi?" tanya Shanum saat melihat Abizar sedang duduk bersandar di ranjangnya."Gak usah, sayang. Lagian nanti jadi gak bisa tidur cepat. Kita kan besok mau perjalanan panjang.""Iya juga sih." Shanum pun beranjak menuju lemarinya dan menga
Read more

7- Kebahagiaan dan Rasa Sakit

Sekitar tengah malam, Abizar dan Shanum baru sampai di Labuan Bajo. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan mobil beserta supir yang sudah mereka pesan sebelumnya. Mereka pun dibawa ke Mohini Resort, salah satu tempat penginapan yang berada tak jauh dari pantai dan bukit. Meski malam hari, Shanum tahu jika pemandangan di sekelilingnya sangatlah indah.Aroma pantai.Angin malam.Mem
Read more

8- Dimulai dari Sini

Bulan madu Shanum dan Abizar berlalu begitu cepat. Mungkin benar kata orang, apapun hal bahagia di dalam hidupmu terasa berlalu sangat cepat. Lain jika sebuah rasa sakit dan sedih, pasti terasa lama sekali hari berjalan karena sibuk meratapi kekecewaan seperti yang Haidar alami kini.Sejak hubungannya dengan Meta yang tak berjalan mulus, Haidar memilih untuk bekerja lebih keras di bagian penyakit dalam. Bahkan seringkali ia tak pulang ke rumah hanya demi bekerja. Karena jika di rumah pun, ia hanya akan merasa kesepian karena tidak ada satu pun orang yang menyambutnya di rumah.
Read more

9- Dingin

Siang harinya...Setelah menyelesaikan konsultasi dengan pasien terakhirnya, Shanum segera keluar dari ruangannya. Ia hampir saja terjungkal karena kaget saat membuka pintu ruangannya, Abizar berdiri di sana dengan tatapan yang tak bisa ia artikan. "Mas, ngagetin tahu!" Ia memegangi dadanya yang berdegup cepat.Abizar hanya diam kemudian menarik tangan Shanum dan masuk lagi ke dalam ruangan istrinya yang telah kosong itu dan menutup pintunya. Perawat yang mendampingi Shanum praktek juga sudah kelur lebih dulu.
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy