Download the book for free
Prolog
Author: adwlstr28Abizar menjatuhkan data pasien yang digenggamnya. Matanya berkaca-kaca seketika. Degup jantungnya terasa begitu cepat. Tangannya seketika bergetar saat melihat foto pasien itu yang sangat mirip dengan mendiang istrinya, Adelia. Tapi dengan nama yang berbeda. Juga rambut wanita itu yang lurus dengan warna hitam, berbeda dengan rambut mendiang istrinya yang bergelombang dengan warna kecoklatan. Tapi wajahnya sangat mirip sampai Abizar seakan sulit membedakannya. Ia pun memilih untuk memungut data pasien itu dan ditutupnya langsung. Meski degup jantungnya masih sangat terasa.
Abizar merasa harus memastikannya. Jika wanita itu memanglah hanya kebetulan mirip dengan mendiang istrinya. Seketika ia terdiam. Lalu kenapa jika dia memang mirip? Toh mendiang istrinya memang sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu dan ia sendiri telah memastikannya, mengantarkannya sampai ke peristirahatan terakhirnya. Toh ia juga sudah menikah dengan Shanum, wanita yang membuatnya bisa move on. Wanita sempurna yang mau menerima cinta dari pria yang telah lama menduda ini.
Lalu apa pengaruh pada dirinya jika memang ada wanita yang memiliki wajah yang sama dengan Adelia? Bukankah di dunia ini setiap orang katanya memiliki tujuh kembaran?
...........
Shanum menghela nafas sambil menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua siang. Ia sudah menunggu suaminya di sini hampir satu jam. Padahal mereka sudah berjanji akan makan siang. Tapi memang Shanum yang terlalu berharap. Padahal Abizar tak berucap janji padanya. Ia tahu pria itu sibuk diskusi kasus sebelum operasi yang akan dilaksanakan nanti malam. Tentu diskusi itu tidak akan memakan waktu yang sebentar. Lagi-lagi ia harus makan sendirian. Seharusnya ia tadi ikut saja makan siang dengan Haidar dan Keanu, jadi ia tidak akan sendirian seperti ini.
"Shanum?"
Sebuah suara asing membuat Shanum menoleh. Pria berkacamata dengan kedua mata agak sipit dan kulit putih bersih serta rambut kecoklatan itu menatap ke arah Shanum dan melemparkan senyum manisnya. Seketika kening Shanum berkerut karena ia sama sekali tak mengenali pria yang menyapanya itu." Si-siapa ya?"
"Aku Rasya. Teman waktu KOAS dulu. Ingat?"
Ingatan Shanum seakan terlempar ke beberapa tahun silam saat ia KOAS di daerah Jogjakarta. Ia memiliki teman satu kelompok dengan kacamata tebal, kulit putih, dan mata sipit ... kurang lebih memang mirip dengan pria yang di depannya ini. Bedanya dulu pria itu sangat culun dengan kemeja dan kacamata tebalnya. Tapi dia baik dan selalu menjaga Shanum.
"Benarkah?"
Rasya tersenyum kecil." Syukurlah kalo kamu ingat."
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Perfect Partner in Life 16- Ketidaksempurnaan
Kehidupan tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Namun percayalah jika Tuhan punya rencana yang baik dalam setiap kehidupan. Rencana yang bahkan mungkin awalnya kita anggap sebagai hal buruk, bisa jadi itu adalah rencana terbaik dalam kehidupan yang kita miliki............Haidar mulai menerima keberadaan Rasya dalam lingkungannya termasuk soal Rasya yang ternyata di
Perfect Partner in Life 15- Persiapan
Setelah pendaftaran berbagai berkas dan kemudian diurus oleh notaris kepercayaan keluarganya, Abizar mulai mencari-cari info soal komunitas yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia sosial. Rencananya, yayasannya nanti tidak hanya menampung anak-anak yang terlantar tapi juga membantu mereka untuk melanjutkan pendidikannya. Keuangan keluarga Abizar sangat stabil, apalagi mereka punya rumah sakit pribadi sehingga pendapatan mereka pun banyak. Sehingga mereka ingin sekali berbagi rejeki pada orang-orang yang membutuhkan, terutama anak-anak yang masa depannya masih panjang dan harus diarahkan agar tidak menjadi buruk di kemudian hari.
Perfect Partner in Life 14- Belum Sempurna
Kevin terkejut mendengar ucapan Camelia yang mengijinkannya untuk menikah lagi hanya untuk mendapatkan keturunan. Sungguh, siapa sih pasangan di dunia ini yang tidak ingin memiliki anak? Buah cinta dari pernikahan mereka? Tentu semua ingin. Termasuk Kevin. Namun pernikahan bukan melulu soal memiliki keturunan, melanjutkan silsilah keluarga. Ia menikahi Camelia karena ia mencintai wanita itu sejak pandangan pertama. Camelia yang begitu manis dan cantik membuat Kevin jatuh cinta hingga memutuskan untuk mempersunting wanita itu hingga menjadi pendamping hidupnya hingga saat ini da
Perfect Partner in Life 13- Niat Baik
Sekitar tengah malam, Shanum dan Abizar sudah sampai di Bandung. Jasmine dan Januar pun tampak menunggu kedatangan anak dan menantunya itu. Bahkan keduanya tidak terlihat mengantuk sama sekali dan malah mengajak Shanum dan Abizar membicarakan soal pembuatan ijin untuk yayasan yang akan mereka bangun nanti.Karena keantusiasan Jasmine dan Januar, Shanum dan Abizar jadi ikut semangat dan tidak merasa lelah sama sekali meski mereka sudah melalui perjalanan jau
Perfect Partner in Life 12- Mulai Menerima
Abizar berdiri di depan kamar rawat Camelia yang pintunya tertutup. Tak lama seorang pria yang Abizar ketahui adalah suami dari Camelia itu keluar. Pria itu pun menyapanya dengan sopan meski wajahnya terlihat kelelahan tapi dia tetap tersenyum saat menyapanya. Sebelum pintu kamar rawat itu tertutup kembali, Abizar dapat melihat sosok Camelia yang tengah duduk bersandar di brankarnya dan menatap ke arahnya tanpa ekspresi. Benar-benar mirip. Abizar memb
Perfect Partner in Life 11- Keinginan Setiap Wanita
"Mas, kenapa?" tanya Shanum yang merasa suaminya lebih banyak diam akhir-akhir ini. Ia pun berinisiatif membuatkan coklat panas dan mengantarkannya ke Abizar yang sedang duduk di balkon kamar mereka sembari menatap langit malam yang cerah saat itu. Abizar menoleh pada istrinya dan tersenyum kecil. "Aku gak apa-apa kok. Sini." Ia menepuk tempat kosong di sebelahnya.
Perfect Partner in Life 10- Ketidaksempurnaan
Haidar menatap Meta yang kini duduk di depannya. Tadinya ia dan wanita itu memang tidak berniat untuk bertemu apalagi duduk berdua lagi seperti ini. Rasanya terlalu sakit untuk Haidar melakukannya lagi
Perfect Partner in Life 9- Dingin
Siang harinya...Setelah meny
Perfect Partner in Life 8- Dimulai dari Sini
Bulan madu Shanum dan Abizar berlalu begitu cepat. Mungkin benar kata orang, apapun hal bahagia di dalam hidupmu terasa berlalu sangat cepat. Lain jika sebuah rasa sakit dan sedih, pasti terasa lama se
Perfect Partner in Life 7- Kebahagiaan dan Rasa Sakit
Sekitar tengah malam, Abizar dan Shanum baru sampai di Labuan Bajo. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan mobil beserta supir yang sudah mereka pesan sebelumnya. Mereka pun dibawa ke Mohini Resort,
