Buch kostenlos herunterladen

Kapitel 1
Abizar menjatuhkan data pasien yang digenggamnya. Matanya berkaca-kaca seketika. Degup jantungnya terasa begitu cepat. Tangannya seketika bergetar saat melihat foto pasien itu yang sangat mirip dengan mendiang istrinya, Adelia. Tapi dengan nama yang berbeda. Juga rambut wanita itu yang lurus dengan warna hitam, berbeda dengan rambut mendiang istrinya yang bergelombang dengan warna kecoklatan. Tapi wajahnya sangat mirip sampai Abizar seakan sulit membedakannya. Ia pun memilih untuk memungut data pasien itu dan ditutupnya langsung. Meski degup jantungnya masih sangat terasa.
Abizar merasa harus memastikannya. Jika wanita itu memanglah hanya kebetulan mirip dengan mendiang istrinya. Seketika ia terdiam. Lalu kenapa jika dia memang mirip? Toh mendiang istrinya memang sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu dan ia sendiri telah memastikannya, mengantarkannya sampai ke peristirahatan terakhirnya. Toh ia juga sudah menikah dengan Shanum, wanita yang membuatnya bisa move on. Wanita sempurna yang mau menerima cinta dari pria yang telah lama menduda ini.
Lalu apa pengaruh pada dirinya jika memang ada wanita yang memiliki wajah yang sama dengan Adelia? Bukankah di dunia ini setiap orang katanya memiliki tujuh kembaran?
...........
Shanum menghela nafas sambil menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua siang. Ia sudah menunggu suaminya di sini hampir satu jam. Padahal mereka sudah berjanji akan makan siang. Tapi memang Shanum yang terlalu berharap. Padahal Abizar tak berucap janji padanya. Ia tahu pria itu sibuk diskusi kasus sebelum operasi yang akan dilaksanakan nanti malam. Tentu diskusi itu tidak akan memakan waktu yang sebentar. Lagi-lagi ia harus makan sendirian. Seharusnya ia tadi ikut saja makan siang dengan Haidar dan Keanu, jadi ia tidak akan sendirian seperti ini.
"Shanum?"
Sebuah suara asing membuat Shanum menoleh. Pria berkacamata dengan kedua mata agak sipit dan kulit putih bersih serta rambut kecoklatan itu menatap ke arah Shanum dan melemparkan senyum manisnya. Seketika kening Shanum berkerut karena ia sama sekali tak mengenali pria yang menyapanya itu." Si-siapa ya?"
"Aku Rasya. Teman waktu KOAS dulu. Ingat?"
Ingatan Shanum seakan terlempar ke beberapa tahun silam saat ia KOAS di daerah Jogjakarta. Ia memiliki teman satu kelompok dengan kacamata tebal, kulit putih, dan mata sipit ... kurang lebih memang mirip dengan pria yang di depannya ini. Bedanya dulu pria itu sangat culun dengan kemeja dan kacamata tebalnya. Tapi dia baik dan selalu menjaga Shanum.
"Benarkah?"
Rasya tersenyum kecil." Syukurlah kalo kamu ingat."
Aktuellstes Kapitel
Perfect Partner in Life 16- Ketidaksempurnaan
Kehidupan tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Namun percayalah jika Tuhan punya rencana yang baik dalam setiap kehidupan. Rencana yang bahkan mungkin awalnya kita anggap sebagai hal buruk, bisa jadi itu adalah rencana terbaik dalam kehidupan yang kita miliki............Haidar mulai menerima keberadaan Rasya dalam lingkungannya termasuk soal Rasya yang ternyata di
Zuletzt aktualisiert : 2020-11-04
Perfect Partner in Life 15- Persiapan
Setelah pendaftaran berbagai berkas dan kemudian diurus oleh notaris kepercayaan keluarganya, Abizar mulai mencari-cari info soal komunitas yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia sosial. Rencananya, yayasannya nanti tidak hanya menampung anak-anak yang terlantar tapi juga membantu mereka untuk melanjutkan pendidikannya. Keuangan keluarga Abizar sangat stabil, apalagi mereka punya rumah sakit pribadi sehingga pendapatan mereka pun banyak. Sehingga mereka ingin sekali berbagi rejeki pada orang-orang yang membutuhkan, terutama anak-anak yang masa depannya masih panjang dan harus diarahkan agar tidak menjadi buruk di kemudian hari.
Zuletzt aktualisiert : 2020-10-30
Perfect Partner in Life 14- Belum Sempurna
Kevin terkejut mendengar ucapan Camelia yang mengijinkannya untuk menikah lagi hanya untuk mendapatkan keturunan. Sungguh, siapa sih pasangan di dunia ini yang tidak ingin memiliki anak? Buah cinta dari pernikahan mereka? Tentu semua ingin. Termasuk Kevin. Namun pernikahan bukan melulu soal memiliki keturunan, melanjutkan silsilah keluarga. Ia menikahi Camelia karena ia mencintai wanita itu sejak pandangan pertama. Camelia yang begitu manis dan cantik membuat Kevin jatuh cinta hingga memutuskan untuk mempersunting wanita itu hingga menjadi pendamping hidupnya hingga saat ini da
Zuletzt aktualisiert : 2020-10-30
Perfect Partner in Life 13- Niat Baik
Sekitar tengah malam, Shanum dan Abizar sudah sampai di Bandung. Jasmine dan Januar pun tampak menunggu kedatangan anak dan menantunya itu. Bahkan keduanya tidak terlihat mengantuk sama sekali dan malah mengajak Shanum dan Abizar membicarakan soal pembuatan ijin untuk yayasan yang akan mereka bangun nanti.Karena keantusiasan Jasmine dan Januar, Shanum dan Abizar jadi ikut semangat dan tidak merasa lelah sama sekali meski mereka sudah melalui perjalanan jau
Zuletzt aktualisiert : 2020-10-24
Perfect Partner in Life 12- Mulai Menerima
Abizar berdiri di depan kamar rawat
Perfect Partner in Life 11- Keinginan Setiap Wanita
"Mas, kenapa?" tanya Shanum yang merasa suaminya lebih banyak diam akhir-akhir ini. Ia pun berinisiatif membuatkan coklat panas dan mengantarkannya ke A
Perfect Partner in Life 10- Ketidaksempurnaan
Haidar menatap Meta yang kini duduk di depannya. Tadinya ia dan wanita itu memang tidak berniat untuk bertemu apalagi duduk berdua lagi seperti ini. Rasanya terlalu sakit untuk Haidar melakukannya lagi
Perfect Partner in Life 9- Dingin
Siang harinya...Setelah meny
Rezensionen

Kapitel
Lesen
Download
An die Leser
Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2 YINI
