Download the book for free
5- Akhir Kisah Cinta Haidar
Author: adwlstr28"Num. Sibuk gak?" tanya Keanu yang tahu-tahu membuka pintu ruangan Shanum. Membuat Shanum sedikit terkejut karena tadinya ia sedang menuliskan buku rekam medis milik pasien terakhirnya.
"Mas ih! Salam dulu kek. Bikin kaget aja." Shanum malah menggerutu. Untung saja jantungnya sangat sehat.
Keanu malah tersenyum geli." Assalamualaikum." Ia pun menuruti keinginan sahabatnya itu.
"Waalaikumsalam." Shanum akhirnya tersenyum juga." Kenapa emang, Mas? Aku baru aja selesai praktek sih."
"Eh iya besok kamu mau cuti bulan madu ya. Pasti sibuk mau packing ya?" tanya Keanu.
"Gak kok. Santai aja lagipula berangkatnya kan malam. Memang kenapa sih?"
"Temenin Haidar yuk," ucap Keanu membuat kening Shanum mengerut.
"Memangnya Mas Haidar kenapa?"
"Galau. Baru putus. Kasihan orangnya bengong terus di taman padahal harusnya udah pulang daritadi. Takut sawan." Keanu malah tertawa kecil. Seakan pria itu memang tak pernah bisa serius.
Shanum pun akhirnya segera menyelesaikan pekerjaannya." Ya udah yuk," ucapnya setelah merapihkan meja dan melepas jas putihnya. Ia pun mengikuti Keanu ke arah taman yang berada di belakang gedung rumah sakit.
Di sana Haidar tampak duduk menghadap air mancur di depannya. Kepalanya tertunduk seakan tak ingin melihat sekelilingnya, mungkin hanya merasakan rasa sakit yang teramat sangat dari dalam hatinya. Meski hubungannya dengan Meta baru sebentar, Haidar sudah sangat mencintai gadis itu. Ia merasa bisa mengikhlaskan kepergian Sofia dulu juga kekecewaannya terhadap mendiang istrinya terdahulu yang tidak ia ketahui. Tapi nyatanya kehilangan Meta malah memperparah lukanya, membuatnya seakan menjadi pria terlemah saat ini. Ia tidak menyangka kehilangan Meta malah membuatnya seakan kehilangan arah. Ia terlalu berharap dengan hubungan singkatnya nanti bisa berlanjut ke hubungan serius, menjadikan Meta istri sekaligus pengganti Sofia di hatinya.
Haidar jadi teringat begitu banyak dosanya pada Shanum yang juga mantan istrinya. Ia terlalu banyak bersikap dzolim pada Shanum sampai membuat wanita itu selalu merasakan tekanan dalam batinnya. Sampai semua perlakuan Sofia terhadap Shanum pun Haidar seakan menutup mata. Penyesalannya semakin mendalam saat menyadari kebahagiaan Shanum bukan pada dirinya meski ia mencoba untuk membahagiakan mantan istrinya itu dulu. Haidar mengira ini pasti karma untuk dirinya dan segala kesalahan yang ia perbuat di masa lalu. Ia siap menerimanya jika memang hal ini harus ia lewati karena kesalahannya sendiri.
"Mas, Mas Haidar baik-baik aja?" Suara Shanum membuat Haidar mendongakkan kepalanya dan menatap wanita yang pernah menjadi istrinya selama beberapa bulan itu.
Tiba-tiba Haidar beranjak dari tempatnya dan berlutut di hadapan Shanum, membuat wanita itu terkejut sampai memundurkan langkahnya." Maafin aku, Num. Maafin kesalahan aku dulu yang mengabaikan kamu."
"Mas. Jangan begini," ucap Shanum yang tak enak hati. Apalagi sekarang mereka jadi tontonan di taman rumah sakit yang lumayan ramai ini. Shanum melirik sekilas ke Keanu yang hanya mengangguk kecil seolah membiarkan Haidar bertindak seperti itu.
"Maafin kesalahan aku. Aku udah banyak dosa selama jadi suami kamu dulu. Sampai sekarang ketika aku sadar dengan pentingnya kehadiran seseorang, Allah seakan gak merestuinya. Aku tahu ini semua karena kesalahanku. Tolong maafin aku. Doakan biar semua kehidupanku bisa lancar. Maaf karena dosaku terlalu banyak pada kamu, Num."
Tanpa sadar Shanum menitikkan air matanya. Bagaimana pun juga ia masih sangat mengingat rasa sakitnya dulu saat diabaikan suaminya sendiri sampai rasa itu akhirnya kian hampa dan malah mencintai pria lain. Shanum sadar ia juga banyak kesalahan. Sekarang Shanum sudah merelakan segala kejadian dalam pernikahannya dulu dan membiarkannya menjadi kisah masa lalu. Ia tidak ingin luka di masa lalunya menjadi penghambat kebahagiaannya. Nyatanya masa lalunya malah seakan menjadi penghambat untuk kebahagiaan Haidar, mantan suaminya." Shanum sudah memaafkan Mas sejak dulu," ucapnya sembari membantu Haidar berdiri. Pria itu masih tertunduk di depannya." Mas harus kuat. Cobaan yang Mas hadapi bukan hukuman dari Allah. Itu hanya salah satu rintangan untuk Mas hadapi. Kalo pun Mas dan Meta belum berjodoh, mungkin memang jodoh Mas ada di wanita lain yang InsyaAllah lebih baik untuk Mas. Jangan hukum diri Mas sendiri. Mas harus kuat seperti sebelumnya."
Haidar perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Shanum." Mungkin memang belum saatnya aku memulai kehidupan baru."
Shanum tersenyum mengerti." Menikahlah saat kamu siap, bukan saat kamu merasa tertinggal dengan kawan-kawanmu yang lain. Jodoh Mas pasti ada hanya belum Mas temui saja. Lebih baik Mas memperbaiki diri Mas sendiri, dengan begitu jodoh Mas di sana juga memperbaiki dirinya dan insyaAllah kalian akan bertemu di saat yang tepat."
Haidar tersenyum getir, baru menyadari kedewasaan wanita di depannya. Bahkan setelah semua rasa sakit yang dia rasakan, Shanum tetap ikhlas menjalani kehidupannya tanpa pernah mengeluh sedikit pun. Sampai-sampai dia bisa menemukan kebahagiaannya sendiri. Jauh lebih baik dari dirinya.
Keanu pun akhirnya maju dan memeluk pundak Haidar demi menguatkan sahabatnya itu. "Kalo Meta bukan jodoh lo, masih ada ikan di laut kok."
Haidar mendelik ke arah Keanu, "gue nyari jodoh bukan mau mancing!"
Keanu tertawa geli. Perlahan orang-orang pun bubar meninggalkan mereka bertiga di tengah taman.
Shanum hanya tersenyum melihat Haidar dan Keanu yang sibuk bertengkar mulut seperti biasa. Wanita itu kemudian melirik sekilas ke arah lobby rumah sakit, Abizar tampak berdiri di sana dan tersenyum ke arahnya. Shanum pun akhirnya menghampiri pria itu yang sejak pagi sudah sibuk dengan operasi usus buntu salah satu pasiennya. "Mas. Udah selesai?"
Abizar mengangguk. "Iya. Baru selesai operasi eh ngeliat drama mengharukan," ucapnya.
Shanum mengerucutkan bibirnya, "jangan begitu. Mas Haidar lagi galau tau."
Abizar tersenyum kemudian mengusap puncak kepala Shanum dengan lembut. "Iya iya. Semoga dia bisa mendapat yang terbaik ya."
"Aamiin."
"Ya udah Mas siap-siap dulu nanti kita pulang bareng ya."
Shanum pun mengangguk lalu ia memilih untuk kembali ke ruangannya sementara Haidar dan Keanu tampak masih mengobrol di taman.
"Iya. Pada akhirnya Meta akan dijodohkan oleh orangtuanya. Mereka kayaknya takut jika Meta terus berhubungan sama gue yang cuma duda ini," ucap Haidar dengan nada putus asa setelah Keanu memaksanya untuk bercerita.
Keanu menghela nafas. Tak menyangka kisah cinta sahabatnya akan sepelik ini. Ia pikir semua akan berjalan lancar. "Terus lo gimana?"
Haidar mengedikkan bahunya, "mungkin gue harus melupakannya. Gue gak mungkin memaksakan hubungan ini. Restu orangtuanya aja gak dapet." Ia terlihat sangat putus asa dan mencoba ikhlas dengan hal ini.
Keanu menepuk-nepuk pundak Haidar, berusaha menguatkan sahabatnya. "Tenang. Nanti gue kenalin lagi sama cewek."
Haidar berdecak. Bahkan di saat seperti ini Keanu masih saja bergurau. "Gak deh makasih! Gue cari sendiri aja yang mau nerima gue apa adanya."
Keanu tergelak. "Iya deh iya. Gue yakin lo bisa nyari calon istri yang baik kok. Jangan salah pilih lagi ya."
Haidar mendengus kasar, "mudah-mudahan aja. Gue juga capek kalo salah pilih terus. Gue kan ingin menikah dengan jangka panjang dan punya partner seumur hidup."
"Mungkin jodoh lo belum lahir, Dar. Atau masih sekolah. Anggap aja begitu."
"Sialan!"
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Perfect Partner in Life 16- Ketidaksempurnaan
Kehidupan tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Namun percayalah jika Tuhan punya rencana yang baik dalam setiap kehidupan. Rencana yang bahkan mungkin awalnya kita anggap sebagai hal buruk, bisa jadi itu adalah rencana terbaik dalam kehidupan yang kita miliki............Haidar mulai menerima keberadaan Rasya dalam lingkungannya termasuk soal Rasya yang ternyata di
Perfect Partner in Life 15- Persiapan
Setelah pendaftaran berbagai berkas dan kemudian diurus oleh notaris kepercayaan keluarganya, Abizar mulai mencari-cari info soal komunitas yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia sosial. Rencananya, yayasannya nanti tidak hanya menampung anak-anak yang terlantar tapi juga membantu mereka untuk melanjutkan pendidikannya. Keuangan keluarga Abizar sangat stabil, apalagi mereka punya rumah sakit pribadi sehingga pendapatan mereka pun banyak. Sehingga mereka ingin sekali berbagi rejeki pada orang-orang yang membutuhkan, terutama anak-anak yang masa depannya masih panjang dan harus diarahkan agar tidak menjadi buruk di kemudian hari.
Perfect Partner in Life 14- Belum Sempurna
Kevin terkejut mendengar ucapan Camelia yang mengijinkannya untuk menikah lagi hanya untuk mendapatkan keturunan. Sungguh, siapa sih pasangan di dunia ini yang tidak ingin memiliki anak? Buah cinta dari pernikahan mereka? Tentu semua ingin. Termasuk Kevin. Namun pernikahan bukan melulu soal memiliki keturunan, melanjutkan silsilah keluarga. Ia menikahi Camelia karena ia mencintai wanita itu sejak pandangan pertama. Camelia yang begitu manis dan cantik membuat Kevin jatuh cinta hingga memutuskan untuk mempersunting wanita itu hingga menjadi pendamping hidupnya hingga saat ini da
Perfect Partner in Life 13- Niat Baik
Sekitar tengah malam, Shanum dan Abizar sudah sampai di Bandung. Jasmine dan Januar pun tampak menunggu kedatangan anak dan menantunya itu. Bahkan keduanya tidak terlihat mengantuk sama sekali dan malah mengajak Shanum dan Abizar membicarakan soal pembuatan ijin untuk yayasan yang akan mereka bangun nanti.Karena keantusiasan Jasmine dan Januar, Shanum dan Abizar jadi ikut semangat dan tidak merasa lelah sama sekali meski mereka sudah melalui perjalanan jau
Perfect Partner in Life 12- Mulai Menerima
Abizar berdiri di depan kamar rawat Camelia yang pintunya tertutup. Tak lama seorang pria yang Abizar ketahui adalah suami dari Camelia itu keluar. Pria itu pun menyapanya dengan sopan meski wajahnya terlihat kelelahan tapi dia tetap tersenyum saat menyapanya. Sebelum pintu kamar rawat itu tertutup kembali, Abizar dapat melihat sosok Camelia yang tengah duduk bersandar di brankarnya dan menatap ke arahnya tanpa ekspresi. Benar-benar mirip. Abizar memb
Perfect Partner in Life 11- Keinginan Setiap Wanita
"Mas, kenapa?" tanya Shanum yang merasa suaminya lebih banyak diam akhir-akhir ini. Ia pun berinisiatif membuatkan coklat panas dan mengantarkannya ke Abizar yang sedang duduk di balkon kamar mereka sembari menatap langit malam yang cerah saat itu. Abizar menoleh pada istrinya dan tersenyum kecil. "Aku gak apa-apa kok. Sini." Ia menepuk tempat kosong di sebelahnya.
Perfect Partner in Life 9- Dingin
Siang harinya...Setelah meny
Perfect Partner in Life 8- Dimulai dari Sini
Bulan madu Shanum dan Abizar berlalu begitu cepat. Mungkin benar kata orang, apapun hal bahagia di dalam hidupmu terasa berlalu sangat cepat. Lain jika sebuah rasa sakit dan sedih, pasti terasa lama se
Perfect Partner in Life 7- Kebahagiaan dan Rasa Sakit
Sekitar tengah malam, Abizar dan Shanum baru sampai di Labuan Bajo. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan mobil beserta supir yang sudah mereka pesan sebelumnya. Mereka pun dibawa ke Mohini Resort,
Perfect Partner in Life 6- Bulan Madu
Sepulangnya Shanum dan Abizar ke rumah, mereka langsung beristirahat demi menjaga stamina untuk perjalanan panjang besok malam.
