loading
Home/ All /I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia) /BAB 3 PHK or RESIGN

BAB 3 PHK or RESIGN

Author: Jemyadam
"publish date: " 2020-09-28 16:32:03

Setelah kemarin malam berkumpul dengan rekan-rekan kerja Bang Hanif, saat kembali ke lingkungan kerjanya sendiri tiba-tiba Kimmy merasa seperti habis mimpi jalan-jalan ke bulan trus pas bangun kembali ditendang ke bumi. 

Siapa yang tidak ingin bekerja di perusahaan bonafid dengan gaji besar, tapi memang nasib Kimmy tidak pernah mujur dalam pekerjaan. Bahkan teman sebangkunya yang dulu tidak terlalu cerdas saja sekarang bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan bergengsi dengan gaji dolar. Dari situ Kimmy sadar jika nasib memang lebih menentukan segalanya dibanding usaha. 

Baru saja Kimmy datang, Kak Lisa satu-satunya penghuni ruangan tersebut yang sama gender dengannya langsung ngasih tahu jika ada surat pemberitahuan untuknya yang tadi dia taruh di atas meja. 

Kimmy melihat amplop coklat tersebut masih tergeletak di atas mejanya. Dia segera menyambar amplop tipis itu baru kemudian menunjukkan pada Kak Lisa yang kebetulan memang hanya berjarak dua kubikel  darinya. 

"Thanks, Kak. "

Wanita ayu dengan paras keibuan itu langsung tersenyum pada Kimmy. 

"Good luck! " serunya dari sebrang kubikel sambil mengedip. 

Kak Lisa adalah satu-satunya teman yang bisa dia ajak curhat di ruangan itu. Maklum karena memang cuma ada dua wanita dan lima pria dalam satu ruangan bersekat tersebut. Benar-benar ekosistem yang tidak seimbang. Pantas jika Bang Hanif sering menggerutu karena Kimmy tidak juga mendengarkan nasehatnya untuk segera resign. 

Kimmy membereskan beberapa kertas memo putar dan klip penjepit kertas yang masih berserakan di mejanya karena akhir pekan kemarin dia pulang buru-buru sampai tidak sempat berberes, sebab Kimmy takut terlambat berdandan buat ikut Bang Hanif ke acara kantornya. Padahal Bang Hanif  juga baru menjemputnya jam delapan malam, dan ternyata Kimmy juga gak dandan-dandan amat karena sejatinya dia memang kurang pintar berdandan. Untung dia kerjanya lebih banyak dengan kaum laki-laki jadilah Kimmy tidak pernah merasa memiliki saingan, jadi buat apa harus dandan tebal-tebal. 

Selesai membereskan meja, Kimmy segera ingat untuk membuka amplopnya. Masih santai tanpa firasat apapun karena dia pikir itu cuma pemberitahuan tagihan pribadi atau slip gajinya yang kemarin sempat tak terkirim. Jadi Kimmy memang sama sekali tidak menyangka jika pagi ini dirinya bakal mendapat surat pemberitahuan jika kontrak kerjanya yang memang akan berakhir akhir bulan ini tidak akan diperpanjang lagi. 

Tiba-tiba saja rasanya seperti di cemooh oleh nasip yang menggelikan. Bahkan perusahaan yang tidak pernah memberinya gaji besar seperti ini pun juga bisa asal menendangnya sesuka hati. Dengan kesal Kimmy meremas amplop coklat tersebut dan langsung melemparnya ke tempat sampah di sudut kubikel. Memangnya mau di taruh di mana lagi mukanya jika sampai keluarga dan teman-temannya tahu dirinya di pecat dari perusahaan tidak bonafid macam ini. 

Sekarang bahkan Kimmy malu untuk memberitahu Bang Hanif jika dirinya baru saja di PHK. Kimmy menyesal karena tidak mendengarkan  nasehatnya untuk resign dari kemarin-kemarin. Menjadi pengangguran karena resign  jauh lebih bermartabat dari pada dirinya di tendang dengan jalan PHK dari perusahaan yang selama tiga tahun tidak pernah memberinya bonus dan kenaikan gaji. 

Sebenarnya Kimmy adalah gadis yang lumayan cerdas, dia juga karyawan yang rajin dan tidak pernah membuat masalah. Hanya saja nasibnya yang selalu kurang baik dalam urusan pekerjaan. Itulah kenapa kadang dia iri dengan semua keberuntungan Bang Hanif, yang sepertinya mudah sekali untuk mendapatkan apapun pekerjaan yang dia inginkan dan selalu cepat mendapatkan promosi. 

Orang bilang Kimmy beruntung karena mendapatkan pria seperti Bang Hanif, padahal Kimmy sendiri sering merasa malu dengan ketimpangan di antara mereka berdua. Ibarat bumi dan langit, ibarat pangeran yang memilih si upik abu. Atau mungkin keberuntungan Kimmy memang bukan dalam segi pekerjaan. Jika menarik perhatian laki-laki juga bisa dihitung keberuntungan, Kimmy mungkin memang jadi orang yang paling beruntung. Kalau tidak mana mungkin pria seperti Bang Hanif mau memilih wanita seperti dirinya. 

Kimmy sedang melihat Bang Hanif yang berjalan menyebrangi halaman parkir sebuah coffe shop tempatnya menunggu sudah hampir setengah jam. Tunangannya itu memang tampan dan selalu mencuri perhatian, bahkan saat hanya sedang berjalan menyebrangi parkiran sambil mengernyit kepanasan pun dia tetap saja terlihat seperti bintang iklan produk Gucci. 

Bang Hanif sudah melambai pada Kimmy yang sengaja duduk di dekat kaca etalase. 

Hari ini Kimmy bolos pulang cepat karena kesal. Masa bodoh jika mereka tidak akan memberikan sisa gajinya bulan ini, Kimmy sudah tidak peduli. Kontrak kerjanya memang habis akhir bulan ini tapi apapun istilahnya sama aja dengan memdapatkan PHK. Karena belum ada dalam sejarah rekan-rekan kerjanya yang sampai di berhentikan kecuali mereka yang bosa sendiri tanpa kenaikan gaji dan akhirnya mengundurkan diri. 

Kimmy segera menelpon Bang Hanif karena sepertinya dia hanya ingin bertemu pria itu untuk menumpahkan semua uneg-unegnya yang bikin kesal, dongkol, pingin marah tapi ternyata bisanya malah cuma pasrah. 

Karena pas Bang Hanif tiba, pria itu malah duluan ngasih kabar gembira kalau dirinya baru kembali mendapatkan promosi. 

Gimana mental Kimmy gak tambah down, pas nyimak antusiasme Bang Hanif  nyeritain rencana-rencana besarnya dengan posisi baru yang dia dapat sekarang. Bahkan dia sudah berencana untuk membangun perusahaan sendiri di bidang yang serupa dan akan menjadikan kesempatannya kali ini sebagai batu loncatan untuk mencari nama. 

Otak cerdas memang berbeda dengan yang standar dan biasnya hanya mau stuck di tempat. Bang Hanif adalah pria yang memiliki gairah dan ambisi yang   kuat untuk bisa mencapai semua target-targetnya, dan dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan tujuannya. Kimmy tahu dengan ambisi keras kekasihnya dalam hal seperti itu. 

Sedari tadi pria tampan itu masih sibuk bercerita tanpa sadar jika wanita di depannya sedang sangat terpuruk, menderita dan mengenaskan.

Sepertinya otak Kimmy juga sudah tidak bisa menyerap informasi lagi. Dari tadi gadis itu hanya mengaduk-aduk sisa milkshake di gelasnya yang hampir kandas dengan wajah lesu yang masih harus pura-pura ikut senang. Padahal Kimmy tidak hanya sedang sedih karena baru jadi pengangguran, tapi dia paling sedih karena menyadari kesenjangan nasib mereka yang makin tak tertolong. Tiap kali Kimmy berpikir sendiri, apa dirinya layak untuk pria seperti itu? 

"Jadi benar, kamu masih sama sekali belum terpikir untuk resign? " tanya Bang Hanif yang tiba-tiba sudah nyodorin gelas minumannya dan ngambil gelas Kimmy yang kosong. 

Mungkin Kimmy saja yang kebanyakan bengong sampai gak sadar kalau dari tadi sudah berisik nyedotin gelas yang udah kandas isinya. 

"Maaf, Bang, " Kimmy merasa semakin bodoh karena ketahuan melamun sendiri. 

"Kamu sakit? " 

Bang Hanif malah sudah mengulurkan tangannya buat nyentuh dahi Kimmy, sekedar ngecek siapa tahu dia demam. 

"Bukan di situ yang sakit, Bang, " kata Kimmy dan Bang Hanif kelihatan bingung pas gadis itu menunjuk dadanya. 

"Aku baru aja karena PHK, " jujur Kimmy, meski malu, dan Bang Hanif ternyata malah cuma mengerutkan dahinya dengan heran. 

"Apa kamu beneran tidak dengar jika tadi aku juga bilang punya berita gembira untukmu? "

Kali ini giliran Kimmy yang mengerutkan dahinya dengan muka masam dan agak lucu. 

"Aku sudah bilang ada lowongan pekerjaan untukmu jika kau bersedia resign. "

"Benarkah tadi aku tidak menyimak berita sepenting itu? " tanya Kimmy heran dan Bang Hanif hanya mengangguk maklum. 

"Maaf Bang, bisa di ulang lagi, " tiba-tiba Kimmy jadi mulai bersemangat kembali. 

Setelah Bang Hanif menjelaskan barulah Kimmy mengangguk-angguk sendiri lagi. 

"Sebenarnya aku masih malu karena di PHK," jujur Kimmy."Tapi benarkah ada lowongan pekerjaan untukku di tempat kerja, Abang? " 

Tentu Kimmy sangat antusias jika benar dia bisa bekerja di perusahaan  sebesar tempat Bang Hanif bekerja

"Kau bisa datang besok untuk wawancara."

Bang Hanif malah langsung ngasih kartu nama untuk Kimmy. 

"Tristan sudah berjanji akan mempertimbangkanmu. "

Kimmy sepertinya masih sibuk meneliti kartu nama yang baru di berikan Bang Hanif. 

"Bang apa ini alamat kantormu? "

Karena seingat Kimmy, tunangannya itu tidak berkantor di daerah sana. 

"Tristan adalah orang yang super sibuk, jadi temui saja di mana dia sempat."____ 

"Aku sudah meminta jadwal khusus ini untukmu."

Kimmy masih mengangguk-angguk sembari memeriksa kembali alamat di kartu ekslusif yang terlihat mahal itu tanpa merasa ada yang aneh. 

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 54 SON

Karena hampir tidak tidur semalaman akhirnya Kimmy bangun kesiangan, dan mungkin juga masih belum bangun jika bukan karena telpon dari rekan kerjanya yang sudah berteriak tidak sabaran."Tolong jangan terlalu heboh ini masih pagi.""Apa saja yang kau lakukan, Kim? Ini sudah hampir jam sepuluh! " triak suara dari sebrang telpon."Oh, Tuhan! " Kimmy baru sadar ketika menengok jam di dinding."Jangan bilang kau baru bangun! "Kimmy tidak menjawab."Kau pasti juga belum mendengar jika presentasi kita kemarin berhasil dan kita mendapatkan kontraknya! " triak Keyla dengan girang.Tapi ti

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 53 ALONE

Sepulang dari presentasi Kimmy tidak ikut kembali ke kantor dan hanya minta langsung di antar untuk menjemput putranya. "Turunkan aku disini saja! " perintah Kimmy yang memang sudah membuat janji dengan bang Hanif untuk menunggu di sana.Begitu Kimmy keluar dari mobil, Hanif langsung membawa Al untuk menghampirinya."Momy... Momy... "Mulut kecilnya masih belepotan Es krim ketika tangannya ingin meraih Kimmy.Kimmy langsung mengambil tisu dari dalam tasnya untuk mengelap bibir dan tangan putranya yang ikut belepotan."Kemari anak pintar apa kau menyusahkan paman Hanif?" tanya Kimmy sambil mencium pipi merahnya dengan gemas."Apa dia sudah makan? " tanya Kimmy pada bang Hanif."Menurut susternya sudah makan tapi tidak banyak. ""Oh...apa perutmu masih sakit? "Bocah laki-laki itu langsung menggeleng kemudian mencium ibunya."Bagaimana jika kita makan dulu? " tanya bang Hanif dan si kecil Al langsung meng

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 52 NEW LIFE

Kimmy mulai pindah ke tempat tinggalnya sendiri sejak bayinya berusia tiga bulan untuk memulai hidup barunya yang sesungguhnya tanpa bergantung pada siapapun. Kimmy sudah mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan periklanan. Sebenarnya Hanif menawarkan pekerjaan di perusahaannya tapi kimmy menolak karena tidak akan ada bedanya dengan numpang di rumahnya. Jika bukan karena sudah sangat mengenal sifat keras kepala Kimmy pasti Hanif sudah tersinggung dengan semua penolakannya. Tapi sepertinya dia lebih mengerti dengan tekat Kimmy dan akan selalu mendukungnya.Hanif senang karena sekarang Kimmy benar-benar sudah menjadi wanita yang mandiri, tangguh dan dewasa. Bahkan dia mendapatkan dua kali promosi jabatan di tahun pertamanya. Meski dengan kesibukannya yang luar biasa sebagai ibu muda dan wanita yang bekerja, tapi sepertinya energinya juga tidak pernah surut dan hal itu lah yang membuat Ha

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 51 BABY BOY

"Kimmy..."Lilian kembali berkunjung dengan membawa bocah kecil bersamanya."Dia tidak sabar ingin melihatmu." Lily melepas putri kecilnya untuk berlari pada Kimmy."Your baby will be my brother?" tanya gadis kecil berambut ikal itu sambil menyentuh perut besar Kimmy."Yea...sure." Kimmy mengangguk dan tersenyum karena kagum dengan kelincahan dan keceriaan bocah kecil berpipi merah itu."Sofia, kemari ajak Kimmy duduk." Lilian menepuk sofa di sebelahnya sambil membiasakan putrinya berbahasa Indo."Where's dady?""Masih belum pulang, bukan kah tadi kau bilang hanya ingin buru-buru b

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 50 RUMAH

"Jadi wanita itu sudah menikah," kata Pamela sambil melirik Tristan yang berlagak mengabaikannya."Apa kau tidak merasa dikhianati sama sekali?"Tristan baru kembali melempar berkas yang baru ia terima di atas mejanya."Menikah dengan pria yang sekarang juga mengambil beberapa proyek besarmu."Sepertinya Pamela memang sengaja hanya ingin membuat Tristan kesal.Kehilangan beberapa proyek sebenarnya tidak terlalu masalah bagi Tristan. Tristan juga tahu jika Hanif tidak bermain curang, tapi tetap saja kesannya di mata publik akan seperti itu. Karena dia mendapat banyak pekerjaan besar setelah lepas dari perusahaan yang juga membesarkan namanya. Tristan memilih diam karena memang tidak mau mengomentari rumor apapun."Sejak awal aku sudah tidak suka kau bergaul dengan mereka.""Sebaiknya pulang lah dari pada kau hanya menggerutu di ruang kerjaku."Pamela langsung berjengit, karena begitu bicara Tristan juga hanya selalu balik membuatnya kes

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 49 SULIT

Dua hari setelah menikah bang Hanif langsung membawa Kimmy kembali ke Singapore. Sebenarnya Kimmy ingin menyewa tempat tinggal sendiri tapi bang Hanif berkeras melarangnya, karena memang mustahil dia tega membiarkan wanita yang sedang hamil muda tinggal seorang diri.Tapi bayangkan bagaimana sekarang mereka harus tinggal satu rumah. Rumah yang dulu memang bang Hanif siapkan untuk masa depan mereka berdua. Bahkan kamar mereka yang sudah Hanif siapkan sedemikian rupa sesuai permintaan Kimmy sekarang akhirnya hanya dibiarkan terkunci rapat. Karena Kimmy dan Hanif tetap tidur di kamar mereka masing-masing. Sebenarnya terlalu banyak hal menyakitkan yang harus Kimmy ingat jika dirinya harus tinggal di sini. Tapi bang Hanif benar-benar tidak mengijinkan dirinya tinggal sendiri paling tidak sampai anaknya lahir nanti."Makanlah, Kim. Aku tidak mau kau sampai kekurangan nutrisi.""Nanti saja aku masih belum bisa makan." Kimmy mulai merasa tidak beres dengan perutnya bebe

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 32 PAMELA

Tristan mendatangi kamar Kimmy di tengah malam ketika ayah dan ibunya tidur. Tristan berjalan hampir tanpa suara karena itu Kimmy juga sempat terkejut ketika tiba-tiba pria itu sudah ikut naik ke atas tempat tidurnya.

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 31 MASALAH

[jangan lupa minum obatmu tepat pawaktu]Kimmy meninggalkan secarik pesan di atas nakas yang langsung Tristan temukan begitu dirinya bangun.Kimmy s

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 30 HANIF

Pagi harinya Kimmy kembali ijin untuk tidak turun bekerja karena masih menghawatirkan kondisi Tristan. Kimmy minta untuk mengerjakan semua pekerjaannya dari rumah saja, toh Tristan juga belum ada di kantor jadi sebagian besar pekerjaan Kimmy masih bisa

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 29 SAKIT

Tristan terlihat pucat dan tiba-tiba jatuh pingsan karena mungkin sejak tadi ia sudah coba menguatkan diri untuk membawa Kimmy sampai di rumah.Kimmy langsung panik dan lupa dengan keterkejutan bang H

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy