loading
Home/ All /I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia) /BAB 4 TRISTAN MURAI

BAB 4 TRISTAN MURAI

Author: Jemyadam
"publish date: " 2020-09-28 16:33:59

Ternyata itu adalah alamat sebuah apartemen super mewah yang di dalamnya memiliki sebuah kolam renang indoor dengan atap kaca yang sangat tinggi dan barisan pohon palem lengkap dengan koral layaknya di pantai sungguhan. Kimmy bahkan hampir lupa jika dirinya sedang berdiri di salah satu lantai sebuah gedung pencakar langit yang sebagian sisinya menghadap ke pusat kota. 

Kimmy masih berdiri di ambang pintu setelah mengikuti instruksi pelayan yang menjemputnya dari lobby. 

Trista Murai baru saja keluar dari kolam renang, melenggang santai berjalan dengan tubuh basahnya yang hanya dengan celana pendek menggantung rendah di pinggang. 

Tentu Kimmy masih syok karena tidak mengira bakal melihat pria yang masih begitu basah dan nyaris bugil. 

Tristan menyambar handuk dari punggung kursi berjemur di tepi kolam renang, melilitkan ke pinggangnya yang ramping dan bertekstur sebelum kemudian berjalan dengan begitu percaya diri menghampiri Kimmy yang ternyata masih berdiri kaku seperti patung marmer yang sedang menahan nafas. 

"Aku tidak tahu kau sudah datang, " suara pria itu terdengar berat lebih seperti aksen orang Inggris dengan kombinasi lebih santai, karena dia bisa sangat terus terang memperhatikan Kimmy mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. 

Meski kali ini Kimmy merasa pakaiannya sudah cukup sopan tapi ternyata dia tetap merasa tidak percaya diri jika di perhatikan sedetail itu oleh seorang pria. 

"Maaf, apa aku datang di waktu yang tidak tepat? " tanya Kimmy, coba menyembunyikan kegugupannya. 

Walaupun Kimmy sudah pernah bertemu Tristan Murai sebelumnya, tapi dia tidak pernah menyangka bakal melihat mahluk itu saat sedang nyaris bugil seperti ini. 

"Sebaiknya kita bicara di tempat yang lebih privat. "

Tristan menjentikkan jarinya memberi isyrat pada salah seorang pelayannya untuk mengantar Kimmy. 

"Mari, Nona," kata pria paruh baya itu  dengan sangat sopan. 

Kimmy segera berjalan mengikutinya dengan perasaan lega, karena jujur saja dia tidak sanggup jika harus lebih lama lagi menyaksikan pria yang belum berpakaian. 

Pria paruh baya itu membawanya naik ke lantai dua yang sebagian sisi depannya juga masih menghadap ke arah kolam renang, jadi Kimmy bisa melihat jika Tristan sudah tidak berada di sana.

Ada sebuah sofa besar melengkung yang menghadap ke dinding kaca di mana puncak- puncak pohon palem nampak rendah di depannya. Pelayan Tristan menyuruh Kimmy untuk menunggu di sana.

"Terima kasih, " kata Kimmy pada pelayan itu sebelum pamit pergi. 

Sembari menunggu Kimmy mulai memperhatikan ruangan luas tempatnya menunggu kali ini. Ruangan itu sangat luas bersih dan rapi dengan perabot serba minimalis yang di dominasi oleh warna putih dan abu-abu lembut hampir biru seperti langit yang sangat pucat di siang hari. Kimmy mendongak ke langit-langit kaca yang tinggi, sepertinya masih ada satu lantai lagi di atasnya. Dia hanya tidak menyangka manusia membangun tempat seperti ini di atas  sebuah gedung pencakar langit di tengah kota yang sudah nyaris sesak tanpa ruang. 

Tak lama pelayan itu kembali dan meminta Kimmy mengikutinya lagi.  Tanpa ragu Kimmy pun segera berjalan mengikutinya tanpa bertanya. Ada sebuah lift yang membawa mereka ke lantai berikutnya. Kimmy masih mengekor melewati lorong luas berlapis karpet tebal dengan beberapa pintu di masing-masing sisinya. 

Ternyata dia dipersilahkan masuk kesebuah ruangan di mana Tristan Murai sudah menunggunya di sana. Pria itu duduk di sebuah sofa berukuran sedang, dekat dengan jendela besar yang sebagian tirainya sudah di buka. 

Tristan Murai terlihat sangat tenang, dan tampan, hampir seperti yang terakhir Kimmy lihat malam itu. Kali ini rambutnya masih setengah basah, nampak beberapa helai yang agak panjang jatuh berayun di dahinya. Dia masih diam dan Kimmy juga tidak terlalu berani memperhatikannya. 

Kimmy coba melihat ke sekeliling, dan baru saat itu dia sadar jika dirinya sedang berada di sebuah kamar, kamar yang sangat besar dan bersama seorang Tristan Murai. Kimmy buru-buru menoleh ke belakang dan ternyata pintu di belakangnya sudah kembali tertutup. 

Kimmy balik melihat ke arah Tristan yang masih begitu santai dan hanya memperhatikan dirinya yang masih berdiri canggung di depan pintu. 

Jujur saja tiba-tiba Kimmy agak merinding, atau dia hanya kelewat parnor saja setelah melihat pria itu di kolam renang tadi. Karena ternyata Kimmy masih belum bisa membuang memori kotor itu meskipun kali ini Tristan sudah berpakaian lengkap. 

"Hanif yang mengirimmu kemari? " suaranya terdengar datar dan tenang. 

"Ya," Kimmy mengangguk. 

Kimmy hanya tidak menyangka jika kemudian Tristan bangkit dan berjalan menghampirinya. 

"Dia menyuruhku datang untuk wawancara," kata Kimmy sebelum pria itu benar-benar mendekat dan tiba-tiba Kimmy ingin melangkah mundur. 

"Aku tidak yakin dia mengatakan itu padamu" Tristan mengernyitkan dahinya tidak percaya, seolah menyuruh Kimmy agar mengingat kembali baik-baik jika mungkin dia salah ingat. 

"Apa maksud, Anda?"

"Dia mengirimmu kemari untukku. "

Tristan Murai sudah berdiri tepat di depannya dan sedang menyentuh kulit leher Kimmy mengunakan punggung tangannya dengan lembut seperti buaian. 

"Dia menawarkanmu di ranjangku sebagai imbalan karena aku sudah memberinya promosi jabatan. "

"Mustahil! " Kali ini Kimmy benar-benar melangkah mundur. Meskipun tidak percaya ia tetap harus waspada karena instingnya memberitahukan seperti itu. 

Tristan hanya mengedikkan bahu, justru terlihat santai menanggapinya. 

"Dia sendiri yang menawarkanmu ke padaku, aku tidak pernah meminta wanita," senyumnya terlihat meremehkan. 

"Itu tidak mungkin! " tolak Kimmy. 

Kimmy sama sekali tidak percaya karena bagaimanapun dia bukan baru mengenal tunangannya satu atau dua tahu. Jadi saat itu Kimmy masih yakin jika  tidak mungkin pria yang sudah di cintainya seumur hidup itu tega berbuat demikian hanya untuk sebuah jabatan.

Walaupun Kimmy tahu jika Bang Hanif adalah pria yang  memiliki ambisi dan akan melakukan apapun demi tujuannya tapi tetap tidak mungkin dia tega menjualnya pada Tristan Murai. 

"Kami akan menikah, tahun depan," kata Kimmy. 

Kali ini Tristan yang melangkah mundur untuk memperhatikan Kimmy dengan lebih seksama. 

"Kupikir kalian sudah cukup dewasa untuk membahas perkara seperti ini, sebelum mengirimmu padaku."

"Aku masih tidak percaya Bang Hanif tega berbuat seperti itu!" Kimmy masih menggeleng karena sama sekali tidak ingin mempercayai apapun yang di katakan Tristan Murai yang sangat tidak masuk akal. 

"Kau pikir aku akan memberinya promosi semudah itu tanpa imbalan apa-apa yang coba dia tawarkan padaku? " Tristan balik bertanya dengan nada sinis dan sedikit mengejek. 

Kimmy masih menggeleng dan mundur sampai tiba-tiba punggungnya sudah membentur dinding.  Kimmy benar-benar masih tidak ingin percaya jika pria yang sangat dicintainya itu tega berbuat seperti ini padanya. 

"Dia juga memohon agar aku memberi pekerjaan untukmu, " tambah Tristan. 

"Mustahil, dia tidak mungkin berbuat seperti itu!" Kimmy terus menggeleng bersama benih air mata yang mulai menggenang di sudut matanya. 

"Dia hanya menawarkanmu untuk satu hari satu malam." _____"Sebenarnya itu bukan masalah, kau cukup menemaniku sampai aku selesai dan kau boleh pergi, dia juga akan tetap menikahimu." 

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 54 SON

Karena hampir tidak tidur semalaman akhirnya Kimmy bangun kesiangan, dan mungkin juga masih belum bangun jika bukan karena telpon dari rekan kerjanya yang sudah berteriak tidak sabaran."Tolong jangan terlalu heboh ini masih pagi.""Apa saja yang kau lakukan, Kim? Ini sudah hampir jam sepuluh! " triak suara dari sebrang telpon."Oh, Tuhan! " Kimmy baru sadar ketika menengok jam di dinding."Jangan bilang kau baru bangun! "Kimmy tidak menjawab."Kau pasti juga belum mendengar jika presentasi kita kemarin berhasil dan kita mendapatkan kontraknya! " triak Keyla dengan girang.Tapi ti

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 53 ALONE

Sepulang dari presentasi Kimmy tidak ikut kembali ke kantor dan hanya minta langsung di antar untuk menjemput putranya. "Turunkan aku disini saja! " perintah Kimmy yang memang sudah membuat janji dengan bang Hanif untuk menunggu di sana.Begitu Kimmy keluar dari mobil, Hanif langsung membawa Al untuk menghampirinya."Momy... Momy... "Mulut kecilnya masih belepotan Es krim ketika tangannya ingin meraih Kimmy.Kimmy langsung mengambil tisu dari dalam tasnya untuk mengelap bibir dan tangan putranya yang ikut belepotan."Kemari anak pintar apa kau menyusahkan paman Hanif?" tanya Kimmy sambil mencium pipi merahnya dengan gemas."Apa dia sudah makan? " tanya Kimmy pada bang Hanif."Menurut susternya sudah makan tapi tidak banyak. ""Oh...apa perutmu masih sakit? "Bocah laki-laki itu langsung menggeleng kemudian mencium ibunya."Bagaimana jika kita makan dulu? " tanya bang Hanif dan si kecil Al langsung meng

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 52 NEW LIFE

Kimmy mulai pindah ke tempat tinggalnya sendiri sejak bayinya berusia tiga bulan untuk memulai hidup barunya yang sesungguhnya tanpa bergantung pada siapapun. Kimmy sudah mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan periklanan. Sebenarnya Hanif menawarkan pekerjaan di perusahaannya tapi kimmy menolak karena tidak akan ada bedanya dengan numpang di rumahnya. Jika bukan karena sudah sangat mengenal sifat keras kepala Kimmy pasti Hanif sudah tersinggung dengan semua penolakannya. Tapi sepertinya dia lebih mengerti dengan tekat Kimmy dan akan selalu mendukungnya.Hanif senang karena sekarang Kimmy benar-benar sudah menjadi wanita yang mandiri, tangguh dan dewasa. Bahkan dia mendapatkan dua kali promosi jabatan di tahun pertamanya. Meski dengan kesibukannya yang luar biasa sebagai ibu muda dan wanita yang bekerja, tapi sepertinya energinya juga tidak pernah surut dan hal itu lah yang membuat Ha

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 51 BABY BOY

"Kimmy..."Lilian kembali berkunjung dengan membawa bocah kecil bersamanya."Dia tidak sabar ingin melihatmu." Lily melepas putri kecilnya untuk berlari pada Kimmy."Your baby will be my brother?" tanya gadis kecil berambut ikal itu sambil menyentuh perut besar Kimmy."Yea...sure." Kimmy mengangguk dan tersenyum karena kagum dengan kelincahan dan keceriaan bocah kecil berpipi merah itu."Sofia, kemari ajak Kimmy duduk." Lilian menepuk sofa di sebelahnya sambil membiasakan putrinya berbahasa Indo."Where's dady?""Masih belum pulang, bukan kah tadi kau bilang hanya ingin buru-buru b

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 50 RUMAH

"Jadi wanita itu sudah menikah," kata Pamela sambil melirik Tristan yang berlagak mengabaikannya."Apa kau tidak merasa dikhianati sama sekali?"Tristan baru kembali melempar berkas yang baru ia terima di atas mejanya."Menikah dengan pria yang sekarang juga mengambil beberapa proyek besarmu."Sepertinya Pamela memang sengaja hanya ingin membuat Tristan kesal.Kehilangan beberapa proyek sebenarnya tidak terlalu masalah bagi Tristan. Tristan juga tahu jika Hanif tidak bermain curang, tapi tetap saja kesannya di mata publik akan seperti itu. Karena dia mendapat banyak pekerjaan besar setelah lepas dari perusahaan yang juga membesarkan namanya. Tristan memilih diam karena memang tidak mau mengomentari rumor apapun."Sejak awal aku sudah tidak suka kau bergaul dengan mereka.""Sebaiknya pulang lah dari pada kau hanya menggerutu di ruang kerjaku."Pamela langsung berjengit, karena begitu bicara Tristan juga hanya selalu balik membuatnya kes

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 49 SULIT

Dua hari setelah menikah bang Hanif langsung membawa Kimmy kembali ke Singapore. Sebenarnya Kimmy ingin menyewa tempat tinggal sendiri tapi bang Hanif berkeras melarangnya, karena memang mustahil dia tega membiarkan wanita yang sedang hamil muda tinggal seorang diri.Tapi bayangkan bagaimana sekarang mereka harus tinggal satu rumah. Rumah yang dulu memang bang Hanif siapkan untuk masa depan mereka berdua. Bahkan kamar mereka yang sudah Hanif siapkan sedemikian rupa sesuai permintaan Kimmy sekarang akhirnya hanya dibiarkan terkunci rapat. Karena Kimmy dan Hanif tetap tidur di kamar mereka masing-masing. Sebenarnya terlalu banyak hal menyakitkan yang harus Kimmy ingat jika dirinya harus tinggal di sini. Tapi bang Hanif benar-benar tidak mengijinkan dirinya tinggal sendiri paling tidak sampai anaknya lahir nanti."Makanlah, Kim. Aku tidak mau kau sampai kekurangan nutrisi.""Nanti saja aku masih belum bisa makan." Kimmy mulai merasa tidak beres dengan perutnya bebe

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 16 TRISTAN AND PAMELA

"Dari mana saja, kau Trista! Sudah beberapa hari aku mencarimu, ponselmu juga tidak bisa dihubungi."Tristan tidak menyangka jika Pamela sudah menunggunya di apatremen dan langsung menghamburkan semua kekesalannya begitu ia baru sampai. Jujur saja Tristan masih lelah untuk menanggapi kemur

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 15 BELAJAR

Kimmy masih duduk di kursi ruang tunggu sementara Tristan masih mengkonfirmasi janjinya dengan Dokter yang akan mereka temui hari ini. Kimmy tidak tahu apa yang dibicarakan Tristan dengan resepsionis cantik itu, mereka menggunakan bahasa Belanda. Karena itu selain penasaran sebenarnya Kimmy juga

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 14 NIGHT

Ternyata Tristan hanya menyewa satu kamar untuk merek berdua."Aku akan menyewa kamar terpisah setelah oprasi," kata Tristan ketika Kimmy hendak protes.

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 13 PERJALANAN

Hari sudah sore dan hampir hujan ketika Kimmy bosan menunggu taksi pesananya yang belum juga datang. Dia mulai risi berdiri di trotoar saat tiba-tiba sebuah sedan berkaca gelap berhenti mendadak tepat di depannya. Telinga kimmy sampai ikut ngilu mendengar suara dencitan rem serta ban yang mengese

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy