loading
Home/ All /I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia) /BAB 2 HANIF

BAB 2 HANIF

Author: Jemyadam
"publish date: " 2020-09-28 16:29:39

Hanif adalah pria yang mencolok di mana pun, dia tampan dan selalu disukai banyak orang. Jadi saat kali ini dia mengumumkan sudah bertunangan, jelas banyak rekan-rekanya yang segera mengucapkan selamat padanya. 

"Kimmy? " sapa salah seorang rekan Bang Hanif sambil menunjuk Kimmy yang ikut segera menyambut uluran tangannya. 

"Kau beruntung Hanif, " tambah pria berkacamata itu sembari menepuk punggung rekanya. 

"Selamat juga ya, Bang ," sapa seorang wanita super seksi yang baru saja mendekati Bang Hanif dengan langkah gemulai. 

"Gue Gisel, " katanya ketika mengulurkan tangan pada Kimmy. 

"Kimmy, " sambut Kimmy ikut memperkenalkan namanya dengan agak canggung, karena wanita yang kelihatanya super percaya diri itu sedang mengoreksi penampilannya secara terang-terangan meski tak berkomentar apa-apa setelah itu dan langsung pergi. 

Teman-teman Bang Hanif mulai berebut untuk memperkenalkan diri dan mengucapkan selamat sampai membuat suasana sedikit berisik karena lelucon yang dibuat beberapa rekanya untuk menggoda pasangan muda yang baru bertunangan itu. 

Entah kenapa Kimmy yang jadinya malah seperti kurang yaman karena merasa asing berada di tengah becandaan rekan-rekan Bang Hanif. Walau demikian dia tetap berusaha untuk tersenyum menyambut antusiasme mereka. Sepertinya Bang Hanif memang di sukai banyak orang. 

Saat Bang Hanif sudah kembali asik terlibat obrolan dengan teman-temannya, Kimmy justru tidak sengaja bertemu lagi dengan  Tristan Murai yang kebetulan juga sedang menatapnya. Masih dari tempat duduk kebesarannya pria itu sedikit mengangguk sembari mengangkat gelasnya, mungkin untuk ikut mengucapkan selamat untuk pertunangannya. Kimmy pun hanya membalasnya dengan sedikit senyum dari ujung bibirnya  yang masih kaku, karena ternyata dia ragu apa benar pria itu bermaksud menyapanya. Karena setelah itu Tristan sudah kembali berpaling dan berbisik pada wanita cantik yang sedari tadi duduk di sampingnya. 

Semakin malam Kimmy merasa semakin tidak nyaman dengan tempat tersebut walau Bang Hanif bilang mereka akan pulang sebentar lagi. Kimmy hanya merasa semakin seperti  orang asing yang sedang berada di tempat yang salah, tak peduli semewah apa tempat tersebut rasanya tetap tidak sesuai dengan dirinya. 

Kimmy kembali memperhatikan Chandelier-Chandelier kristal yang berayun seperti rintik hujan sembari sesekali menggosok punggung lengannya sendiri yang mulai merinding. Pakaian yang dipakainya malam ini sepertinya juga agak berlebihan meski Bang Hanif bilang menyukainya. 

Kimmy mengunakan gaun merah tanpa lengan dengan punggung rendah menggantung dan merekat erat di pinggangnya yang ramping. Jujur saja Kimmy agak menyesal sudah mengikuti saran sepupunya Sofia untuk memilih gaun itu kemarin. 

Kulit eksotik Kimmy yang di padu dengan gaun merah itu membuatnya terlihat seperti wanita jalang penggoda dengan dada padat menonjol dan pinggul bulat berisi yang tercetak jelas dari satin lembut yang melilit erat tubuhnya. Tapi bang Hanif mengaku menyukainya, karena itu awalnya tadi Kimmy masih cukup percaya diri memakainya. 

Rambut panjang gelap Kimmy juga hanya di biarkan terurai, tapi memang kesederhanaan lah yang membuat keindahannya semakin menonjol. Gadis itu memiliki kulit eksotik yang cantik dengan rona alami kemerahan dari gen keluarga besar mereka yang memang masih berdarah Turki. 

Sebelum pulang, Bang Hanif membawa Kimmy untuk menemui Tristan Murai, sekedar untuk berpamitan dan mengucapkan terimakasih. 

Tristan terlihat memperhatikan Kimmy sejenak sebelum kemudian kembali bicara dengan Hanif. 

"Selamat untuk pertunangan kalian, " katanya sembari mengangkat gelas anggur bergagang ramping di tangan kanannya. Tristan  menggoncang-goncang sisa anggur di gelasnya sebelum kemudian meneguknya kembali. 

Tristan sebenarnya hanya respect terhadap orang yang menurutnya berpotensi, dan Hanif  merupakan salah satu karyawan favoritnya. Bahkan Tristan sudah dua kali memberi pemuda itu promosi jabatan hanya dalam kurun waktu beberapa bulan dia bekerja untuknya. 

Sepertinya Kimmy juga baru benar-benar memperhatikan jika Tristan Murai memiliki sepasang Netra biru pekat yang dibingkai oleh mata cekung yang dalam. Siapapun pasti akan merasa gentar hanya untuk sekedar menatapnya, walaupun dia sangat luar biasa tampan tapi kesannya memang agak keji dan mengerikan untuk di dekati. Mungkin juga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa dekat dengannya. Karena dari tadi Kimmy juga tidak melihat Tristan bicara dengan siapapun kecuali wanita cantik di sebelahnya yang juga baru di tahu bernama Pamela. 

Sepertinya Pamela dan Tristan memang memiliki kedekatan yang spesial. Dari tadi wanita itu terlihat beberapa kali berbisik pada Tristan,dan bergelayut manja di bahunya tanpa membuat Tristan merasa keberatan. Pamela adalah wanita yang sangat cantik, berambut pirang dan bermata biru pucat seperti langit di siang hari. Kimmy tahu jika wanita itu hanya sedang pura-pura tersenyum padanya karena sama sekali tidak nampak ketulusan dari bibir kakunya yang terlalu dipaksa. 

Kimmy hanya bersyukur karena Bang  Hanif segera membawanya pergi setelah itu. Kimmy lega karena tidak harus merasa canggung lagi di lingkungan yang sama sekali tidak cocok dengannya itu. 

Selama ini Kimmy bekerja di sebuah perusahaan distributor. Sebagai seorang bendahara, dia nyaris menghabiskan delapan jam kerjaannya dengan hanya duduk di belakang meja. Tempatnya bekerja juga tidak pernah mengadakan pesta ataupun sekedar ucapan terimakasih pada para karyawan yang rajin bekerja. Selama ini Kimmy bekerja nyaris seperti robot tanpa mobilitas karir atau pun lingkungan sosial yang sehat. 

Sebagian besar karyawan di tempat Kimmy bekerja adalah laki-laki, kadang Kimmy juga heran bagaiman dirinya bisa tahan bekerja di tempat tersebut selam tiga tahun. Mencari pekerjaan di jaman sekarang ini memang agak sulit, kecuali untuk orang seperti Bang Hanif yang jenius dan lulusan Yale. Itulah kenapa semakin hari Kimmy merasa ketimpangan mereka semakin melejit jauh seperti jarak bumi dan bulan bolak-balik tiga kali. 

Kadang Kimmy juga masih sulit percaya bagaimana orang seperti Bang Hanif bisa memilih wanita seperti dirinya. Jujur saja saat bertemu teman-teman Bang Hanif barusan Kimmy juga sempat merasa insecure. Bayangkan saja bagaimana Kimmy tidak cemas  jika ada begitu banyak wanita cantik yang terlihat  sengaja memperhatikan tunangannya dengan sangat terus terang. 

"Bagaimana dengan pekerjaanmu, Kym, " tanya Bang Hanif saat dalam perjalanan pulang, " benarkah kau masih belum tertarik untuk mencoba peluang lain. "

"Sepertinya aku tak seberuntung dirimu, Bang"____" bisa bebas memilih pekerjaan yang kita suka. "

Bang Hanif hanya mengerutkan dahi saat menoleh Kimmy, yang selalu saja pesimis seperti itu mengenai karirnya. 

"Aku akan membantumu mendapat peluang yang baik jika kau mau mempertimbangkan tawaranku. "

Dari beberapa bulan yang lalu Bang Hanif memang sudah membujuknya untuk resign, tapi Kimmy nampaknya masih berat meski tahu pekerjaannya seperti sama sekali tidak memberinya nutrisi untuk hidup sehat. 

Kalau Bang Hanif sendiri sebenarnya tidak masalah Kimmy mau bekerja di manapun asalkan tunangannya itu nyaman, dia hanya kurang suka dengan lingkungan kerja Kimmy yang banyak di dominasi oleh kaum laki-laki. Sebenarnya Bang Hanif juga tidak mengharuskan istrinya nanti untuk bekerja. Cuma di jaman sekarang ini sepertinya agak sulit untuk meminta wanita hanya diam di rumah saja untuk dirinya. 

"Abang tidak mampir? "Tanya Kimmy,   karena Bang Hanif hanya meraih tangan dan mengecupnya. 

"Istirahatlah saja, ini sudah malam. "

Kimmy mengangguk dan tersenyum sebelum turun dan membiarkan pria itu menciumnya sebentar. 

"Terimakasih untuk malam ini, " dia kembali mencium punggung tangan Kimmy. Baru membukakan pitu untuk ia turun. 

"Ingat besok aku akan menjemputmu," kata Bang Hanif , "sudah dua minggu aku tidak membawamu ke rumah, Mama sudah mulai mengancam akan menjemputmu sendiri jika aku tidak segera membawa calon anak perempuannya. "

Bang Hanif adalah dua bersaudara adik laki-lakinya baru duduk di kelas tiga SMA, dan memang tidak pernah ada anak perempuan di keluarga mereka. Wajar jika calon ibu mertua Kimmy itu kadang agak berlebihan juga memanjakannya. 

Sebenarnya keluarga Kimmy dan Bang Hanif juga masih memiliki hubungan kekerabatan, meski bukan kerabat dekat tapi mereka semua sudah sering berkumpul dan saling mengenal keluarga masing-masing. Kimmy juga sudah mengenal calon ibu mertuanya itu sejak ia masih anak-anak. Jadi saat mengetahui putranya hendak melamar Kimmy mereka semua tentu menyambutnya dengan suka cita, karena selain itu keluarga besar mereka memang masih sangat memegang tradisi perjodohan di antara lingkungan keluarga. 

Sampai di sini semuanya masih terasa begitu sempurna, Kimmy dan Bang Hanif adalah pasangan yang serasi. Kimmy juga tidak pernah merasa ada yang salah dengan tunangannya, bahkan rasanya pria itu terlalu sempurna untuk di miliki. Hanya agak aneh saja jika pria seperti Bang Hanif mau memilih wanita seperti dirinya, yang tidak pernah memiliki prestasi apa-apa. 

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 54 SON

Karena hampir tidak tidur semalaman akhirnya Kimmy bangun kesiangan, dan mungkin juga masih belum bangun jika bukan karena telpon dari rekan kerjanya yang sudah berteriak tidak sabaran."Tolong jangan terlalu heboh ini masih pagi.""Apa saja yang kau lakukan, Kim? Ini sudah hampir jam sepuluh! " triak suara dari sebrang telpon."Oh, Tuhan! " Kimmy baru sadar ketika menengok jam di dinding."Jangan bilang kau baru bangun! "Kimmy tidak menjawab."Kau pasti juga belum mendengar jika presentasi kita kemarin berhasil dan kita mendapatkan kontraknya! " triak Keyla dengan girang.Tapi ti

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 53 ALONE

Sepulang dari presentasi Kimmy tidak ikut kembali ke kantor dan hanya minta langsung di antar untuk menjemput putranya. "Turunkan aku disini saja! " perintah Kimmy yang memang sudah membuat janji dengan bang Hanif untuk menunggu di sana.Begitu Kimmy keluar dari mobil, Hanif langsung membawa Al untuk menghampirinya."Momy... Momy... "Mulut kecilnya masih belepotan Es krim ketika tangannya ingin meraih Kimmy.Kimmy langsung mengambil tisu dari dalam tasnya untuk mengelap bibir dan tangan putranya yang ikut belepotan."Kemari anak pintar apa kau menyusahkan paman Hanif?" tanya Kimmy sambil mencium pipi merahnya dengan gemas."Apa dia sudah makan? " tanya Kimmy pada bang Hanif."Menurut susternya sudah makan tapi tidak banyak. ""Oh...apa perutmu masih sakit? "Bocah laki-laki itu langsung menggeleng kemudian mencium ibunya."Bagaimana jika kita makan dulu? " tanya bang Hanif dan si kecil Al langsung meng

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 52 NEW LIFE

Kimmy mulai pindah ke tempat tinggalnya sendiri sejak bayinya berusia tiga bulan untuk memulai hidup barunya yang sesungguhnya tanpa bergantung pada siapapun. Kimmy sudah mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan periklanan. Sebenarnya Hanif menawarkan pekerjaan di perusahaannya tapi kimmy menolak karena tidak akan ada bedanya dengan numpang di rumahnya. Jika bukan karena sudah sangat mengenal sifat keras kepala Kimmy pasti Hanif sudah tersinggung dengan semua penolakannya. Tapi sepertinya dia lebih mengerti dengan tekat Kimmy dan akan selalu mendukungnya.Hanif senang karena sekarang Kimmy benar-benar sudah menjadi wanita yang mandiri, tangguh dan dewasa. Bahkan dia mendapatkan dua kali promosi jabatan di tahun pertamanya. Meski dengan kesibukannya yang luar biasa sebagai ibu muda dan wanita yang bekerja, tapi sepertinya energinya juga tidak pernah surut dan hal itu lah yang membuat Ha

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 51 BABY BOY

"Kimmy..."Lilian kembali berkunjung dengan membawa bocah kecil bersamanya."Dia tidak sabar ingin melihatmu." Lily melepas putri kecilnya untuk berlari pada Kimmy."Your baby will be my brother?" tanya gadis kecil berambut ikal itu sambil menyentuh perut besar Kimmy."Yea...sure." Kimmy mengangguk dan tersenyum karena kagum dengan kelincahan dan keceriaan bocah kecil berpipi merah itu."Sofia, kemari ajak Kimmy duduk." Lilian menepuk sofa di sebelahnya sambil membiasakan putrinya berbahasa Indo."Where's dady?""Masih belum pulang, bukan kah tadi kau bilang hanya ingin buru-buru b

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 50 RUMAH

"Jadi wanita itu sudah menikah," kata Pamela sambil melirik Tristan yang berlagak mengabaikannya."Apa kau tidak merasa dikhianati sama sekali?"Tristan baru kembali melempar berkas yang baru ia terima di atas mejanya."Menikah dengan pria yang sekarang juga mengambil beberapa proyek besarmu."Sepertinya Pamela memang sengaja hanya ingin membuat Tristan kesal.Kehilangan beberapa proyek sebenarnya tidak terlalu masalah bagi Tristan. Tristan juga tahu jika Hanif tidak bermain curang, tapi tetap saja kesannya di mata publik akan seperti itu. Karena dia mendapat banyak pekerjaan besar setelah lepas dari perusahaan yang juga membesarkan namanya. Tristan memilih diam karena memang tidak mau mengomentari rumor apapun."Sejak awal aku sudah tidak suka kau bergaul dengan mereka.""Sebaiknya pulang lah dari pada kau hanya menggerutu di ruang kerjaku."Pamela langsung berjengit, karena begitu bicara Tristan juga hanya selalu balik membuatnya kes

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 49 SULIT

Dua hari setelah menikah bang Hanif langsung membawa Kimmy kembali ke Singapore. Sebenarnya Kimmy ingin menyewa tempat tinggal sendiri tapi bang Hanif berkeras melarangnya, karena memang mustahil dia tega membiarkan wanita yang sedang hamil muda tinggal seorang diri.Tapi bayangkan bagaimana sekarang mereka harus tinggal satu rumah. Rumah yang dulu memang bang Hanif siapkan untuk masa depan mereka berdua. Bahkan kamar mereka yang sudah Hanif siapkan sedemikian rupa sesuai permintaan Kimmy sekarang akhirnya hanya dibiarkan terkunci rapat. Karena Kimmy dan Hanif tetap tidur di kamar mereka masing-masing. Sebenarnya terlalu banyak hal menyakitkan yang harus Kimmy ingat jika dirinya harus tinggal di sini. Tapi bang Hanif benar-benar tidak mengijinkan dirinya tinggal sendiri paling tidak sampai anaknya lahir nanti."Makanlah, Kim. Aku tidak mau kau sampai kekurangan nutrisi.""Nanti saja aku masih belum bisa makan." Kimmy mulai merasa tidak beres dengan perutnya bebe

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BA 28 INGATAN

Minggu pagi Kimmy buru-buru bangun karena sedang senang hatinya dan berniat untuk mengajak tristan jalan-jalan. Tapi saat dia turun ternyata Tristan malah masih belum kelihatan."Apa Tristan belum bangun, Bu?" tanya Kimmy menghampiri ibunya yang masih membuat sarapan pagi.Sang ibu

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 27 MANIS

Kimmy heran karena saat dirnya pulang dari kantor, teryata Tristan juga masih di kamar. Tadi siang sebenarnya Tristan sepat membantu ibu Kimmy membenahi kran air, karena malah tambah rusak akhirnya mereka menyerah dan memanggil tukang. Tristan kembali lagi ke kamar setelah itu dan menurut ibu Kim

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 26 KONYOL

"Bu...!" Panggil Kimmy setelah menuruni tangga dan tidak melihat siapa-siapa."Tristan....!" panggilnya sambil menengok ke ruang samping yang juga kosong.Kimmy bingung karena tidak mendapati siapapun di rumahnya. Di dapur juga tidak ada orang padahal biasanya pagi-pagi begini ibuny

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 25 MEMORY

Kimmy dan Tristan sedang menikmati makan siang di meja makan. Karena Kimmy tidak mau makan di sofa seperti orang sakit."Makanlah, Tristan. Itu nasi dan itu supnya." Kimmy menunjuk satu persatu. "Apa

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy