loading
Home/ All /I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia) /BAB 5 KESALAHAN

BAB 5 KESALAHAN

Author: Jemyadam
"publish date: " 2020-09-28 16:36:21

Baru kali ini Kimmy benar-benar menangis. Dia tidak percaya Bang Hanif tega berbuat seperti ini, karena seorang Tristan Murai juga tidak mungkin sedang berbohong. Dia bisa mendapatkan wanita manapun tanpa perlu repot-repot mengarang kebohongan macam ini. Apa lagi hanya untuk wanita seperti dirinya.

Tristan coba meraih Kimmy dan menghapus air matanya. 

"Aku mau pulang, " kata Kimmy saat memberanikan diri untuk menatap Tristan yang ternyata hanya menggeleng. 

"Sepertinya tidak bisa, " kata pria itu dan Kimmy pun segera menepis tangannya, karena tiba-tiba merasa jijik. 

"Aku tidak mau dan aku punya hak untuk menolak! " tegasnya dengan gigi bergetar. 

Kimmy tidak peduli jika telah dihianatin oleh tunangannya sendiri dan itu masih terlalu menyakitkan untuk benar-benar dia pikirkan sekarang. Tapi yang Kimmy tahu dirinya tetap wanita yang bebas baik Bang Hanif ataupun Tristan, mereka sama sekali tidak memiliki hak atas dirinya. 

"Buka pintunya dan aku mau pergi!" Kimmy sudah cukup panik karena memutar-mutar knop pintu yang tak bergeming. 

Tristan menggeleng, "Dia sudah mengambil perjanjiannya, aku boleh memilikimu."______"Tidak perlu sehari semalam, cukup buat saja aku puas dan semua ini selesai." Tristan masih begitu santai seolah mereka tidak sedang membahas perkara yang sangat tidak bermartabat. 

"Kau tidak bisa memaksaku!" tolak Kimmy dengan tegas. 

"Aku bukan pria yang akan memaksa wanita. " 

Tristan Murai sengaja melangkah mundur agar Kimmy bisa melihatnya secara utuh. 

"Apa aku terlihat buruk ?" tanya pria itu dengan sangat percaya diri, dan luar biasa jengkel dengan sikap naif Kimmy. "Kupastikan kau juga akan sangat bersenang-senang. "

Sungguh demi apapun Kimmy tetap merasa jijik membayangkan dirinya harus melakukan perbuatan kotor untuk melayani nafsu seorang pria di atas ranjang, tak perduli meskipun pria itu setampan Tristan Murai. 

"Kupikir kita sudah cukup dewasa untuk membahas hal seperti ini. Kita adalah dua orang dewasa yang sedang berada di dalam sebuah kamar mustahil kau tidak ingin kita melakukan apa-apa. 

Kimmy menggeleng tegas sembari mengepalkan tangannya dengan kaku. 

"Aku mau pulang, dan akan berteriak jika kau tidak segera membuka pintu!"

"Tidak akan ada yang mendengarmu," muak Tristan yang kemudian malah berjalan kembali ke sofa dan duduk satai di sana untuk menatap Kimmy yang masih berdiri kaku di depan pintu. 

"Terserah jika kau akan mengurungku sehari semalam, tapi jangan harap aku mau melakukan apapun untukmu!"

"Duduklah jika kau lelah berdiri di situ," kata Tristan sambil menepuk sofa di sebelahnya, berlagak sama sekali tidak menghiraukan kecaman Kimmy. 

Kimmy pun sama sekali tak bergeming dan bersikeras tetap akan berdiri meskipun nanti kakinya capek dan pegal. 

"Apa kau tidak bosan? " tanya Trista setelah beberapa lama. 

Kimmy masih acuh. 

"Ayolah kita sudah sama-sama dewasa kita tidak perlu seperti ini, sementara kita bisa melakukan banyak hal menyenangkan jika kau mau mendekat kemari."

"Aku akan tetap di sini! "

"Untuk apa kau bersikeras seperti itu? 

Apa itu hanya untuk pria yang sudah menawarkanmu di ranjangku?"

Kimmy berpaling karena takut ketahuan jika hendak menangis tiap kali diingatkan dengan penghianatan tunangannya. 

"Lebih baik kita bercinta dan melupakanya dari pada kau hanya berdiri disitu." 

"Oh,singkirkan otak kotormu! " pekik Kimmy yang sudah mengabaikan tata krama, tapi anehnya Tristan justru tertawa. 

"Tidak ada yang tidak suka bercinta, aku yakin kau juga akan sangat menyukainya denganku, " cemoohnya dengan seringai meremehkan. 

"Kau tidak perlu keras kepala, dengan berpura-pura tidak menginginkannya sama sekali."

"Tidak, aku tidak akan melakukan apapun untukmu!" tegas Kimmy untuk kesekian kali. 

"Terlalu banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan pria dan wanita ketika terkurung berdua di kamar seperti ini." ______ "Tidak akan ada yang mengganggu kita."

Kimmy kembali membisu, pura-pura tidak mendengar apa yang di bicarakan pria itu. 

Tristan kembali bangkit untuk berjalan mendekati Kimmy yang masih keras kepala menolaknya. 

"Ini akan menyenangkan dan cukup hanya kita berdua yang tahu, " bisiknya ketika mereka ternyata sudah cukup dekat karena Kimmy tidak bisa mundur lagi. 

"Tinggal kau tanggalkan pakaianmu dan aku juga akan menanggalkan pakaianku."

Tristan benar-benar pintar untuk mengiring pikirannya ke lembah nista. 

Kimmy semakin tegas menggeleng karena sama sekali tidak bisa membayangkan dirinya berbuat sekotor itu. Tak peduli meski pun 

Tristan Murai adalah mahluk yang terlalu menggoda untuk dituruti keinginannya. 

"Lakukan seperti saat kau bercinta dengannya."

"Aku bukan wanita seperti itu! "kali ini Kimmy cukup berani untuk balas menatap Tristan dengan sungguh-sungguh. 

"Mustahil wanita sepertimu masih perawan? "tanya Tristan terdengar iseng tapi Kimmy memang mengangguk. 

"Aku tidak akan melakukan perbuatan menjijikkan seperti itu! " tegas Kimmy masih cukup berbangga dengan prinsipnya. 

"Apa bedanya, pada akhirnya semua wanita juga membutuhkan pria untuk mengisinya," cemooh Tristan sebelum mengangkat dagunya. 

"Seorang wanita sebenarnya juga memiliki keinginan yang sama dengan seorang pria!"

Kimmy sama sekali tidak menduga jika Tristan akan menciumnya setelah itu. Kimmy berusaha menolak tapi pria itu berhasil menahannya agar tetap diam. Tentu Kimmy sudah pernah berulang kali berciuman dengan Bang Hanif tapi rasanya memang tidak sama seperti saat Tristan Murai yang terus memaksa untuk melumat bibirnya meskipun Kimmy bersikeras menolaknya. 

Tristan mendorongnya semakin merekat ke dinding jadi Kimmy sama sekali tidak bisa bergerak kecuali menerima apapun yang diperbuat pria itu termasuk saat tiba-tiba tangan Tristan sudah sangat lancang menyisip kedalam span pensilnya. Sungguh itu adalah tindakan yang sangat kurang ajar, tapi Kimmy sama sekali tidak bisa berkelit karena lututnya juga ditekan ke dinding. Jadi Kimmy hanya bisa pasrah ketika merasakan jari-jari pria itu menggerayanginya dengan berani dan tidak senonoh. 

"Kau menyukainya?" bisik Tristan seperti ejekan halus karena dia tidak bodoh untuk sekedar mengetahui jika wanita itu juga menikmati sentuhannya. 

Kimmy mulai melenguh gelisah, karena Tristan tidak mau berhenti mempermainkannya dan sama sekali tidak perduli walaupun Kimmy mulai kepayahan mempertahankan harga dirinya. 

"Aku punya banyak cara untuk menyenagkanmu seperti ini," bisik Tristan sambari mengigit daun telinga Kimmy yang sudah tidak mampu lagi menolak semua perlakuannya. 

Kimmy memang sudah sangat kuwalahan menanggung semua keinginan Tristan, dia tidak bisa menghindar dan hanya bisa pasrah membiarkan pria itu mendapatkan kesenangannya. 

"Kau begitu manis dan panas."

Entahlah Kimmy tidak tahu lagi apa yang dia rasakan ketika menyaksikan Tristan melumat jari tengahnya sendiri yang baru dia cabut dari dalam tubuhnya yang mencair. Kimmy benar-benar masih linglung setelah perbuatan kotor Tristan Murai menghancurkan kepolosannya. 

Sebenarnya Tristan juga tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan hadiah menyenangkan seperti ini. Menggoda seorang wanita yang ternyata masih sangat awam dengan sentuhan pria tentunya akan menjadi kegiatan yang semakin menyenangkan. 

Tristan sudah menyambar tubuh Kimmy dan membaringkannya di atas ranjang. 

"Tolong jangan lakukan itu lagi, " mohon Kimmy rela berlutut agar pria itu berhenti. Tapi justru Tristan menyentuh bibirnya dengan jari telujuk dan berdesis lirih agar Kimmy diam ketika ia mulai melepas kancing bajunya. 

"Kita akan bercinta sayang dan percayalah ini akan menyenangkan." 

Kimmy hanya tahu jika semua ini sudah tidak benar tapi Tristan Murai tentunya juga bukan jenis pria yang mudah diabaikan dengan segala ajakan kotornya. 

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 54 SON

Karena hampir tidak tidur semalaman akhirnya Kimmy bangun kesiangan, dan mungkin juga masih belum bangun jika bukan karena telpon dari rekan kerjanya yang sudah berteriak tidak sabaran."Tolong jangan terlalu heboh ini masih pagi.""Apa saja yang kau lakukan, Kim? Ini sudah hampir jam sepuluh! " triak suara dari sebrang telpon."Oh, Tuhan! " Kimmy baru sadar ketika menengok jam di dinding."Jangan bilang kau baru bangun! "Kimmy tidak menjawab."Kau pasti juga belum mendengar jika presentasi kita kemarin berhasil dan kita mendapatkan kontraknya! " triak Keyla dengan girang.Tapi ti

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 53 ALONE

Sepulang dari presentasi Kimmy tidak ikut kembali ke kantor dan hanya minta langsung di antar untuk menjemput putranya. "Turunkan aku disini saja! " perintah Kimmy yang memang sudah membuat janji dengan bang Hanif untuk menunggu di sana.Begitu Kimmy keluar dari mobil, Hanif langsung membawa Al untuk menghampirinya."Momy... Momy... "Mulut kecilnya masih belepotan Es krim ketika tangannya ingin meraih Kimmy.Kimmy langsung mengambil tisu dari dalam tasnya untuk mengelap bibir dan tangan putranya yang ikut belepotan."Kemari anak pintar apa kau menyusahkan paman Hanif?" tanya Kimmy sambil mencium pipi merahnya dengan gemas."Apa dia sudah makan? " tanya Kimmy pada bang Hanif."Menurut susternya sudah makan tapi tidak banyak. ""Oh...apa perutmu masih sakit? "Bocah laki-laki itu langsung menggeleng kemudian mencium ibunya."Bagaimana jika kita makan dulu? " tanya bang Hanif dan si kecil Al langsung meng

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 52 NEW LIFE

Kimmy mulai pindah ke tempat tinggalnya sendiri sejak bayinya berusia tiga bulan untuk memulai hidup barunya yang sesungguhnya tanpa bergantung pada siapapun. Kimmy sudah mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan periklanan. Sebenarnya Hanif menawarkan pekerjaan di perusahaannya tapi kimmy menolak karena tidak akan ada bedanya dengan numpang di rumahnya. Jika bukan karena sudah sangat mengenal sifat keras kepala Kimmy pasti Hanif sudah tersinggung dengan semua penolakannya. Tapi sepertinya dia lebih mengerti dengan tekat Kimmy dan akan selalu mendukungnya.Hanif senang karena sekarang Kimmy benar-benar sudah menjadi wanita yang mandiri, tangguh dan dewasa. Bahkan dia mendapatkan dua kali promosi jabatan di tahun pertamanya. Meski dengan kesibukannya yang luar biasa sebagai ibu muda dan wanita yang bekerja, tapi sepertinya energinya juga tidak pernah surut dan hal itu lah yang membuat Ha

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 51 BABY BOY

"Kimmy..."Lilian kembali berkunjung dengan membawa bocah kecil bersamanya."Dia tidak sabar ingin melihatmu." Lily melepas putri kecilnya untuk berlari pada Kimmy."Your baby will be my brother?" tanya gadis kecil berambut ikal itu sambil menyentuh perut besar Kimmy."Yea...sure." Kimmy mengangguk dan tersenyum karena kagum dengan kelincahan dan keceriaan bocah kecil berpipi merah itu."Sofia, kemari ajak Kimmy duduk." Lilian menepuk sofa di sebelahnya sambil membiasakan putrinya berbahasa Indo."Where's dady?""Masih belum pulang, bukan kah tadi kau bilang hanya ingin buru-buru b

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 50 RUMAH

"Jadi wanita itu sudah menikah," kata Pamela sambil melirik Tristan yang berlagak mengabaikannya."Apa kau tidak merasa dikhianati sama sekali?"Tristan baru kembali melempar berkas yang baru ia terima di atas mejanya."Menikah dengan pria yang sekarang juga mengambil beberapa proyek besarmu."Sepertinya Pamela memang sengaja hanya ingin membuat Tristan kesal.Kehilangan beberapa proyek sebenarnya tidak terlalu masalah bagi Tristan. Tristan juga tahu jika Hanif tidak bermain curang, tapi tetap saja kesannya di mata publik akan seperti itu. Karena dia mendapat banyak pekerjaan besar setelah lepas dari perusahaan yang juga membesarkan namanya. Tristan memilih diam karena memang tidak mau mengomentari rumor apapun."Sejak awal aku sudah tidak suka kau bergaul dengan mereka.""Sebaiknya pulang lah dari pada kau hanya menggerutu di ruang kerjaku."Pamela langsung berjengit, karena begitu bicara Tristan juga hanya selalu balik membuatnya kes

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 49 SULIT

Dua hari setelah menikah bang Hanif langsung membawa Kimmy kembali ke Singapore. Sebenarnya Kimmy ingin menyewa tempat tinggal sendiri tapi bang Hanif berkeras melarangnya, karena memang mustahil dia tega membiarkan wanita yang sedang hamil muda tinggal seorang diri.Tapi bayangkan bagaimana sekarang mereka harus tinggal satu rumah. Rumah yang dulu memang bang Hanif siapkan untuk masa depan mereka berdua. Bahkan kamar mereka yang sudah Hanif siapkan sedemikian rupa sesuai permintaan Kimmy sekarang akhirnya hanya dibiarkan terkunci rapat. Karena Kimmy dan Hanif tetap tidur di kamar mereka masing-masing. Sebenarnya terlalu banyak hal menyakitkan yang harus Kimmy ingat jika dirinya harus tinggal di sini. Tapi bang Hanif benar-benar tidak mengijinkan dirinya tinggal sendiri paling tidak sampai anaknya lahir nanti."Makanlah, Kim. Aku tidak mau kau sampai kekurangan nutrisi.""Nanti saja aku masih belum bisa makan." Kimmy mulai merasa tidak beres dengan perutnya bebe

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 24 RIBUT

Hari masih pagi tapi rumah Kimmy sudah kembali ribut."Oh Tristan, apa yang kau lakukan." Buru-buru Kimmy berlari menuruni tangga karena melihat Tristan bertengkar dengan salah seorang tetangganya."Aku hanya memintanya untuk menggeser mobilnya," terang salah seorang tetangga depan

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 23 HOME

Kimmy sudah hampir tertidur ketika mendengar suara berisik dari lantai bawah. Karena langsung teringat Tristan, Kimmy pun segera melompat turun dari tempat tidurnya, ia bergegas keluar untuk memeriksa. Benar saja dia terkejut melihat Tristan masih belu

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 22 TRAUMA

Kimmy langsung di ijinkan pulang karena memang dia sama sekali tidak mengalami cidera serius. Bang Hanif juga langsung balik ke Singapore sore harinya karena pekerjaanya juga sedang tidak bisa di wakilkan pada siappaun. Tiap kali memikirkan bang Hanif

I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)    BAB 21 TRISTAN

Mereka berdua masih duduk di sofa hanya diam tanpa ada yang mau bicara. Kimmy tidak tahu apa yang sedang di pikirkan Tristan, tapi ia benar-benar sudah tidak tahan. Bagaimanapun seharusnya Tristan bisa bersikap terbuka bukan malah menyeretnya pada masa

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy