Wird geladen
Startseite/ ALLE /The Baby (Bahasa Indonesia)/The Baby - 03

The Baby - 03

helloimironman
"Veröffentlichungsdatum: " 29.10.2020 00:22:41

Author POV

Kalau kalian penasaran dengan alasan mengapa Sehun gemar membuat Resya sengsara. Alasannya satu, karena Resya menolak cintanya.

Di balik kekejaman Sehun, ada luka yang membusuk didalam hati cowok itu. Luka yang di torehkan oleh orang terkasih nya. Sehun meminta dengan baik hati Resya, namun cewek itu menolaknya mentah - mentah, jadi jangan salahkan Sehun jika mengambil segala yang ada di diri Resya dengan segala cara.

Sehun kira rasa cintanya ke Resya akan memudar jika ia sudah menyicipi tubuh cewek itu. Tapi ternyata, rasa itu semakin nyata dan tumbuh. Sehun terobsesi dengan segala yang Resya miliki.

Sehun bahkan sudah memaksa Resya untuk menjadi pacarnya hingga dua kali, dengan di iming - iming jika Resya mau menjadi pacarnya maka warga sekolah tidak ada lagi yang berani membully Resya, --padahal mereka semua membully Resya karena ulah Sehun.

Tapi pernyataan cinta Sehun yang kedua kali berakhir sama, di tolak. Ya, tidak ada cara lain, semakin Sehun di tolak, maka semakin besar tekad cowok itu untuk memiliki Resya seutuhnya. Apapun caranya.

Tak masalah jika Resya tidak mau jadi pacarnya, yang terpenting cewek itu sudah berhasil Sehun taklukan. Dengan kekuasaan yang Sehun miliki, apapun yang ia inginkan akan terasa mudah di dapatkan.

Tidak ada yang pernah membuat Sehun hingga segila ini. Mendengar hembusan nafas Resya saja dunia gelap Sehun seakan datang cahaya.

Sebastian Hunegara adalah orang yang tampan.

Sebastian Hunegara adalah orang yang tajir.

Sebastian Hunegara adalah pewaris tunggal keluarga kaya raya.

Dan masih banyak kelebihan yang Sehun miliki. Coba sebutkan kekurangan apa yang Sehun miliki hingga Resya berani menolak cintanya?

* * *

"Ibuku tadi telpon, beliau minta aku untuk pulang kerumah." ujar Resya yang baru saja selesai dengan pekerjaan yang Sehun perintahkan. Rambut cewek manis itu lepek, keringatnya membanjiri leher dan dahi mulusnya. 

Sehun yang mendengar suara memohon Resya berdecak, "Ribet banget sih Ibu lo, untung gue kaga punya ibu." balas Sehun ketus. 

"Astaghfirullahalazim, kamu ini berdosa banget." ujar Resya sembari menutup mulutnya kaget. Meskipun Resya sudah biasa mendengar Sehun membangga - banggakan dirinya karena tidak memiliki ibu, tapi tetap saja Resya tidak mengira bahwa Sehun akan menjawab dengan jawaban seperti itu. 

"Udah sana balik, tapi naik angkot ya. Supir gue udah pulang." kata Sehun menampilkan seringai liciknya. 

"Aku gak bawa uang buat naik angkot." 

"Yaudah tinggal jalan kaki, ribet amat. Gak usah ngarep gue mau nganter lo, gue sibuk." ketus Sehun membuat Resya menunduk pasrah. 

Resya menghela nafas berat, merutuki kecerobohan nya karena tidak sempat mengantongi uang sepersen untuk berjaga - jaga. 

"Ya sudah, aku pamit." ujar Resya kemudian beranjak keluar dari rumah Sehun. 

Resya menatap langit yang sudah mendung, lalu pandangannya kembali menatap lurus kedepan, memandangi jalan raya yang sedang renggang. Resya memilih istirahat sebentar di halte bus karena kakinya berdenyut nyeri. Resya sudah hampir sampai di rumahnya, cewek berambut panjang itu benar - benar jalan kaki dari rumah Sehun. Setelah seharian tulangnya di buat remuk karena habis mengepel lantai rumah tingkat tiga milik Sehun, kini Resya kembali menyiksa dirinya lagi. 

"Hujan." gumam Resya melihat rintik air hujan yang turun membasahi bumi. Senyum Resya terbentang lebar, Resya menyukai hawa dingin ketika hujan, karena itu akan membuat sedikit perasaan nya membaik. 

Resya melangkah ke trotoar jalan, membiarkan tubuhnya di basahi air yang turun dari langit itu. Dengan langkah kecil Resya kembali melanjutkan perjalanan nya menuju rumah, tidak memperdulikan pakaian dan rambutnya yang sudah basah kuyup. 

Tubuh Resya tiba - tiba tersentak kebelakang, matanya terbelalak kaget saat dirinya jatuh di pelukan Sehun. Laki - laki tanpa ekspresi yang kini melindungi Resya dari air hujan menggunakan payung di tangannya. Resya yang tersadar spontan menegakkan tubuhnya, melangkah mundur menjauh dari Sehun. 

"Kamu ngapain di sini?" tanya Resya menatap Sehun bingung. Karena seingat Resya, tadi Sehun bilang bahwa dirinya sibuk hingga tidak bisa mengantarnya. 

Sehun berdecak, kembali menarik tubuh Resya secara kasar, "Hujan bego, muka lo tambah jelek kalo kedinginan. Udah kayak tikus got kecebur kali." sarkas Sehun melenceng dari pertanyaan yang Resya ajukan. 

Dua insan itu terdiam di bawah satu payung yang sama. Sampai akhirnya Sehun menyeret kasar Resya untuk masuk kedalam mobilnya yang terparkir di tepi jalan. 

"Nanti mobil kamu basah." kata Resya mencoba untuk keluar dari mobil Sehun. 

Sehun yang melihat itu berdecak, mendorong tubuh Resya hingga mentok ke badan kursi, kemudian menguci tubuh kurus cewek itu dengan seatbelt. 

"Banyak bacot lo." ketus Sehun kemudian menginjak pedal gas mobilnya. 

"Lo beneran bego ya? Kok mau - maunya sih gue suruh jalan kaki." ujar Sehun sedikit nyolot. Aneh, padahal kan yang capek Resya, kok jadi dia yang marah. 

Resya menunduk, mencibir samar, "Kan perintah. Kata kamu kalau perintah gak boleh di bantah." jawab Resya dengan polosnya. 

Kepala Sehun menoleh sekilas kearah Resya, bibir cowok itu memaki habis - habisnya kebodohan Resya. Tapi setelah itu Sehun langsung menepikan mobilnya, mengambil selimut tebal yang berada di kursi penumpang belakang. Kemudian Sehun lempar secara kasar kewajah Nisya. 

"Di pake, jangan di buang." ketus Sehun. 

"Iya aku tau." jawab Nisya seraya membungkus tubuh mungilnya dengan selimut yang Sehun berikan. 

"Ya kan biasanya lo bego." celetuk Sehun kembali melajukan mobilnya. 

"Siapa bilang aku bego? Dari SD sampai SMP aku selalu ranking satu!" balas Resya tak terima. 

Sehun yang fokus menyetir menoleh barang sedetik ke Resya, cowok itu menyembunyikan senyum kecilnya yang timbul karena tak tahan melihat wajah kesal Resya. 

"Tapi sejak masuk SMA lo jadi bego kan?"

Resya mengangguk, bibirnya mempout menambah kesan keimutan cewek itu. "Itu karena jawaban ulangan ku tukeran sama Arina. Makanya Arina selalu jadi ranking satu di kelas." lirik Resya. 

"Ya itu bego namanya! Lo bego karena mau aja tukeran kertas jawaban sama Arina." sentak Sehun yang kesal sendiri. 

"Itu gara - gara kamu, Sehun!" teriak Resya tiba - tiba. "Coba aja kamu gak kasih tau warga sekolah kalau Ayah aku preman pasar dan ibu aku pembantu, mereka gak akan memperlakukan aku kayak gini!" ujar Resya yang tiba - tiba emosinya memuncak, cewek itu menatap Sehun dengan tatapan tajam. 

Sehun yang melihat itu mencoba tenang, namun perlahan laju mobilnya semakin mencepat, kedua tangan Sehun menggenggam setir mobilnya dengan erat, menahan kekesalannya. 

Resya menunduk, menyeka air matanya yang jatuh. "Turunin aku, Sehun." lirih Resya menahan isaknya. Selimut yang tadi membungkus tubuh cewek itu bahkan sudah Resya taruh kembali di tempat semula. 

Sehun menulinya pendengarannya, ia tetap menginjak pedal gas mobilnya.

"Turunin aku..." kata Resya semakin melirih, bahkan kini cewek itu tidak dapat menahan tangisan nya lagi. 

Sehun menghela nafas panjang, menepikan mobilnya dipinggir jalan. Dengan cepat Resya keluar dari mobil Sehun, cewek itu berlari kecil menembus hujan yang masih mengguyur jalanan ibu kota. 

Bukannya langsung putar balik arah mobilnya, Sehun malah terfokus mengintai Resya, kakinya kembali menginjak pedal gas secara perlahan. Tanpa sadar mobil Sehun terus mengikuti Resya hingga cewek itu masuk kedalam rumahnya.

Möchten Sie wissen, wie es weitergeht?
Weiterlesen
Vorheriges Kapitel
Nächstes Kapitel

Buch teilen mit

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Aktuellstes Kapitel

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 16

Aku mengusap perutku yang masih rata, lalu tersenyum. Lega rasanya ketika dokter mengatakan bahwa kandungan ku sehat. Dokter berpesan padaku untuk memakan makan yang sehat dan bernutrisi, dokter juga memberiku semangat dan mengatakan bahwa aku akan menjadi seorang ibu yang hebat.Andai saja aku bisa tetap tinggal di Jakarta, mungkin aku akan memilih Dokter bernama Dio Raditama sebagai dokter langganan ku untuk periksa kandungan setiap bulan.Usai mengucapkan terima kasih kepada dokter Dio, Julian membawaku ke suatu ruangan, masih di rumah hanya saja di ruangan yang berbeda. Di dalam ruangan itu adalah perempuan cantik berjubah putih sedang duduk dan melempar senyum manisnya menyambut kedatanganku dan Julian."Silahkan duduk," kata bu Dokter dengan ramah. Aku dan Julian praktis duduk di kursi yang sudah di sedia kan, kursi yang berhadapan langsung dengan dokter bernama Yuna."Hallo Aresya..." sapa Dokter Yu

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 15

Author POVResya yang sedang tertidur pulas di samping Ibunya langsung terbangun ketika tubuhnya di tarik kuat kebelakang oleh seseorang. Resya meringis kesakitan sembari mengumpulkan kepingan kesadarannya."Pergi! Kamu jangan pernah menginjakan kakimu di rumah ini lagi!" sentak Ardi sembari mendorong tubuh Resya hingga badan kecil anaknya itu terjungkal di depan pintu utama.Resya menunduk, dia memegangi tangannya sedikit nyeri karena habis di tarik kuat - kuat oleh ayahnya.BRAK!!!Pintu utama rumah Resya tertutup dengan bruntal, suara tangis Resya langsung pecah tatkala Ardi sudah tak terlihat lagi. Resya mencoba untuk berdiri, dia menepuk - nepuk bajunya menyingkirkan tanah yang menempel pada bajunya. Dengan langkah kecil Resya beranjak pergi dari halaman rumahnya, Resya tidak punya tujuan, tapi untuk saat ini setidaknya dia harus menjauh dulu dari kediamannya sebab sang Ayah tidak mau

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 14

Author povSudah hampir satu jam Resya berdiri di depan halaman rumahnya. Dia tidak tau ingin pergi kemana selain rumahnya yang dia anggap tempatnya pulang. Hanya rumah yang ada di kepalanya ketika kakinya berhasil keluar dari rumah Sehun. Resya sangat ingin melangkahkan kakinya memasuki pintu rumahnya yang berwarna coklat itu, melihat keadaan orang tuanya, dan memeluk Ibu dan Ayahnya dengan erat. Resya benar - benar rindu keluarganya, tapi dia takut kalau kedatangannya hanya membuat mereka bersedih. Resya hanya ingin melihat wajah Ibu dan Ayahnya, setelah melihat meski dengan jarak sejauh ini, Resya bakal pergi. Sesuai janjinya pada Ergian. "Aresya?" Resya menoleh ketika seseorang memanggil namanya, mata Resya melebar ketika melihat Julian berdiri di belakangnya. Cowok itu menatap penampilan Resya dari atas sampai bawah. Tatapan Julian menyendu, merasa iba pada Resya. Sebab penampi

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 13

Author povLaki - laki yang mengenakan hoodie hitam kebesaran itu menghembuskan asap yang mengandung nikotin ke udara. Laki - laki itu Loey Chandra, remaja yang lima hari lalu genap berumur 19 tahun.Chandra di besarkan di sebuah panti asuhan, namun dua tahun lalu remaja itu di usir dari panti dengan di bekali uang 1 juta rupiah. Alasannya, karena Chandra sudah seharusnya mencari uang dan menghidupi dirinya sendiri, dan juga panti asuhan tempat tinggalnya dulu sudah terlalu penuh hingga membuat ibu panti tidak mampu memberi makan banyak anak di sana. Dan terpaksa melepaskan anak - anak panti yang sudah remaja, termasuk Chandra. Karena ketergantungan biaya, Chandra terpaksa putus sekolah. Jangan kan untuk membayar uang sekolah, untuk makan sehari - hari dan mencari tempat untuk tidur saja dia kesulitan.Chandra yang saat itu masih berumur 17 tahun harus menjalin hari

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 12

Bodoh. Satu kata yang menggambarkan diriku. Apa yang aku pikirkan hingga bertindak sok pahlawan bagi Sehun? Harusnya aku tertawa dan merasa senang melihat Sehun di siksa Papahnya. Harusnya saat itu aku menonton hingga puas karena ada seseorang yang mewakilkan ku melakukan perbuatan yang ingin ku lakukan. Tapi, kenapa aku malah kasihan melihat Sehun kesakitan? Padahal Sehun tidak pernah ada rasa kasihan padaku ketika dia sedang menyiksaku. Sekalipun aku merintih meminta tolong, meminta dia untuk menghentikan tendangan serta pukulannya yang terasa amat menyakitkan, tapi dia tidak pernah mendengarkan ku, dia tidak punya rasa kasihan untukku. Dia pemerkosa, psikopat dan berhati iblis. Bisa - bisanya aku memiliki hati nurani untuknya, sementara dia, setetes rasa empatinya pun tidak ada untukku. "Sini gue obatin." ujar Sehun sembari membawa kotak P3K di

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 11

"Gue kasih lo pilihan. Lo mau gugurin kandungan lo atau nikah sama gue?"Kepalaku lantas mendongak, menatap Sehun yang bisa dengan santainya berkata seperti itu. Aku menggeleng kecil, dua dari pilihan itu tidak bisa aku pilih. Aku tidak ingin menggugurkan kandungan ini, dan aku juga tidak mau menikah dengan Sehun.Aku hanya ingin dia membiarkan ku pergi.Tanganku bergerak secara naluri memegang perutku yang masih rata, "Aku tidak bisa menggugurkan kandungan ini..." lirih ku.Sehun menghela nafas pendek, "Oke, gue anggap lo pilih opsi kedua." ujar Sehun. Bukan itu seperti itu maksudku."Nggak. Aku juga gak bisa nikah sama kamu." jawabku sedikit ragu. Pandanganku kembali menunduk ketika wajah Sehun mulai mengeras dan tatapan nya mulai menajam. Tanganku meremas kain sprei, keringat dingin mulai bercucuran di dahiku. Aku takut Sehun akan memukuli ku lagi."Lo cuma bisa pilih y

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 10

Hatiku sedikit menghangat, menemukan sifat Sehun yang dahulu ternyata masih tersisa. Sehun yang memperlakukan ku layaknya barang berharga, menyentuh ku dengan hati - hati seolah aku gelas kaca yang mudah pecah. Aku kira sifat hangatnya itu telah hilang tergantikan deng

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 09

Author pov"Dia mempertahankan bayinya, bukan karena sayang. Tapi karena bayinya bisa di manfaatkan untuk memeras uang kamu suatu saat nanti."Sehun menghela nafas panjang, dia memijat keningnya yang berd

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 08

Aku tidak pernah menyesal sudah menolak cinta Sehun. Yang aku sesali adalah kenapa aku pernah jatuh cinta dengan lelaki kejam ini!Lelaki yang katanya mencintaiku, namun terus melakukan segala cara untuk menggugurkan kandungan ku.Dengan wajah kejamnya

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 07

Author povFrom: 081376×××××Saya akan pergi jauh dari Sehun, saya janji gak akan ketemu Sehun lagi. Saya akan menghi

Weitere Kapitel
Buch herunterladen
GoodNovel

Buch kostenlos herunterladen

Download
Suchen
Bibliothek
Stöbern
RomantikAlternativgeschichteUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+
Kurzgeschichten
LiebeskummerGeheimnisModerne StadtApokalypse-Überleb1enshort-Science-FictionLiebesroman0
ErstellenVorteile für Autor:innenWettbewerb
Beliebte Genres
RomantikAlternativgeschichteUrbanWerwolfMafiaSystem
Kontaktieren uns
Über unsHilfe & VorschlägeGeschäft
Ressourcen
Apps herunterladenVorteile für Autor:innenInhaltsrichtlinieTop-SuchanfragenFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Folge uns
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Nutzungsbedingungen|Datenschutz