Libreng I-download ang libro sa App

Kabanata 1
Mataku menatap alat tes kehamilan di tanganku, rahang ku terjatuh melihat dua garis merah muda terpampang nyata di sana. Lututku lemas, tubuhku ambruk ke lantai begitu saja. Satu persatu butir air mataku jatuh, bibirku bungkam menahan isakan yang mendesak ingin keluar.
Ketukan pintu toilet membuatku tersadar, cepat - cepat aku membuang testpack itu ke saluran WC, merapikan seragam ku sejenak sebelum akhirnya keluar dari bilik toilet.
"Lama banget sih!"
Aku menunduk meminta maaf pada murid perempuan yang menungguku di depan pintu toilet yang habisku gunakan. Perempuan itu mendengus, tatapan matanya memandang ku jengkel, ia berjalan masuk kedalam toilet setelah mendorong tubuhku dengan keras kebelakang.
Aku tidak mengenalnya. Tapi jelas ia mengenalku. Aresya Riana, cewek culun bonekanya murid SMA Senopati. Di mata mereka aku hanyalah sampah yang tidak sepatutnya berada di antara berlian seperti mereka.
Faktor ekonomi keluargaku membuat aku di pandang sebelah mata oleh mereka. Keluargaku miskin, tidak seperti mereka yang keluar negeri saja tinggal merengek ke orangtuanya. Meski awalnya aku bahagia karena berhasil masuk ke SMA Senopati lewat jalur beasiswa. Namun sekarang keputusanku itu menjadi penyesalan terbesarku.
"Pung, PR gue udah beres kan?" Suara ketus milik Joana mengintruksi langkahku. Aku mendongak, mendapati Ratu sekolah yang kini berdiri di hadapanku, memandangkan dengan tatapan meremehkan.
Aku mengangguk mengiyakan, "Udah, Non." Ya, mereka bahkan tidak mengizinkan ku untuk memanggil mereka dengan namanya. Dan mereka mengganti namanya ku dengan sebutan 'Bopung' yang artinya 'Bocah Kampung'
Aku menerima perlakuan sarkas mereka dengan lapang dada. Karena jika protes sepatah kata saja, mereka pasti akan memperlakukan ku lebih parah lagi.
"Serahin ke Miss Mega ya sekalian." titah Joana lalu beranjak pergi di buntuti dayang - dayangnya.
Aku menghela nafas lega, kemudian melanjutkan langkahku menuju ruang kelas.
Sesampainya di kelas aku mendaratkan bokong ku dikursi pojok paling belakang, dimana kolong mejanya selalu di penuhi dengan sampah walau aku sudah membersihkannya berkali - kali, ya siapa lagi pelaku nya kalau bukan teman - temanku. Namun untuk kali ini aku mencoba acuh pada sampah - sampah itu.
Mataku memejam mencoba tenang, hasil testpack itu mengganggu pikiranku lagi. Aku membuka mata, mendongakkan wajah menahan air mataku yang ingin keluar.
DRT!!!
Tanganku meraih hapeku yang tergeletak di laci meja. Ada satu pesan masuk di sana.
Iblis: ke UKS skng!
Ya Tuhan, kenapa engkau tidak pernah membiarkan ku bernafas barang sebentar saja.
"Pung, di tunggu Sehun di UKS." ujar Juan yang tiba - tiba berdiri di sampingku.
Aku mengangguk patuh, lantas bangkit dari duduk. Padahal belum lima menit pantatku mendarat di kursi kini aku harus pergi lagi.
* * *
Sebastian Hunegara. Sih iblis yang sayangnya berwajah tampan itu anak dari pemilik sekolah. Ia seperti Raja nya sekolah, baik murid atau pun guru tidak ada yang berani membantahnya. Termasuk aku.
Teman - teman nya memanggilnya Sehun, tapi aku tidak di perkenankan untuk memanggil namanya, terlalu lancang. Kecuali jika aku sedang menjadi boneka pemuas nafsunya.
Ya, dia. Ayah dari bayi yang ku kandung.
"Duduk." titah Sehun yang mustahil untuk ku bantah. Dengan nurut aku duduk disisi ranjang UKS yang sepi.
Sehun menyeringai melihatku menuruti perintahnya, ia berjalan menuju pintu UKS lalu menguncinya. Tak perlu di tebak, aku tau apa yang selanjutnya akan ia lakukan.
"Buka," titah Sehun yang sudah ku paham maksudnya.
Aku diam, mengumpulkan keberanianku, "Aku--"
PLAK!
Pipiku memanas, merasakan jejak tamparan tangan kekar Sehun. Aku tersenyum tipis, rasa perih akibat tamparan tangan Sehun bahkan terasa samar karena aku sudah sering merasakannya.
"Gue gak minta lo buat ngomong apalagi protes. Buka." ujar Sehun menekan setiap kata yang dia ucap.
Aku menggigit bibir, menahan tangis. Tak berani buka suara apalagi membantah, dengan berat hati aku membuka satu persatu kancing seragamku.
Menit berikutnya yang bisa kulakukan hanyalah menangis tanpa suara, menahan erangan saat Sehun mencumbu tubuhku. Kedua tanganku Sehun ikat dengan ikat pinggang miliknya, membuat ia lebih leluasa dengan tubuhku. Menyetuh yang bisa ia sentuh, sedangkan tugasku hanya meliuk - liukan tubuh di bawahnya bagai jalang yang haus balaian.
Aku menggeleng, melihat Sehun yang bersiap membuka celananya. Tubuhku memberontak menolak, tapi tangan Sehun malah mencengkram pinggang ku erat hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana.
"Jangan!" sentakku saat Sehun bersiap menyatukan tubuh kami.
"Aku... Aku hamil!"
Sehun yang kesetanan seketika membatu, perlahan wajah tegangnya mengarah padaku. Tatapan tajam miliknya menghunus ku dalam, tanpa aba - aba tangannya mencengkram daguku, mengangkat wajahku untuk lebih dekat dengan nya.
"Lo bohong kan?" tanya Sehun dengan wajah tegang.
Air mataku jatuh, aku ketakutan hingga tidak mampu menjawab pertanyaan Sehun.
"JAWAB!" teriak Sehun emosi. Rahangnya mengeras semakin tajam, membuatku semakin menciut ketakutan.
"Aku.. Aku serius." jawabku terbata - bata.
Sehun mendengus meremehkan, menepis wajahku kasar hingga tubuhku terpental kebelakang dan menabrak besi kepala rajang.
Sehun berbalik badan memunggungi ku, ia merapikan pakaiannya, "Gugurin kandungan lo. Gue gak sudi buat tanggung jawab." ujar Sehun kemudian melangkah pergi. Meninggalkan ku yang hanya berpakaian dalam dan tangan terikat.
Aku menangis tanpa suara, untuk sekedar minta tolong saja aku tidak bisa. Sekolah ini minim rasa empati, yang ada aku hanya menjadi bahan tawaan jika mereka melihat penampilan ku sekarang.
Sampai sekarang aku masih bertanya - tanya, adakah seseorang yang lebih menderita dari yang ku alami sekarang?
Jika ada, aku mungkin akan bersyukur karena cobaan hidupku tak seberapa.
Namun jika tidak ada, berarti tidak salah jika aku menginginkan mati. Karena semenjak masuk dunia SMA tidak ada lagi yang berarti dalam diriku.
I want to die.
Pinakabagong kabanata
The Baby (Bahasa Indonesia) The Baby - 16
Aku mengusap perutku yang masih rata, lalu tersenyum. Lega rasanya ketika dokter mengatakan bahwa kandungan ku sehat. Dokter berpesan padaku untuk memakan makan yang sehat dan bernutrisi, dokter juga memberiku semangat dan mengatakan bahwa aku akan menjadi seorang ibu yang hebat.Andai saja aku bisa tetap tinggal di Jakarta, mungkin aku akan memilih Dokter bernama Dio Raditama sebagai dokter langganan ku untuk periksa kandungan setiap bulan.Usai mengucapkan terima kasih kepada dokter Dio, Julian membawaku ke suatu ruangan, masih di rumah hanya saja di ruangan yang berbeda. Di dalam ruangan itu adalah perempuan cantik berjubah putih sedang duduk dan melempar senyum manisnya menyambut kedatanganku dan Julian."Silahkan duduk," kata bu Dokter dengan ramah. Aku dan Julian praktis duduk di kursi yang sudah di sedia kan, kursi yang berhadapan langsung dengan dokter bernama Yuna."Hallo Aresya..." sapa Dokter Yu
Huling Na-update : 2020-11-15
The Baby (Bahasa Indonesia) The Baby - 15
Author POVResya yang sedang tertidur pulas di samping Ibunya langsung terbangun ketika tubuhnya di tarik kuat kebelakang oleh seseorang. Resya meringis kesakitan sembari mengumpulkan kepingan kesadarannya."Pergi! Kamu jangan pernah menginjakan kakimu di rumah ini lagi!" sentak Ardi sembari mendorong tubuh Resya hingga badan kecil anaknya itu terjungkal di depan pintu utama.Resya menunduk, dia memegangi tangannya sedikit nyeri karena habis di tarik kuat - kuat oleh ayahnya.BRAK!!!Pintu utama rumah Resya tertutup dengan bruntal, suara tangis Resya langsung pecah tatkala Ardi sudah tak terlihat lagi. Resya mencoba untuk berdiri, dia menepuk - nepuk bajunya menyingkirkan tanah yang menempel pada bajunya. Dengan langkah kecil Resya beranjak pergi dari halaman rumahnya, Resya tidak punya tujuan, tapi untuk saat ini setidaknya dia harus menjauh dulu dari kediamannya sebab sang Ayah tidak mau
Huling Na-update : 2020-11-09
The Baby (Bahasa Indonesia) The Baby - 14
Author povSudah hampir satu jam Resya berdiri di depan halaman rumahnya. Dia tidak tau ingin pergi kemana selain rumahnya yang dia anggap tempatnya pulang. Hanya rumah yang ada di kepalanya ketika kakinya berhasil keluar dari rumah Sehun. Resya sangat ingin melangkahkan kakinya memasuki pintu rumahnya yang berwarna coklat itu, melihat keadaan orang tuanya, dan memeluk Ibu dan Ayahnya dengan erat. Resya benar - benar rindu keluarganya, tapi dia takut kalau kedatangannya hanya membuat mereka bersedih. Resya hanya ingin melihat wajah Ibu dan Ayahnya, setelah melihat meski dengan jarak sejauh ini, Resya bakal pergi. Sesuai janjinya pada Ergian. "Aresya?" Resya menoleh ketika seseorang memanggil namanya, mata Resya melebar ketika melihat Julian berdiri di belakangnya. Cowok itu menatap penampilan Resya dari atas sampai bawah. Tatapan Julian menyendu, merasa iba pada Resya. Sebab penampi
Huling Na-update : 2020-11-02
The Baby (Bahasa Indonesia) The Baby - 13
Author povLaki - laki yang mengenakan hoodie hitam kebesaran itu menghembuskan asap yang mengandung nikotin ke udara. Laki - laki itu Loey Chandra, remaja yang lima hari lalu genap berumur 19 tahun.Chandra di besarkan di sebuah panti asuhan, namun dua tahun lalu remaja itu di usir dari panti dengan di bekali uang 1 juta rupiah. Alasannya, karena Chandra sudah seharusnya mencari uang dan menghidupi dirinya sendiri, dan juga panti asuhan tempat tinggalnya dulu sudah terlalu penuh hingga membuat ibu panti tidak mampu memberi makan banyak anak di sana. Dan terpaksa melepaskan anak - anak panti yang sudah remaja, termasuk Chandra. Karena ketergantungan biaya, Chandra terpaksa putus sekolah. Jangan kan untuk membayar uang sekolah, untuk makan sehari - hari dan mencari tempat untuk tidur saja dia kesulitan.Chandra yang saat itu masih berumur 17 tahun harus menjalin hari
Huling Na-update : 2020-11-01
The Baby (Bahasa Indonesia) The Baby - 08
Aku tidak pernah menyesal sudah menolak cinta Sehun. Yang aku sesali adalah kenapa aku pernah jatuh cinta dengan lelaki kejam ini!Lelaki yang katanya mencintaiku, namun terus melakukan segala cara untuk menggugurkan kandungan ku.Dengan wajah kejamnya
The Baby (Bahasa Indonesia) The Baby - 07
Author povFrom: 081376×××××Saya akan pergi jauh dari Sehun, saya janji gak akan ketemu Sehun lagi. Saya akan menghi
The Baby (Bahasa Indonesia) The Baby - 06
Author PovErgian marah besar saat melihat berita putra tunggalnya menghamili anak gadis orang tersebar luas di media sosial. Amarah Ergian semakin memuncak setelah anak buahnya memberikan informasi tentang latar belakan
The Baby (Bahasa Indonesia) The Baby - 05
Langkah ku terseok menyusuri lorong sekolah pagi ini, injakan kaki Sehun membuat pergelangan kakiku membiru dan lebam, akibatnya sebelah kakiku menjadi pincang. Aku berjalan menunduk, mencoba menghindari tatapan intimidasi dari murid lain. Jariku menekan tombol vo
Mga Review

Kabanata
Basahin
Download
To Readers
Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2 YINI
