読み込み中
ホーム/ 全て /The Baby (Bahasa Indonesia)/The Baby - 05

The Baby - 05

作者: helloimironman
"公開日: " 2020-10-29 00:50:26

Langkah ku terseok menyusuri lorong sekolah pagi ini, injakan kaki Sehun membuat pergelangan kakiku membiru dan lebam, akibatnya sebelah kakiku menjadi pincang. Aku berjalan menunduk, mencoba menghindari tatapan intimidasi dari murid lain. Jariku menekan tombol volume pada hape, meninggikan volume musikku yang sedang mengalun, hari ini aku sengaja ke sekolah pakai earphone supaya aku tidak dapat mendengar celaan yang mereka berikan.

Dari semalam akun sosmed ku sudah penuh dengan caci maki, mereka sudah mendengar kabar kehamilan ku, maka dari itu aku tahu akan banyak rintangan besar yang ku lewati hari ini.

Aku menghela nafas lega, sedikit lagi langkah ku sampai di depan kelas. Namun, baru saja aku melangkah masuk ke dalam kelas, rambutku langsung di jambak hingga tubuhku oleng dan membentur meja.

"DASAR PELACUR!"

"GAK TAU DIRI!"

"PECUN LO!"

"SEKOLAH GRATIS MASIH AJA OPEN BO!"

"KEBELET JADI NYONYA BESAR YA? MAKANYA NGEJEBAK SEHUN."

Beberapa teman ku berlomba - lomba menarik - narik seragam ku, menjambak dan juga mencakar wajahku. Aku menjerit, mencoba untuk memberontak, tapi tidak bisa, bahkan anak laki - laki ikut menahan pergelangan kaki dan tanganku.

Aku menangis, melirih meminta tolong, namun reaksi mereka malah tertawa dan merasa puas dengan keadaanku. Mereka semakin mendesak ku, berebut untuk melukai tubuhku. Beberapa murid juga berlomba untuk mengabadikan momen menyakitkan ini.

"Jangan merekam, aku nggak mau ibu sakit hati melihat ini.." lirihku dalam hati.

"jadi gais, ini adalah sosok pecun nya Senopati, kalau kalian berminat buat booking dia silahkan hubungi nomor di bawah ini." ujar Joana berbicara kearah kamera foto yang sedang menyorot tubuhku. Berlagak seperti reporter yang menjadikan ku objek beritanya.

"Jangan..." lirihku saat Juan menarik seragam ku hingga robek dan terlepas dari tubuhku.

Tanganku memberontak, berusaha untuk menutupi tubuhku yang hanya tersisa pakaian dalam tanpa lengan saja. Aku terus memberontak dengan sekuat tenaga, tapi hasilnya nihil, Juan dan Gio menahan tanganku begitu kuat.

"Lepasin, sakit..." lirih ku karena penyiksaan ini tak kunjung berhenti.

Aku bukan pencuri, tapi kenapa aku seakan di hakimi. Ini benar - benar menyakitkan. Apa kesalahan yang sudah aku perbuat hingga mereka begitu lancang mengoyak tubuhku.

Mereka menyeret tubuhku keluar kelas, memaksa aku untuk berdiri kemudian dihimpit kan ke dinding. Membuat mereka semakin leluasa dalam menyorot tubuhku dari atas kepala hingga ujung kaki yang hanya tersisa kaos dalam dan rok sekolah yang sudah robek - robek karena mereka mencabik nya.

PLAK!!!

Wajahku terhempas kesamping, merasakan perih yang teramat karena tangan Joana mendarat di sana. Joana mencengkram leherku, membuat nafasku tercekat.

"Beraninya lo tidur sama Sehun! Lo godain dia pakai apa hah?! Lo kira lo pantes buat dia?!" teriak Joana murka di depan wajahku kemudian menjedotkan kepalaku ke dinding.

Joana menepuk - nepuk perutku dengan kasar, "Lo gak pantes hamil anaknya Sehun!" ujar Joana mencengkram perutku.

Aku meringis, dan terasa sesak. Tidak ada yang bisa kulakukan selain menangis, kalau pun aku membuka suara, mereka tidak akan mendengarnya.

Keadaan semakin ramai, murid - murid dari kelas lain mulai memenuhi lorong kelas ku untuk menonton penyiksaan ini. Tapi dari banyaknya murid yang menonton ku, tidak ada satu pun mereka yang merasa iba. Tatapan mereka meremahkan dan tertawa seolah aku pantas mendapatkan perlakuin tidak menyenangkan ini.

"Se-sehun.." cicit ku saat melihat Sehun diujung koridor, sosok jangkung itu tengah berjalan kearahku.

Joana yang mendengar cicitanku menoleh kearah yang ku lihat, "Berani ya lo manggil dia Sehun? Lo kira lo siapa?! Lo itu cuma anak pembantu!" sentak Joana kembali ingin melayangkan tamparannya membuatku tersentak dan menutup mata.

Mataku yang semula tertutup rapat terbuka perlahan karena mendengar jeritan kaget murid - murid lain. Betapa terkejutnya aku saat melihat Sehun menahan tangan Joana yang ingin menamparku.

"Kalau mau siksa orang nya, siksa aja, tapi gak usah bawa - bawa pekerjaan orang tuanya. Dia emang miskin, tapi kekayaan yang orang tua lo dapatin belum tentu dari cara yang halal." ujar Sehun berbisik dingin.

Joana membeku, ia segera menepis tangan Sehun dan beranjak pergi dengan kekesalan nya.

"Ngapain lo masih pada nontonin?" ketus Sehun menegur. Membuat mereka mendesah kecewa lalu berhamburan pergi.

Tubuhku merosot ke lantai, tenaga ku habis. Aku menunduk dan memeluk diriku. Sekujur tubuhku penuh luka cakar dan lebam, sudut bibirku juga mengeluarkan darah.

"Cepet ke UKS, mumpung belum bell." desis Sehun kemudian melangkah pergi meninggalkan ku sendirian. Dia bahkan tidak berniat untuk membantuku.

* * *

Suda jam pelajaran kedua, tapi aku masih bertahan di ruang UKS. Luka ku sudah aku obati, aku juga sudah mengganti pakaianku dengan seragam olahraga yang tersimpan di loker ku.

Aku mengubah posisi tidurku, sedikit meringis karena tubuhku terasa ngilu setiap kali aku bergerak. Aku meraih hapeku yang ku taruh di bawah bantal, mengecek apakah ada sesuatu yang baru di sana.

Hari ini hapeku belum mendapatkan notifikasi dari Sehun, mungkin dia sudah melihatku tersiksa hari ini, jadi dia membebaskan ku.

"Aresya,"

Aku tersentak kecil, kemudian membalikan tubuhku, mendapati bu Mega yang berdiri di samping ranjang.

Aku segera mendudukan tubuhku, "Ada apa, bu?" jawabku sopan.

"Ke ruangan kepala sekolah, sekarang." titah bu Mega tegas, kemudian beliau meninggalkan ku.

Aku menghela nafas, menyibak selimut yang menutupi pahaku. Sebelum keluar dari ruang UKS aku mengintip dulu, takut ada murid lain yang berkeliaran lalu kembali menyerang ku. Merasa aman, aku pun segera berjalan menuju ruang kepala sekolah.

"Permisi..." lirih ku ketika masuk kedalam pintu ruangan Pak Sugio.

Pak Sugio yang tengah fokus kepada laptopnya mendongak, melepas kaca matanya lalu menyuruhku untuk duduk melalui bahasa tubuhnya.

"Bapak memanggil saya?" tanyaku ketika sudah duduk berhadapan dengan pak Sugio.

Pak Sugio mengangguk kalem, "Iya. Begini nak Aresya, saya mendapatkan amanat dari Pak Direktur."

Tubuhku menegang, apa aku akan berhadapan dengan Papahnya Sehun setelah ini?

"Amanat apa, Pak?" tanyaku karena Pak Sugio menggantungkan ucapannya.

"Beliau meminta nak Aresya ke kantornya. Supir yang mengantar nak Aresya sudah menunggu di lobby." kata Pak Sugio membuatku membeku di tempat.

"Nak Aresya?" panggil Pak Sugio membuyarkan lamunanku.

"Iya, Pak?" sahut ku.

"Saya sudah banyak tahu tentang yang kamu alami disekolah ini. Jadi saya mohon, demi kebaikan kamu, turutin apa yang pak Ergian perintahkan." kata Pak Sugio menatapku dengan raut prihatin.

Aku berdecih samar, sedikit menyayangkan rasa simpati pak Sugio yang sayangnya kalah besar dengan sikap pengecut nya. Ya, tentu Pak Sugio tau dengan apa yang ku alami di sekolah ini, tapi beliau seakan tutup mata dan telinga demi melindungi murid - murid kaya di sekolah ini. Sedangkan aku hanya anak miskin yang sedikit beruntung karena memiliki otak pintar hingga bisa masuk ke sekolah elit ini.

"Ya sudah pak, kalau gitu saya pamit dulu." ujarku sembari bangkit lalu menyalimi tangan Pak Sugio.

"Hati - hati nak Aresya." ucap Pak Sugio yang aku angguki.

Tungkai ku segera keluar dari ruangan Pak Sugio, berjalan pelan menuju lobby sekolah. Entah aku sedang menjemput hari baik atau hari yang lebih buruk lagi setelah ini. Namun ku harap, sikap arogan Sehun tidak menurun dari Papahnya. 

続きが気になる?
続きを読む
前のチャプター
次のチャプター

本を共有する

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

最新チャプター

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 16

Aku mengusap perutku yang masih rata, lalu tersenyum. Lega rasanya ketika dokter mengatakan bahwa kandungan ku sehat. Dokter berpesan padaku untuk memakan makan yang sehat dan bernutrisi, dokter juga memberiku semangat dan mengatakan bahwa aku akan menjadi seorang ibu yang hebat.Andai saja aku bisa tetap tinggal di Jakarta, mungkin aku akan memilih Dokter bernama Dio Raditama sebagai dokter langganan ku untuk periksa kandungan setiap bulan.Usai mengucapkan terima kasih kepada dokter Dio, Julian membawaku ke suatu ruangan, masih di rumah hanya saja di ruangan yang berbeda. Di dalam ruangan itu adalah perempuan cantik berjubah putih sedang duduk dan melempar senyum manisnya menyambut kedatanganku dan Julian."Silahkan duduk," kata bu Dokter dengan ramah. Aku dan Julian praktis duduk di kursi yang sudah di sedia kan, kursi yang berhadapan langsung dengan dokter bernama Yuna."Hallo Aresya..." sapa Dokter Yu

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 15

Author POVResya yang sedang tertidur pulas di samping Ibunya langsung terbangun ketika tubuhnya di tarik kuat kebelakang oleh seseorang. Resya meringis kesakitan sembari mengumpulkan kepingan kesadarannya."Pergi! Kamu jangan pernah menginjakan kakimu di rumah ini lagi!" sentak Ardi sembari mendorong tubuh Resya hingga badan kecil anaknya itu terjungkal di depan pintu utama.Resya menunduk, dia memegangi tangannya sedikit nyeri karena habis di tarik kuat - kuat oleh ayahnya.BRAK!!!Pintu utama rumah Resya tertutup dengan bruntal, suara tangis Resya langsung pecah tatkala Ardi sudah tak terlihat lagi. Resya mencoba untuk berdiri, dia menepuk - nepuk bajunya menyingkirkan tanah yang menempel pada bajunya. Dengan langkah kecil Resya beranjak pergi dari halaman rumahnya, Resya tidak punya tujuan, tapi untuk saat ini setidaknya dia harus menjauh dulu dari kediamannya sebab sang Ayah tidak mau

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 14

Author povSudah hampir satu jam Resya berdiri di depan halaman rumahnya. Dia tidak tau ingin pergi kemana selain rumahnya yang dia anggap tempatnya pulang. Hanya rumah yang ada di kepalanya ketika kakinya berhasil keluar dari rumah Sehun. Resya sangat ingin melangkahkan kakinya memasuki pintu rumahnya yang berwarna coklat itu, melihat keadaan orang tuanya, dan memeluk Ibu dan Ayahnya dengan erat. Resya benar - benar rindu keluarganya, tapi dia takut kalau kedatangannya hanya membuat mereka bersedih. Resya hanya ingin melihat wajah Ibu dan Ayahnya, setelah melihat meski dengan jarak sejauh ini, Resya bakal pergi. Sesuai janjinya pada Ergian. "Aresya?" Resya menoleh ketika seseorang memanggil namanya, mata Resya melebar ketika melihat Julian berdiri di belakangnya. Cowok itu menatap penampilan Resya dari atas sampai bawah. Tatapan Julian menyendu, merasa iba pada Resya. Sebab penampi

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 13

Author povLaki - laki yang mengenakan hoodie hitam kebesaran itu menghembuskan asap yang mengandung nikotin ke udara. Laki - laki itu Loey Chandra, remaja yang lima hari lalu genap berumur 19 tahun.Chandra di besarkan di sebuah panti asuhan, namun dua tahun lalu remaja itu di usir dari panti dengan di bekali uang 1 juta rupiah. Alasannya, karena Chandra sudah seharusnya mencari uang dan menghidupi dirinya sendiri, dan juga panti asuhan tempat tinggalnya dulu sudah terlalu penuh hingga membuat ibu panti tidak mampu memberi makan banyak anak di sana. Dan terpaksa melepaskan anak - anak panti yang sudah remaja, termasuk Chandra. Karena ketergantungan biaya, Chandra terpaksa putus sekolah. Jangan kan untuk membayar uang sekolah, untuk makan sehari - hari dan mencari tempat untuk tidur saja dia kesulitan.Chandra yang saat itu masih berumur 17 tahun harus menjalin hari

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 12

Bodoh. Satu kata yang menggambarkan diriku. Apa yang aku pikirkan hingga bertindak sok pahlawan bagi Sehun? Harusnya aku tertawa dan merasa senang melihat Sehun di siksa Papahnya. Harusnya saat itu aku menonton hingga puas karena ada seseorang yang mewakilkan ku melakukan perbuatan yang ingin ku lakukan. Tapi, kenapa aku malah kasihan melihat Sehun kesakitan? Padahal Sehun tidak pernah ada rasa kasihan padaku ketika dia sedang menyiksaku. Sekalipun aku merintih meminta tolong, meminta dia untuk menghentikan tendangan serta pukulannya yang terasa amat menyakitkan, tapi dia tidak pernah mendengarkan ku, dia tidak punya rasa kasihan untukku. Dia pemerkosa, psikopat dan berhati iblis. Bisa - bisanya aku memiliki hati nurani untuknya, sementara dia, setetes rasa empatinya pun tidak ada untukku. "Sini gue obatin." ujar Sehun sembari membawa kotak P3K di

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 11

"Gue kasih lo pilihan. Lo mau gugurin kandungan lo atau nikah sama gue?"Kepalaku lantas mendongak, menatap Sehun yang bisa dengan santainya berkata seperti itu. Aku menggeleng kecil, dua dari pilihan itu tidak bisa aku pilih. Aku tidak ingin menggugurkan kandungan ini, dan aku juga tidak mau menikah dengan Sehun.Aku hanya ingin dia membiarkan ku pergi.Tanganku bergerak secara naluri memegang perutku yang masih rata, "Aku tidak bisa menggugurkan kandungan ini..." lirih ku.Sehun menghela nafas pendek, "Oke, gue anggap lo pilih opsi kedua." ujar Sehun. Bukan itu seperti itu maksudku."Nggak. Aku juga gak bisa nikah sama kamu." jawabku sedikit ragu. Pandanganku kembali menunduk ketika wajah Sehun mulai mengeras dan tatapan nya mulai menajam. Tanganku meremas kain sprei, keringat dingin mulai bercucuran di dahiku. Aku takut Sehun akan memukuli ku lagi."Lo cuma bisa pilih y

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 09

Author pov"Dia mempertahankan bayinya, bukan karena sayang. Tapi karena bayinya bisa di manfaatkan untuk memeras uang kamu suatu saat nanti."Sehun menghela nafas panjang, dia memijat keningnya yang berd

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 08

Aku tidak pernah menyesal sudah menolak cinta Sehun. Yang aku sesali adalah kenapa aku pernah jatuh cinta dengan lelaki kejam ini!Lelaki yang katanya mencintaiku, namun terus melakukan segala cara untuk menggugurkan kandungan ku.Dengan wajah kejamnya

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 07

Author povFrom: 081376×××××Saya akan pergi jauh dari Sehun, saya janji gak akan ketemu Sehun lagi. Saya akan menghi

The Baby (Bahasa Indonesia)   The Baby - 06

Author PovErgian marah besar saat melihat berita putra tunggalnya menghamili anak gadis orang tersebar luas di media sosial. Amarah Ergian semakin memuncak setelah anak buahnya memberikan informasi tentang latar belakan

続きを読む
書籍をダウンロード
GoodNovel

アプリで本を無料でダウンロード

ダウンロード
欲しいものを検索する
本棚
ブラウズ
恋愛michael-ja極道ファンタジーLGBTQ+アーノルドMM Romancegenre26-日本語の翻訳genre27-请勿使用日语
短編小説
空ミステリー推理現代都市終末的サバイバルアクション映画SF映画恋愛映画血なまぐさい暴力恋愛学園ミステリー・サスペンス奇想天外転生現実恋愛人狼ความสุข和平友情賢い幸せな暴力的優しい強い红安血なまぐさいX戮歴史的戦争ファンタジーアドベンチャーサイエンスフィクション駅
作成する作家についてコンテスト
人気ジャンル
恋愛michael-ja極道ファンタジーLGBTQ+アーノルド
お問い合わせ
私たちについてお問い合わせフォームビジネス
リソース
アプリをダウンロード作家についてコンテンツポリシー人気の検索ファンフィクションFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
コミュニティ
Facebook Group
フォローする
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
利用規約|プライバシーポリシー