loading
Home/ All /Remarry (Indo)/BAB 3 – Bersikap Lembut

BAB 3 – Bersikap Lembut

Author: Nhovie EN
"publish date: " 2020-10-13 22:44:30

Aku kembali kekamarku dan menatap layar laptop yang memang sudah menyala semenjak Annisa masuk rumah ini. Aku memasang CCTV di setiap sudut kamar tempat Annnisa kusekap, bahkan kamar mandipun tak luput dari

CCTV. Tujuannya Cuma satu, aku ingin selalu mengawasinya. Aku merasa berhak atas dirinya, tubuhnya dan semua yang ada pada diri Annisa.

Pagi ini aku melihat Annisa terbaring dilantai, diatas sajadah tempatnya shalat. Aku menutup pintu dengan sangat pelan, agar tidak membangunkannya. Dengan hati-hati aku mengangkat tubuhnya hendak memindahkannya keatas ranjang.

“Apa yang akan kau lakukan Rafa Purnawan.” Aku tersentak, baru saja aku hendak mengangkatnya, Annisa terjaga.

“A... Aku hanya ingin memindahkanmu keatas ranjang.”

“Kau tidak perlu melakukanya.” Annisa tampak bangkit, melepas mukena yang sedari tadi dia kenakan. Aku lihat Nisa sangat pucat.

Dia berusaha berjalan, tapi kemudian terjatuh. Aku dengan cepat menyambutnya dan memindahkannya keatas ranjang.

-

-

-

POV Nisa

            Aku sangat pusing pagi ini. Aku biarkan Rafa mengangkat tubuhku keatas ranjang karena aku memang tidak memiliki tenaga untuk mencegahnya.

            “Kau sangat pucat sayang. Ini pasti karena dirimu belum makan apapun sedari sore. Aku akan membawakan makanan untukmu.” Rafa berbicara sangat lembut sambil mengusap kepalaku.

            “Tidak perlu, aku tidak lapar. Aku hanya ingin pulang.” Aku berusaha berbicara walau sangat lemah. Menangis membuat energiku terkuras cukup banyak. Apalagi aku memang belum makan apapun dari kemaren sore.

            “Aku tidak menerima penolakan sayang, tunggu disini, jangan kemana-mana, aku tidak akan menyakitimu.” Dia mengusap lembut pipiku.

            Tidak lama dia kembali membawa sebaki makanan. Aku menyandarkan punggungku ke dinding ranjang, sementara Rafa telah duduk ditepi ranjang disebelahku.

            “Mbak Rena sudah membuatkan nasi goreng, kau suka nasi gorengkan sayang. Aku akan menyuapimu.”

            “Aku sungguh tidak lapar, kau saja yang makan.” Aku menolak suapan dari Rafa.

            “Kau lupa, aku tidak menerima penolakan.” Rafa menatapku begitu dalam. Aku hanya bisa menurut.

           

Setelah suapan ketiga, Rafa memberikan segelas susu hangat. Aku memang sangat haus, mungkin karena terlalu lama menangis dan memang aku belum minum apapun sedari sore. Aku menghabiskan segelas susu pemberian Rafa.

            “Lagi ya sayang.” Rafa kembali menyuapiku.

            “Maaf, aku benar-benar sangat kenyang, aku bisa muntah jika tetap kau paksa.”

            “Pantas saja sekarang sayangku tampak sangat kurus. Makannya sedikit sekali. Padahal dua tahun lalu kau tampak sangat gemuk.” Rafa tertawa ringan, senyumnya masih manis. Sama seperti Rafa yang dulu pernah begitu aku cintai.

            “Nanti aku akan buat Annisa Secilia menggemuk kembali.” Ucapnya lembut sembari membelai kepalaku.

            Aku sedikit lebih segar, mungkin karena perutku sudah terisi. Apalagi aku menghabiskan segelas besar susu hangat yang diberikan Rafa tadi. energiku kembali tumbuh.

            “Kau tampak sangat kusut dan bau, pergilah mandi.” Rafa mengatakannya dengan ekspresi wajah yang cukup menggemaskan. Sejujurnya rasa itu masih ada, apalagi melihat Rafa memperlakukanku dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang seperti ini. Berbeda dengan perlakuannya tadi malam.

            “Aku tidak punya baju ganti.”

            “Aku sudah menyiapkannya.” Rafa mengambil dua lembar handuk berwarna putih dan sebuah pakaian dari dalam lemari yang memang sudah ada dikamar ini. Tak lupa dia memberiku sepasang underware.

            Aku mengambilnya dan berlalu menuju kamar mandi tanpa berucap apapun.

-

-

-

POV Rafa

            Aku melihatnya berlalu menuju kamar mandi, karena aku memang menyuruhnya membersihkan diri. Sebelum itu aku memberinya pakaian, lebih tepatnya pakaian tidur. Dia langsung mengambil tanpa melihatnya terlebih dahulu.

            Aku langsung menyalakan ponselku, untuk apalagi kalau bukan ingin melihat ritual yang dilakukan Annisa didalam kamar mandi. Fikiran liar menguasai otakku. Apa salahnya aku menikmatinya, bukankah Annisa adalah milikku.

            Aku lihat semua dengan sangat jelas, karena aku memang memasang CCTV berkualias dikamar ini. Aku tidak tahan melihat Nisa mulai melepas satu persatu pakaiannya. Menyiram tubuh dan rambutnya dengan air.

            Aahhhh...

Ingin rasanya aku mendobrak pintu kamar mandi ini dan melumatnya saat ini juga. Tapi berusaha aku tahan, aku tak ingin kembali menyakitinya. Nisa kemudian masuk kedalam bathtub. Aku lihat dia begitu menikmati ritual berendamnya. Aku yakin selama ini Nisa tidak pernah mandi didalam bathtub seperti ini.

“Nisa sayang, kau masih sama seperti dulu. Kebiasaanmu tidak berubah. Kau tidak akan pernah tahan apabila melihat air. Kau bisa berendam berjam-jam tanpa memperhatikan sekitar.” Aku bergumam pelan sambil memandangi wajah cantik Annisa dari layar ponsel.

Annisa Secilia memang tidak akan tahan apabila melihat air. Setiap kami pergi jalan-jalan ketempat pemandian, Nisa akan langsung menceburkan diri kesana dan akan lupa pada semuanya. Selalu aku yang menjaga Amanda. Jadi aku pastikan, dia pasti akan betah berlama-lama didalam bathtub itu. Aku langsung mengalihkan perhatianku pada yang lain. Aku keluar dari rekaman itu dan mulai menghubungi beberapa orang demi mengurus usahaku dan untuk mencek urusan lainnya.

Sudah hampir dua jam, Annisa belum juga keluar dari kamar mandi. Aku tiba-tiba khawatir dan kembali melihat rekaman CCTV kamar mandi. Nisa masih disana, betah berendam didalam bathtub. Aku segera menuju pintu kamar mandi, khawatir Nisa akan masuk Angin jika terlalu lama disana.

“Sayang... keluarlah dari bathtub sekarang, kau bisa demam berlama-lama didalam sana.

Aku tidak mendengar jawaban apapun dari sana. Aku melihat sekilas kelayar ponsel dan kembali mataku terbelalak melihat Nisa keluar dari bathtub. Bagian punggung menghadap ke arah CCTV membuatku dapat melihat dengan sangat jelas setiap lekuk tubuhnya yang tidak tertutup sehelai benagpun. Ada sesuatu yag memberontak dibawah.

“Sayang, cepatlah keluar. Kau bisa demam berlama-lama disana.” Aku mengulangi ucapanku tadi.

“Rafa, apa kau tidak punya pakaian yang lainnya? Mengapa kau memberiku pakaian seperti ini, aku tidak mau memakaianya.” Nisa baru menyadari pakaian seperti apa yang kuberikan padanya.

“Tidak ada pakaian yang lain. Kau pakai saja pakaian itu sayang. Hanya ada aku didalam sini, tidak akan ada siapapun yang akan melihatmu berpakian seperti itu.”

“Justru karena ada kau, maka aku tidak mau memakai pakaian ini. Ku mohon, ambilkan aku pakaian yang lain.”

“Aku tidak menerima penolakan sayang, pakai saja atau aku akan menyakitimu lagi.” Ah, mengapa aku ceroboh mengatakan hal itu pada Nisa.

Tidak ada jawaban dari dalam. Tiba-tiba Annisa keluar, satu handuknya dipakaikan kekepala untuk mengeringkan rambutnya yang basah, dan handuk satunya dia lingkarkan ke bahu untuk menutupi bagian tubuh atasnya.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Remarry (Indo)   BAB 42 – Bertemu Aisyah

“Sekarang bagaimana?” tanya Hendra.“Gue nggak tau. Gue akan coba negosiasi dengan Siska. Gue hanya ingin semua bisa diselesaikan dengan baik. Gue ingin tanggung jawab ke Siska berupa materi, tapi gue juga nggak ingin Annisa mengetahui apapun. Intinya gue nggak ingin Annisa terluka.”“Jadi lu bersedia ngasih perempuan itu 5 miliar? 5 miliar itu banyak bosku ... bisa buat bangun perusahaan baru, ngerti nggak bos ...,” geram Hendra.

Remarry (Indo)   BAB 41 – Semakin Bimbang

Setelah lebih dari 30 menit berlalu, Rafa dan Annisa mengakhiri permainan panas mereka. Annisa tampak sangat kelelahan karena kondisinya yang tengah hamil, membuatnya agak kesulitan mengimbangi permainan Rafa.Annisa tertidur sesaat setelah Rafa menyelesaikan hasratnya. Melihat wanita yang ia cintai tertidur pulas, Rafa bangkit dari ranjang dan menutupi tubuh Annisa dengan selimut. Rafa bergegas mengambil ponselnya untuk melihat siapakah yang sedari tadi menghubunginya.Deg .

Remarry (Indo)   BAB 40 – Gelisah

“Maaf pak, apa bapak memanggil saya?” ucap Jesyka ketika memasuki ruangan Rafa.“Ya, duduk!”“Ada apa pak?” ucap Jesyka ramah.“saya ingin membahas rencana kita tempo hari mengenai pengalihan kepemilikan perusahaan

Remarry (Indo)   BAB 39 – Pendapat Hendra

“Aku akan memberimu 50juta, setelah itu aku mohon agar kau pergi dari kehidupanku selamanya. Perkara Aisyah, jika kau tidak menginginkannya, aku akan mengirimkannya ke panti asuhan, atau aku akan mencarikan orang tua angkat untuknya.” Kata-kata itu akhirnya keluar dari bibir Rafa setelah beberapa menit ruangan itu hening.“Aku sudah bilang, kalau aku ingin kita menikah. Aku tidak ingin 50jutamu itu. Aku ingin status untuk Aisyah. Aisyah juga berhak bahagia dengan ayah dan ibu kandungnya. Sama seperti Amanda, putrimu.” Siska masih bersikeras dengan pendiriannya.

Remarry (Indo)   BAB 38 – Bertemu Rafa

Tok ...Tok ...Tok ...“Siapa ...?” jawab Rafa yang sedang memeriksa beberapa dokumen penting proyek yang sedang di kerjakan oleh perusahannya.

Remarry (Indo)   BAB 37 – Meninggalkan Batam

“Aku juga ingin ke Padang.” Ucap Siska mantap.“Apa kau yakin?”“Tidak ada pilihan lain. Tapi aku hanya punya uang 2juta. Apa kamu bisa meminjamkanku uang , Ria? Karena di Padang nanti, aku harus mencari kontrakan, alas tidur dan peralatan masak sederhana.”“Me

Remarry (Indo)   BAB 17 - Dibegal

POV Rafa

Remarry (Indo)   BAB 16 – Pertanyaan

Tiit...

Remarry (Indo)   BAB 15 – Malam Pertama

“Rafa, maafkan aku. Aku mau membersihkan diri dulu. Gaun itu sa

Remarry (Indo)   BAB 14 – Pemanasan

POV Rafa

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy