ดาวน์โหลดหนังสือฟรีบนแอป
BAB 7
ผู้เขียน: KaagaluhGuntur akhirnya memutuskan untuk pulang dan tertidur di rumah saja. Ia tak ingin bertemu kembali dengan teman-temannya untuk saat ini. Ia lebih memilih mendinginkan kepalanya.
Kumandang ayat-ayat suci sudah terdengar yang berarti azan subuh sebentar lagi akan terlaksana. Guntur berjalan lunglai, mengabaikan banyak orang yang berlalu lalang untuk ke tempat ibadah.
“Nak Guntur,” panggil seseorang di belakangnya, membuat Guntur mau tak mau menoleh.
“Ada
แชร์ผลงานไปที่
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
บทล่าสุด
Expect The Glimmer [Indonesia] BAB 20
"Kenapa lancang sekali memotong pembicaraan saya?" Pria itu menghardik keras. "Sekalinya orang miskin tetaplah miskin, mereka tidak ada tempat di dunia ini. Apalagi berhubungan langsung pada kita, jangan pernah! Jadi jangan buang-buang waktu berharga kita untuk meladeni mereka. Baju dan sepatumu bisa Papa belikan lagi nanti, tapi untuk acara kita tidak bisa ditunda." Amara semakin tak mengerti kenapa orang-orang kaya banyak yang terlalu merendahkan manusia lainnya. Bukankah semua terlihat sama saja di mata Tuhan? Apa yang membuat mereka berbeda? Amara semakin memeluk erat Cakra saat merasakan pelukan Cakra yang juga semakin mengerat. Ia tahu adiknya takut. "Maaf, Pak ... Bu jika perbuatan adik saya sudah melukai perasaan Bapak dan Ibu." Amara menekankan setiap kata-katanya sambil menatap dalam pria baya itu di depannya. Tak ada rasa rindu yang terpancar, yang ada hanya rasa kesal dan merendahkan. "Sudahlah, jika saya minta ga
Expect The Glimmer [Indonesia] BAB 19
Tanpa memperlama proses penasaran akhirnya Dina tersadar dari keterkejutannya. Ia dengan cepat mengambil sendok yang terjatuh di lantai dan menaruhnya di sisi kiri meja. "Loh, bapak udah kenal dengan Amara?" sela Dina yang sedikit berbisik menimbulkan anggukan pada Yessi. Karena ia y
Expect The Glimmer [Indonesia] BAB 17
Guntur melihat Amara yang sedang turun dari angkutan umum. Meniti tubuh adiknya dari atas ke bawah. "Lo benar kerja, Mar?" tanya Guntur. “Gue kira enggak bakal ada perusahaan yang mau terima lulusan sekolah menengah atas. Dan meliat lo begini gue jadi paham.”Amara
Expect The Glimmer [Indonesia] BAB 16
Hujan yang mengguyur bumi dari pagi hingga saat ini—siang hari—membuat semua karyawan yang di kantor sedikit tak semangat. Seakan mereka semua telah kehilangan semangat dari matahari yang menyinari. Tapi beda hal dengan divisi marketing, entah bulan-bulan ini atau setiap hari
