GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Home / All / Expect The Glimmer [Indonesia]
Last Updated : 2020-10-18
Expect The Glimmer [Indonesia]

Expect The Glimmer [Indonesia]

Bahasa_indonesia
·
18+
·
Ongoing
By:  Kaagaluh

26

Chapters
10
Ratings

358

Views
Synopsis
Warning! Cerita ini mengandung bawang.Cita-cita Amara hanya satu, ingin membahagiakan keluarganya. Sangat klasik memang, tapi seperti itulah inginnya. Di saat Amara sedang menata kehidupannya yang tak lengkap, di saat itu pula banyak kejadian yang tak bisa ia hindarkan. Bertemu dengan ayah kandung yang sudah 'membuangnya' membuat luka Amara semakin menganga. Terlebih ia bertemu dengan Angkasa, pria dengan penuh sejuta pesona. Angkasa yang terus saja mendekatinya hingga benar-benar membuat ia jatuh hati. Tapi pria itu memberikan kekecewaan lain pada Amara, memberikan posisi yang seharusnya tak ia duduki. Orang ketiga atau biasa disebut perusak hubungan orang. Bisakah Amara mengharapkan cahaya dalam hidupnya walau redup?
Share the book to

Chapter 1

PROLOG

Tangan Amara menengadah merasakan dinginnya air hujan yang turun. Hujan yang sedari tadi tidak berhenti membuatnya menghela napas. Entah sampai kapan hujan berhenti, tak mungkin bukan ia menembus jika ia saja lupa membawa payung ataupun jas hujan.  

Langit yang memutih kian lama makin menggelap, sudah hampir satu jam ia menunggu. Jika hari cerah ia akan menggunakan jasa ojek online agar bisa sampai ke rumah. Atau jika ia membawa payung bisa saja ia menunggu di perapatan jalan untuk menaiki angkutan umum. 

Kenapa dirinya begitu lupa, seharusnya ia jangan pernah melupakan payung mengingat ini adalah musim hujan. 

Ia semakin menghela napas saat melihat suasana kantornya yang semakin sepi. Beberapa orang juga  terlambat pulang seperti dirinya pun sudah menaiki kendaraan pribadi seakan tak ingin berlama-lama di gedung ini. 

"Menyebalkan." 

Suara yang menyadarkan lamunan Amara, dilihatnya pria berdiri tepat di sampingnya memandangi hujan. Jas hitam yang sudah lepas dijinjingnya di lengan. 

Amara terkesiap saat mata itu menatap juga dirinya dari atas hingga bawah. 

"Pak Langit." Amara bersikap sopan saat mengetahui atasannya. 

Pria itu hanya mengernyitkan keningnya saat mendengar perempuan yang diduga karyawannya menyebut namanya. Tapi tunggu, sepertinya ia asing dengan wajah ini. 

"Baru bekerja di sini?" Angkasa bertanya tapi matanya sudah berpaling menghadap rincikan hujan. 

"Iya Pak, baru seminggu," jawab Amara sambil menipiskan bibirnya, ia merasa canggung. 

"Divisi?" 

"Pemasaran, Pak." 

Angkasa hanya mengangguk tanda mengerti, berbasa-basi saat menunggu hujan berhenti tak ada salahnya bukan? 

"Siapa namamu?" Amara yang di tanya namanya langsung menoleh menatap Angkasa yang juga masih memperhatikan rintik hujan. Semakin canggung dan tak ingin berlangsung lama akhirnya ia memberanikan diri. 

"Amara Lania. Pak saya pulang terlebih dulu sepertinya hujan sudah mulai reda, permisi." 

Sedangkan Angkasa menatap punggung yang sedang berlari di bawah rincikan hujan dengan tas menutupi kepalanya agar tidak basah. 

Lania? Angkasa menyenderkan tubuhnya di dinding. 

Nama yang bagus, persis sepertiku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

  • Expect The Glimmer [Indonesia]   BAB 25

    Last Updated : 2020-10-18
  • Expect The Glimmer [Indonesia]   BAB 24

    Last Updated : 2020-10-17
  • Expect The Glimmer [Indonesia]   BAB 23

    Last Updated : 2020-10-16
  • Expect The Glimmer [Indonesia]   BAB 22

    Last Updated : 2020-10-14
  • Expect The Glimmer [Indonesia]   BAB 17

    Guntur melihat Amara yang sedang turun dari angkutan umum. Meniti tubuh adiknya dari atas ke bawah. "Lo benar kerja, Mar?" tanya Guntur. “Gue kira enggak bakal ada perusahaan yang mau terima lulusan sekolah menengah atas. Dan meliat lo begini gue jadi paham.”Amara

  • Expect The Glimmer [Indonesia]   BAB 16

    Hujan yang mengguyur bumi dari pagi hingga saat ini—siang hari—membuat semua karyawan yang di kantor sedikit tak semangat. Seakan mereka semua telah kehilangan semangat dari matahari yang menyinari. Tapi beda hal dengan divisi marketing, entah bulan-bulan ini atau setiap hari

  • Expect The Glimmer [Indonesia]   BAB 15

    Sejak saat itu, setelah Hanum dan Dewo menikah mau tak mau Angkasa yang bernotabene sebagai teman dekat sekaligus--teman tapi tak menikah Hanum--dekat dengan adiknya, Della. Angkasa juga baru tahu bahwa selama ini Dellandra Aniva memiliki perasa

  • Expect The Glimmer [Indonesia]   BAB 14

    Angkasa yang sudah dua hari bertugas kembali ke Malang dengan segala urusannya. Masalah yang ia kira sudah selesai dan hanya akan melakukan proses penyelesaian ternyata salah besar. Para petani apel itu tiba-tiba menaikkan harga yang cukup mahal karena alasan wabah yang menyerang tanaman. Berhekt

More Chapters

Reviews

no comment
No comment yet

Chapters

Read

Download

You might like

Don't Kill My Baby (Indonesia)
Clouds AC 7926
PLAYMATE ( INDONESIA )
It's Okay That's Love (INDONESIA)
I Hate You But Love You
Dream Boy (Indonesia)
Don't Kill My Baby (Indonesia)

Don't Kill My Baby (Indonesia)

Kafalma

Binar bersimpuh dengan kesepuluh jarinya yang saling bertaut di depan dada. "Bunuh aku," lirihnya bersama bulir-bulir kepahitan yang membasahi wajahnya."Tidak sekarang, aku masih ingin bermain-main denganmu," bisik Rigel di telinga Binar dengan posisi menunduk. Pria itu menegakkan tubuhnya kembali, menarik gesper yang melingkar di pinggangnya hingga terlepas. Dengan seringai liciknya, ia layangkan gesper itu pada tubuh Binar yang semakin lemah."Berhenti!" pekik Binar memohon ampun. Namun, bukannya berhenti, Rigel semakin bersemangat mengukir bercak merah di tubuh wanita itu.***"Argh! Ayah ... tolong aku! Sakit!" Pekikan memilukan itu terdengar seiring tetes darah yang mengucur deras dari jemari mungil Leya."Berhenti memanggilku ayah! Kau harus tahu, aku tidak peduli akan kematianmu!"***Tak ada yang lebih menyakitkan bagi Binar saat ini, selain harus kehilangan sang buah hati, apalagi penyebab dari kematian buah hatinya adalah Rigel, pria yang teramat ia cintai. Di matanya kini, Rigel adalah jelmaan iblis yang telah membuatnya hanyut dalam tangis yang kian melimpah ruah, tertatih di atas bara api yang tak berujung, dan menghujamnya dengan ribuan anak panah beracun, serta tak pernah puas mengukir maha karya bertinta darah di tubuhnya. Rasanya, sakit sekali!Haruskah Binar bertahan dan memaafkan Rigel di saat terlampau banyak luka yang menganga di hati dan tubuhnya? Ataukah sebaiknya ia pergi, membuka lembaran baru, dan membuka hati untuk pria lain yang diharapkan bisa menjadi penyembuh lukanya?

download Don't Kill My Baby (Indonesia)Download the book on the App

To Readers

Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2   YINI

Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy