Memuat
Beranda/ Semua /Daniel And Callista (INDONESIA)/Bab 6 Bertemu Pria Asing

Bab 6 Bertemu Pria Asing

Penulis: Abigail Kusuma
"Tanggal publikasi: " 2020-09-13 02:21:08

Sebuah klub mewah di Los Angeles ini menjadi salah satu tempat yang didatangi oleh para model terkenal, artis dan kalangan atas. Gardenia, klub malam yang berada di Los Angeles ini terkenal tidak pernah sepi dari pengunjung.

Para pelayan berpakaian seksi tampak sibuk mengantarkan pesanan. Aroma tembakau dan dentingan gelas sloki memenuhi klub malam ini. Sebagain para pengunjung berdansa di lantai dansa.

Adam, Andre dan Taylor. Ketiga pria ini tengah duduk di sebuah meja besar. Mereka menikmati detuman musik. Tidak hanya itu, ketiga pria ini tengah asik berbincang sembari menyesap minuman di tangan mereka.

“Adam, di mana Daniel? Bukannya kau sudah mengatakan dia sudah kembali ke Los Angeles?” tanya Taylor sembari menyesap wine di tangannya.

Adam membuang napas kasar. “Dia itu susah sekali dihubungi sejak kemarin. Terakhir aku berhasil menghubunginya tapi dia bilang tidak akan datang.“

Taylor mendengus. “Kita sudah lama tidak bertemu, dia malah tidak mau datang. Harusnya dia menyempatkan diri untuk datang.”

“Sudahlah, mungkin Daniel membutuhkan waktu untuk sendiri,” sambung Andre menengahi perdebatan itu.

“Bisakah kalian diam.” Suara bariton menyela pembicaraan Andre dan lainnya. Sontak Andre, Adam dan Taylor melihat ke sumber suara itu. Mereka menatap sosok yang mereka sangat kenali melangkah mendekat ke arah mereka.

“Daniel? Akhinya kau datang,” seru Adam saat melihat Daniel sudah duduk di hadapannya.

“Kau datang rupanya. Aku pikir kau tidak ingat dengan temanmu,” tukas Taylor dengan suara terdengar menyindir Daniel. 

Daniel tidak memperdulikan ucapan Taylor. Dia mengambil botol wine dan menuangkan wine ke gelas sloki miliknya. “Ya, aku sibuk.”

Adam tersenyum tipis. “Lebih tepatanya menyibukan diri. Lihatlah, banyak wanita cantik di sini. Kau bisa pilih salah satu dari mereka.”

“Lebih baik kau berikan itu pada Taylor,” jawab Daniel dingin sembari menyesap wine di tanganya.

“Sialan kau Daniel!” desis Taylor.

“Kalian diamlah, nyatanya memang di antara kita semua hanya Adam yang ingin berkomitmen dengan seorang wanita,” ucap Andre dengan santai tapi tersirat penuh dengan sindirian pada Adam.

“Memangnya kau ini tidak mau menikah?” tukas Adam balik menyindir. Tatapannya menghunus dingin ke arah Andre.

Andre mengedikan kedua bahunya. “Belum ada wanita yang mampu membuatku bertekuk lutut padanya.”

Adam menggelengkan kepalanya dan memilih untuk tidak menjawab perkataan Andre.

“Daniel lihatlah wanita memakai gaun berwarna hitam itu sejak tadi berusaha mengajakmu berkenalan.” Taylor menatap wanita yang duduk tidak jauh dengan mejanya, wanita itu sejak tadi berusaha ingin berkenalan dengan Daniel. Namun sahabatnya itu tidak sama sekali menatap wanita itu.

“Kalau kau menginginkannya, kau bisa mendekatinya,” balas Daniel dingin. Bahkan sudah sejak tadi banyak wanita berusaha menggoda dan mengajaknya berkenalan. Tapi tidak ada satu pun yang Daniel perdulikannya.

“Tunggu, ada dua orang dewi berjalan masuk ke dalam. Lihatlah kedua wanita itu. Mereka sangat cantik dan seksi,” seru Taylor yang kini menatap dua orang wanita baru saja memasuki klub malam.

Adam dan Andre ikut menatap kedua wanita itu. Benar saja, mereka sangat cantik. Tapi tidak bagi Daniel, ketika ketiga temannya menatap dua wanita itu hanya Daniel yang mengalihkan pandangannya. Daniel memilih menikmati minumannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah dua wanita yang di maksud oleh Taylor.

***

Dua orang wanita cantik itu melangkah masuk ke dalam klub malam. Semua pandangan tertuju pada dua wanita itu. Dengan balutan gaun yanng indah, membuat kedua wanita itu sangat cantik dan seksi. Mereka melangkah dengan anggun, membuka table di sudut sebelah kanan.

“Callista, aku sudah meminta pelayan mengantarkan kita wine tidak beralkohol. Tenang saja, kita bisa minum wine tanpa alkohol. Tidak mungkin, kan kita ke klub malam minum air putih? Sungguh memalukan,” bisik Olvia di telinga Callista.

Callista menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Kau atur saja, aku percayakan padamu.”

“Great! Tapi tunggu apa kau tidak berniat berkenalan dengan pria yang ada di sini?” Olivia kembali berbisik. Suara detuman musik cukup keras membuat Olivia sulit untuk  berbicara pada Callista.

Callista mendesah pelan. Dia menatap kesal Olivia. Seperti biasa, sahabatnya itu akan kembali bertanya apa dirinya ingin berkenalan dengan pria di sini atau tidak. Berkali-kali Callista mengatakan jawabannya tetap saja Olivia akan kembeli bertanya. Hingga kemuduan Callista menjawab dengan nada dingin, “Lebih baik kau diam dan jangan lagi membahas tentang pria!” Dia mengambil gelas sloki yang berisikan wine dan mulai menyesapnya.

“Nona Callista,” Suara bariton menerobos masuk dan mengelilingi meja Callista dan Olivia.

Olivia terkesiap, dia meneguk ludahnya sudah payah saat melihat pria berbadan besar mengelilingi mejanya. “Callista, mereka siapa? Kenapa mereka mengenalmu?” Olivia berbisik dengan nada cemas dan takut.

Callista membuang napas kasar, dia meletakan gelas slokinya di meja. Lalu menatap lekat pria di hadapannya. “Jika kalian diminta ayahku untuk menarikku pulang, maka kalian lebih baik pergi dari sini. Sebelum aku mematahkan leher kalian!” desis Callista tajam.

“Nona maaf, Tuan Besar Michael meminta Nona untuk segera pulang. Saya tidak bisa pergi jika tidak membawa, Nona,” jawab seorang pengawal menundukan kepalanya.

“Callista, ini pengawal Paman Michael? Lebih baik kita pulang saja. Jangan mencari masalah dengan ayahmu,” bisik Olivia yang membujuk sahabatnya. Pasalnya, Olivia mulai ketakutan dan cemas pada pengawal yang di kirimkan ayah dari sahabatnya ini. Tidak tanggung-tanggung ayah dari sahabatnya ini mengirimkan delapan pengawal. Ini yang membuat Olivia semakin takut.

Tanpa memperdulikan ucapan Olivia, Callista langsung beranjak dari tempat duduknya. Dia berdiri tegap menatap delapan pengawal kiriman dari ayahnya itu. Tatapnnya kini menghunus tajam pada para pengawal ayahnya itu. “Jadi kalian masih ingin memaksaku untuk pulang?” Suara Callista terdengar begitu dingin. Tangannya terkepal kuat, wajah Callista tampak begitu berusaha menetralisir amarahnya.

“Nona, maaf tapi ini permitaan Tuan Besar Michael,” jawab pengawal itu.

“Alright, berarti kalian telah mencari masalah denganku!” tukas Callista tajam.

Olivia beranjak dari tempat duduknnya, dia mundur perlahan. Wajahnya mulai memucat, dia sudah meminta Callista untuk pulang. Tapi tetap saja Callista tidak mau mendengarkannya.

“Nona, kami tidak ingin bertindak kasar pada anda,” kata salah satu pengawal lainnya yang terlihat begitu segan pada Callista.

“Aku sudah mengatakan pada kalian untuk tidak mengangguku!” seru Callista menggeram menahan emosinya.

“Maaf Nona, kami harus memaksa anda,” kata pengawal itu, lalu dia mulai menarik paksa Callista. Dengan satu kali hentakan, Callista berhasil menepisnya.

Namun, pengawal lainnya tidak tinggal diam. Salah satu di antara mereka berusaha mengunci pergerakan Callista. Dengan sigap, Callista membalikan tubuh pria yang berusaha mengunci pergerakannya. Callista memukul dan menendang pria itu hingga membuat pria itu tersungkur di lantai.

Suasana klub malam menjadi gaduh akibat perkelahian Callista dan para pengawal ayahnya itu. Para pengawal itu, kembali mencoba mengunci pergerakan Callista namun rupanya mereka terpaksa harus membalas pukulan Callista.

***

Di sisi lainnya, Daniel dan ketiga temannya menatap wanita dengan gaun bewarna silver tengah berkelahi melawan pria-pria di hadapannya. Adam, Andre dan Taylor menatap kagum pada wanita itu.

Sedangkan Daniel, dia menyilangkan kakinya dan melipat tangan di depan dada. Daniel mengamati setiap pergerakan wanita itu ketika berusaha melawan. Wanita yang terbalut dengan gaun yang indah dan wajah sangat cantik itu mampu melawan para pria yang mengganggunya. Itulah yang ada dipikiran Daniel saat menatap wanita itu.

“Daniel, kau lihat wanita itu? Ternyata dia bagaikan mawar merah. Cantik di luar tapi saat disentuh berduri,” komentar Taylor. Tatapannya tak lepas menatap wanita yang memakai berwarna silver itu.

Adam mengangguk setuju. “Kau benar, baru pertama kali aku melihat wanita cantik bisa melawan seperti itu,” balas Adam membenarkan perkataan Taylor.

“Dan aku tidak yakin, kita mampu melawan wanita itu. Bagaimana kalau dia menjadi kekasih salah salah satu kekasih di antara kita? Percayalah, kita tidak akan pernah selamat jika berani berselingkuh,” gumam Andre yang terus menatap wanita itu.

***

Braakkkkk

Callista tersungkur ke lantai ketika ada yang melawannya dari belakang. Olivia menjerit saat melihat Callista tersungkur di lantai. Olivia menggigit bibir bawahnya, wajahnya penuh dengan kecemasan dan ketakutan.

“Shit!” umpat Callista saat dirinya tersungkur di lantai akibat serangan dari arah belakang. Callista berusaha bangkit berdiri dan kembali melawan. Namun saat dirinya merasakan ada yang ingin menyerangnya dari arah belakang, dia merasa ada seseorang yang membantunya. Callista membalikan tubuhnya lalu menatap sosok pria tampan dengan tubuh tegap melawan anak buah ayahnya dari belakang.

“Jika kalian berani, jangan melawan seorang wanita!” desis pria itu saat mengunci pergerakan dari anak buah Michael.

***

-To Be Continued

Ingin tahu kelanjutannya?
Lanjutkan Membaca
Bab Sebelumnya
Bab selanjutnya

Bagikan buku ke

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Bab terbaru

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 55 Kecemburuan Yang Membuat Egois

Daniel menyandarkan punggungnya di kursi. Dia memejamkan mata lelah. Sudah tiga hari ini, dia tidak berkomunikasi dengan Callista. Sebenarnya, dia ingin sekali menghubungi Callista, tapi ego yang ada di dalam dirinya mengalahkan keinginannya. Tidak bisa dipungkiri, dia masih begitu marah melihat Callista dekat dengan Mike. Ya, meski dia sudah mendapatkan informasi, jika benar Callista menggantikan Viktor menangani pasien yang mengalami kerusakan jantung, tapi tetap saja Daniel tidak suka Callista harus dekat dengan Mike. Hal yang membuat Daniel marah, adalah ketika saat Callista membiarkan Mike menemaninya di lobby, padahal sejak awal, Daniel sudah mengatakan jangan pernah dekat dengan Mike.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 54 Pertengkaran

Daniel turun dari mobilnya, dia membanting kasar pintu mobilnya, kemudian melangkah masuk ke dalam penthousenya. Callista turun dari mobil, dia berlari mengejar Daniel yang sudah lebih dulu masuk ke dalam penthousenya. “Daniel, tunggu, kita harus bicara..” Callista menahan lengan Daniel, hingga membuat langkah kaki Daniel terhenti. “Callista, aku lelah. Lebih baik kau langsung istirahat.” Daniel melepaskan tangan Callista yang menyentuh lengannya itu.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 53 Ungkapan Hati

Callista melangkah keluar dari ruang operasi. Setelah berada di ruang operasi hampir tiga belas jam berada di ruang operasi, membuatnya begitu lelah. Callista melirik arloji, kini sudah pukul delapan malam. Tanpa menunda, Callista langsung menuju ruang kerjanya, mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk pulang. Sebelumnya, dia mengirimkan pesan pada Daniel, untuk tidak menunggunya. Bukan tidak ingin dijemput, tapi Callista hanya tidak ingin Daniel kelelahan harus menjemputnya. Tentu Callista mengerti, kesibukan Daniel sudah menyita banyak waktu kekasihnya itu. Dia tidak ingin merepotkan kekasihnya. Terlebih jarak dari perusahaan Daniel ke Queen Hospital tidaklah dekat.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 52 Kedatangan Adam

“Nanti sore aku akan menemputmu,” ucap Daniel saat tiba di lobby rumah sakit. Rasanya begitu berat melepas kekasihnya itu. Padahal sebelumnya, Daniel sudah meminta Callista untuk tidak bekerja. Tapi tentu Callista menolaknya. Bisa saja Daniel memaksa Callista untuk tidak bekerja, tapi Daniel memilih untuk menuruti keinginan kekasihnya itu. Ini lebih baik, demi menghindar berdebat dengannya.Callista mendesah pelan. “Apa kau itu tidak bekerja? Kau selalu menjemputku. Bukan tidak ingin dijemput, tapi aku tidak ingin kau kelelahan harus menjemputku.”

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 51 Tetaplah Disisiku

Perlahan Callista mulai membuka matanya, dia merintih kesakitan pada bagian bawahnya. Namun, dia berusaha untuk menahan rasa sakit di bagian bawahnya. Tatapan Callista kini teralih melihat sosok pria yang masih tertidur pulas di sampingnya. Seketika senyum di bibir Callista terukir mengingat kejadian tadi malam. Sentuhan Daniel, tatapan pria itu yang begitu memuja tubuhnya. Bahkan sepanjang malam, Daniel selalu terus menginginkannya. Pria itu tidak henti memuji dirinya. Tadi malam, adalah hal terindah dalam hidup Callista. Dimana dia memberikan hal yang paling berharga dari dirinya, untuk pria yang dia cintai.Callista membawa tangannya menyentuh dengan lembut wajah Daniel. Rahang t

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 50 Completely Mine

“Daniel, kau kenapa? Apa kau melakukan kesalahan?” Callista menghentakan kakinya, saat masuk ke dalam penthouse milik Daniel. Tatapannya menatap kesal Daniel yang sejak tadi mendiaminya.“Tidak, aku hanya lelah,” jawab Daniel dingin. Dia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Callista langsung mengikuti Daniel masuk ke dalam kamar pria itu. “Kau tidak pernah seperti ini, katakan padaku ada apa?” Callista menahan lengan Daniel. Kesabarannya sudah habis. Sepanjang perjalanan, Daniel te

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 49 Cemburu?

Daniel menatap Callista yang tengah tertidur dalam pelukannya. Dia mengelus lembut pipi Callista. Bulu mata lentik, hidung mancung dan mungil

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 48 ­­­­­­­­­Rencana Ke Jepang

Daniel menatap Callista yang tengah memasukan pakaian miliknya ke dalam tas. Sudah sejak tadi Daniel mengatakan cukup pelayan saja yang memasukan bajunya ke dala

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 47 Aku mencintaimu

Kondisi Daniel berangsur membaik. Setiap harinya Callista selalu menjaga Daniel. Bahkan Callista akan selalu menginap di ruang rawat Daniel, hanya demi memastik

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 46 Hampir Kehilanganmu

Sudah satu minggu Daniel tidak sadarkan diri. Operasi Daniel berjalan lancar. Meski Callista berhasil menyelamatkan Daniel dari masa kritisny

Bab Lainnya
Unduh Buku
GoodNovel

Unduh Buku Gratis di Aplikasi

Unduh
Cari
Pustaka
Pencarian
RomansayinniHistoricalUrbanMafiaSystemFantasiLGBTQ+aRnoldMM Romancegenre22- 印尼语genre26- IndonesiaNamegenre27-请勿使用印尼语genre28- IndonesiaName
Cerita Pendek
LangitMisteri dan teka-tekiKota modernSurvival akhir duniaFilm aksiFilm fiksi ilmiahFilm romantisKekerasan berdarahRomansaKehidupan SekolahMisteri/ThrillerFantasiReinkarnasiRealistisManusia SerigalaharapanmimpikebahagiaanPerdamaianPersahabatanCerdasBahagiaKekerasanLembutKuat红安Pembantaian berdarahPembunuhanPerang sejarahPetualangan fantasiFiksi ilmiahStasiun kereta
MenulisKeuntungan PenulisLomba
Genre Populer
RomansayinniHistoricalUrbanMafiaSystemFantasi
Hubungi kami
Tentang kamiHelp & SuggestionBisnis
Sumber
Unduh AplikasiKeuntungan PenulisKebijakan KontenKata kunciPencarian PopulerUlasan bukuFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunitas
Facebook Group
Ikuti kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Syarat Penggunaan|Kebijakan Privasi