loading
Home/ All /Daniel And Callista (INDONESIA)/Bab 4 Home

Bab 4 Home

Author: Abigail Kusuma
"publish date: " 2020-09-13 01:36:06

Bandara Internasional LAX, Los Angeles - Callifornia.

Pesawat yang membawa Daniel baru saja mendarat di Bandara Internasional Los Angeles. Tidak hanya sendiri, Daniel kembali ke negaranya bersama dengan Adam. Mereka langsung menuju lobby karena sopir mereka telah menjemput. Kepulangannya kali ini, Daniel tidak menggunakan pesawat pribadi milik keluarganya. Daniel lebih memilih menggunakan pesawat komersial. 

“Daniel, sopirmu sudah menjemput,” kata Adam saat melihat sopir keluarga Daniel menyambut mereka. Sebelumnya, Daniel sudah meminta keluarganya untuk mengirimkan sopir menjemputnya di bandara.

“Ya,” jawab Daniel singkat.

“Jangan lupa Daniel, saat pertunanganku kau harus membawa wanitamu. Satu lagi, minggu depan pertunangan Mr. Jonathan. Kau ingat bukan? Pengusaha asal Italy itu akan bertunangan. Kau tidak mungkin tidak membawa wanita, bukan? Jadi jangan permalukan dirimu,” tukas Adam yang sengaja meledek Daniel.

Daniel tersenyum sinis. “Aku akan membawa wanitaku. Kau tenang saja percayalah wanitaku jauh lebih cantik dari wanitamu.”

Adam mengangkat kedua bahunya. “Well, kita lihat nanti apa benar wanitamu mampu mengalahkan tunanganku? Kau harus mencari tahu tentang Jessica Hutomo, kekasiku yang terkenal cerdas, kaya dan juga sangat cantik. Dia wanita sempurna yang pernah aku lihat.”

“Aku akan membuktikan padamu jika wanitaku tidak mungkin kalah dengan wanitamu, Adam Dadario,” balas Daniel dengan seringai di wajahnya.

Adam tertawa pelan. “Aku sangat menunggu wanita yang kau bawa nanti Tuan Muda Daniel Renaldy. Percayalah, wanitamu akan takut ketika melihat wanitaku. Karena aku tahu, wanitaku itu sangat sempurna.”

“Kita lihat nanti,” jawab Daniel datar. Dia membalikan tubuhnya berjalan menuju sopir yang sudah sejak tadi menunggunya.

***

Renaldy Mansion – L.A.

“Daniel!” Suara Alin berseru saat melihat putranya masuk ke dalam rumah. Wajah bahagia Alin melihat kini putranya sudah pulang. Alin langsung memeluk erat putranya itu.

Daniel mengurai pelukannya. “Apa kabar, Ma?”

“Kau ini benar-benar! Apa kau ini sudah tidak mengingat orang tuamu lagi, Daniel? Kau sungguh keterlaluan! Apa kau lupa ingatan? Hingga tidak pulang ke rumah? Apa kau ini berniat ingin kedua orang tuamu sudah tidak ada baru kau pulang ke rumah?” Alin sudah tidak bisa lagi menahan diri. Mengingat Daniel benar-benar jarang untuk kembali pulang. Mungkin jika tidak dipaksa, Daniel akan tetap memilih tinggal di Barcelona.

Daniel mendengus, dia tahu ibunya ini memang selalu seperti ini. “Ya, maaf aku sibuk.”

“Kakak!” Suara teriakan Grace begitu keras saat melihat Daniel sudah tiba di rumah. Grace melompat memeluk kakaknya itu.

Daniel menangkap tubuh adiknya, dia membalas pelukan erat adiknya itu. “Kau ini sudah dewasa, Grace. Bukan gadis kecil lagi.”

Grace mencebikan bibirnya, lalu menatap kesal Daniel. “Aku masih selalu seperti anak kecil jika berada di hadapanmu, ka!”

Daniel menggeleng pelan dan tersenyum. Tangannya mengusap puncak kepala adiknya itu. “Kau ini sudah dewasa. Perhatikan sikapmu.”

“Jadi kau tahu untuk pulang, son? Papa mengira kau ini tidak ingin kembali,” tukas Gio dingin. Dia melangakah mendekat ke arah Daniel.

Daniel membuang napas kasar mendengar sapaan Gio. Tidak mungkin dia berdebat dengan ayahnya ini. Hingga kemudian dia menjawab,

“Maaf Pa, belakangan aku sibuk.”

Gio melipat tangannya di depan dada, dia terus menatap lekat putranya itu. “Kesibukan apa yang kau maksud? Bisa kau jelaskan pada Papa? Bukankah sudah sejak lama Papa mengatakan padamu untuk kembali tapi kau tidak juga kembali?”

 Gio mengatakan dengan nada tegas. Dia menatap dingin mata putranya itu, menuntut putranya untuk menjelaskan padanya. Karena memang sebelumnya, Gio sudah meminta Daniel untuk segera kembali ke Los Angeles. Tapi, putranya itu tetap memilih untuk memimpin perusahaan cabang di Barcelona. 

“Pa, jangan seperti itu yang penting sekarang Daniel sudah pulang.” Suara Alin menegur suaminya dengan pelan. Dia tahu, suaminya marah pada putranya. 

“Jangan selalu membela putramu!” tukas Gio dingin. Tatapannya menatap Alin penuh dengan peringatan.

Daniel memilih diam sejenak, dia tidak ingin berdebat dengan ayahnya. Dia sudah tahu ketika dia kembali kedua orang tuanya akan menegur dirinya yang sudah lama tidak pulang.

“Sudahlah, Pa. Terpenting saat ini Daniel sudah pulang, ” kata Alin berusaha menengahi sambal mengelus dada bidang Gio. Ya, meski suaminya itu sudah tidak muda lagi, namun kenyataanya Gio masih memiliki tubuh tegap dada yang bidang.

Gio membuang napas kasar. “Bagaimana dengan perusahaan? Semua berjalan dengan baik bukan?” tanya Gio yang memilih untuk mengendalikan emosinya.

“Semua berjalan dengan baik. Rencananya dalam waktu dekat ini aku akan menambah cabang di Eropa. Di sana pengembangan bisnis sangat baik. Jadi kemungkinan akhir tahun ini aku akan menambah perusahaan cabang kita,” jelas Daniel yang menceritakan rencana kedepannya tentang perusahaan.

Gio mengangguk singat. “Good. Papa mendirikan perusahaan ini dengan susah payah jadi kau harus membuat perusahaan ini jauh lebih berkembang. Karena dulu saat Papa muda Papa pernah berada di posisi terendah. Hingga ada satu perusahaan yang telah menjatuhkan perusahaan kita. Saat ini yang Papa inginkan, kau harus mampu mengendalikan perusahaan yang Papa bangun ini. Jangan kecewakan Papa, son.”

Daniel mengangguk singkat. “Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu. Tapi siapa yang pernah menjatuhkan perusahaan kita? Katakan padaku, saat ini aku akan membalasnya. Mereka harus merasakan masa sulitmu.” Seketika sorot mata Daniel menajam setelah mendengar perkataan Gio yang menceritakan masa lalunya.

“Lupakan itu Daniel, saat ini mereka masih sangat hebat. Meski kini kita sudah berada di atas mereka. Tapi mereka tetap masih sangat hebat. Papa tidak ingin kau balas dendam padanya.” Gio menepuk pelan bahu Daniel. “Papa tidak ingin kau harus balas dendam. Lagi pula, masalah Papa dengan orang itu telah berakhir. Papa sudah melupakannya.”

“Apa Papa bisa memberitahuku, nama perusahaan yang dulu pernah menjatuhkan perusahaan kita?” tanya Daniel sekali lagi. Dia menatap lekat Gio. Rasanya dia belum puas jika ayahnya belum memberitahukan padanya.

“Hentikan ini, kenapa kalian jadi membahas perkajaan? Apa tidak bisa kalian ini ketika di rumah tidak membahas pekerjaan!” seru Alin kesal. Putra dan suaminya ketika di rumah tidak berhenti memikirkan pekerjaan.   

“Mamamu benar, lebih baik kau beristirahat,” ujar Gio mengingatkan.

“Tunggu, Mama ingin bertanya padamu Daniel,” kata Alin menahan putranya agar tidak langsung pergi ke kamarnya. 

“Ada apa?” Daniel mengernyitkan dahinya.

“Kau pernah mengatakan pada Mama, kau akan membawa kekasihmu. Tapi sampai sekarang kau tidak juga membawa kekasihmu itu!” ucap Alin ketus.

Daniel membuang napas kasar. “Aku tidak memiliki kekasih.”

Alin mengerjap, dia menatap lekat wajah putranya itu. “Maksudmu apa Daniel? Kau belum memiliki kekasih? Apa kau membohongi mama?”

“Aku tidak mungkin membohongimu, Ma,” balas Daniel. Suaranya begitu enggan membahas ini. Tapi jika dia tidak menjaawab, Alin akan terus mendesak dirinya. Daniel tentu sangat mengenal ibunya dengan baik.

“Lalu kenapa sekarang kau mengatakan kau tidak memiliki kekasih?” Alin memincingkan matanya. Menatap Daniel penuh selidik.

Daniel mendengus tak suka. “Aku sudah lama berpisah dengannya.”

“Berpisah? Kenapa bisa berpisah? Kau mengatakan pada Mama sudah menjalin hubungan lama dengannya?” tanya Alin yang masih tidak percaya. Tatapannya menuntut Daniel agar menjelaskan padanya.

“Aku hanya ingin mengatakan padmu, saat ini aku tidak memiliki kekasih,”  tukas Daniel menekankan.

Alin mendesah pelan. “Kalau begitu Mama akan menjodohkanmu dengan anak teman

Mama.”

“Tidak!” tolak Daniel tegas.

“Tapi--“

“Aku tidak suka dijodohkan, aku ingin istirahat.” Daniel langsung memotong ucapan Alin. Setalah itu dia berjalan meninggalkan kedua orang tuanya. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan meminta pelayan untuk tidak mengganggunya.

“Daniel Renaldy! Kenapa kau tidak sopan pada ibumu sendiri? Kau berani meninggalkan Mama yang belum selesai berbicara denganmu, Daniel! Percakapan kita belum berakhir!” teriak Alin kencang saat Daniel meninggalkannya. Namun putranya itu tetap melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar.

Gio melangkah mendekat, dia memeluk bahu istrinya. “Sudah, Ma, Papa sudah ingatkan jangan memaksanya. Dia tidak perlu dijodohkannya. Biarkan dia memilih sendiri wanita yang dia inginkan.”

Alin membuang napas kasar. “Dia sudah berusia 31 tahun. Tapi dia tidak juga menunjukan kekasihnya pada kita. Mama ingin dia mendapatkan wanita yang terbaik. Bukan hanya cantik, tapi Mama menginginkan pasangan yang tepat bersanding dengan putra kita.”

“Mama bisa melihat sendiri dia itu sangat keras kepala. Biarkan dia memilih pasangan yang terbaik untuknya. Kita tidak usah ikut campur dalam hal ini. Lebih baik kita masuk ke dalam kamar.” Kata Gio. Lalu dia mengalihkan pandangannya, melihat ke arah Grace yang masih berdiri di sana. “Grace, masuk ke dalam kamarmu dan jangan ganggu kakakmu.”

Grace mengangguk patuh. “Ya Pa.”

Kemudian Gio membawa Alin untuk masuk ke dalam kamar. Begitu pun Grace, dia juga melangkah masuk ke dalam kamar.

***

-To Be Continued

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 55 Kecemburuan Yang Membuat Egois

Daniel menyandarkan punggungnya di kursi. Dia memejamkan mata lelah. Sudah tiga hari ini, dia tidak berkomunikasi dengan Callista. Sebenarnya, dia ingin sekali menghubungi Callista, tapi ego yang ada di dalam dirinya mengalahkan keinginannya. Tidak bisa dipungkiri, dia masih begitu marah melihat Callista dekat dengan Mike. Ya, meski dia sudah mendapatkan informasi, jika benar Callista menggantikan Viktor menangani pasien yang mengalami kerusakan jantung, tapi tetap saja Daniel tidak suka Callista harus dekat dengan Mike. Hal yang membuat Daniel marah, adalah ketika saat Callista membiarkan Mike menemaninya di lobby, padahal sejak awal, Daniel sudah mengatakan jangan pernah dekat dengan Mike.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 54 Pertengkaran

Daniel turun dari mobilnya, dia membanting kasar pintu mobilnya, kemudian melangkah masuk ke dalam penthousenya. Callista turun dari mobil, dia berlari mengejar Daniel yang sudah lebih dulu masuk ke dalam penthousenya. “Daniel, tunggu, kita harus bicara..” Callista menahan lengan Daniel, hingga membuat langkah kaki Daniel terhenti. “Callista, aku lelah. Lebih baik kau langsung istirahat.” Daniel melepaskan tangan Callista yang menyentuh lengannya itu.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 53 Ungkapan Hati

Callista melangkah keluar dari ruang operasi. Setelah berada di ruang operasi hampir tiga belas jam berada di ruang operasi, membuatnya begitu lelah. Callista melirik arloji, kini sudah pukul delapan malam. Tanpa menunda, Callista langsung menuju ruang kerjanya, mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk pulang. Sebelumnya, dia mengirimkan pesan pada Daniel, untuk tidak menunggunya. Bukan tidak ingin dijemput, tapi Callista hanya tidak ingin Daniel kelelahan harus menjemputnya. Tentu Callista mengerti, kesibukan Daniel sudah menyita banyak waktu kekasihnya itu. Dia tidak ingin merepotkan kekasihnya. Terlebih jarak dari perusahaan Daniel ke Queen Hospital tidaklah dekat.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 52 Kedatangan Adam

“Nanti sore aku akan menemputmu,” ucap Daniel saat tiba di lobby rumah sakit. Rasanya begitu berat melepas kekasihnya itu. Padahal sebelumnya, Daniel sudah meminta Callista untuk tidak bekerja. Tapi tentu Callista menolaknya. Bisa saja Daniel memaksa Callista untuk tidak bekerja, tapi Daniel memilih untuk menuruti keinginan kekasihnya itu. Ini lebih baik, demi menghindar berdebat dengannya.Callista mendesah pelan. “Apa kau itu tidak bekerja? Kau selalu menjemputku. Bukan tidak ingin dijemput, tapi aku tidak ingin kau kelelahan harus menjemputku.”

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 51 Tetaplah Disisiku

Perlahan Callista mulai membuka matanya, dia merintih kesakitan pada bagian bawahnya. Namun, dia berusaha untuk menahan rasa sakit di bagian bawahnya. Tatapan Callista kini teralih melihat sosok pria yang masih tertidur pulas di sampingnya. Seketika senyum di bibir Callista terukir mengingat kejadian tadi malam. Sentuhan Daniel, tatapan pria itu yang begitu memuja tubuhnya. Bahkan sepanjang malam, Daniel selalu terus menginginkannya. Pria itu tidak henti memuji dirinya. Tadi malam, adalah hal terindah dalam hidup Callista. Dimana dia memberikan hal yang paling berharga dari dirinya, untuk pria yang dia cintai.Callista membawa tangannya menyentuh dengan lembut wajah Daniel. Rahang t

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 50 Completely Mine

“Daniel, kau kenapa? Apa kau melakukan kesalahan?” Callista menghentakan kakinya, saat masuk ke dalam penthouse milik Daniel. Tatapannya menatap kesal Daniel yang sejak tadi mendiaminya.“Tidak, aku hanya lelah,” jawab Daniel dingin. Dia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Callista langsung mengikuti Daniel masuk ke dalam kamar pria itu. “Kau tidak pernah seperti ini, katakan padaku ada apa?” Callista menahan lengan Daniel. Kesabarannya sudah habis. Sepanjang perjalanan, Daniel te

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 33 Sebuah Keraguan

Callista masih menyimak dan memperhatikan

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 32 Menginterogasi Olivia

Olivia melangkah keluar dari ruang pemeriksaan. Hari ini dia memiliki jadwal yang cukup banyak karena harus menggantikan Callista. Meski lelah, tapi Olivia tidak

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 31 Daniel Vs Mike

Kini Daniel dan Callista tengah berada di sebuah restoran terekat dengan rumah sakit. Tidak lama kemudian, Pelayan mengantarkan salmon steak dan mashed potato yang di pesan oleh Da

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 30 Mengunjungi Kekasihku

“Sekarang papa ingin bertanya sesuatu padamu,” tukas Michael.

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy