loading
Home/ All /Daniel And Callista (INDONESIA)/Bab 3 Daniel Renaldy

Bab 3 Daniel Renaldy

Author: Abigail Kusuma
"publish date: " 2020-09-11 05:29:57

Barcelona, Spain.

Daniel duduk di kursi kebesarannya. Dia baru saja memeriksa laporan yang diberikan oleh karyawannya. Daniel menyandarkan punggungnya di kursi, lalu memejamkan matanya lelah. Sudah lima tahun Daniel memimpin perusahaan keluarganya yang berada di Barcelona. Ya, Daniel lebih memilih untuk meninggalkan Los Angeles dan menetap di Barcelona.

Renaldy Company salah satu perusahaan terbesar di Amerika. Selama lima tahun, dia memimpin perusahaan keluarganya, kini perusahaan keluarganya semakin berkembang pesat.

Daniel terkenal hebat dalam memimpin perusahaan keluarganya. Berkat kehebatan Daniel memimpin perusahaan keluarganya kini Renaldy Company berhasil memiliki ratusan cabang di luar Amerika.

Dengan kehebatan yang dimiliki seorang Daniel Renaldy tentu saja membuat para wanita bertekuk lutut padanya. Tidak hanya memiliki kekuasaan, tapi Daniel memiliki wajah yang sangat tampan, tubuh yang tegap bahkan tidak ada seorang wanita yang mampu menolak seorang Daniel Renaldy. Namun, sejak perselingkuhan Rossa kekasihnya, Daniel sudah tidak lagi menjalin hubungan dengan wanita mana pun. Bukan tidak ingin memulai hubungan, tapi Daniel lebih memilih untuk focus pada pekerjaannya saat ini, Mengingat seluruh waktunya hampir sepenuhnya tersita karena pekerjaanya.

Saat Daniel tengah bersantai sebentar, terdengar suara ketukan pintu. Daniel membuka matanya dan menoleh ke arah pintu. Daniel membuang napas kasar, dia langsung menginterupsi untuk masuk.

“Tuan Muda,” sapa Harry sang assistant menudukan kepalanya saat melangkah masuk ke dalam ruang kerja Daniel.

“Ada apa?” tanya Daniel dingin. Dia menatap lekat Harry yang berdiri di hadapannya.

“Maaf tuan, tadi Nyonya Besar Alin menghubungi saya, Tuan. Beliau mengatakan Tuan Muda tidak pernah menjawab telepon dari Nyonya,” jawab Harry.

“Ibuku memintaku kembali ke Los Angeles. Sedangkan aku masih banyak yang harus aku kerjakan di sini. Aku tidak bisa meninggalkan Barcelona,” balas Daniel dengan malas. Ini sudah kesekian kalinya Ibunya meminta dirinya meninggalkan Barcelona. Tapi, saat ini Daniel masih belum bisa meninggalkan perkerjaannya di sini.

“Maaf Tuan, jika saya berani mengatakan ini. Tapi Tuan Besar Gio anda juga meminta anda untuk segera memimpin perusahaan pusat di Los Angeles. Beliau tidak ingin Tuan Muda memimpin perusahaan cabang lagi,” kata Harry menjelaskan.

Daniel membuang napas kasar. Dia terdiam sesaat. Dia sudah tahu ayahnya itu pasti juga ingin, dirinya segera kembali ke Los Angeles. Hingga kemudian Daniel menjawab,

“Setelah meeting dengan Mr. Alan, aku akan kembali ke Los Angeles.”

Karena kesibukannya, Daniel memang sering menunda untuk menikah. Itulah salah satu alasan yang membuat Alin ibunya selalu memaksa Daniel untuk kembali ke Los Angeles. Jika Daniel kembali ke Los Angeles, sudah pasti Alin mengingatkan Daniel untuk segera menikah. Padahal usia Daniel masih 31 tahun. Daniel masih ingin bersantai dan menikmati waktunya sebelum memiliki seorang istri.

“Maaf Tuan hari ini Nona Rossa kembali menghubungi anda. Nona Rossa juga ingin bertemu dengan anda, Tuan.” Harry mengatakan ini dengan hati-hati.

“Katakan padanya jangan lagi menggangguku! Aku tidak ingin lagi berurusan dengannya!” tukas Daniel dingin. “Lebih baik kau kembali ke ruanganmu. Kosongkan jadwalku dua jam kedepan. Aku sedang tidak ingin di ganggu.”

“Baik Tuan,” Harry menudukan kepalanya, lalu pamit undur diri dari ruang kerja Daniel.

Dering ponsel terdengar, Daniel mengumpat kasar. Dia sedang tidak ingin diganggu tapi masih ada yang menganggunya. Dengan terpaksa Daniel mengambil ponsel yang terletak di atas meja. Dia melihat ke layar tertera nama Grace adiknya. Tidak menunggu lama, Daniel langsung mengusap layar ponsel untuk menerima panggilan. Sebelum kemudian, meletakan ke telinganya.

“Ada apa Grace?” jawab Daniel dingin saat panggilannya terhubung

“Kakak? Apa aku menganggumu?” tanya Grace dari seberang line.

“Apa kau menghubungiku untuk bertanya kapan aku pulang?” tanya Daniel dengan acuh.

Suara tawa pelan Grace terdengar dari balik telepon. “Tentu aku merindukanmu, ka. Kapan kau akan kembali ke Los Angeles? Papa dan Mama selalu bertanya kapan kau pulang. Kenapa kau tidak pulang juga?”

“Besok aku akan pulang setelah bertemu dengan rekan bisnisku.”

“Benarkah ka?”

“Aku tidak mungkin membohongimu.”

“Great, aku menunggumu pulang! Kalau begitu aku akan mengatakan ini pada Mama dan Papa.”

“Terserah, aku harus tutup. Masih banyak perkejaan yang harus aku selesaikan.”

Daniel memutuskan sambungan sepihak, dia kembali meletakan ponsel di atas meja.

“Apa aku menganggumu Tuan Muda Daniel Renaldy?” Suara bariton menyapa dan

menerobos masuk ke ruang kerja Daniel.

Daniel mengerutkan dahinya saat melihat sosok pria melangkah masuk ke ruang kerjanya. Pria itu melangkah mendekat ke arah Daniel dan langsung duduk di hadapan Daniel dengan menyilangkan kakinya.

“Apa yang membuat seorang Adam Dadario datang ke kantorku?” tanya Daniel dingin saat melihat sahabatnya itu berada di hadapannya.

Adam tersenyum tipis. “Apa kau tidak ingin menyambutku datang? Setidaknya kau harus memberikanku minum.”

Daniel menggeleng pelan, lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju lemari minumannya. Dia mengambil botol wine dan dua gelas sloki. Kemudian Daniel menuangkan wine ke dua gelas sloki itu dan memberikan salah satu gelas sloki yang sudah berisi wine pada Adam, sahabatnya.

Daniel mengambil gelas sloki di hadapannya lalu menyesapnya perlahan, “Ada hal apa yang membawamu terbang ke Barcelona?”

“Well, lebih tepatnya aku datang karena menemui sahabatku yang tidak pernah kembali. Apa kau ini ingin selamanya menetap di Barcelona?” ujar Adam seraya menggerakan gelas slokinya yang berada di tangannya berirama.

“Aku terlalu sibuk mengurus perusahaanku di sini. Tapi besok aku sudah kembali pulang setelah bertemu dengan Mr. Alan,” tukas Daniel dingin.

Adam mengangguk-anggukan kepalanya. “Alright, kalau begitu aku sangat beruntung. Besok aku akan kembali bersama denganmu. Itu sangat bagus, bukan?”

“Sekaarng Katakan padaku, apa tujuanmu datang ke Barcelona? Apa kau ada pertemuan bisnis?” Daniel kembali bertanya. Pasalnya, sahabatnya itu jarang memiliki pertemuan bisnis di Barcelona.

Adam membuang napas kasar. “Kedatanganku bukan karena pekerjaan. Tapi karena ini bertemu denganmu. Aku ingin mengundangmu ke acara pertunanganku dengan Jessica. Aku akan bertunangan dengannya.”

Daniel tersenyum miring. “Jadi kau akan menikah dengan Tuan putri dari Keluarga Hutomo? Aku dengar dia pewaris dari Keluarga Hutomo.”

Adam menggelengkan kepalanya dengan cepat.“Kau pasti mengira Jessica adalah anak tunggal bukan? Tapi sayangnya kau salah.”

Daniel menaikan sebelah alisnya. “Salah? Di media aku melihat Jessica adalah putri tunggal Keluarga Hutomo.”

“Jessica memiliki adik, aku juga tidak tahu nama adiknya bahkan aku belum pernah bertemu dengan adiknya Jessica. Tapi memang yang aku tahu adiknya Jessica tidak suka diliput oleh media. Itu kenapa publik hanya tahu Jessica pewaris Keluarga Hutomo.” Adam menjelaskan sebenarnya. “Tunggu, kau mengenal Keluaraga Hutomo?”

Daniel mengedikan bahunya. “Aku hanya tahu mereka dari media. Perusahaanku juga tidak pernah terlibat kerja sama dengannya.”

Adam mengangguk paham. “Sayang sekali, padahal Michael Hutomo terkenal sangat hebat dalam berbisnis. Aku pikir dia pernah menjalin keja sama dengan perusahaanmu.”

Daniel kembali menyesap wine ditangannya. “Aku tidak tahu, tapi sejak awal perusahaanku tidak pernah bekerja sama dengannya. Lagi pula aku tidak menangani perusahaan ku di Los Angeles. Perushaan pusatku tetap di tangani oleh ayahku.”

“Baiklah lupakan tentang perusahaan. Lebih baik kau temani aku malam ini bersenang-senang. Aku ingin ke salah satu klub malam di sini.” Adam mengajak sahabatnya itu. Seperti kebiasaan Adam tidak mungkin tidak ke klub malam jika dirinya berada di Barcelona.

“Aku tidak bisa, malam ini aku memiliki banyak pekerjaan,” jawab Daniel menolak ajakan sahabatnya itu.

Adam mendengus tak suka. “Kapan kau menikmati waktumu Daniel? Kau itu hanya sibuk dengan pekerjaanmu. Bahkan aku dengar hingga detik ini kau belum juga memiliki kekasih. Apa kau ini belum bisa melupakan mantan kekasihmu yang artis itu?” tukas Adam yang sengaja menyindir Daniel.

Daniel tersenyum sinis. “Sayangnya aku tidak pernah jatuh cinta begitu dalam pada seorang wanita. Aku bukan sepertimu.”

“Sangat susah berbicara denganmu! Lebih baik Malam ini aku lebih baik bersenang-senang. Besok kau harus pulang bersama denganku. Dan ingat saat hari pertunanganku, kau harus membawa seorang wanita. Kau tidak ingin aku sebut tidak normal bukan?” Adam tertawa pelan, dia sengaja meledek Daniel.

Daniel menggeram, dia menajamkan matanya. “Aku akan membawanya! Bahkan wanitaku akan jauh lebih cantik dari kekasihmu itu!”

Adam mengedikan kedua bahunya. “Well, kalau begitu aku menunggu saat itu tiba.” Adam beranjak dari tempat duduk, dia menatap lekat Daniel. “Aku harus pergi, malam ini aku ingin bersenang-senang sebelum kembali ke Los Angeles.”

Adam membalikan tubuhnya, dan berjalan meninggalkan ruang kerja Daniel.

Sedangkan Daniel, dia sama sekali tidak memperdulikan ucapan Adam. Karena memang Daniel lebih menyukai menghabiskan waktunya di perusahaan.

***

-To Be Continued

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 55 Kecemburuan Yang Membuat Egois

Daniel menyandarkan punggungnya di kursi. Dia memejamkan mata lelah. Sudah tiga hari ini, dia tidak berkomunikasi dengan Callista. Sebenarnya, dia ingin sekali menghubungi Callista, tapi ego yang ada di dalam dirinya mengalahkan keinginannya. Tidak bisa dipungkiri, dia masih begitu marah melihat Callista dekat dengan Mike. Ya, meski dia sudah mendapatkan informasi, jika benar Callista menggantikan Viktor menangani pasien yang mengalami kerusakan jantung, tapi tetap saja Daniel tidak suka Callista harus dekat dengan Mike. Hal yang membuat Daniel marah, adalah ketika saat Callista membiarkan Mike menemaninya di lobby, padahal sejak awal, Daniel sudah mengatakan jangan pernah dekat dengan Mike.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 54 Pertengkaran

Daniel turun dari mobilnya, dia membanting kasar pintu mobilnya, kemudian melangkah masuk ke dalam penthousenya. Callista turun dari mobil, dia berlari mengejar Daniel yang sudah lebih dulu masuk ke dalam penthousenya. “Daniel, tunggu, kita harus bicara..” Callista menahan lengan Daniel, hingga membuat langkah kaki Daniel terhenti. “Callista, aku lelah. Lebih baik kau langsung istirahat.” Daniel melepaskan tangan Callista yang menyentuh lengannya itu.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 53 Ungkapan Hati

Callista melangkah keluar dari ruang operasi. Setelah berada di ruang operasi hampir tiga belas jam berada di ruang operasi, membuatnya begitu lelah. Callista melirik arloji, kini sudah pukul delapan malam. Tanpa menunda, Callista langsung menuju ruang kerjanya, mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk pulang. Sebelumnya, dia mengirimkan pesan pada Daniel, untuk tidak menunggunya. Bukan tidak ingin dijemput, tapi Callista hanya tidak ingin Daniel kelelahan harus menjemputnya. Tentu Callista mengerti, kesibukan Daniel sudah menyita banyak waktu kekasihnya itu. Dia tidak ingin merepotkan kekasihnya. Terlebih jarak dari perusahaan Daniel ke Queen Hospital tidaklah dekat.

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 52 Kedatangan Adam

“Nanti sore aku akan menemputmu,” ucap Daniel saat tiba di lobby rumah sakit. Rasanya begitu berat melepas kekasihnya itu. Padahal sebelumnya, Daniel sudah meminta Callista untuk tidak bekerja. Tapi tentu Callista menolaknya. Bisa saja Daniel memaksa Callista untuk tidak bekerja, tapi Daniel memilih untuk menuruti keinginan kekasihnya itu. Ini lebih baik, demi menghindar berdebat dengannya.Callista mendesah pelan. “Apa kau itu tidak bekerja? Kau selalu menjemputku. Bukan tidak ingin dijemput, tapi aku tidak ingin kau kelelahan harus menjemputku.”

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 51 Tetaplah Disisiku

Perlahan Callista mulai membuka matanya, dia merintih kesakitan pada bagian bawahnya. Namun, dia berusaha untuk menahan rasa sakit di bagian bawahnya. Tatapan Callista kini teralih melihat sosok pria yang masih tertidur pulas di sampingnya. Seketika senyum di bibir Callista terukir mengingat kejadian tadi malam. Sentuhan Daniel, tatapan pria itu yang begitu memuja tubuhnya. Bahkan sepanjang malam, Daniel selalu terus menginginkannya. Pria itu tidak henti memuji dirinya. Tadi malam, adalah hal terindah dalam hidup Callista. Dimana dia memberikan hal yang paling berharga dari dirinya, untuk pria yang dia cintai.Callista membawa tangannya menyentuh dengan lembut wajah Daniel. Rahang t

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 50 Completely Mine

“Daniel, kau kenapa? Apa kau melakukan kesalahan?” Callista menghentakan kakinya, saat masuk ke dalam penthouse milik Daniel. Tatapannya menatap kesal Daniel yang sejak tadi mendiaminya.“Tidak, aku hanya lelah,” jawab Daniel dingin. Dia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Callista langsung mengikuti Daniel masuk ke dalam kamar pria itu. “Kau tidak pernah seperti ini, katakan padaku ada apa?” Callista menahan lengan Daniel. Kesabarannya sudah habis. Sepanjang perjalanan, Daniel te

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 49 Cemburu?

Daniel menatap Callista yang tengah tertidur dalam pelukannya. Dia mengelus lembut pipi Callista. Bulu mata lentik, hidung mancung dan mungil

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 48 ­­­­­­­­­Rencana Ke Jepang

Daniel menatap Callista yang tengah memasukan pakaian miliknya ke dalam tas. Sudah sejak tadi Daniel mengatakan cukup pelayan saja yang memasukan bajunya ke dala

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 47 Aku mencintaimu

Kondisi Daniel berangsur membaik. Setiap harinya Callista selalu menjaga Daniel. Bahkan Callista akan selalu menginap di ruang rawat Daniel, hanya demi memastik

Daniel And Callista (INDONESIA)   Bab 46 Hampir Kehilanganmu

Sudah satu minggu Daniel tidak sadarkan diri. Operasi Daniel berjalan lancar. Meski Callista berhasil menyelamatkan Daniel dari masa kritisny

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy