loading
Home/ All /AISYA ( INDONESIA )/Bab 3

Bab 3

Author: Isna
"publish date: " 2020-09-25 20:56:30

"Sya, cepatan dong" kata Bang Andra memanggil Aisya, karena Aisya yang tak kunjung keluar kamar. Ya, mereka mau pergi ke acara nikahan mantannya si Andra. Akhirnya Aisya, merima tawaran Abangnya kemaren karena gak tega dia melihat muka Abangnya yang memelas. Jadi dengan berat hati dia iyain aja deh.


"Bentar, Bang. Sabar napa" sahut Aisya, yang baru saja selesai mandi.

"Cepatan, Abang tunggu di bawah, ya" katanya dan lengser keruang  tamu dirumahnya meninggalkan kamar Aisya tanpa menunggu jawaban dari adiknya

Aisya, keluar dari kamarnya dan menghampiri Bang Andra, disana ada Bunda dan Ayahnya yang sedang duduk-duduk santai.

"Hmm, cantiknya anak, Bunda." Puji bu Dewi pada Aisya yang nampak terlihat sangt cantik.

"Iya dong, Anak siapa dulu??." Jawab Aisya

"Anaknya Bunda dong" kata Bu Dewi yang membuat Pak Ali, ayahnya Aisya sewot

"Anak, ayah juga kali, Bun. Kan bikin-bikinnya sama-sama. Masa mau dklaim sendiri, sih" kata Pak Ali menatap istrinya tak terima

"Iya, iya gitu aja. Gak mau ngalah" cibir Bu Dewi. Aisya dan Andra hanya diam dan saling tatap saja mendengarkan perdebatan kedua orang tuanya itu. 

"Ya, sudah lanjutkan saja debatnya, giliran kami mau berangkat dulu" sontak saja mereka menghentikan debatnya.

"Hmm, jagain tu adik kamu, ya. Awas kalo sampai lecet itu anak gadis, Bunda" ancam Bu Dewi

"Oke-oke tenang aja, Bun. Andra pinjam dulu anak gadisnya, ya."

"Apaan sih, Bang. Emang Aisya barang pake di pinjam segala" kata Aisya seraya cemberut

"Aisya, gak jadi aja deh ikutnya."

"Eeh, jangan dong. Ya udah yuk kita berangkat" ucap Andra

"Ayah, Bunda kita pergi dulu, ya" pamitnya sambil memcium tangan kedua orang tuanya.

"Iya, hati-hati ingat pesan Bunda" timbal Bu Dewi

"Siipp, Bun" kata Andra 

Setelah mengucapkan salam.Kini, Aisya dan Bang Andra berada di mobil, Aisya nampak terlihat cantik dengan sapuan make up yang terlihat natural, ia memakai gaun selutut berwarna cream, rambut panjang yang lurus dan selalu diikat itu kini di biarkan terurai, dan satu lagi yang membuatnya ngomel-ngomel ia disuruh memakai high hels (begitu mungkin nyebutnya, kalo salah harap dimaklumi). Belum apa-apa ia sudah mengeluh kakinya sakit, lecet lah, lebay kalo kata Bang Andra.

=====

Mereka tiba di tempat acara, Andra memarkirkan mobilnya. Aisya sibuk bercermin memerhatikan penampilan, siapa tau ada potongan cabai di giginya, kan gak lucu udah dandan cantik-cantik pas senyum kelihatan ada potongan cabai yang nyelip disela-sela gigi.


"Ayuk, turun" celetuk Bang Andra yang membuat Aisya, meletakan cerminnya dan memasukannya kedalam tas.

"Iya, iya ini juga mau turun" sungutnya. Ia membuka pintu mobil dan segera turun. Biar Abangnya yang bawel itu gak ngoceh

"Aisya, mesti ngapain neh, Bang?" Tanyanya

"Bersikap santai, dan biasa aja, jangan malu-maluin gue" 

"Lo, diam aja disamping gue. Terus ikutin kemana Abangmu ini pergi" hmm Aisya paham, dia hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


Mereka memasuki lobi Hotel tempat acara pesta pernikahan di langsungkan. Mereka melangkah sambil bergandengan tangan, mereka terlihat seperti pasangan yang serasi, yang lelaki tampan dan wanitanya cantik, tapi siapa yang sangka mereka ini kakak adik. Hmm akting bagus juga.


Andra menyapa beberapa teman-teman yang mengenalinya dan memperkenal Aisya, sebagai kekasihnya (padahal cuma pacar bo'ongan, dasar ni Abang gak ada akhlak batin Aisya). Mereka asyik ngobrol, Aisya mulai merasa Bosan, ia meninggalkan Bang Andra untuk keliling-keliling sambil sesekali mengambil makanan. Disana Aisya tak sengaja menabrak seorang pria, karena sibuk mengambil handphonenya yang bergetar.


"Eeh, maaf bang gak sengaja, Bang" ucap Aisya, tanpa melihat lelaki tersebut.

Sedangkan Reyhan, lelaki yang di tabrak Aisya tadi memandangi Aisya yang sibuk dengan phonselnya. 'Cantik' batin Reyhan.

Sekali lagi Aisya meminta maaf karena tak mendengar jawaban "maaf banget ya, Bang. Saya gak sengaja" ucapnya sekali lagi

"Iya, gak apa-apa santai aja lagi"kata Andra 

"Terima kasih" kata Aisya, ia buru-buru beranjak dari tempat tersebut, karena Abangnya sudah menyuruhnya kembali ketempat semula melalui sebuah pesan di ponsel.

Ia menghampiri Abangnya itu " Dari mana sih lo, Dek" seru Andra saat adiknya baru saja tiba di sampingnya

"Keliling, liat-liat, terus ngambil makanan" timpalnya

"Dasar lo, Dek. Gak bisa liat makanan. Abangkan dah bilang jangan jauh-jauh"

"Iya, iya ini juga udah balik lagi. Teman-teman Abang dah pada kemana?" Tanyanya karena sudah tak melihat teman Abangnya berada didekat mereka.

"Udah pada pulang mereka, lo sih keluyuran gak jelas"

"Ya, kan Aisya bosan nungguin Abang sama teman-teman Abang ngobrol, mana Aisya gak paham lagi kalian ngomongin apa" timpal Aisya

"Ya, udah. Yuk kita kesana dulu" katanya seraya menunjuk kepelaminan dimana kedua mempelai berada.

"Jangan, nangis ya, Bang. Terus nyanyi 'harusnya aku yang disana'" ledek Aisya pada Abangnya

"Ya, nggak lah. Ayuk abis tu kita balik" seru Andra sambil melotot gusar karena diolok adiknya.


Andra dan Aisya menuju pelaminan, untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai, raut wajah Andra terlihat santai saja saat bersalaman dan mengucapkan kata 'selamat, semoga bahagia'. Ia menggandeng tangan Aisya saat berlalu dari pelaminan. Mereka keluar dari Hotel tempat acara pesta, Aisya menunggu Bang Andra di lobi hotel dan Bang Andra pergi keparkiran mengambil mobil.

"Hai, lagi nunggu seseorang" tanya Reyhan yang tiba-tiba sudah berada di samping Aisya, sontak saja Aisya menolehkan wajahnya kesamping dan mendapati lelaki yang ia tabrak tadi.

"Iya, Bang" jawab Aisya singkat

"Lagi nungguin pacarnya ya" tuding Reyhan. Aisya hanya membalas pertanyaan Reyhan dengan senyuman manis. Membuat Reyhan tambah mengagumi kecantikan Aisya.


Tak lama suara klakson Mobil Andra terdengar. Aisya segera pamit pada Reyhan "duluan, Bang" ucapnya dan berlalu menghampiri mobil Abangnya, ia membuka pintu mobil dan segera masuk. Reyhan menjalankan mobilnya dengan perlahan membelah jalanan. Sedangkan Reyhan menatap mobil yang ditumpangi Aisya sampai hilang dari pandangannya. 


"Aiss, kenapa gue gak tanya namanya, tadi" gumam Reyhan. Karena belum sempat mengetahui nama gadis cantik tersebut.

'Semoga, nanti bisa bertemu lagi' batin Reyhan. 

=====

Aisya dan Andra sudah sampai di depan rumah mereka, Andra memasukan mobilnya ke dalam garasi, bertepatan dengan Dimas yang baru saja pulang kerja. Mereka masuk secara bersamaan kedalam rumah dan mengucapkan salam. Aisya langsung duduk dikursi ruang tamu, ia mengeluh kakinya sakit akibat memakai sepatu hak tinggi. 


"Abis dari mana kalian" tanya Dimas

"Dari kondangan Nikahan mantan pacarnya Bang Andra tuh" jawab Aisya sambil menunjuk Andra menggunakan bibirnya yang dimonyongkan.

"Hahaa, kasian amat dia ditinggal mantan nikah, lah terus kamu kok bisa ikut Andra kesana?" Tanyanya penasaran karena biasanya Andra tuh paling malas ngajak-ngajak apalagi ngajakin Aisya.

"Tau tuh, Bang Andra yang minta" jawab Aisya ia tidak menceritakan ide gila Abangnya itu yang meminta ia menjadi pasangan pura-pura.

"Hmm, ya udah deh. Aisya capek, ngantuk" katanya seraya berlalu meninggalkan dua Abangnya yang masih duduk di ruang tamu.


Aisya membuka pintu kamar, ia melangkahkan kakinya masuk dan segera meletakan tasnya keatas meja yang ada di kamar. Aisya masuk kekamar mandi untuk mencuci muka, kaki dan tangan, menggosok gigi, ia mengganti pakaiannya dengan baju tidur bermotif doraemon. Ia membaringkan badannya dan menutup sebagian tubuhnya, tak lama ia pun terlelap dalam tidurnya.

Bersambung.....

Masih belajar, di tunggu kritik dan sarannya. Terima kasih

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

AISYA ( INDONESIA )   Bab 28

Reyhan sampai di rumah sakit, ia berlari memasuki rumah sakit sambil menggendong Aisya. "Suster, tolong istri saya." Teriak Reyhan pada Suster yang berada di sana.Dengan sigap Suster tersebut menyuruh Reyhan membaringkan Aisya di sebuah brangkar, lalu mendorongnya menuju UGD. Saat sampai di depan pintu UGD, Reyhan ingin ikut masuk ke dalam tapi ditahan oleh perawat."Maaf, Pak. Bapak tidak bisa ikut masuk." Ucap perawat tersebut menahan tubuh Reyhan yang ingin ikut masuk."Tapi, Sus...?""Bapak berdoa saja semoga istri Bapak, baik-baik saja." Ucap Suster tersebut."Tolong istri saya Dokter." Kata Reyhan pada Dokter yang akan menangani Aisya. Sebelum pintu ruangan UGD itu ditutup.Reyhan segera menghubungi kedua orang tuanya dan mertuanya kalau mereka berada di rumah sakit. Ia takut terjadi apa-apa dengan istri kecilnya itu.Tak berapa lama, Pak Hadi dan Bu Rasti datang, mereka segera menghampiri Reyhan yang seda

AISYA ( INDONESIA )   Bab 27

Aisya bangun dari tidurnya, diliriknya Reyhan yang ada di sampingnya masih tidur nyenyak sambil memeluknya. Aisya memindahkan tangan Reyhan yang ada di atas perutnya. Dengan hati-hati Aisya turun dari ranjang, ia takut Reyhan akan terbangun. Aisya memakai jaketnya, kemudian ia mengambil dompet, serta kunci motornya. Aisya membuka pintu kamar pelan agar tak menimbulkan suara. Tadi abis Shalat shubuh mereka tidur lagi, sekarang baru jam 06.00 pagi. Aisya lapar, dia ingin makan bubur Ayam. Maka dia bangun dan pergi ke luar buat nyari bubur Ayam. Ia ingin pamit pada kedua mertuanya tapi sepertinya mereka masih pada tidur juga, jadilah dia pergi tanpa pamitan.Reyhan terbangun dari tidurnya, ia meraba-raba tempat tidur di samping, kosong. Lalu ia membuka matanya dan duduk. Reyhan turun dari tempat tidur, ia membuka kamar mandi ternyata kosong. Hmm ke mana istrinya ini. Tumben sekali pagi-pagi dah ngilang aja. Lalu

AISYA ( INDONESIA )   Bab 26

Aisya dan Reyhan sudah kembali ke rumah orang tua Reyhan. Pagi ini Aisya sibuk bantuin Mami Rasti bikin sarapan. Aisya bagian potong memotong dan Mami Rasti bagian masak memasak."Mi, Aisya bangunin Abang dulu, ya." Ucap Aisya saat kegiatan memasak mereka sudah hampir selesai."Iya, sayang." Sahut Mami Rasti.Aisya masuk ke kamar dilihatnya Reyhan sudah tidak ada di atas ranjang. Dibukanya pintu kamar mandi, di sana juga tak terlihat ada Reyhan. Lalu Aisya kembali lagi ke dapur menemui Mami Rasti."Mi, lihat Abang, gak?" Tanya Aisya pada Mami Rasti."Loh, bukannya tadi kamu mau bangunin, dia?" "Iya, Mi. Tapi Abangnya dah gak ada di kamar, Aisya cari di kamar mandi juga gak ada." "Lah, ke mana itu anak." Seru Mami Rasti."Tadi pas Aisya bangun, Abang masih tidur di kamar." "Coba, kamu cari di halaman belakang, deh!" Usul Mami Rasti."Iya, Mi." Aisya berjalan ke arah halaman belakang r

AISYA ( INDONESIA )   Bab 25

Aisya terbangun dari tidurnya, ia melirik jam yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya, jam 01.30 dini hari. Lalu pandangannya beralih pada Reyhan yang sedang terlelap di sampingnya. Aisya membuka selimutnya, lalu ia berjalan ke luar dari kamar. Tujuannya adalah dapur, perut Aisya merasa lapar. Aisya membuka kulkas, tidak ada makanan yang bisa dimakan. Pandangannya jatuh pada telur yang berjejer rapi di kulkas. Aisya mengambil sebiji telur dan sayur sawi hijau. Kemudian dia mengambil sebungkus mie instan di lemari. Dia ingin membuat mie saja biar lebih praktis dan cepat matengnya, karena cacing di perutnya sudah berteriak kelaparan minta dikasih makan.Saat Aisya sedang memasukan bumbu mie kedalam panci yang sudah berisi telur, sayuran, dan mie. Sepasang tangan kokoh melingkar di perutnya. Aisya berjengkit kaget karenanya."Kamu ngapain, yang?" Ucap Reyhan"Iss, ngagetin aja, deh." "Kamu, lapa

AISYA ( INDONESIA )   Bab 24

Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman rumah orang tua Aisya. "Abang, benaran nih, gak turun dulu?" Tanya Aisya pada Reyhan."Gak, sayang. Abang ada meeting penting pagi ini takutnya nanti telat." "Ya, udah deh." Aisya mencium punggung tangan Reyhan lalu dibalas dengan kecupan di kening oleh Reyhan."Bilangin ke Bunda sama Ayah, ya. Abang gak bisa mampir soalnya buru-buru." "Iya, Bang. Nanti Aisya bilangin. Abang hati-hati ya." Aisya membalikkan badannya dan tangannya sudah bersiap untuk membuka pintu mobil, tiba-tiba ditarik oleh Reyhan. "Kenap,,,,, hmmppt." Belum selesai Aisya bertanya, Reyhan sudah lebih dulu menyambar bibir mungilnya, bibir yang bikin Reyhan ketagihan. Reyhan melumat bibir Aisya dengan lembut, tetapi lama kelamaan ciumannya semakin panas dan menuntut untuk lebih. Reyhan yang tersadar dari ingatannya bahwa dia harus segara k

AISYA ( INDONESIA )   Bab 23

Aisya memandang dua orang yang berada di depannya dengan perasaan kesal. Ingin sekali dia menyiram wajah perempuan yang bernama Dina tersebut dengan kuah bakso yang dia makan. Enak saja main rangkul-rangkul suami orang. "Rey, ngapain di sini? sama siapa ke sini?" Tanya Dina dengan suara manjanya. Gak liat apa bininya segede gaban gini di depannya masih nanya lagi batin Aisya. "Loe gak lihat gue lagi makan, sama istri gue lah." Sahut Reyhan, ia jengah melihat tingkah Dina yang bergelayut manja di lengannya apalagi ini ada Aisya, istrinya. Reyhan pun melepaskan tangannya dari rangkulan Dina."Sejak kapan Rey Selera makan kamu pindah ke tempat beginian?" Ucap Dina, sambil memandang Aisya dengan tatapan mengejek. "Ya, suka-suka gue lah." "Iss, kamu berubah banget deh, apa habis kenal cewek ingusan ini loe jadi berubah?" Ucap Dina, sambil menunjuk Aisya.Ingin sekali rasanya Aisya mematahkan telunjuk Dina yang menunju

AISYA ( INDONESIA )   Bab 22

Kini Aisya dan Mami sudah sampai di rumah mereka baru saja pulang dari Mall dan sedang istirahat duduk di sofa sambil menikmati dua gelas jus Mangga. "Mi, perempuan yang tadi ketemu kita waktu di Mall siapa?" Tanya Aisya, setelah ia menyesap jus mangga miliknya. Ia masih pena

AISYA ( INDONESIA )   Bab 21

Tak berapa lama Reyhan keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang. Aisya yang melihat pemandangan itu hanya mengalihkan pandangannya. Ia takut tergoda dengan perut seksi suaminya itu. Aisya masih dongkol dia, kalau ingat tadi suaminya abis digandeng cewek cant

AISYA ( INDONESIA )   Bab 20

Kedua mata Aisya masih memandang dan memperhatikan dua orang yang sedang bergandengan mesra menuju sebuah Restoran yang berada di sebelah Restoran jepang tempat Aisya dan Nisa makan."Woy, kita samperin yuk." Aisya terjengkit, ia kaget mendengar suara Nisa."Iih, lo ngelamun ya?"

AISYA ( INDONESIA )   Bab 19

Aisya terbangun dari tidurnya, ia masih berada di pelukan Reyhan, ia melirik jam yang berada di atas nakas samping tempat tidur. jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Ia mengelus wajah Reyhan yang nampak tenang dalam tidurnya."Bang, bangun!!" Aisya membangunkan Reyhan, sebab mereka

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy