GoodNovel

Unduh Buku Gratis di Aplikasi

Unduh
Cari
Pustaka
Pencarian
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Cerita Pendek
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
MenulisKeuntungan PenulisLomba
Beranda / Semua / AISYA ( INDONESIA )
Terakhir Diperbarui : 2020-11-16
AISYA ( INDONESIA )

AISYA ( INDONESIA )

Bahasa_indonesia
·
18+
·
On going
Oleh:  Isna

29

Bab
10
peringkat (jamak)

1.8K

Dibaca
Synopsis
Aisya, si cewek pecicilan bertemu dengan sahabat dari Abangnya yaitu Reyhan. Pertama kali melihat Aisya Reyhan sudah tertarik, tetapi setelah tahu keseharian Aisya, apakah Reyhan masih menyukai gadis tersebut.
Bagikan buku ke

Bab 1

Bab 1

Aisya Putri Mahendra, itulah nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku, umurku 17 Tahun. Aku mempunyai dua saudara laki-laki yang bernama Dimas Putra Mahendra, dan Andra Putra Mahendra.

Jam menunjukan pukul 6.30 pagi, yang mana Aisya masih nyenyak bergelung dengan selimutnya di atas tempat tidur. Tiba-tiba terdengar suara teriakan sang Bunda "Aisya, bangunn..."

Aisya, tidak memperdulikan teriakan sang Bunda, ia kembali merapatkan selimutnya, sambil bilang "Apa sih, Bun. Aisya masih ngantuk" katanya karena terus mendengar Bundanya yang tak berhenti ngoceh untuk membangunkannya.

"Cepatan bangun, nanti kamu telat berangkat Sekolahnya" kata Bu Dewi, sambil mengoyang-goyangkan badan Aisya agar anak tersebut segera bangun.

"Sebentar lagi, Bun. Lima menit lagi" tawar Aisya

"Gak ada tawar menawar. Bunda, gak mau tahu pokoknya cepatan bangun" cicit Bu Dewi. Yang mana membuat Aisya segera membuka selimutnya dan duduk.

"Udah jam berapa, Bun" tanyanya dengan mata yang masih merem dan, suara yang serak khas bangun tidur.

"Udah, jam 6.30 pagi" jawab Bu Dewi.

"Hmm" gumam Aisya, ia segera duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menjuntai ke bawah.

"Sudah, ayuk cepatan mandi, terus siap-siap Bunda mau siapin sarapan dulu" kata Bu Dewi, sambil berlalu keluar dari kamar anak bungsunya tersebut.

Aisya, segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi untuk mandi. Tak membutuhkan waktu lama Aisya sudah selesai dengan ritual mandi kilatnya, ia mah kalau mandi cukup sebentar saja. Ia berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil seragam Sekolah, dan memakainya. Setelah selesai, ia menyisir rambut dan mengikat rambutnya seperti ekor Kuda, dan menaburkan sedikt bedak Bayi di wajahnya.

Dia mah, gak perlu dandan, gak dandan aja udah cantik apalagi kalau dia dandan, ya walaupun dia agak sedikit bar-bar, ingat ya sedikit titik gak pake titid eh, ASTAGFIRULLAH. 

Setelah selesai semua, ia berjalan ke luar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan bersama. Ia menyapa semua Keluarganya.

"Pagi, semua" sapanya

"Eeh, Bang Dimas mana?" Tanyanya karena tidak melihat Abang kesayangannya di ruang makan.

"Masih, di kamarnya mungkin" jawab Bang Andra yang sudah duduk manis di kursi makan.

"Bang Dimas, antarin Aisya dong" teriaknya yang membuat Dimas segera keluar dari kamarnya.

"Apaan sih, Dek. Teriak-teriak" kata Dimas, kakak sulungnya Aisya

"Antarin, Bang. Aisya dah mau telat ini" ucapnya

"Makanya, jangan begadang terus, jadi kesiangankan bangunnya" kata Bang Dimas.

"Bang Andra, tuh. Yang ngajakin Aisya begadang nonton bola" cicitnya sambil menunjuk Bang Andra dengan mulutnya yang dimonyong-monyongkan.

"Eeh, kok bawa-bawa nama gue sih, Dek. Kan lo sendiri yang mau nonton" cerocos Bang Andra yang gak mau di salahkan.

"Iih, tapikan Abang yang ngajakin" sungut Aisya

"Sudah-sudah, cepat selesaikan sarapannya, Sya. Nanti kamu telat berangkatnya." Ujar Bu Dewi menghentikan perdebatan kakak beradik tersebut.

Aisya, segera melahap sarapannya yaitu sehelai roti tawar yang sudah diolesi dengan selai strowberi kesukaannya, dan meminum segelas susu hangat. 

"Ayokk, Bang. Cepatan antarin Aisya dah telat ini". Ujarnya pada Bang Dimas

"Iya, iya bentar Abang ambil kunci Motornya dulu di kamar" jawab Dimas seraya berjalan menuju kamar untuk mengambil kunci.

Aisya, berpamitan dengan Bunda, Ayah, serta Bang Andra yang masih asyik nangkring duduk di kursi makan. Setelah mengucapkan Salam, ia berlari keluar rumah dan menunggu Bang Dimas mengeluarkan Motor Sportnya dari garasi. 

"Ayokk" seru Dimas, Aisya pun menghampiri Abangnya tersebut dan menerima helm yang disodorkan oleh Bang Dimas dan segera memakainya, lalu naik ke atas motor. Dimas pun segera menjalankan Motor sportnya menuju Sekolah Aisya.

======

Lima belas menit berlalu, Mereka sampai di depan gerbang Sekolah, Bang Dimas segera menghentikan laju Motornya. Aisya turun dari atas Motor Abangnya, ia melepas helm dan memberikannya pada Bang Dimas. Ia menyalami dan mencium tangan Dimas lalu berucap " Nanti, pulangnya jemputin ya, Bang" ucapnya pada Abang kesayangannya itu.

"Iya, nanti kabarin aja kalo dah pulang. Belajar yang bener ya" ucapnya

"Siap, Boss." Jawab Aisya dengan tangan di atas jidat seperti memberi hormat.

Aisya, berlari menuju gerbang Sekolahnya yang sudah mau ditutup oleh penjaga Sekolah, yaitu Pak Parman. Ia berteriak " stoop, Pak. Jangan ditutup dulu" teriaknya dan membuat Pak Parman, menghentikan aktivitas menutup gerbangnya menjadi menolehkan pandangannya ke arah Aisya.

"Eh, Neng Aisya. Tumben telat, Neng." Ujar Pak Parman 

"Iya, Pak. Saya kesiangan bangunnya" jawab Aisya.

"Oh, ya sudah cepatan masuk, Neng. Bentar lagi pelajaran dah mau dimulai" seru Pak Parman menyuruh Aisya masuk.

"Ya, Pak. Aisya masuk dulu, terima kasih, Pak." 

"Sama-sama, Neng." Jawab Pak Parman.

Aisya, berlari menuju kelasnya, ia tiba di depan kelas dan segera masuk. Ia bersyukur karena Guru yang bertugas menyampaikan materi pelajaran di kelasnya belum datang. Ia berjalan menuju kursi tempat duduknya di sana sudah ada Nisa sahabat sekaligus teman sebangkunya. Ia meletakan tasnya di di laci meja.

"Tumben banget, lo telat, Sya." Cicit Nisa

"Ya sorry, abisnya gue bangun kesiangan gegara begadang nonton bola sama, Bang Andra" jawab Aisya.

"Beruntung, lo datang sebelum Pak Seno datang, kalo gak abis lo disuruh sikatin kamar mandi" cerocos Nisa.

"Iya, beruntung banget gue masih bisa terselamatkan dari kekejaman, Pak Seno" 

"Eeh, lo dah ngerjain PR yang dari Pak Seno, belum" tanya Nisa

"Udah dong, gini-gini gue masih ingat itu tugas" jawabnya

Tak berapa lama, suara salam terdengar dari ambang pintu, semua murid dengan cepat kembali duduk di kursi masing-masing. Suasana kelas kembali sunyi, tiba-tiba terdengar suara bariton dari depan kelas mereka.

"Segera, kumpulkan tugas yang saya berikan kemaren" kata Pak Seno.

Semua murid mengeluarkan buku tugas mereka, dan memberikannya pada Ketua Kelas yang bertugas mengambil dan mengumpulkannya pada Pak Seno.

Setelah, selesai mengumpulkan tugas mereka, Pak Seno memulai pelajarannya, semua murid memperhatikan, dan mendengarkan pelajaran yang dijelaskan oleh Pak Seno. Kecuali Aisya yang tengah asyik berlayar di alam mimpinya. Pak Seno menghentikan pelajarnnya dan berjalan menuju tempat duduk Aisya.

"Sya, bangun, Sya."ucap Nisa, ia berusaha membangunkan sahabatnya tersebut, ia goyang-goyangkan badan Aisya, dan menarik-narik lengan Aisya agar temannya itu segera bangun.

"Bangun, Sya." Ia masih berusah membangunkan, tetapi Aisya hanya mengeliatkan badannya dan bergumam "hmm"

Astaga, Nisa sudah ketar ketir melihat Pak Seno yang sudah berdiri di samping tempat duduk mereka. Sekali lagi Nisa membangunkannya.

"Sya, cepatan bangun" ujarnya di telinga Aisya. Aisya bangun dan mengucek-ngucek matanya. 

"Apaan sih, Nis. Ganggu orang tidur aja deh." Sungutnya

"Ehmm" dia menoleh kearah sumber suara dan ia kaget mendapati Gurunya yang berdiri di sampingnya. Aisya jadi kikuk sendiri.

"Maaf, Pak. Saya ketiduran" ucapnya kikuk

"Kenapa, kamu sampai ketiduran di kelas?"tanya Pak Seno.

"Saya mengantuk, Pak" jawabnya. Astaga jawabannya bikin Nisa istigfar.

"Jangan, diulangi lagi" 

"Sekarang, kerjakan soal nomor 5 dan 6 di papan tulis" perintah Pak Seno.

Aisya, segera berdiri dan mengerjakan soal yang diberikan oleh Pak Seno, untung aja dia ini memiliki otak yang cerdas coba kalo gak, alamat nyikat kamar mandi Sekolah sudah dia. Ia sudah selesai mengerjakan soalnya dan di suruh duduk kembali oleh Pak Seno.

"Saya, tidak mau melihat ada murid yang ketiduran lagi di dalam kelas, saat pelajaran berlangsung. Hari ini masih saya maafkan, tapi untuk lain kali tidak ada lagi kata maaf."ucap Pak Seno sebelum mengakhiri pelajarannya. 

Bersambung....

Semoga suka ya, maaf saya baru pemula jadi ditunggu kritik dan sarannya. Terima kasih

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

  • AISYA ( INDONESIA )   Bab 28

    Reyhan sampai di rumah sakit, ia berlari memasuki rumah sakit sambil menggendong Aisya. "Suster, tolong istri saya." Teriak Reyhan pada Suster yang berada di sana.Dengan sigap Suster tersebut menyuruh Reyhan membaringkan Aisya di sebuah brangkar, lalu mendorongnya menuju UGD. Saat sampai di depan pintu UGD, Reyhan ingin ikut masuk ke dalam tapi ditahan oleh perawat."Maaf, Pak. Bapak tidak bisa ikut masuk." Ucap perawat tersebut menahan tubuh Reyhan yang ingin ikut masuk."Tapi, Sus...?""Bapak berdoa saja semoga istri Bapak, baik-baik saja." Ucap Suster tersebut."Tolong istri saya Dokter." Kata Reyhan pada Dokter yang akan menangani Aisya. Sebelum pintu ruangan UGD itu ditutup.Reyhan segera menghubungi kedua orang tuanya dan mertuanya kalau mereka berada di rumah sakit. Ia takut terjadi apa-apa dengan istri kecilnya itu.Tak berapa lama, Pak Hadi dan Bu Rasti datang, mereka segera menghampiri Reyhan yang seda

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-16
  • AISYA ( INDONESIA )   Bab 27

    Aisya bangun dari tidurnya, diliriknya Reyhan yang ada di sampingnya masih tidur nyenyak sambil memeluknya. Aisya memindahkan tangan Reyhan yang ada di atas perutnya. Dengan hati-hati Aisya turun dari ranjang, ia takut Reyhan akan terbangun. Aisya memakai jaketnya, kemudian ia mengambil dompet, serta kunci motornya. Aisya membuka pintu kamar pelan agar tak menimbulkan suara. Tadi abis Shalat shubuh mereka tidur lagi, sekarang baru jam 06.00 pagi. Aisya lapar, dia ingin makan bubur Ayam. Maka dia bangun dan pergi ke luar buat nyari bubur Ayam. Ia ingin pamit pada kedua mertuanya tapi sepertinya mereka masih pada tidur juga, jadilah dia pergi tanpa pamitan.Reyhan terbangun dari tidurnya, ia meraba-raba tempat tidur di samping, kosong. Lalu ia membuka matanya dan duduk. Reyhan turun dari tempat tidur, ia membuka kamar mandi ternyata kosong. Hmm ke mana istrinya ini. Tumben sekali pagi-pagi dah ngilang aja. Lalu

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-13
  • AISYA ( INDONESIA )   Bab 26

    Aisya dan Reyhan sudah kembali ke rumah orang tua Reyhan. Pagi ini Aisya sibuk bantuin Mami Rasti bikin sarapan. Aisya bagian potong memotong dan Mami Rasti bagian masak memasak."Mi, Aisya bangunin Abang dulu, ya." Ucap Aisya saat kegiatan memasak mereka sudah hampir selesai."Iya, sayang." Sahut Mami Rasti.Aisya masuk ke kamar dilihatnya Reyhan sudah tidak ada di atas ranjang. Dibukanya pintu kamar mandi, di sana juga tak terlihat ada Reyhan. Lalu Aisya kembali lagi ke dapur menemui Mami Rasti."Mi, lihat Abang, gak?" Tanya Aisya pada Mami Rasti."Loh, bukannya tadi kamu mau bangunin, dia?" "Iya, Mi. Tapi Abangnya dah gak ada di kamar, Aisya cari di kamar mandi juga gak ada." "Lah, ke mana itu anak." Seru Mami Rasti."Tadi pas Aisya bangun, Abang masih tidur di kamar." "Coba, kamu cari di halaman belakang, deh!" Usul Mami Rasti."Iya, Mi." Aisya berjalan ke arah halaman belakang r

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-12
  • AISYA ( INDONESIA )   Bab 25

    Aisya terbangun dari tidurnya, ia melirik jam yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya, jam 01.30 dini hari. Lalu pandangannya beralih pada Reyhan yang sedang terlelap di sampingnya. Aisya membuka selimutnya, lalu ia berjalan ke luar dari kamar. Tujuannya adalah dapur, perut Aisya merasa lapar. Aisya membuka kulkas, tidak ada makanan yang bisa dimakan. Pandangannya jatuh pada telur yang berjejer rapi di kulkas. Aisya mengambil sebiji telur dan sayur sawi hijau. Kemudian dia mengambil sebungkus mie instan di lemari. Dia ingin membuat mie saja biar lebih praktis dan cepat matengnya, karena cacing di perutnya sudah berteriak kelaparan minta dikasih makan.Saat Aisya sedang memasukan bumbu mie kedalam panci yang sudah berisi telur, sayuran, dan mie. Sepasang tangan kokoh melingkar di perutnya. Aisya berjengkit kaget karenanya."Kamu ngapain, yang?" Ucap Reyhan"Iss, ngagetin aja, deh." "Kamu, lapa

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-09
  • AISYA ( INDONESIA )   Bab 24

    Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman rumah orang tua Aisya. "Abang, benaran nih, gak turun dulu?" Tanya Aisya pada Reyhan."Gak, sayang. Abang ada meeting penting pagi ini takutnya nanti telat." "Ya, udah deh." Aisya mencium punggung tangan Reyhan lalu dibalas d

  • AISYA ( INDONESIA )   Bab 23

    Aisya memandang dua orang yang berada di depannya dengan perasaan kesal. Ingin sekali dia menyiram wajah perempuan yang bernama Dina tersebut dengan kuah bakso yang dia makan. Enak saja main rangkul-rangkul suami orang. "Rey, ngapain di sini? sama siapa ke sini?" Tanya Dina

  • AISYA ( INDONESIA )   Bab 22

    Kini Aisya dan Mami sudah sampai di rumah mereka baru saja pulang dari Mall dan sedang istirahat duduk di sofa sambil menikmati dua gelas jus Mangga. "Mi, perempuan yang tadi ketemu kita waktu di Mall siapa?" Tanya Aisya, setelah ia menyesap jus mangga miliknya. Ia masih pena

  • AISYA ( INDONESIA )   Bab 21

    Tak berapa lama Reyhan keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang. Aisya yang melihat pemandangan itu hanya mengalihkan pandangannya. Ia takut tergoda dengan perut seksi suaminya itu. Aisya masih dongkol dia, kalau ingat tadi suaminya abis digandeng cewek cant

Bab Lainnya

Ulasan

no comment
Belum ada komentar

Bab

Baca

Unduh

Mungkin anda suka

Zuco's Obsession (Indonesia)
Make A Wish (Indonesia)
DEAR DIARY INDONESIA
Wedding Doll [INDONESIA]
The Reverse Harem Leader of Mafia (INDONESIA)
Clouds AC 794
Zuco's Obsession (Indonesia)

Zuco's Obsession (Indonesia)

Dijeonie

Zulleon Corner, seorang pemuda yang terobsesi pada seorang gadis yang menghentikan aksi bunuh dirinya.Awalnya ia mengira, dirinya hanya merasakan kesepian lalu nyaman dengan gadis yang dengan senang hati menjadi temannya. Ternyata perkiraannya salah, semakin hari ia semakin takut untuk kehilangan gadis itu."Aish... sial, untuk pertama kalinya gue nyesel nolongin orang." gadis itu menggeram dalam hati ketika Zuco memeluknya dari arah belakang.

download Zuco's Obsession (Indonesia)Unduh buku di App

To Readers

Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2   YINI

Genre Populer
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Hubungi kami
Tentang kamiHelp & SuggestionBisnis
Sumber
Unduh AplikasiKeuntungan PenulisKebijakan KontenKata kunciPencarian PopulerUlasan bukuFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunitas
Facebook Group
Ikuti kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Syarat Penggunaan|Kebijakan Privasi