Download the book for free
Bab 9b
Author: IsnaLanjutan Bab 9 ya, kemaren langsung kepencet publish gara-gara batrei hp saya low. Mau mengedit layarnya kok gak bisa geser jadi ya sudah lanjutnya di sini saja. Eh malah curhat lagi. Ya udah nih lanjutannya.
=======
"Sini, biar Abang bantu," Reyhan dengan sigap mengambil dan menyusun belanjaan mereka, sedangkan Aisya masih duduk di atas kursi ia kelelahan.
Tak berapa lama Reyhan duduk di samping Aisya.
"Udah, selesai?" Tanya Aisya
"Iya, sudah." Jawabn
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
AISYA ( INDONESIA ) Bab 28
Reyhan sampai di rumah sakit, ia berlari memasuki rumah sakit sambil menggendong Aisya. "Suster, tolong istri saya." Teriak Reyhan pada Suster yang berada di sana.Dengan sigap Suster tersebut menyuruh Reyhan membaringkan Aisya di sebuah brangkar, lalu mendorongnya menuju UGD. Saat sampai di depan pintu UGD, Reyhan ingin ikut masuk ke dalam tapi ditahan oleh perawat."Maaf, Pak. Bapak tidak bisa ikut masuk." Ucap perawat tersebut menahan tubuh Reyhan yang ingin ikut masuk."Tapi, Sus...?""Bapak berdoa saja semoga istri Bapak, baik-baik saja." Ucap Suster tersebut."Tolong istri saya Dokter." Kata Reyhan pada Dokter yang akan menangani Aisya. Sebelum pintu ruangan UGD itu ditutup.Reyhan segera menghubungi kedua orang tuanya dan mertuanya kalau mereka berada di rumah sakit. Ia takut terjadi apa-apa dengan istri kecilnya itu.Tak berapa lama, Pak Hadi dan Bu Rasti datang, mereka segera menghampiri Reyhan yang seda
AISYA ( INDONESIA ) Bab 27
Aisya bangun dari tidurnya, diliriknya Reyhan yang ada di sampingnya masih tidur nyenyak sambil memeluknya. Aisya memindahkan tangan Reyhan yang ada di atas perutnya. Dengan hati-hati Aisya turun dari ranjang, ia takut Reyhan akan terbangun. Aisya memakai jaketnya, kemudian ia mengambil dompet, serta kunci motornya. Aisya membuka pintu kamar pelan agar tak menimbulkan suara. Tadi abis Shalat shubuh mereka tidur lagi, sekarang baru jam 06.00 pagi. Aisya lapar, dia ingin makan bubur Ayam. Maka dia bangun dan pergi ke luar buat nyari bubur Ayam. Ia ingin pamit pada kedua mertuanya tapi sepertinya mereka masih pada tidur juga, jadilah dia pergi tanpa pamitan.Reyhan terbangun dari tidurnya, ia meraba-raba tempat tidur di samping, kosong. Lalu ia membuka matanya dan duduk. Reyhan turun dari tempat tidur, ia membuka kamar mandi ternyata kosong. Hmm ke mana istrinya ini. Tumben sekali pagi-pagi dah ngilang aja. Lalu
AISYA ( INDONESIA ) Bab 26
Aisya dan Reyhan sudah kembali ke rumah orang tua Reyhan. Pagi ini Aisya sibuk bantuin Mami Rasti bikin sarapan. Aisya bagian potong memotong dan Mami Rasti bagian masak memasak."Mi, Aisya bangunin Abang dulu, ya." Ucap Aisya saat kegiatan memasak mereka sudah hampir selesai."Iya, sayang." Sahut Mami Rasti.Aisya masuk ke kamar dilihatnya Reyhan sudah tidak ada di atas ranjang. Dibukanya pintu kamar mandi, di sana juga tak terlihat ada Reyhan. Lalu Aisya kembali lagi ke dapur menemui Mami Rasti."Mi, lihat Abang, gak?" Tanya Aisya pada Mami Rasti."Loh, bukannya tadi kamu mau bangunin, dia?" "Iya, Mi. Tapi Abangnya dah gak ada di kamar, Aisya cari di kamar mandi juga gak ada." "Lah, ke mana itu anak." Seru Mami Rasti."Tadi pas Aisya bangun, Abang masih tidur di kamar." "Coba, kamu cari di halaman belakang, deh!" Usul Mami Rasti."Iya, Mi." Aisya berjalan ke arah halaman belakang r
AISYA ( INDONESIA ) Bab 25
Aisya terbangun dari tidurnya, ia melirik jam yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya, jam 01.30 dini hari. Lalu pandangannya beralih pada Reyhan yang sedang terlelap di sampingnya. Aisya membuka selimutnya, lalu ia berjalan ke luar dari kamar. Tujuannya adalah dapur, perut Aisya merasa lapar. Aisya membuka kulkas, tidak ada makanan yang bisa dimakan. Pandangannya jatuh pada telur yang berjejer rapi di kulkas. Aisya mengambil sebiji telur dan sayur sawi hijau. Kemudian dia mengambil sebungkus mie instan di lemari. Dia ingin membuat mie saja biar lebih praktis dan cepat matengnya, karena cacing di perutnya sudah berteriak kelaparan minta dikasih makan.Saat Aisya sedang memasukan bumbu mie kedalam panci yang sudah berisi telur, sayuran, dan mie. Sepasang tangan kokoh melingkar di perutnya. Aisya berjengkit kaget karenanya."Kamu ngapain, yang?" Ucap Reyhan"Iss, ngagetin aja, deh." "Kamu, lapa
AISYA ( INDONESIA ) Bab 24
Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman rumah orang tua Aisya. "Abang, benaran nih, gak turun dulu?" Tanya Aisya pada Reyhan."Gak, sayang. Abang ada meeting penting pagi ini takutnya nanti telat." "Ya, udah deh." Aisya mencium punggung tangan Reyhan lalu dibalas dengan kecupan di kening oleh Reyhan."Bilangin ke Bunda sama Ayah, ya. Abang gak bisa mampir soalnya buru-buru." "Iya, Bang. Nanti Aisya bilangin. Abang hati-hati ya." Aisya membalikkan badannya dan tangannya sudah bersiap untuk membuka pintu mobil, tiba-tiba ditarik oleh Reyhan. "Kenap,,,,, hmmppt." Belum selesai Aisya bertanya, Reyhan sudah lebih dulu menyambar bibir mungilnya, bibir yang bikin Reyhan ketagihan. Reyhan melumat bibir Aisya dengan lembut, tetapi lama kelamaan ciumannya semakin panas dan menuntut untuk lebih. Reyhan yang tersadar dari ingatannya bahwa dia harus segara k
AISYA ( INDONESIA ) Bab 23
Aisya memandang dua orang yang berada di depannya dengan perasaan kesal. Ingin sekali dia menyiram wajah perempuan yang bernama Dina tersebut dengan kuah bakso yang dia makan. Enak saja main rangkul-rangkul suami orang. "Rey, ngapain di sini? sama siapa ke sini?" Tanya Dina dengan suara manjanya. Gak liat apa bininya segede gaban gini di depannya masih nanya lagi batin Aisya. "Loe gak lihat gue lagi makan, sama istri gue lah." Sahut Reyhan, ia jengah melihat tingkah Dina yang bergelayut manja di lengannya apalagi ini ada Aisya, istrinya. Reyhan pun melepaskan tangannya dari rangkulan Dina."Sejak kapan Rey Selera makan kamu pindah ke tempat beginian?" Ucap Dina, sambil memandang Aisya dengan tatapan mengejek. "Ya, suka-suka gue lah." "Iss, kamu berubah banget deh, apa habis kenal cewek ingusan ini loe jadi berubah?" Ucap Dina, sambil menunjuk Aisya.Ingin sekali rasanya Aisya mematahkan telunjuk Dina yang menunju
AISYA ( INDONESIA ) Bab 13
Kini Aisya sedang berada di rumah orang tuanya. Ia baru saja pulang sekolah dan sudah mendapat izin dari Reyhan untuk mampir di kediaman orang tuanya."Assalamualaikum, Bunda.""Walaikumsalam." Sahut Bu Dewi"Kamu sama siapa, Sya?" "Sendiri aja, tadi naik
AISYA ( INDONESIA ) Bab 12
Hari ini Aisya pergi bersekolah, ia di antar oleh Mang Dadang supir keluarganya Reyhan, sebab Reyhan pagi-pagi harus pergi kekantor karena ada pekerjaan mendadak. Sesuai janjinya kemaren hari ini pulang sekolah dia akan kerumah orang tuanya. Aisya sudah meminta izin dengan suaminya, d
AISYA ( INDONESIA ) Bab 11
"Abang, kapan datang?" Tanya Aisya yang baru saja keluar dari kamar mandi."Tadi, pas kamu lagi tidur." "Oh." "Kita shalat Magrib bareng mau!?" Tawar Reyhan. "Boleh.""Ya udah, Abang ambil wudhu duluan ya." Kata Reyhan."Ok."Reyhan berj
AISYA ( INDONESIA ) Bab 14
Hari ini Aisya ke sekolah didampingi oleh Reyhan sebagai wali muridnya, hari ini dia akan menghadiri acara pengumuman hasil ujian dan kelulusan. Ia turun dari mobil dan diikuti oleh Reyhan. "Bang, Aisya ke sana dulu ya gabung sama teman-teman." Aisya menunjuk segerombolan s
