GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of Janji jiwa: Chapter 21 - Chapter 28

Home /  All /  Janji jiwa /  Chapter 21 - Chapter 28
28 Chapters

Jalan-jalan

Pagi ini Rena telah bangun lebih awal untuk melakukan pekerjaan rumah yang rutin dia kerjakan setiap harinya. Nanti siang dia akan keluar bersama Soni, setelah meminta ijin kepada Rizal yang semalam sangat sulit untuk mengijinkannya. Alasanya, karena kondisi kehamilan Rena yang sudah semakin besar membuat Rizal takut kalau nanti istrinya ini kenapa-kenapa di jalan, sebagai seorang suami ia sangat mencemaskan istrinya ini apalagi dirinya tidak bisa ikut menemani. Tapi Rena mengatakan kalau ia akan pergi bersama Soni dan juga ada Deno, akhirnya di ijinkan juga. Seperti sekarang ini, Rena sudah mulai mengerjakan pekerjaan rumah lebih awal dari biasanya. Semua pekerjaan rumah telah ia kerjakan seperti; mencuci, menyapu, menyiram tanaman, dan membuat sarapan untuk Rizal. Ia sama sekali tidak pernah berhenti bekerja, walau Rizal sudah melarang tapi itu tidak pernah di hiraukannya. Karena hanya dirinya dan Rizal yang tinggal dirumah ini, kalau bukan dia yang mengerjakan lalu si
Read more

Kecelakaan

Rena sudah menempati tempat duduknya di depan sebelah Soni, dan Soni mulai melajukan mobilnya menuruti jalanan keluar komplek perumahan Rena. Mengingat jalanan ibukota yang selalu ramai membuat Rena  tampak gelisah dalam duduknya. Pinggulnya terasa panas karena kelamaan duduk, belum lagi kakinya sudah kelihatan membengkak dan terasa ngilu.  Soni yang dari tadi menyetir mulai  berdecak sebal, rencananya mau mengajak Rena kepusat perbelanjaan. Tapi  sekarang mereka masih terjebak dalam hiruk-pikuk macet kendaraan yang bersusun rapi  di tengah jalan. Mungkin di kerenakan sekarang hari libur dan masih siang.“Ren kamu haus gak? Di depan ada yang jual minum.” Soni kasihan melihat Rena yang dari tadi gelisah kelamaan duduk.“Boleh Son, aku cepek nih duduk lama. Pinggang aku juga sudah pegal-pegal.” Rena mengeluhkan pinggangnya yang pegal-pegal. Rasanya ia mau turun saja dari mobil Soni untuk sekedar melurus
Read more

Kabar buruk

Saat ini Rizal tengah  melakukan perjalanan proyek ke daerah Cileungsi, ia sedang bersama dengan pengawas dan para pekerja lapangan. Rizal berencana merancang model perumahan layak huni khusus untuk keluarga kecil. Modelnya sederhana dan minimalis, dengan luas bagunan yang berfariasi; mulai  dari tipe 21,  tipe 36, tipe 45, dan tipe 54. Semua tipe memiliki desain yang berbeda-beda, termasuk juga harga yang menjadi acuan bagi opsi pembeli.Rizal sudah melihat tempat perumahan yang akan di bangun, menurutnya lokasi itu sangat strategis, bebas banjir,  nyaman dari keramaian, dan, sangat cocok bagi yang berkeluarga. Rizal sudah menentukan semua desain itu dari sebulan yang lalu.“Pak, ayo kita istirahat dulu.” Ujar pengawas kerja menawarkan kepada Rizal.“Baik pak. Mari silahkan,” sahut Rizal melangkah. Belum beberapa langkah setelah itu, tiba-tiba saja Rizal mengaduh. “Aduh!” Kaki Rizal
Read more

Kekuatan

Hal pertama yang dirasakan Rizal saat ia bangun adalah bau desinfektan yang sangat  menyengat di indera penciumannya. Perlahan, kelopak matanya bergerak terbuka. Menampakkan netra hitam  kelam dan tajam.Rizal terbaring disebuah kamar kecil dengan background warna putih. Sebuah selang infus terhubung di lengan kirinya, menyalurkan nutrisi melalui cairan transparan. Rizal mencoba bergerak dan merasakan seluruh tubuhnya terasa sakit. Terutama bagian dada dan kaki kirinya. Tangan Rizal bergerak merayap memastikan kondisinya sendiri. Ada sesuatu yang langsung merasuk ke pikirannya, hingga menyesak sampai ke dadanya.Hal terakhir yang Rizal ingat adalah, dia terkulai lemas di lantai ruang istirahat dan menangkap ucapan terakhir dari Deno yang memberitahukan kalau Rena sedang di ruang UGD rumah sakit.  Mengingat itu dia merasa dadanya terasa sakit, jantungnya berpompa lebih cepat. Ingin rasanya dia berteriak memanggil nama Rena hingga suara
Read more

Kabar duka

Setelah menunggu lebih dari dua jam akhirnya dokter keluar dari ruangan. Mereka semua bergegas mendekati dokter. Terutama Rizal yang sangat cemas dengan keadaan Rena.“Dokter …” Rizal hanya mampu sebatas memanggilnya saja, tak kuasa bertanya keadaan istrinya. Semua keluarga cemas menanti penjelasan dan jawaban dokter yang terlihat begitu serius.“Dokter, bagaimana Rena? Apakah bayinya selamat?”  tanya ibu Rena yang sangat panik.“ Operasinya  sementara berhasil. Bayinya lahir premature dan keduanya berjenis kelamin laki-laki, walaupun memiliki tanda kehidupan, tapi kemungkinan untuk tetap hidup tidak lebih dari dua puluh persen! Karena bayi yang nomor dua mengalami kelainan pembuluh darah. ” ujar dokter menjelaskan.Semua yang ada disana sangat kaget mendengar berita buruk itu. Apa jadinya bayi yang baru lahir premature mengalami kelainan pembuluh darah. Rizal yang selaku sua
Read more

Rahasia Rizal

Tiga hari sudah Rena terbaring koma di kamar ICU ditemani selang infus yang menggantung. Selang itu satu-satunya sumber kehidupan bagi tubuh Rena. Layar monitor di sampingnya bergerak naik turun sesuai  irama detak jantung.Rena menunjukkan bahwa dirinya ingin berjuang.  Tubuhnya diam tak bergerak, matanya terpejam meski sedikit senyum di bibir tipisnya. Rena seperti tertidur, tapi sejatinya sedang berada di jurang antara hidup dan mati.Keluarga dekat selalu hadir bergantian menjaga Rena. Termasuk Deno yang tak pernah absen menemani.“Deno hari ini aku minta tolong kamu jaga Rena ya. Hari ini aku harus kembali bekerja, karena proyek yang aku tangani bulan ini harus segera dirancang. Desainnya masih enam puluh persen lagi, aku harus kejar ketertinggalan. Gak apa-apa kan,” ujar Rizal kepada Deno.Deno baru saja dari ruangan bayi melihat anak-anak Rena. Semalam ia pulang bersitirahat karena tenag
Read more

Sedikit kesadaran

Deno saat ini tengah panik dikarenakan anak bungsu Rena yang mengalami kelainan pembuluh darah sedang kritis. Hanya ada dia sendiri di rumah  sakit, sedangkan Rizal yang dari tadi dihubungi tidak bisa menyambung. Dokter telah memberikan tindakan untuk menangani bayi tersebut.“Ya Tuhan. Kemana perginya Rizal,” ujarnya sendiri.Dia mondar-mandir didepan pintu ruangan si bayi menunggu kabar dari dokter. Satu setengah jam yang lalu bayi itu menampakkan kembali gejalanya, tapi lebih parah dari yang kemarin. Bercak merahnya bertambah besar di bagian badan dan punggungnya.Pintu ruangan dibuka, “Dokter, bagaimana bayinya dok?” tanya Deno cemas.“Maaf, pak. Bayinya tidak bisa bertahan. Karena kondisi lahirnya premature dan ditambah kelainan pembuluh darah yang dibawanya. Gejala itu sudah parah sehingga kami tidak bisa melakukan pertolongan lagi. Maaf, ya pak.” ujar dokter dengan wajah berduka.
Read more

Hilangnya Rizal

Di ruangan khusus bayi Soni dan Deno sedang menggendong bayi Rena yang sudah bisa keluar hari ini dari incubator. Mereka sangat senang melihat anak Rena yang sudah semakin kuat dan sehat. Rencananya mereka akan bergantian menjaga bayi itu atau mereka akan menyewa baby sitter untuk mengasuh bayi ini sampai Rena benar-benar sehat. Karena saat ini kondisi Rena  sudah lebih baik sejak 5 hari kebelakang.“Halo sayang papa. Gimana nak? Kamu sudah boleh pulang sama papa yah,” ujar Soni seimut mungkin.Dia sangat gemas dengan bayi kecil itu, rasanya pengen menggiigit pipi merah itu.“Nak, ayo lihat yang disebelah papa ini. Orang hitam dan jelek ini, lihatkan …. Hahahaha, panggil dia ayah ya nak. … mmmuach, gemes banget sih kamu sayang.”Deno hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya ini. Tapi dia juga senang bisa menjaga bayi itu berdua dengan Soni walau pun Soni sangat humoris, a
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy