GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of Janji jiwa: Chapter 11 - Chapter 20

Home /  All /  Janji jiwa /  Chapter 11 - Chapter 20
28 Chapters

Hadiah

Deburan ombak bergemuruh di pantai menandakan pasang air laut.Nyiur melambai-lambai seolah mengimbau untuk mendatanginya. Matahari senja perlahan memudarkan cahaya jingganya. Rena dan Rizal duduk berdua menikmati suasana pantai sore yang indah."Ren, gimana suka gak sama tempatnya?""Suka. Indah banget malahan," berseru riang."Nah, sekarang kamu nikmatin sepuasnya. Aku temani," ujar Rizal."Aku pengen main ombak Zal," seru Rena menatap suaminya."Ya udah ayo!"Mereka melangkah cepat menginjakkan kaki ke pasir pantai.Kebersamaan mereka disambut, bak orkestra, suara ombak menderu-deru di bibir pantai.Keduanya bersuka cita larut dalam kegembiraan yang meluap-luap. Hembusan angin sepoi-sepoi menambah romantisme bagi sepasang suami istri itu. Saling tertawa bahagia. Terlihat jelas di wajah keduanya. Tiada hari yang indah selain hari ini. Alam sepertinya sengaja menyuguhkan semua i
Read more

Penampilan baru

  Rena menilai pantulannya di cermin dengan campuran harapan dan kegelisahan. Ia sudah memotong rambutnya yang hitam panjang hingga pas bawah telinga. Potongan barunya bergelombang sehingga mengembang di sekeliling wajahnya. Tampilan yang jauh lebih modern dan feminin, tetapi ia tidak yakin apakah ia bertindak benar membiarkan penata rambut membujuknya memilih mode rambut ini. Dan si penata rambut benar tentang fakta gaya rambut yang baru itu. Rupanya juga menempatkan mata sipitnya dalam proporsi yang lebih baik dengan keseluruhan wajah. Hal itu juga menonjolkan hidung mancungnya, dan bahkan bibir tipisnya terlihat sangat manis. Semua yang ada pada wajahnya terlihat cantik natural. Dan juga menambah kesan feminin yang kental pada tatanan rambut barunya ini.Itu sangat memukau. Dan mungkin itu yang ia butuhkan agar Rizal benar-benar tambah menyukai penampilannya. Sebagai wanita hamil ia tidak ingin terlihat jelek. Apapun usahanya harus tetap terl
Read more

Makan malam

Hari menunjukkan pukul 17.30.Rena yang dari tadi menunggu pesanan makanannya lewat aplikasi smartphone mulai gelisah. Ia melewatkan camilan sorenya gara-gara menunggu tukang pengantar makanan yang telat datang. Kesepakatan dengan para pengelola toko adalah salad buah dan puding mangga diantar pukul 16.40. Tapi sampai saat ini pesanan itu belum sampai juga. Ketukan di pintu membuatnya bangkit terburu-buru dari sofa tempat duduknya, ia membuka pintu secepat mungkin."Kau terlambat,"Ia memarahi, sebelum menyadari yang mengantar makanan tersebut adalah Soni."Hai, aku terlambat kenapa Ren? Ini, tadi aku terima orderan makanan dari kurir delivery."Mata sipit Rena berkelip-kelip memandangnya. Ia salah orang, betapa malunya Rena, telah memarahi sembarang orang. Ia sangka tadi si pengantar makanan."Eh, maaf aku sangka tadi pengantar makanan," ujar Rena malu. Sedetik kemudian Rena menyadari tujuan Soni kerumahnya. Padahal dia
Read more

Berantakan

Rena tahu kalau situasinya akan seperti ini ia lebih memilih diam menyusuri ruangan yang akan di tempati untuk makan malam ini. Tidak ada gunanya memperjuangkan kebersamaan dengan Rizal saat ini. Mereka bertiga berjalan memasuki ruangan yang telah di sediakan pihak restoran. Tentu saja Soni tidak pernah kekurangan kata-kata, dan Rizal menerima setiap kata-kata tersebut, kepribadian yang riang dan gembira. Itu tidak akan bertahan, Rena berkata kepada diri sendiri, tetapi itu bukan penghiburan. Kerusakan telah terjadi. Dalam beberapa detik saja Soni sudah mampu menghancurkan rencana makan malam romantisnya. Meskipun Rizal akan beralih kepadanya, ia tidak akan pernah bisa melupakan itu.Konsep kolam renang yang berada di area outdoor sangat menyegarkan mata. Untuk sesaat Rena bisa melupakan kejengkelannya kepada Soni. Rena mencoba mengalihkan perhatian kepada orang-orang yang berpapasan dengan mereka; pasangan-pasangan yang duduk menghadap kolam renang, remaja-re
Read more

Terbongkar

Rena menatap kosong menu makan malamnya. Pikirannya melayang gara-gara dua makanan di hadapannya. Suasana hatinya sedang tidak enak menginggat Soni terus bermain mata dengannya. Padahal di sebelahnya ada Rizal yang selalu memperhatikan dari tadi. Ia heran dengan sikap polos suaminya itu. Apakah Rizal tidak bisa melihat antara wajah bersahabat dengan wajah pria yang menginginkan istrinya. Membuat Rena pusing dalam situasi ini."Sayang, kita pulang sekarang. Jangan menunggu Soni lagi," ujar Rena mengakhiri situasi menjengkelkan hatinya ini.Rizal terlihat bingung dan terkejut dengan sikap Rena. Tangannya di tarik tergesa-gesa keluar restoran."Sayang, ada apa denganmu? Kita belum menyelesaikan makan malam kita." Rizal tidak mengerti keadaan langsung bertanya ke Rena. "Berhenti sayang, stop." Rizal menghentikan langkah Rena dengan langkah kaki yang sengaja dia tahan.Rena menoleh ke belakang, menatap Rizal dengan wajah yang mulai serius
Read more

Penyesalan

 Malam ini adalah malam teburuk bagi Rena. karena berawal dari makan malam bersama semuanya jadi berantakan dengan tingkah Soni. Membuat hubungan sumaminya berantakan dengan sahabanya. Rena yang awalnya sudah malas meladeni sikap Soni berakhir dengan pengakuan kepada suaminya. Sebagai wanita yang sudah menikah ia tidak ingin bermain api di belakang Rizal. Semunya sudah ada pada diri Rizal, rasa sayang, perhatian,cinta, dan semua kepercayaan sudah mereka tegaskan dari awal. Apalagi yang membuat Rena kekurangan. Apapun yang di tawarkan Soni untuk kebahagiaannya, semua itu tidak ada artinyabuntuknya.Sampai berakhir dengan sikap Rizal yang seperti semula, dingin dan kejam padanya. Rena tidak pernah merasa menyesal mengungkap kelakuan Soni tadi kepadanya. Semua itu malah baik untuknya, ia tidak akan merasa risih lagi dengan sikap Soni. Biarkan orang-orang yang berbuat curang menjauh dari kehidupan rumah tangganya. Semua itu tidak ada gunanya sama sekali. Malah akan m
Read more

Pov Soni

Pov Soni.Sampai kapan kau akan terus menghukumku dengan melihatmu bahagia dengan Rizal? Aku pernah memintamu untuk bersamaku. Dan melupakan semua yang sudah berlalu, tapi kenapa kau masih keras bersama Rizal.Sulit meluluhkan hatimu Ren, padahal aku sudah begitu baik pada Rizal sampai aku membantunya mencari pekerjaan. Melihatmu dulu di kasari Rizal membuat hatiku sakit Ren, aku menyukaimu sudah sejak lama tapi kau tidak pernah membuka hati untukku. Aku tidak bisa melupakanmu, karena hanya kau wanita yang baik untukku. Walau aku tahu itu semua tidak akan mengubah dirimu, hanya karena Rizal adalah suami yang baik menurutmu saat ini. Tapi, ketahuilah nanti yang sebenarnya akan kau dapati juga karena yang buruk tidak akan bisa tersimpan selamanya dengan indah. Di saat itu percayalah aku akan mendapatkan kembali dirimu Ren.Atau kesalahanku sudah berakibat fatal untukmu, aku hanya ingin membahagiakanmu Ren. Hanya itu caraku untuk bisa dekat denganmu, aku tahu ka
Read more

Kejutan untuk Rena

Seiring waktu berjalan usia kandungan Rena sudah berjalan 4 bulan. Begitu banyak perhatian dan kasih sayang Rizal padanya, dia memanjakan Rena lebih dari apapun, meski dia begitu sangat over protektif sejak malam itu. Hari demi hari berganti bulan, Rena menikmati setiap proses kehamilanya. Setiap perkembangan janinnya, setiap gerakan lembutnya. Rizal mulai tidak betah berlama-lama di pekerjaannya, ia selalu berada di sisi Rena. Mengajak bayi mereka berbicara dan bercerita banyak hal.Rena sangat bahagia, ia tidak pernah kekurangan sesuatu sedikitpun. Sampai akhirnya Soni sudah kembali ramah seperti semula. Ia di buat terkejut dengan permintaan maaf dari Soni kepadanya dan juga Rizal. Dan sekarang mereka sudah akrab kembali. Rizal tidak hentinya merasa senang dan bahagia menceritakan kepada Soni parkembangan bayi dalam kandungan Rena. Seolah-olah tidak ada hari esok untuk membagi cerita perkembangan bayi mereka kepada Soni.Rena sangat senang dengan
Read more

Kebersamaan

"Sehat selalu kesayangan papa, kau bahagiakan nak? Mamamu saja sampai terharu." Ujarnya mengajak bicara bayi di perut Rena. Rena meneteskan air mata terharu melihat suaminya yang senang tiasa berinteraksi dengan janin yang ada dalam kandungannya. Entah kenapa setiap kali Rizal mengajak bicara bayi di dalam perutnya membuat hati Rena menghangat di penuhi kasih sayang. Tidak berlangsung lama ia merasakan sebuah gerakan yang pertama kali dalam perutnya malam ini."Aww." Pekik Rena."Sayang, ada apa?" Ujar Rizal, dengan cemas dan disusul semuanya dengan panik."Aku merasakan dia bergerak saat kau mengajaknya bicara barusan, seperti sebuah tendangan," jelas Rena ketakutan. Ini merupakan pengalaman pertama semua masih awal baginya untuk merasakan tanda-tanda perkembangan janin. Tentu ini membuat dirinya kaget, seolah-olah gerakan tersebut berakibat buruk untuk bayinya.Kemudian semuanya menertawai Rena kecuali Rizal. Ia mendekatkan kembali
Read more

Tawa jahat Rena

Rizal berdiri di ruang tengah, menatap Rena yang tertidur asal di sofa. Dua jam setelah Rena menghabiskan waktu untuk merapikan kamarnya dan menata barang-barangnya, wanita itu duduk santai diruang tengah. Tiga bulan telah berlalu, ia tinggal di rumah pribadi sebesar dan semewah ini tanpa ada yang lain. Hanya bersama Rizal, tapi Rizal lumayan sibuk akhir-akhir ini di perkerjaannya yang ternyata memiliki kemampuan untuk menjadi arsitektur di perusahaan temannya dalam bidang properti.Setelah kelelahan, Rena tanpa sadar memejamkan mata dan menghabiskan waktunya berbaring sebentar. Sebentar itu ternyata berubah menjadi menit, bahkan kini menjadi jam. Satu setengah jam lebih Rena tertidur, nafasnya teratur, ujung bibirnya mengerucut kecil, tampak celah diantaranya. Rizal melirik sebentar dan menggelengkan kepala.Bukannya wanita itu akhir-akhir ini mengeluh sering lelah karena tidak bisa berdiam diri sebentar dengan usia kandungannya yang sudah memasuki angka tujuh
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy