GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of REVARA (Indonesia): Chapter 21 - Chapter 24

Home /  All /  REVARA (Indonesia) /  Chapter 21 - Chapter 24
24 Chapters

Bagian 20 : Sakit

Revano mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi mengikuti ambulan yang membawa Pram tersebut ke rumah sakit."Vano!" seru Alyana memanggil puteranya.Namun sang pemilik nama tak menyahut -- ia berjalan masuk bersama dengan para dokter dan perawat yang membawa brankar dengan seseorang bertutupkan kain putih di atasnya.Alyana memandang heran pada Revano."Biar aku saja yang menemui dia."Di sinilah Revano berada, di kamar jenazah. Ia menangisi seseorang yang terbaring kaku bertutupkan kain tersebut."Pa, Papa jangan pergi tinggalin Vano. Vano sayang sama Papa. Apa Papa nggak kasihan sama mama yang kesepian kalau Papa tinggal? Papa tahu sendiri kan kalau mama itu nggak bisa berlama-lama jauh sama Papa. Gimana aku sama Brian, Pa? Kami masih butuh Papa. Kami ingin Pap... HUWAAAAA!!! SETAAANNN!!!" Pram membungkam mulut anaknya yang berteriak seperti toa di tempat sepi."Jaga mulutmu, Vano!" bisik Pram sembari mendelik taj
Read more

Bagian 21 : Tentang Kesalahpahaman

Tamara mulai membiasakan diri hidup mandiri, bertemankan kesendirian di tengah ingar bingarnya ibu kota setiap harinya.Semenjak Revano pergi, justru Tamara mendapatkan banyak teman. Alice, Karina, dan Rani resmi sudah menjadi sahabat Tamara. Entah apa yang membuat mereka tiba-tiba mau bersahabat dengan Tamara. Meski hidupnya dikelilingi oleh banyak teman, Tamara tetap merasa ada yang kurang di hidupnya. Siapa lagi kalau bukan Revano.Kepergian Revano rupanya menyisakan ketidakrelaan dalam hati Tamara.Sekuat apapun Tamara menghibur diri, tetap saja tak berhasil. Kini seseorang yang ia cintai setelah Diana juga meninggalkannya. Terlebih karena Revano lah yang merenggut keperawanannya.Tamara menghela napas. Hm, ya udah lah, mau gimana lagi? katanya dalam hati. Mau tak mau ia harus merelakan bukan?"Ra, mau ke kantin nggak?" tanya Juna.Tamara mengangguk. Ia beranjak dari bangkunya."Mau ke mana?" tanya
Read more

Bagian 22 : Papa

Sudah dua bulan ini Tamara pindah, ia memilih tinggal di kosan biasa daripada harus tinggal di kontrakan yang menurutnya terlalu besar untuk ia huni seorang diri."Geser dikit bisa nggak sih, Ran?" tanya Alice seraya mendorong tubuh Rani agar sedikit menjauh supaya memberinya banyak tempat untuk berbaring."Hih, lo apaan sih, Lice? Banyak tempat tuh," jawab Rani tak suka jika keasyikannya menonton drama Korea diganggu oleh Alice."Di situ nanti tempatnya Karina sama Rara. Lo mikir dong, badan lo aja segede itu masih juga kaki sama tangan ke mana-mana," protes Alice."Lo nggak ngomong pun gue juga tahu kalau itu tempatnya Rara sama Karina. Tapi kan mereka masih keluar. Lo yang santai dikit kenapa sih? Ganggu aja gue lagi nonton ayang Hyunbin nih," gerutu Rani."Kalian kenapa sih? Berisik banget dari tadi," tanya Tamara yang sudah muncul di hadapan mereka bersama Karina dan beberapa kantung plastik berisi makanan dan minuman yang mereka inginkan.
Read more

Bagian 23 : Giselle

Sudah dua tahun sejak kejadian di mana Tamara bertemu dengan Joseph, dirinya jadi lebih hati-hati. Ia tak melanjutkan kuliah dan memilih bekerja saja di sebuah kedai milik teman Alice yang tak jauh dari rumahnya. Meski tak menghasilkan banyak, setidaknya cukup untuk dirinya hidup selama sebulan dan membayar uang kos.Semua cara bersembunyi Tamara tidak cukup untuk membuat dirinya aman karena Joseph selalu menemukannya. "Tinggallah sama Papa, Ra," kata Joseph di suatu siang.Mereka akhirnya dapat berbicara setelah sekian lama Tamara selalu menghindar setiap kali berpapasan dengan pria itu.Tamara menggeleng. Hanya itu jawabannya sebagai bentuk penolakan."Kenapa?" tanya Joseph membuat Tamara mencengkeram ujung bajunya menahan emosi."Papa masih tanya kenapa? Papa yang tinggalin aku sama mama dan lebih memilih wanita itu hanya karena dia bisa membuat karier Papa melejit.""Tapi Papa mencintai dia, Ra. Apa yang salah d
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy