loading
Home/ All /Toxic Relationship (Indonesia)/Chapter 3

Chapter 3

Author: Tatiana H
"publish date: " 2020-09-14 22:26:37

"Gimana nih, gw udah kebelet nih, ayukk temenin dong ran" keluhku usai keluar kelas. Aku sudah kualahan menahan panggilan alam ini, sesuatu yang mendesak sudah diujung. Sial rasanya menahan keingginan untuk buang air kecil

"yah nay, gw udah laper banget malahan. males ah musti naik lagi ke toilet atas, pake toilet diujung aja ya" saran rani padaku. Bulu kudukku sedikit bergidik mendengar toilet ujung, yah ini toilet yang terletak dipojok kampus, agak sepi dan pastinya suasana rada menyeramkan.

"yah ran, kan disana itu,,,,"

"udah biar gw temenin, sekalian gw mau buang air kecil juga, rani sama monik duluan aja ke kantin, langsung pesen yang biasa yah" ucap laura dan menarik lenganku pergi, aku hanya bisa pasrah dengan keadaan, ketimbang terjadi hal yang memalukan, pipis didalam celana. Tidak jangan sampai itu terjadi.

usai kakiku menginjak toilet itu, nyatanya tidak seseram yang kuduga. Tiolet itu bersih dan hampir tidak tercium bau pesing sama sekali, tanpa basi-basi aku dan laura langsung bergegas membuang panggilan alam ini. Ah lega rasanya, seperti terlepas dari ikatan

saat aku keluar dari toilet laura sudah terlebih dulu mencuci tangannya di wastefall, aku menyusulnya untuk kemudian merapikan diri didepan cermin. Rambutku sedikit berantakan tersapu sepoaian angin. Aku ingin memulai obrolan kosong bersama laura, namun dengan sigap laura menutup mulutku. Ia meletakkan jari telunjuk dibibirnya dan memberiku isyarat untuk diam. Aku melongo heran untuk tingkah nya itu.

Laura menunjuk satu toilet dengan pintu yang tertutup, dahiku mengkerut ketika mataku pun ikut tertuju melihat kearah pintu itu. detik berikutnya samar-samar aku mendengar suara, suara berupa desahan yang lirih

"Aaahh, kak,, aduhh iyahh iyahh gitu,, lebih cepat kakk,,,yahhh ahhhh gituhhhh" desah seorang wanita. Ketika aku yakin untuk apa yang aku dengar, aku melongo menatap laura yang kini terlihat menahan tawanya. Jujur saja rasa penasaranku memuncak, inisiatif aku mendekati toilet yang tertutup pintu itu perlahan,

"Ssshhh kak, buruan dong, nanti ada yang datang, ahhhh kakkk, aduhhh ahhhhh" desahan wanita itu semakin berat. Aku menggeleng untuk situasi ini.

"mereka bikin anak" bissiiku pada laura, dengan ekspresi polosku, Laura menutup mulutnya menahan tawanya.

"yank, aku mau nyampe, sayang, sshhhhh ahhh,,,enak aduhh" sekarang giliran cowok yang mendesah, tanpa kusadari laura menghampiri dan menggedor pintu itu dengan keras

"woi dosen mau masuk nih, kalian ngapain?" teriak laura lalu menarik tanganku untuk segeran pergi. Aku tidak bisa bayangkan apa yang terjadi pada dua sejoli itu, keluar dari toilet aku dan laura tertawa lepas, sungguh ini diluar dugaanku, aku hanya membayangkan bagaimana ekspresi mereka yang tengah memadu kasih, hampir menuju kenikmatan justru harus dikagetkan oleh laura yang mengada-ngada ada dosen. Itu setimpal kurasa

Rani dan Monik dengan sabarnya menunggu aku dan laura melepas tawa kami. Puas aku tertawa, rani sudah memasang tatapan mengintrogasi. Memintaku untuk menjelaskan hal lucu yang membuat kami tertawa hingga sampai dikantin. Aku menarik nafas panjang untuk menceritakan apa yang terjadi, dan sama seperti diriku dan laura, rani dan monikpun ikut tertawa

"wahh parah sih, gw kehabisan kata-kata kalau jadi kalian" ucap rani

"gila nggak tuh?masa di wc pojokkan lagi, bikin gw risih aja" lanjut laura.

"yaudah sih, mungkin mereka udah sama-sama saling nggak bisa nahan" sahut monik

"gw sih berharap dapet cowok nggak gitu, apasih yang mereka cari. kenikmatan sesaat doang, sayang mah nggak gitu juga" ejek laura sembari menyuap makan siangnya

"hmmm, menurut gw ya jelas sih cara mereka salah. cuman kan kita nggak tau alasan mereka gitu kenapa, yaudah sih itu urusan mereka" jawab rani

"Kalau gw jadi tu cwek, udah gw putusin cowok kayak gitu ih, amit-amit" kembali laura mengejek

berikutnya kami bertiga hanya tersenyum dan mengganti topik pembicaraan, yang pasti aku baru saja mengalami hal konyol untuk pertama kalinya didalam hidupku. 

****

kuliah hingga sore itu ternyata melelahkan, terlebih saat itu dosenku izin keluar untuk mengurus sesutau dan meninggalkan tugas resume yang cukup banyak. Ah perjalananku sebagai seorang mahasiswa sudah dimulai, dan dibalik susah payah ini tentu kelak akan berbuah manis.

aku memilih menyandarkan kepalaku diatas tas yang kuletakkan diatas meja, kemudian memejamkan mata menikmati sedikit rasa malas ini. Toh tugas tidak perlu dikumpulkan hari itu juga. Aku larut dalam lamunanku untuk seseorang. seseorang diluar sana yang sekarang hampir kulupakan cara dia tersenyum. suara petikkan gitar terasa merdu ditelingaku, seolah-olah menjada latar belakang untuk lamunanku.

semakin lama melodi dari petikan gitar itu membuatku hanyut, aku menikmatinya masih dengan mata terpejam meskipun aku tidak tertidur. Kemudian suara merdu seseorang yang tengah bernyanyi mengkuti irama petikkan gitar.

'jujurlah sayang, aku tak mengapa'

'biar semua, jelas tlah berbeda'

'jika nanti aku yang harus pergi'

'kuterima, walau sakit hati'

begitulah kira-kira kalimat dari lagu yang kudengar, bagiku ini menyentuh hati. Aku bangkit dari tidurku dan melihat siapa yang memainkan gitar itu. mataku tertuju pada reno yang duduk diatas meja, dikelilingi wanita-wanita yang duduk dibawah dengan kursi tentunya, kemudian beberapa cowok dibelakangnya. Ah ternyata si humoris pandai bermain gitar dan memiliki suara yang merdu.

sedikit kagum diriku mendengar nada suaranya, dan lagu yang ia bawakan berhasil menyapa relung hatiku yang tengah larut dalam galau dan dilema ini.

"Modal pinter gitar doang" ucap laura tiba-tiba, membuatku terkejut gelagapan.

"hah? maksudnya?" tanyaku heran

" lo kenapa mandangin dia segitunya? si Reno maksud gw" Laura balik bertanya

"Nggak kenapa-napa. Cuman seneng aja denger dia main gitarnya" jawabku

"lo suka sama dia?" tanya laura tanpa basa-basi

"apaan si ra, nanti kedengeran orang lain malah bikin orang lain salah paham lagi. Dibilang gw cuman suka aja denger dia main gitar, adem aja gitu lagu sama liriknya" ucapku membela diri

laura menaik turunkan bahunya tanpa membalas ucapanku, mataku memutari keadaan kelas, mencari rani yang tiba-tiba sudah menghilang, sebelumnya dia duduk disebelahku. Aku mendapati rani dan Monik tengah bergabung bersama cewek-cewek yang lain dan duduk mendengarkan reno main gitar. Aku menghela nafas panjang melihat mereka kini ikut bernyanyi bersama reno. 

"Nay boleh minta pin BB kamu nggak?" ucap seorang pria yang menghampiriku.

"hah?" ucapku kaget menatap pria itu, dia adalah Aldi. Dari yang kucuri dengar, dia jadi rebutan cewek-cewek dikelas karena kepinatarannya dalam berbicara, belum lagi wawasannya yang cukup luas, itu terlihat setiap kali ada diskusi pelajaran.

"Pin BBMmu" ulangnya lagi, seolah mengerti akan kebingunganku

"yaudah kasih aja nay, mungkin ada perlu apa-apa nanti" sahut laura. Aku tersenyum sembari mengangguk dan memberikan Pin BB ku pada Aldi. Meskipun aku tidak tau untuk apa pria populer dikelas saat ini meminta kontakku. Berfikiran positif saja, itu tidak buruk

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 22

Kedatangan Aldi diluar dugaanku, mengingat aku dan aldi sempat saling berdebat. Dengan keras dia melarangku untuk dekat dengan reno. Tapi ia bertingkah tidak seperti seorang pria. Dia membuatku untuk tetap menyukainya tapi tidak berani memegangku. Itu tidak adil. Jika dia bisa dekat dengan wnaita lain seperti devi, mengapa aku tidak bisa dekat dengan pria lain. lagipun aku dan reno dekat karena memang aku nyaman berteman dengannyasebisa mungkin aku menengakan situasi, reno ditemani yang lain duduk disisi api unggun yang berbeda, sementara aku duduk disebelah aldi. berharap suasana hati aldi tidak merusak suasana yang sudah aku dan yang lain dapatkan dari reno malam ini

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 21

"Kalau ada apa-apa lo kabarin gw ya?" ucapku pada reno sembari menunggu rani datang menjemputku. Hari itu keadaan reno sudah jauh lebih baik. Hanya menunggu luka-lukanya pulih. Suster juga memberi kabar kalau reno bisa pulang segera. "iya bawel.""lo udah ketinggalan banyak mapel kuliah""iya nay, nanti gw belajar sendiri""anak laki mana doyan belajar" sindirku. Re

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 20

"Enggak kok, ini udah mau pulang. Iya iya, bye" ucapku menutup telfon. Aku lupa waktu ketika sibuk mencari bahan-bahan untuk lomba novelis. sampai aku tidak sadar langit sudah berganti menjadi malam. Rani yang menelfonku sudah protes tidak menentu, mengingat waktu saat itu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Sebenarnya tidak ada masalah jika aku keluar sendirian, hanya saja rani takut terjadi sesuatu padaku, karena aku menyetir mobil sendirian.aku menyalakan musik DJ di mobilku, ya ada sedikit rasa sunyi yang aku rasakan. Badanku bergoyang mengikuti irama musik, aku masih menikmati musik sampai diperjalanan aku terpekik dan membuatku berhenti mendadak.

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 19

Hari itu terlihat perbedaan yang sangat jelas antara Reno dan Aldi. Mereka memang saling sapa, masih dengan keadaan yang biasa-biasa saja disatu kelas. Tapi aku bisa merasakan perubahan diantara mereka. Mereka tidak se akrab dulu. Mereka berteman namun aku rasa ikatan yang mereka jalani tidak lagi seperti sahabat.Baik aldi maupun reno berubah haluan, jika tadinya mereka sangat dekat. Kini mereka memilih teman mereka yang lain untuk jadi dekat. Kebiasaan rasa penasarankupun muncul. sebenarnya aku tidak ingin ikut campur urusan mereka. Apalgi para cowok-cowok punya caranya sendiri untuk menyeesaikan masalah diantara mereka bukan.

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 18

Sepertinya kehidupan perkuliahanku tidak akan semulus alur cerita di film-film. Banyak hal yang terjadi begitu saja. Hari ini kelas dihebohkan dengan pertengkaran yang tak pernah disangka. Bahkan akupun yang menoton secara lansung perdebatan sengit diantara mereka tidak mengira ini terjadi. Reno dan Aldi sedang berdebat tentang sesuatu yang tidak kami pahami. Mereka saling berteriak satu sama lain, meskipun mereka sama-sama cowok, tapi tidak ada adegan pukul-pukulan"udah yah, bocah banget sih" teriak ketua kelas. suasana dikelas menjadi hening seketika. Reno dan Aldi saling bertatapan sengit. kemudian mereka berdua memutuskan pergi keluar kelas dengan kompaknya

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 17

“nay, nayyy” ucap rani yang datang tiba-tiba menghampiriku ke kelas.“kenapa ih?” tanyaku heran. Pasalnya rani pergi keluar kelas untuk ke toilet, namun lihatlah sekarang ia datang dengan nafas yang tersengal-sengal menghampiriku“ini” rani meletakkan sebuah brosure diatas meja. Aku melirik brosure itu. tertera disana mengenai lomba menulis. Sontak mataku berbinar dan dengan antusias nya merebut lembaran brosure dari tangan rani“kapan?diamana? gimana ca

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 8

Sudah tiga puluh menit semenjak kelas pertamaku dimulai, Dosen yang mengajar pelajaran pertama pagi itu membuat kita harus memasang pendengeran esktra. Beliau berbicara deng

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 7

Gorengan mang edang itu gorengan terenak yang pernah aku coba, beruntung sekali rasanya dia jualan di sekitar rumah. gorengannya menjadi cemilan wajib garis kreas ala aku. s

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 6

seberat menunggu kepastian, hari kamis adalah hari yang terberat untukku. Aku rasa mahasiswa lain juga merasakan hal yang sama denganku. Pasalnya pak Samsul, dosen yang seti

Toxic Relationship (Indonesia)   Chapter 16

"intinya ini tambahan untuk tugas kelompok mengenai antamo kemaren, saya nggak mau ada keterlambatan. saya hanya beri waktu satu minggu, kalian paham?" ucap pak samsul tegas

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy