Download the book for free
Just Rayyan
Author: PrimasariLovexz"Cinta tuh seperti kentut, datangnya tiba-tiba"
Rumah dalam keadaan gelap gulita. Gadis itu berjalan dengan pelan menuju halaman rumahnya. Samar-samar dia mendengar suara tawa menggelegar di dalam rumah.
Gadis itu bergegas masuk, dia melihat Kedua orangtuanya diikat di kursi makan. Seorang lelaki berjubah hitam itu memegang pisau dan mengarahkannya di leher wanita paruh baya di depannya.
Senyuman menakutkan dia perlihatkan, membuat gadis itu mengurungkan niatnya untuk mendekat.
Jleb
Pisau itu di tusukkan ke perut wanita di depannya. Gadis itu bergetar ketakutan saat melihat banyak darah yang keluar dari perut ibunya.
Lelaki itu menoleh kearah gadis di belakangnya, dia menyeringai dan berjalan mendekat kearahnya secara perlahan. Tak lupa pisau yang berlumuran darah itu dia acungkan.
"Akhhhhh".
Klik
"Tidur Sanee, ini udah malam. Suara teriakkan Lo Berisik". Seru Billal di depan TV.
Sanee berdecak sebal. Dia lagi tegang nonton film Pembunuhan berencana, tapi Billal malah datang dan mematikannya.
"Lo adik ipar Gue ya, kenapa nyolot sama Gue sih". Sanee berkacak pinggang di depan Billal.
"Eh, lo tuh ada di rumah dinas Gue, suara teriakkan lo bisa bangunin seluruh kompleks". Sanee memejamkan matanya.
Ah benar. Dia yang tiba-tiba datang kesini karena dibuntuti sama si dokter Anjay. Eh Anjasdinata, tapi Sanee panggil dia Anjay. Dia ngotot minta nginep disini dan tidur bersama si kembar yang satu minggu ini tidak bertemu.
"Ah elah, Gue lupa. Gue tidur ya, Gue jagain anak-anak lo. Sana kalau mau skidipapap sama Shae". Billal tersenyum sumringah, lalu mengacak rambut Sanee, dan meninggalkan dirinya sendiri.
Kan Bangke.
Punya ipar satu kelakuannya aduh. Tapi dia manis banget kalau dekat sama istrinya. Kek dunia milik berdua yang lain ngontrak.
💣💣💣
Saat ini Sanee tengah memangku salah satu si kembar, sedangkan Shae sedang menggantikan baju anaknya yang lain.
Billal masuk dengan tawa menggelegar bersama seorang Pria yang berpakaian biru, gaya dan tingkah lakunya hampir mirip dengan Billal.
Sanee menoleh sekilas, lalu kembali fokus pada si kembar saat bocah kecil yang menggemaskan itu memainkan jari tangannya.
"Wah sudah besar saja ponakan Om ini. Astaga Gue lupa nama anak Lo". Sanee yang sedang memangku bocah menggemaskan itu hanya menaikkan satu alisnya.
"Om macam apa lo. Ini Neano". Lelaki itu mengangguk.
"Apa kabar Shae?". Sapanya sok kenal.
Sontak Sanee dan Billal saling pandang selama beberapa detik, lalu tertawa bersama, sampai Neano ikutan tertawa.
"Kenapa ketawa sih?". Shae keluar dari kamar dan duduk bersama Sanee. "Haiy Ray, apa kabar?".
"Lho, yang istri lo yang mana Bil?". Pertanyaan terbodoh dari Rayyan.
"Ini istri sah Gue, dan depan lo itu saudara kembarnya Sanee yang Jones". Sanee melemparkan mainan Neano kearah Billal yang tertawa terbahak-bahak.
Kurang diajar memang si Billal, gak dikasih jatah sama Shae tau rasa.
Rayyan terpaku dengan gadis cantik di depannya itu. Lama sendiri membuatnya susah jatuh cinta, karena pernah di khianati oleh mantannya dulu. Kejadian itu membuat Rayyan harus berhati-hati.
Seakan mengerti dengan gelagat Rayyan, Billal mengajak Shae pergi sebentar dan beralasan membeli cemilan, dia bahkan menitipkan Keano ke Rayyan.
Sanee menggeleng pelan saat Rayyan menggendong Keano dengan Kaku sepeninggal Billal.
"Lo belum pernah gendong bocah?". Tanya Sanee.
Rayyan hanya nyengir kuda saat Sanee bertanya seperti itu. Entah kemana suaranya yang tadi. Sanee bahkan bicara dengannya pun dia hanya menjawab dengan anggukan. Suaranya hilang karena gugup.
"Lo pangku Keano begini aja. Kean pegang mainannya ya. Jangan bikin Om susah". Keano tersenyum kala Sanee bicara dengannya. Sedangkan Rayyan dia Kaku.
💣💣💣
Sanee menatap nanar undangan pernikahan berwarna coklat dan bertuliskan nama seseorang yang membuatnya mengingat masa lalu itu.
Menjijikkan.
Alrando Emira
&
Evira Evira Pan
Sanee mendengus keras, dia segera berdiri dan menyampirkan snelinya di lengan, berjalan cepat ke mobil jazz miliknya.
Sanee menuju restoran milik Billal dan Shae. Dia ingin meminta saran ke mereka.
Tiba disana, Sanee melihat Rayyan dengan pakaian kasualnya. Di mata Sanee, Rayyan sedikit berbeda. Tapi kenapa hatinya tidak berdebar.
Sanee membanting undangan itu di meja. Dia duduk dengan wajah gusar, memegangi keningnya dengan satu tangan.
"Kalau lo jadi Gue, apa yang lo lakuin Sha?". Shae membuka undangan itu dan memandang Sanee yang mendengus sebal.
"Dia sakit jiwa. Dia yang nyakitin elo, dan sekarang sebar undangan ke elo. Luar biasa tingkat kesakitannya". Shae mengangguk setuju.
"Undangan mantan?". Sanee mengangguk saat Billal bertanya. "Rando kan? Mantan pacar lo yang Brengsek?". Sanee mengangguk kembali. "Dia temen SMP Gue dan Rayyan, Gue juga diundang".
"Lo gimana Bil, datang?".
"Iyalah datang. Gue bawa Shae sama si kembar. Lo gandengannya sama Rayyan aja kesana. Kan biar gak diketawain. Kasih tahu ke dia kalau lo udah move on".
"Gue emang udah move on, tapi Gue masih jomblo". Sanee meminum ice cappuccino di depannya.
"Emosi boleh, goblok jangan. Itu minuman Rayyan kalau lo mau tahu". Pernyataan Billal membuat Sanee memandang Rayyan yang hanya nyengir memandangnya. "Udah deh lo datang aja sama Rayyan,Gue takutnya elo malah bakar gedung itu kalau datang sendiri".
Tai Billal.
Akhirnya Shae menyetujuinya juga. Walaupun Sanee kurang mengenal Rayyan, tapi setidaknya ada gandengannya kesana.
💣💣💣
Mereka berangkat bersama dari rumah dinas Billal. Bahkan Rayyan dengan senang hati menjemput Sanee disana, bersama dengan Billal dan Shae juga, mereka naik mobil Rayyan. Pengertian sekali kan Billal.
"Gue ikut tuh, biar si Rayyan gak beku. Takutnya kelamaan liatin lo jadi dia beku karena terpaku".
Pengen lempar aja tapi sepupu. Dari dulu emang gak berubah tuh mulutnya si Billal. Luwes bener.
Mereka sampai di hotel berbintang yang di maksud. Sanee dan Rayyan berjalan beriringan, dia masih Kaku kalau harus menggandeng Rayyan.
Bertrand menyambut mereka berenam, karena bocah kembar itu juga ikut. Mereka berbicara bersama,dan Bertrand menceritakan tentang perjodohan dirinya yang tetap berlangsung.
Di depan mereka, Gusti melenggang bersama Dora. Bergandengan tangan dengan mesra. Bahkan Gusti dengan sengaja memeluk pinggang Dora.
"Itu kan Dora". Tunjuk Bertrand.
"Sembarangan. Dora tuh lagi di rumahnya sama boots. Dia lagi gak keluyuran tanya peta. Masih bocah gak boleh". Cerocos Sanee.
"Bangke. Bukan Dora film anak-anak yang bikin ngeselin. Itu Dora model majalah dewasa yang digandeng Laki-laki itu".
Shae dan Sanee saling pandang dan mengangguk, itu Gusti.
"Kalian tahu kan Dora?". Mereka menggeleng. "Duh, emang lo berdua gak pernah beli majalah dewasa apa?". Billal dan Rayyan diam. "Masa bokap lo berdua gak pernah ada majalah dew--".
Bug
Bug
Bug
Tiga pukulan mendarat manis di pundak Bertrand. Sanee dan Shae memukuli tanpa Ampun.
"Lo pikir bokap Gue otaknya kayak elo. Bokap Gue tuh cuma koleksi foto nyokap Gue. Gak Otak Mesum kek elo". Sanee menjewer telinga Bertrand.
"Suami Gue juga gak kayak elo. Kalau lo bosen jalan pake kaki, Gue beliin kursi roda". Bertrand memandang Shae takut.
Lumpuh dong Gue. Batin Bertrand.
"Sanee".
Sialan.
"Siapa ini?". Tunjuknya pada Rayyan yang menggendong Keano di dekat Sanee.
"Just Rayyan".
💣💣💣
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Perfect (shit) husband Lelaki kaku
Aku kuat jikalau hanya sebentar.... Aura duduk di atas sofa berwarna coklat, dan memandang jendela di depannya, ini sudah pukul delapan malam dan orang yang dia tunggu, belum datang juga. Aura menghela napas berat, kenapa harus seperti ini? Kenapa harus setiap hari? Dia menggeleng pelan. Lalu mengecek handphone miliknya yang tergeletak di meja. Sepi dan sunyi, tidak ada panggilan atau pesan dari orang yang dia tunggu. Pesan? Bahkan sepatah katapun tidak pernah diucapkan di depan Aura. Dia diam dan berharap lelaki itu segera pulang dengan selamat. Deru mobil dan ban yang berdecit memasuki garasi, Aura bisa tersenyum lega. Dia menata rambutnya agar rapi, membenarkan pakaiannya yang lecek, agar terlihat rapi. Langkah kaki berderap di depan pintu, rasanya jantung Aura berdetak berkali-kali lipat. Suara pintu terbuka membuat Aura menoleh ke arah pintu dan disana ada seseorang yang dia tunggu sedari tadi. Lelaki berbadan te
Perfect (shit) husband Hidup baru
Cinta sejati akan tetap bersatu, walaupun awalnya akan menyakitkan." Sanee duduk di taman sendirian. Dia Memaksa Shae untuk mengantarkan dirinya menikmati angin disana.Gusti mendekat dan bersimpuh di depan Sanee. Dia hanya diam dan tak bergerak. Ini orang gak ada bosennya apa. Batin Sanee. Ini sudah ke 10 kalinya Gusti menemui dirinya. Selalu mengaku sebagai mantan suaminya. Menikah dengannya pun Sanee tidak ingat. Bagaimana dia bisa punya mantan suami seperti Gusti. "Aku mohon, please ingat aku San". Lirihnya. Bahkan Gusti sudah memasang wajah nelangsanya.Sanee mencoba mengingat memori antara dirinya dan Gusti, tapi nihil. Dia merasakan sakit kepala yang luar biasa saat ini."San?"Sanee memegangi kepalanya dan meringis kesakitan. Tidak ada memori tentang Gusti, walaupun dia berusaha mengingat. Hanya
Perfect (shit) husband Kehilangan
"Kepergianku untuk selamanya, meninggalkan kamu untuk cinta yang lain".Gusti menjadi pribadi tak tersentuh, dia kembali menjadi pribadi yang dingin. Tapi segala kenangan tentang Sanee tidak pernah berubah.Bahkan dia mengunci ruangan khusus tempat dia menyimpan semua barang milik Sanee, bahkan foto Sanee ada disana semua. Tidak ada yang boleh masuk ke kamar itu. Hanya dirinya yang bisa kesana."Gusti". Gumamnya pelan.Dia kembali bersembunyi di ruangan Shae, saat melihat Gusti masuk ke dalam bersamaan dengan seorang Pria yang berpakaian sama dengannya menenteng laptop dan beberapa map.Sanee bahkan mengurungkan niatnya untuk pergi Dari sini. Dia tidak ingin bertemu Gusti, atau dia bahkan bisa dengan mudahnya untuk menghancurkan hubungannya dengan Rayyan.JanganSanee memilih sibuk dengan hapenya, saat sebuah artikel di Google muncul di hapenya.
Perfect (shit) husband Sanee
Tasanee PovApa yang kalian rasakan, jika kalian jadi diriku. Saat kalian mencoba menerima semuanya dengan lapang dada, tapi kenyataan pahit menghampiri Ku.Gusti-- suamiku telah mengatakan jika dia pernah berhubungan badan dengan mantan pacarnya dulu sebelum kami menikah, dan sekarang telah menghasilkan anak yang sedang di kandungnya. Aku sangsi jika Dora benar-benar hamil anak Gusti. Sedangkan dirinya dan Gusti telah berpisah dua bulan lamanya sebelum pernikahan kami berlangsung. Kan anehKalau dia hamil, lalu kenapa saat Gusti menyiapkan semua pernikahan mereka, dia kabur. Dan Gusti menyeretku untuk menjadi pengantin penggantinya.Kan Brengsek Bahkan Gusti dengan rela melepaskan diriku jika aku benar-benar tidak hamil anaknya. Kan Bangsat Tadi pagi saat aku berangkat kerja, Ku sempatkan diriku untuk
Perfect (shit) husband Receh
"Aku takut untuk mencintai orang yang sama".Kedekatan antara Rayyan dan Sanee, sudah tercium oleh Billal dan kawan-kawannya. Bahkan saat Sanee berjalan untuk mengambil vaksin, melewati beberapa tentara yang sedang berdiri mengawasi sekitar."Permisi"."Eh bu dokter, mau cari Lettu Rayyan ya?". Sanee memutar bola mata malas. bahkan ini sudah kesekian kalinya. "Heh, siapa yang suruh kalian godain calon istri saya. Lari keliling lapangan 20 kali". Teriak Rayyan. "Siap Komandan". Mereka ngacir menuju lapangan.Sanee mendengus sebal saat Rayyan mendekat, tapi dia berjalan masuk ke ruangan untuk mengambil vaksin. Rayyan mengikuti dirinya dari belakang. Sanee bahkan tahu. Dia memberikan vaksin itu pada teman sejawatnya, lalu berjalan menuju belakang barak. Disana terdapat tempat duduk beserta mejanya.
Perfect (shit) husband Fakta yang sebenarnya
"Cinta palsumu hanya membuatku semakin merasakan sakit".Dora pulang ke apartment miliknya sendiri. Dia akan mempersiapkan segala kebutuhan dirinya sebelum menikah dengan Gusti nantinya.Dia sudah membereskan semuanya ke koper miliknya. Dora tersenyum bahagia saat melihat sebuah cincin berlian 24 karat pembelian Gusti. "Tinggal sebentar lagi". Dia tertawa melihat pantulan wajahnya sendiri. Ting tung... Dora menghentikan kegiarannya membereskan beberapa lingerie sexy miliknya ke dalam koper. Dia berganti dengan sebuah lingerie sexy dan transparan berwarna hitam transparan. "Pasti kangen". Gumamnya dalam hati.Seketika jantung Dora melesat turun ke ginjal. Seorang lelaki berdiri dengan senyuman manisnya di depan Dora."Haiy sayang, kamu apa kabar?". Lelaki itu berjalan pelan dan menghampiri Dora yang hanya diam. Membelai
Perfect (shit) husband Terkuak
"Penyesalanmu tidak sampai menyentuh hatiku yang terlanjur terluka".Tok tok tokSuara palu hakim telah menggema di ruangan ini. Terasa mencekam bagi Gusti saat ini. Badannya serasa lemas saat satu kalimat dari hakim ketua telah Meluncur manis dan kini menjadi mo
Perfect (shit) husband Menjauh selamanya
"Menjauh darimu membuatku memiliki waktu untuk mengobati hatiku yang terluka" Ruangan UGD penuh dengan beberapa orang. Shae memandang nanar pasangan suami istri yang memakai sneli. Rania keluar dari UGD dan menatap sendu kearah Alexa. Dia meme
Perfect (shit) husband Dora the pelakor
"Bertemu denganmu membuat
Perfect (shit) husband Gusti brengsek
"Memaksa untuk mencintai
