loading
Home/ All /Perfect (shit) husband/Cinta perpaduan Sex

Cinta perpaduan Sex

Author: PrimasariLovexz
"publish date: " 2020-08-15 17:39:04

"Aku tidak punya mantan, adanya teman khilaf."

Sanee menekuri laporan tentang data diri pasien yang dia periksa. Sebelum harus memasuki ruang pembantaian milik profesor dr. Dr. Aji Darmawan, pemilik sah rumah sakit tempat dia bekerja. Menyeruput kopi yang sudah dingin di cangkir putih depannya, menghela napas berat. Dia sebenarnya merasakan lelah. Dua hari tanpa libur dan pulang ke rumah. Astaga, bagaimana bentuk wajahnya saat ini? Apakah masih tetap terlihat cantik atau sudah bergeser jadi hancur.

Bahkan dirinya hanya mandi satu kali hari ini. Kemarin-kemarin, hanya mandi parfum yang baunya tidak akan membuat keringatnya keluar dari peradaban. Sebentar lagi dia harus visit pagi bersama rekan-rekannya, dan dihadiri oleh sang profesor ternama.

Aku lelah, mau nikah aja!. Gumamnya dalam hati.

Dia merapikan rambutnya agar tetap terlihat rapi dan cantik, percuma saja jika hari ini dia tidak cantik, karena kabar gembira bagi semua dokter dan suster yang masih jomblo, terkhusus untuk para wanita. Anak dari profesor ini akan datang, dan berkenalan kepada seluruh pekerja di rumah sakit ini. Dia ingin tampil sempurna dan membuat lelaki itu terkesan. Dari namanya yang pernah disebut oleh profesor saja sudah diketahui jenis kelaminnya apa, laki-laki.

"Albert, A-l-b-e-r-t," ejanya, "gue yakin dia ganteng."

Sanee menutup berkas pasien dan menatanya sesuai abjad. Tidak ingin terulang kembali kebodohan dirinya yang pernah mencari-cari data diri pasien yang tidak tertata rapi sesuai abjad. Bahkan dia masih ingat bagaimana bentuk sayang dari sang profesor untuk dirinya saat itu. Sebuah suara fallsetto menggema beriringan dengan tertutupnya telinga setiap dokter yang bertugas pagi itu.

"Quenby Lateshia Tasanee! Keluar dari sini, dan periksa ulang setiap pasien yang masuk dari IGD tadi malam!" seru profesor.

Cukup menyiksa sekali rasa sayang yang diberikan oleh profesor pada dirinya saat itu. Sanee benar-benar minta ampun sekali untuk tidak menyepelekan hal sekecil itu. Dia sungguh benar-benar tidak beruntung sama sekali.

Pintu ruangannya terketuk, suster yang bertugas di depan ruangannya masuk dan tersenyum pada Sanee. Sanee membalas senyuman itu tak kalah manis, dia bahkan menyilahkan suster itu untuk duduk dengan manisnya di kursi yang selalu di duduki oleh pasien-pasien Sanee.

"Dokter, sudah ditunggu yang lain di aula," ucapnya tanpa dosa.

Sanee melotot saat rangkaian kalimat tanpa dosa itu terucap begitu saja. Dia langsung berlari dengan membawa berkas data pasien yang sudah dia rapikan tadi. Benar-benar minta dilibas itu suster keramas. Sanee bahkan harus berlari dengan rambut yang sudah dia tata dengan rapinya, kini harus rela berantakan terkena angin dari hasil larinya.

Sanee mengatur napasnya yang mulai tersengal-sengal akibat berlari tadi. Dia telah sampai di depan aula yang selalu digunakan untuk rapat para dokter. Sanee mengetuk pintu, dan suara dari dalam menyuruhnya untuk masuk. Hanya beberapa dokter saja yang sudah duduk manis menanti kehadiran sang profesor dan anak tampannya.

Sanee duduk dan kembali merapikan tatanan rambutnya yang kini sudah tak berbentuk lagi. Kembali menghafalkan nama Albert dalam hatinya. Siapa tahu nanti jodoh, kan semuanya Tuhan yang tahu. Manusia hanya bisa berdoa dan menjalani.

Pintu ruangan terbuka, muncullah sang profesor itu, bersama seorang perempuan dengan potongan rambut pendek sebahu. Tersenyum pada seluruh dokter yang ada di ruangan ini. Profesor itu memegang lengan perempuan di sampingnya.

"Dia anak saya, Alberta. Saya biasanya memanggil dia Albert!" ucapan tanpa dosa kembali membuka hati Sanee terluka. Alberta menjadi Albert, ibarat kata, ditinggal pas lagi sayang-sayangnya itu beneran sakit. Ibarat janji manis pilkada, sakit.

Banzeng, gue udah ngehalu kalau dia laki-laki ganteng.

***

"Cinta sejati tidak akan pernah hilang hanya karena angin"

Lelaki tinggi berkulit putih, duduk di kursi kebesarannya dengan wajah angkuh. Matanya tak berhenti mengamati grafik berwarna hijau dan merah yang terpampang jelas di layar laptopnya.

Hape di samping laptopnya berbunyi, dia paling tidak suka saat bekerja seperti ini diganggu.

Seakan menulikan pendengarannya,dia tetap mengabaikan panggilan masuk di hapenya dan meneruskan pekerjaannya yang hanya memantau grafik.

Apa enaknya mantengin grafik yang nggak akan pernah bales tanya kamu sedang apa?.

"GUSTI".

Suara seorang perempuan paruh bayar Terdengar, bersamaan dengan pintu ruangannya yang terbuka kasar. Nafas perempuan itu memburu saat mendekati Gusti.

Gusti Irwanda Laksmana, biasa dipanggil Gusti atau Irwan. Hanya orang terdekatnya saja memanggil dirinya Gusti.

Gusti berdiri dari kursi kebesarannya dengan ogah-ogahan. Perempuan paruh bayar itu langsung menjewer telinga Gusti tanpa aba-aba.

"Sakit Bunda". Rengeknya dengan memegang telinganya sendiri.

"Bunda udah telepon kamu berkali-kali, kenapa nggak kamu angkat, hm?". Gusti hanya diam dan melirik laptopnya.

Ira melepaskan jeweran manjanya ke Gusti, dan memilih duduk di sofa. Ira melihat Gusti yang kembali ke meja kerjanya dan menyelesaikan pekerjaannya yang tadi.

"Kamu kapan nikah?". Gusti hanya diam tak berniat menjawabnya. "Bunda juga pengen lihat kamu Nikah".

"Bunda sendiri yang gak suka sama pacar aku, gimana aku mau nikah?". Sindir Gusti.

"Bunda tuh, kayak ngerasa kalau pacar kamu bakalan ninggalin kamu". Gusti diam dan memandang Ira. "Mereka beda, bukan seperti Shae".

"Bun, Shae udah nikah, dia juga udah punya anak. Udahlah bun". Gusti melihat Ira sedang termenung.

Gusti sudah tak ada mood untuk meneruskan pekerjaannya,  dia duduk do sofa bersama Ira. Gusti mengusap lengan Ira lembut dan tersenyum.

Gusti tahu, pasti Bundanya akan teringat tentang Genta--kakaknya. Gusti masih ingat bagaimana Ira memaksa dirinya untuk menikahi Shae, menggantikan posisi Genta yang telah tiada.

Shae kekeuh menolak Gusti. Walaupun wajah Gusti dan mendiang Genta mirip. Tapi hati tetap tidak bisa di bohongi.

"Lo bukan kak Genta, dan selamanya, Gue gak mau nikah sama lo sampai kapanpun itu". Teriak Shae saat mereka hanya berdua di taman.

"Kenapa?". Tanya Gusti dengan bodohnya.

"Suatu saat nanti, lo akan tahu kenapa Gue gak mau nikah sama lo. Gue akan kasih tahu itu suatu saat nanti".

Dan setelahnya,  Shae meninggalkan Gusti sendirian di taman. Sialan banget kan Shae, dia ditolak oleh Shae. Padahal semua wanita dengan suka rela mengejar dirinya, sedangkan Shae?.

Meninggalkan Gusti.

Ditinggalkan Shae.

Kan ngeselin pake parah.

💣💣💣

"Irwan, aku kangen kamu".

Seorang gadis berkulit kuning langsat memeluk Gusti dari belakang, saat Gusti memesan kopi.

Gusti selesai menyebutkan pesanannya,  dia menggandeng gadis itu untuk duduk bersamanya.

"Kamu tuh sibuk banget". Gusti membelai kepala gadis itu dan terkekeh saat melihatnya mulai merajuk.

"Maaf. Kamu mau apa?". Mata berbinar dari Dora. Dia Dora KEKASIH Gusti yang tidak di restui oleh ira.

Putri Sandora, biasa dipanggil Dora. Dia seorang model majalah dewasa, jarang ada yang tahu profesinya ini. Bahkan Gusti sendiri saja tidak tahu. Kan bego Gusti.

"Sayang, tahu gak. Ada diskonan tas Hermes. Ayo temani aku". Rengek manja dari Dora mengalun indah di telinga Gusti.

"Hmm".

Dora merapatkan dirinya pada Gusti, hingga payudaranya yang besar itu menempel pada lengan Gusti.

"Aku bakalan kasih kamu imbalannya yang". Bisik Dora tepat di telinga Gusti, dan tak lupa dengan gigitan kecil di telinganya.

Gusti memejamkan matanya, dia mengeram tertahan saat dirinya mulai tergoda. Gusti akhirnya mengajak Dora untuk segera meninggalkan cafe ini segera. Dia mengajak Dora untuk menuju toko tas yang dimaksud Dora.

Dora mengambil dua tas dengan berbeda warna dan model serta merek. Gusti hanya manggut-manggut jika ditanya bagus apa tidak. Gusti bahkan sukarela untuk menggesek kartu ajaibnya itu dan merelakan uang ratusan jutanya berganti dengan tas yang dipegang Dora.

Dora mengajaknya menuju apartment perempuan itu. Dora juga menghidangkan segelas wine untuk Gusti, dan meninggalkan dirinya sendiri di ruang tamu.

Dora bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian dengan sebuah lingerie sexy  berwarna hitam.

"Ir". Panggilnya kearah Gusti yang memandangnya dengan tatapan lapar.

Gusti segera mendekat, dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh kekasihnya Dora. Lelaki Mana yang tidak mau jika diberikan seperti itu secara gratis oleh kekasihnya sendiri.

Gusti mencium bibir Dora secara panas. Bahkan tangannya tidak tinggal diam, tangannya meremas payudara Dora yang keluar dari lingerienya. Dora sangat sexy di mata Gusti.

Dora menanggalkan kemeja Gusti, dan celana hitam milik Gusti, menyisakan boxernya saja.

Gusti mencium leher jenjang Dora,  menyesapnya dan menjilatinya, kembali menyesapnya dan membuat lehernya merah-merah.

Desahan Dora membuat Gusti makin Semangat.

Gusti membopong Dora ke tempat tidurnya, menidurkan Dora Hati-hati. Dia mulai menanggalkan lingerie itu dari badan sexynya.

Gusti memposisikan dirinya berada di inti paling sensitiv milik Dora,dia menjilatinya dan menggoda klitorisnya dengan lidah Gusti. Lidahnya dengan sengaja bermain-main disana, bahkan dengan sengaja Lidah Gusti menusuk-menusuknya dan menyesap klitorisnya. Ada sesuatu yang ingin meledak sekarang juga di tubuh Dora.

Desahan Dora yang menyebutkan nama Gusti Terdengar bersamaan dengan saat Dora mencapai klimaksnya, dia menjambak rambut Gusti dan mendorong kepalanya tetap di miss V Dora. "Kamu.. Hah... Jago".

"Boleh?". Dora mengangguk setuju. Gusti langsung melepas boxer yang dia pakai, dan juniornya sudah berdiri tegak menjulang tinggi.

"Langsung aja ya". Pinta Dora. Gusti mengiyakan, tak mau mengulur waktu.

Jleb

Desahan Dora kembali menggema di kamar ini bersamaan dengan masuknya Junior Gusti.

Gusti memompa miliknya maju mundur secara berirama, desahan-desahan sensual milik Dora memenuhi kamar ini.

Gusti sibuk meracau bersamaan dengan pompaannya di dalam inti Dora, dia sibuk memompa saat miliknya terasa semakin sempit dan berkedut di dalam sana.

Desahan panjang dan bersahutan menyerukan nama keduanya kembali Terdengar memenuhi kamar milik Dora.

Akhirnya keduanya mencapai klimaksnya. Gusti ambruk di samping Dora yang juga sama lelahnya.

💣💣💣

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Perfect (shit) husband   Lelaki kaku

Aku kuat jikalau hanya sebentar.... Aura duduk di atas sofa berwarna coklat, dan memandang jendela di depannya, ini sudah pukul delapan malam dan orang yang dia tunggu, belum datang juga. Aura menghela napas berat, kenapa harus seperti ini? Kenapa harus setiap hari? Dia menggeleng pelan. Lalu mengecek handphone miliknya yang tergeletak di meja. Sepi dan sunyi, tidak ada panggilan atau pesan dari orang yang dia tunggu. Pesan? Bahkan sepatah katapun tidak pernah diucapkan di depan Aura. Dia diam dan berharap lelaki itu segera pulang dengan selamat. Deru mobil dan ban yang berdecit memasuki garasi, Aura bisa tersenyum lega. Dia menata rambutnya agar rapi, membenarkan pakaiannya yang lecek, agar terlihat rapi. Langkah kaki berderap di depan pintu, rasanya jantung Aura berdetak berkali-kali lipat. Suara pintu terbuka membuat Aura menoleh ke arah pintu dan disana ada seseorang yang dia tunggu sedari tadi. Lelaki berbadan te

Perfect (shit) husband   Hidup baru

Cinta sejati akan tetap bersatu, walaupun awalnya akan menyakitkan." Sanee duduk di taman sendirian. Dia Memaksa Shae untuk mengantarkan dirinya menikmati angin disana.Gusti mendekat dan bersimpuh di depan Sanee. Dia hanya diam dan tak bergerak. Ini orang gak ada bosennya apa. Batin Sanee. Ini sudah ke 10 kalinya Gusti menemui dirinya. Selalu mengaku sebagai mantan suaminya. Menikah dengannya pun Sanee tidak ingat. Bagaimana dia bisa punya mantan suami seperti Gusti. "Aku mohon, please ingat aku San". Lirihnya. Bahkan Gusti sudah memasang wajah nelangsanya.Sanee mencoba mengingat memori antara dirinya dan Gusti, tapi nihil. Dia merasakan sakit kepala yang luar biasa saat ini."San?"Sanee memegangi kepalanya dan meringis kesakitan. Tidak ada memori tentang Gusti, walaupun dia berusaha mengingat. Hanya

Perfect (shit) husband   Kehilangan

"Kepergianku untuk selamanya, meninggalkan kamu untuk cinta yang lain".Gusti menjadi pribadi tak tersentuh, dia kembali menjadi pribadi yang dingin. Tapi segala kenangan tentang Sanee tidak pernah berubah.Bahkan dia mengunci ruangan khusus tempat dia menyimpan semua barang milik Sanee, bahkan foto Sanee ada disana semua. Tidak ada yang boleh masuk ke kamar itu. Hanya dirinya yang bisa kesana."Gusti". Gumamnya pelan.Dia kembali bersembunyi di ruangan Shae, saat melihat Gusti masuk ke dalam bersamaan dengan seorang Pria yang berpakaian sama dengannya menenteng laptop dan beberapa map.Sanee bahkan mengurungkan niatnya untuk pergi Dari sini. Dia tidak ingin bertemu Gusti, atau dia bahkan bisa dengan mudahnya untuk menghancurkan hubungannya dengan Rayyan.JanganSanee memilih sibuk dengan hapenya, saat sebuah artikel di Google muncul di hapenya.

Perfect (shit) husband   Sanee

Tasanee PovApa yang kalian rasakan, jika kalian jadi diriku. Saat kalian mencoba menerima semuanya dengan lapang dada, tapi kenyataan pahit menghampiri Ku.Gusti-- suamiku telah mengatakan jika dia pernah berhubungan badan dengan mantan pacarnya dulu sebelum kami menikah, dan sekarang telah menghasilkan anak yang sedang di kandungnya. Aku sangsi jika Dora benar-benar hamil anak Gusti. Sedangkan dirinya dan Gusti telah berpisah dua bulan lamanya sebelum pernikahan kami berlangsung. Kan anehKalau dia hamil, lalu kenapa saat Gusti menyiapkan semua pernikahan mereka, dia kabur. Dan Gusti menyeretku untuk menjadi pengantin penggantinya.Kan Brengsek Bahkan Gusti dengan rela melepaskan diriku jika aku benar-benar tidak hamil anaknya. Kan Bangsat Tadi pagi saat aku berangkat kerja, Ku sempatkan diriku untuk

Perfect (shit) husband   Receh

"Aku takut untuk mencintai orang yang sama".Kedekatan antara Rayyan dan Sanee, sudah tercium oleh Billal dan kawan-kawannya. Bahkan saat Sanee berjalan untuk mengambil vaksin, melewati beberapa tentara yang sedang berdiri mengawasi sekitar."Permisi"."Eh bu dokter, mau cari Lettu Rayyan ya?". Sanee memutar bola mata malas. bahkan ini sudah kesekian kalinya. "Heh, siapa yang suruh kalian godain calon istri saya. Lari keliling lapangan 20 kali". Teriak Rayyan. "Siap Komandan". Mereka ngacir menuju lapangan.Sanee mendengus sebal saat Rayyan mendekat, tapi dia berjalan masuk ke ruangan untuk mengambil vaksin. Rayyan mengikuti dirinya dari belakang. Sanee bahkan tahu. Dia memberikan vaksin itu pada teman sejawatnya, lalu berjalan menuju belakang barak. Disana terdapat tempat duduk beserta mejanya.

Perfect (shit) husband   Fakta yang sebenarnya

"Cinta palsumu hanya membuatku semakin merasakan sakit".Dora pulang ke apartment miliknya sendiri. Dia akan mempersiapkan segala kebutuhan dirinya sebelum menikah dengan Gusti nantinya.Dia sudah membereskan semuanya ke koper miliknya. Dora tersenyum bahagia saat melihat sebuah cincin berlian 24 karat pembelian Gusti. "Tinggal sebentar lagi". Dia tertawa melihat pantulan wajahnya sendiri. Ting tung... Dora menghentikan kegiarannya membereskan beberapa lingerie sexy miliknya ke dalam koper. Dia berganti dengan sebuah lingerie sexy dan transparan berwarna hitam transparan. "Pasti kangen". Gumamnya dalam hati.Seketika jantung Dora melesat turun ke ginjal. Seorang lelaki berdiri dengan senyuman manisnya di depan Dora."Haiy sayang, kamu apa kabar?". Lelaki itu berjalan pelan dan menghampiri Dora yang hanya diam. Membelai

Perfect (shit) husband   Dora the pelakor

"Bertemu denganmu membuat

Perfect (shit) husband   Gusti brengsek

"Memaksa untuk mencintai

Perfect (shit) husband   Jeruji Istana Tuan Gusti

"Bukan kemewahan yang Ku

Perfect (shit) husband   Malam ketiga bulan

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy