loading
Home/ All /Kisah Cinta Ludwina & Andrea/Bab 17 - Email Dari Andrea

Bab 17 - Email Dari Andrea

Author: Josephine VDW
"publish date: " 2020-08-30 00:09:33

Andrea menghabiskan akhir pekan dengan berkebun di rumah ibunya. Suasana hatinya sangat senang karena ternyata takdir mempertemukannya dengan Ludwina setelah 7 bulan. Ia pun menimbang-nimbang apakah ia akan menghubungi Ludwina di Scotlandia dan menanyakan kemajuan novelnya.

Akhirnya ia menemukan alasan yang bagus untuk menghubungi gadis itu.

Sementara itu Ludwina yang biasa tidur nyaman saat terbang di bangku bisnis, kali ini sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Hatinya terus berdebar-debar, dan entah kenapa tangan kanannya masih terus merasakan kehangatan saat dipegang Andrea dan ditaruh di dadanya tadi.

Perasaan itu tidak juga hilang sampai Ludwina tiba di London, berganti pesawat ke Edinburgh dan masuk ke hotelnya. Ahhh....rasanya sungguh menyiksa.

Belum pernah Ludwina merasa sesedih ini.. kecuali enam bulan lalu ketika ia akhirnya menelepon Andrea setelah sebulan lebih mencari alasan, dan ternyata pemuda itu baru saja pindah ke Singapura.

Di situ Ludwina merasa sedih sekali. Ia terlambat menelepon sehingga Andrea sudah terlanjur pindah. Apalagi Ludwina juga terlanjur mengatakan bahwa ia tak suka bepergian ke Singapura.... Tentu akan kelihatan aneh kalau tiba-tiba saja Ludwina mulai terbang ke sana, kan?

Situasinya saat itu sungguh kacau dan menyedihkan dan Ludwina menangis seharian setelah panggilan telepon terakhir itu.

Johann menasihatinya supaya mengesampingkan gengsinya dan menghubungi Andrea, tetapi lagi-lagi Ludwina terlambat karena nomor Simpati Andrea sudah tidak aktif, pasti sekarang dia sudah menggunakan nomor Singapura.

Akhirnya Ludwina berhasil mengatasi kesedihannya dengan fokus pada rencana-rencana travelingnya. Dalam waktu 6 bulan ia memecahkan rekor pribadinya dengan mengunjungi 20 negara. Hatinya mulai tenang dan kembali bahagia. Ia mengumpulkan banyak ide untuk novel baru.

Tapi...

Begitu ia bertemu Andrea kembali di bandara tadi malam... semua ketenangan yang dibangunnya seperti runtuh tak berbekas, dan ia tak bisa berhenti memikirkan pemuda itu.

"Would you like to order something else? We are about to close," kata pelayan di kedai kopi tiba-tiba mengganggu lamunan Ludwina. Ia menggeleng lalu membereskan laptopnya dan membayar minumannya.

Ludwina pulang ke hotelnya dengan hati resah. Ia sangat menyesal karena waktu bertemu Andrea kemarin ia juga tidak meminta nomor telepon barunya.

"Oh iya... dia pikir aku masih di New York..." cetusnya tiba-tiba. "Berarti dia lihat fotoku di Instagram"

Secercah harapan terbit di pikiran Ludwina. Ia membuka akun instagramnya dan melihat siapa saja followernya...

Setelah scroll ribuan nama, akhirnya ia sadar bahwa perbuatannya sia-sia, karena akun instagramnya public dan siapa saja bisa melihat tanpa harus punya akun. Ia kemudian memutuskan mencari kontak Andrea di Google, Facebook, dan semua media yang terpikirkan olehnya.

Tidak ada.

Ludwina baru sadar bahwa ia tidak tahu nama lengkap Andrea dan tidak tahu ia bekerja di mana. Ia hanya bisa mengetik "Andrea, Singapore, Andrea, Jakarta" di Google dan menangis kesal karena sama sekali tidak tahu apa-apa tentang pemuda itu.

Seandainya Andrea ada di media sosial, mungkin Ludwina bisa mengetahui kabarnya, dan melihat-lihat apa yang dia lakukan di Singapura, apakah dia sekarang dengan dengan seorang perempuan atau tidak....

Tidak ada berita sama sekali.

Ini tidak adil.... Andrea bisa tahu bahwa Ludwina minggu lalu di New York, sementara Ludwina bahkan tidak tahu nama lengkap Andrea...

Ludwina merasa merana sekali di Edinburgh dan tidak bisa menikmati liburan/pencarian inspirasinya. Akhirnya seminggu kemudian ia memutuskan pulang.

"Lho...kok tumben pulang lebih cepat?" tanya Johann yang menjemputnya di bandara. Ludwina hanya mengerucutkan bibirnya dengan sebal dan tidak menjawab. Begitu ia sampai di rumah, gadis itu langsung tidur.

Pagi harinya ia membuka laptop untuk mencari tiket ke Singapura. Ia sudah mengambil keputusan untuk sudah tidak perduli dengan gengsi. Ia akan mulai bepergian ke Singapura dan entah bagaimana ia akan bertemu lagi di Andrea.

Sebuah email di inboxnya tiba-tiba menarik perhatiannya,subjeknya: How is your Edinburgh trip? Ludwina mengklik email itu dengan hati berdebar.

"Hey, Ludwina. I hope you are well and find what you are looking for in Edinburgh. I loved meeting you by chance the other day, but I also hate to keep meeting you by chance. I always come to Jakarta every second and fourth Friday evening to visit my mom. If you fly out by then, let's meet for coffee and have proper catch up." Andrea.

[Hai, Ludwina. Semoga kamu kabarnya baik ya, dan kamu bisa menemukan inspirasi yang kamu cari di Edinburgh. Aku senang waktu itu bisa kebetulan ketemu kamu di bandara, tapi aku nggak mau kita selalu ketemunya karena kebetulan.

Aku pulang ke Jakarta setiap Jumat malam minggu kedua dan keempat untuk menjenguk Ibu. Kalau kamu ada jadwal traveling dan ke bandara pada saat yang sama, kita sempatkan ketemu dan ngobrol ya. - Andrea]

Dari mana Andrea mendapatkan alamat emailku? pikir Ludwina.

Ia mengingat-ingat bahwa ia punya beberapa alamat email yang dipublish di media sosialnya dan di tulisan perjalanan wisata yang ia kirim ke Kompas, tetapi alamat email yang ini cukup pribadi dan hanya ia berikan kepada anggota keluarga dan teman-temannya.

Ludwina tidak keberatan sih, ia sudah sangat senang menerima kabar dari Andrea, tanpa diduga sama sekali.

Senyum lebar segera menghiasi wajahnya, saat ia buru-buru mengetik balasan email.

[Andrea! Apa nama lengkapmu?]

[Andrea Baskara]

[Oh, aku Ludwina Kurniawan]

[Aku tahu.]

[Kapan ulang tahunmu?]

[15 November.]

[Kau tidak mau tahu kapan ulang tahunku?]

[Aku tahu]

[Oh...]

Ludwina merasa wajahnya memerah saat senyumnya semakin lebar. Ia lalu mengetik email terakhir.

[Aku mau mencari inspirasi menulis di Singapura besok. Ada rekomendasi tempat yang menarik yang penuh dengan inspirasi?]

[I know some.]

Ludwina menutup laptopnya dengan bahagia lalu memeluk laptop itu dan diajak berdansa keliling ruangan. Ia turun dari kamarnya sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Ayah, ibu, dan kakaknya yang sedang sarapan bersama di meja makan tampak keheranan.

"Aku besok mau ke Singapura." Ludwina menjelaskan tanpa ditanya. Ayah ibunya hanya saling pandang dan tersenyum kecil.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 58 - Akhirnya Bahagia

"Aku sayang banget sama kamu, Andrea," bisik Ludwina ke telinga Andrea, "Aku ingin menghabiskan setiap hari mencintaimu."Andrea membantu Ludwina membuka pakaiannya dan dengan sangat hati-hati mencumbu istrinya. Ia sungguh merindukan tubuh Ludwina dan bercinta dengannya. Ia selalu menahan diri setelah mereka berkumpul bersama karena takut membuat Ludwina sakit, tetapi hari ini istrinya yang berinisiatif untuk bercinta dan ia tidak akan mengecewakannya.Mereka bercinta dengan sangat lembut dan menikmati setiap detik kebersamaan itu, jauh lebih syahdu dari biasanya, karena mereka tahu setiap detik mereka bersama adalah sangat berharga.Andrea sangat lega melihat rona wajah kemerah-merahan Ludwina yang diliputi rasa bahagia saat mereka tidur malam itu. Ia berharap dapat membekukan momen itu selamanya.***Bu Inggrid, Pak Kurniawan dan Johann kaget setengah mati ketika akhirnya Andrea memberi tahu mereka tentang penyakit Ludwina. Atas permintaan istrin

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 57 - Ludwina Ingin Sembuh

Mereka tiba di coffee shop langganan mereka dan barulah Andrea meletakkan Ludwina di kursi. Ia memesan kopi favorit keduanya lalu duduk di samping Ludwina sambil menggenggam tangannya. Ia tak mau melepaskan gadis itu sama sekali. Takkan pernah lagi!"Kamu mau berapa lama di New York?" tanyanya saat mereka sedang menikmati kopinya. "Aku mesti beli baju banyak kalau kita akan lama di sini.""Aku nggak tahu..." jawab Ludwina. "Aku mesti ketemu dokterku untuk konsultasi lagi besok.""Oke, aku ikut ya." kata Andrea cepat.Ludwina mengangguk.Mereka tidak membahas penyakit Ludwina sampai keduanya tiba di hotel. Andrea merasa lebih baik jika ia mendengar langsung dari dokter. Ia tak ingin membuat istrinya stress dengan berbagai pertanyaannya.Setelah memastikan Ludwina beristirahat, Andrea pergi ke toko terdekat dan membeli pakaian. Ia menolak ditemani karena tidak ingin Ludwina menjadi kelelahan. Setelah kembali ke hotel ia memesan makanan dan mer

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 56 - Pertemuan Di Central Park

Karena Ludwina tidak mengangkat ponselnya, Andrea akhirnya menghubungi Johann untuk mencari tahu keberadaan istrinya. Dari Johann ia mengetahui bahwa Ludwina sudah berangkat ke New York. Andrea segera memesan penerbangan ke sana tetapi kemudian ia sadar bahwa visa Amerika yang ada di paspornya baru saja kedaluwarsa.Ia ingat 5 tahun lalu mengajukan visa Amerika karena berniat traveling ke sana bersama Ludwina tetapi mereka malah menikah di Bali dan baru berangkat setahun kemudian. Visa yang diperolehnya valid untuk 5 tahun dan baru berakhir minggu ini.Sungguh mematahkan hati. Ketika akhirnya ia mengetahui apa yang terjadi dengan Ludwina, Andrea tak bisa segera menyusulnya.Andrea buru-buru pulang ke Inggris dan mengajukan visa Amerika lewat kedutaan Amerika Serikat di London. Ia sangat gelisah dan tidak bisa tidur sambil menunggu visanya diproses. Ia berusaha mengalihkan pikirannya dari Ludwina dengan bekerja, tetapi tidak berhasil."Joe, aku perlu bicar

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 55 - Andrea Ke Singapura

Sebenarnya Ludwina patah hati saat meninggalkan Andrea di pantai. Ia tak pernah melihat suaminya menangis sebelumnya dan hatinya tercabik-cabik saat ia harus menampilkan wajah dingin dan pergi meninggalkannya begitu saja.Ini demi kebaikan Andrea, berkali-kali ia meyakinkan dirinya sendiri.Ludwina segera meminta concierge memesankan taksi untuknya dan kembali ke Hotel Kanawa. Setibanya di sana ia segera masuk ke kamar dan mengurung diri. Tubuhnya merasa sangat lelah dan ia tak mampu bertemu siapa pun. Telepon dari Mbak Ria, editornya, pun harus ia tolak. Ia hanya mengirim SMS bahwa ia akan datang ke sesinya di UWRF besok dan hari ini ia ingin beristirahat dengan tanpa gangguan.***Andrea sebenarnya tergoda untuk datang ke UWRF dan melihat Ludwina lagi. Tetapi setiap mengingat betapa gadis itu masih belum memaafkannya, Andrea merasa sakit dan mengurungkan niatnya. Sepanjang hari ia hanya mencoba menghilangkan ke

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 54 - Pertemuan Dan Perpisahan Di Bali

Ludwina yang tiba di Hotel Hilton keesokan harinya mengira guest relation officer yang menemuinya juga mengenalinya sama seperti beberapa penggemar yang ia temui di Central Park. Ia mengikuti saja ketika staf itu membawanya ke kamar cantik menghadap laut yang ditinggali Andrea.Ia sebenarnya sudah check in di Hotel Kanawa milik ayahnya, sehingga ke Hilton hanya dengan membawa tas tangannya. Ia ingat bahwa hari ini adalah ulang tahun pernikahannya dengan Andrea. Mungkin ia akan menerima untuk makan malam bersama Andrea terakhir kalinya sebelum meminta dokumen perceraian itu dari suaminya dan mengakhiri pernikahan mereka.Ia melihat bunga dan prosecco dengan pita merah di kamar itu. Hatinya seketika terasa sakit, ia masih ingat dengan jelas malam itu ketika Andrea melamarnya. Ia melihat dua kemeja Andrea yang dibelikannya sebelum suaminya itu berangkat ke London dan pertahanannya runtuh.Ludwina kembali menangis untuk kesekian kalinya. Tadinya ia sudah mampu bersi

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 53 - Ludwina Mampir Ke London

Suasana menjadi syahdu dengan hujan rintik-rintik di luar jendela. Andrea lalu mengeluarkan sebotol wine dan dua gelas serta segelas jus untuk Ronan. Ia menuangkan wine untuk dirinya dan Adelina. Ia menyerahkan gelas berisi wine kepada gadis itu. Adelina menerimanya dengan sepassang mata masih berkaca-kaca."Sore-sore begini pas sekali untuk minum wine. Lumayan bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik." Andrea mendentingkan gelasnya ke gelas Adelina dan meneguk wine-nya. "Minumlah... biar kau merasa baikan."Adelina mengangguk dan menyesap wine-nya. Wajahnya yang suram perlahan-lahan tampak mulai cerah."Wine makes adulting bearable (Wine membuat orang dewasa bisa bertahan hidup)." katanya dengan senyum mulai menghiasi wajahnya. Keduanya tertawa kecil. Andrea mengangguk juga, membenarkan."Aku tahu kamu perempuan kuat, tapi kalau kamu merasa sedang sedih dan ingin berbagi, tempatku dan segelas wine selalu siap menunggu," kata Andrea kemu

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 52 - It Was A Good Memory

SEPTEMBER 2018.Sudah setahun Ludwina dan Andrea berpisah. Andrea sudah mulai menerima kenyataan bahwa mungkin Ludwina tidak akan pernah memaafkannya, tetapi ia sungguh sangat ingin bertemu istrinya satu kali saja, untuk berusaha meyakinkannya...Email dari

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 51 - Kau Carilah Istrimu

Setelah enam bulan di London, Andrea masih belum menerima balasan dari email-emailnya. Ia tetap setia mengirim email setiap hari Minggu, tetapi kini ia sudah belajar untuk menerima kenyataan bahwa Ludwina tidak akan membalas.Kondisi perusahaan sudah stabil dan ia sudah bisa mengambil cuti

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 50 - I'm So Proud Of You

Ludwina tidak mengira bahwa novel sejarah yang ditulisnya mendapatkan sambutan sangat baik. Ini membuatnya sedikit terhibur. Ia sudah tidak memiliki akun di media sosial, tetapi ia banyak membaca review positif di internet dan berbagai artikel yang memuji ceritanya. Hal ini membuatnya semakin ber

Kisah Cinta Ludwina & Andrea   Bab 49 - Pembicaraan Johann Dan Andrea

Ketika Johann tiba, Andrea segera memperkenalkannya kepada Adelina dan Ronan."Adelina, perkenalkan ini Johann, kakak iparku. Dia seorang dokter spesialis penyakit dalam dan sedang ikut konferensi di sini." Andrea lalu beralih kepada Johann, "Ini Adelina, ibu dari anakku Ronan. Dan ini Ron

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy