Download the book for free
Part 8, kontrak kerja sama
Author: Carol16Violetta's pov
Tak terasa, beberapa minggu telah berlalu.
Aku tidak jadi berhenti bekerja karena manajerku yang tidak rela melepas diriku pergi. Akhirnya, aku kembali bekerja di perusahaan suamiku sendiri..
Suamiku, Davin telah berubah menjadi lebih hangat padaku. Entah mengapa sekarang aku mulai merasa bahwa ketika sedang bersamanya, aku merasakan perasaan nyaman dan hangat.
Perasaan ini membuat jantungku berdetak lebih cepat dan dapat mengosongkan pikiranku sewaktu waktu ketika memikirkannya.
Seolah olah aku sedang dibutakan oleh suatu hal yang tak kumengerti sama sekali. Bahkan terkadang, ketika ia sedang tiada aku dapat memikirkannya terus menerus.
Perasaan apakah ini??
Tiba tiba, lamunanku dibiaskan oleh suara dari teman kerja yang menghampiriku.
"Vio, lo tau gak? Perusahaan kita akan melakukan perjanjian kerja sama dengan seorang wanita dari luar negeri !!!"
"Apa??" tanyaku sembari berdiri dan memandang temanku, Felis dengan penuh menyelidik karena terkadang ia sering bercanda.
"Iya...sekarang suami lo lagi pergi buat kontrak nih," ujarnya sambil pamit dan membuatku mulai bingung.
'Kenapa suamiku tidak mengabariku ya??' Pikirku dengan batin yang agak terguncang dan merasa takut akan sesuatu tanpa mengetahui apa yang terjadi...
Namun, aku masih memiliki banyak pekerjaan sehingga aku mulai menyibukkan diri kembali dengan berkas berkas yang terpampang di meja kerja milikku.
Setidaknya itu kabar baik bagi suamiku. Sepertinya aku terlalu banyak berpikir. mungkin aku akan menanyakan padanya soal perjanjian kerja sama tersebut setelah ia pulang ke rumah .
Davin's pov
Aku mendapat kabar baik dari pihak yang akan kuajak kerja sama pada hari ini.
Sepertinya ia akan menerima kontrak ini. Namun, ia memiliki syarat yang harus kupenuhi sehingga harus bertatap muka dahulu denganku..
Dengan segera, aku memanggil karyawan dan sekretaris di dekatku untuk memerintahkan mereka mengatur perusahaan ini dalam beberapa jam.
Setelah itu, aku beranjak dari kursi dengan perasaan yang agak gelisah. Dan dengan segera, aku mulai membuat janji temu di sebuah restoran dengan pihak tersebut.
Aku mulai berjalan keluar dari perusahaanku dan pergi menggunakan mobilku menuju suatu restoran .
Setelah sampai, aku segera memarkirkan mobilku di dekat restoran lalu mulai berjalan memasuki restoran tersebut...
Tap, tap, tap...
Kring!!
Denting bel terdengar ketika aku mulai memasuki restoran tersebut. restoran ini dihiasi oleh nuansa yang cukup kasual namun terlihat elegan.
Aku pun mulai mencari tempat duduk dan menunggu pihak lain itu. Lalu, aku memesan secangkir kopi pada seorang pelayan restoran sembari menunggunya.
Tak lama kemudian...
Kring!!!
Tap, tap, tap..
Seorang pria datang ke arahku dan mulai duduk berhadapan denganku. aku menyampaikan salam padanya dengan ramah dan dibalas dengan senyuman darinya.
"Apakah ini dengan tuan Davin? Ceo dari Pt.Nugraha."
"Ya, saya Davin," balasku dengan santai.
"Mohon tunggu dulu ya, Sepertinya, Ceo kami belum datang karena macet di jalan," ujar lelaki itu padaku dengan sopan.
"Baik."
"Maaf pak, ini kopinya.ada lagi gak yang mau dipesan??" tanya pelayan yang mengantarkan kopi padaku.
"Tidak ada."
"Baik..terima kasih pak," balasnya dengan riang dan kembali ke tempat awalnya. Sepertinya ia masih seumuran dengan Siska, adikku.
Setelah beberapa menit kemudian, aku melihat seorang wanita yang menggenakan dress selutut berwarna peach yang selaras dengan kulit putihnya. rambutnya yang lurus berwarna coklat kehitaman dan wajahnya menunjukkan kesan bahwa ia adalah keturunan melayu.
Wanita itu berjalan masuk ke restoran lalu menuju ke arah kami dengan elegan. setelah kulihat dari dekat ia ternyata adalah..
"Siang, saya Natasha. Ceo dari perusahaan yang akan menjalin kontrak dengan tuan Davin."
Seketika, perasaan nyeri menjalar ke hatiku ketika melihatnya kembali. Aku tetap tenang dan mulai berjabat tangan dengannya.
Setelah itu, kami mulai duduk dan mendiskusikan perencanaan dan timbal balik dari kontrak kerja sama ini.
Namun, hingga saat saat terakhir, ia masih belum menyebutkan syaratnya sedikitpun.
"Apakah persyaratan dari kontrak ini?.."tanyaku pada wanita itu sembari menahan rasa kuatirku.
"Ah iya, saya hampir lupa.maaf ya."ucapnya padaku sembari tersenyum..
"Syaratku yaitu..
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 46, pengakuan
Davin's pov "Ta, apa kau tahu? Aku bermimpi aneh tadi sore ketika keluar dari ruangan dan memejamkan mataku sejenak." "Seorang gadis terlihat mirip sekali sepertimu dan tampak bahwa ia sedang mengalami suatu masalah dari raut wajahnya. .. sebuah cermin juga terlihat di sana dan menarik perhatian diriku." "Ketika aku mengesernya, cermin itu dapat memperlihatkan berbagai hal hal yang sedang terjadi dan sebelumnya telah terjadi. Namun, aku tak dapat menggesernya ke masa depan.." ucapku panjang lebar pada wanita di sampingku yang tak merespon ataupun menggerakkan secuil pun anggota tubuhnya. Walaupun aku mungkin tahu mungkin saja ia tak akan mendengarkanku karena kondisi dirinya yang dapat terbilang lebih dari sekadar sekarat dan bahkan nyawanya bisa saja kapanpun terangkat secara tiba tiba... Aku mulai bangkit dan membaringkan tubuhku di sebuah sofa keras. Aku mulai memejamkan mataku yang
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 45, keadaannya
Hai semuanya... ini chapter selanjutnya ya.. makasih udah mau menunggu cerita saya selama ini dan selamat membaca... Davin's pov"Kami telah berusaha semampu mungkin, namun karena keadaannya terlampau parah... ia akan mengalami koma dan bahkan bila ia terbangun dari kondisi ini. Kami menduga bahwa akan terjadi kerusakan pada salah satu bagian tubuhnya baik permanen maupun sementara," ungkap dokter itu dengan raut wajah lelah."Baik, apakah sekarang ia dapat dikunjungi?" Tanyaku balik."Boleh, namun hanya boleh 2 orang dan bergantian bila lebih dari 2 orang.""Makasih dok," jawabku sembari diikuti oleh langkahnya yang menjauh dari sini. Dengan cepat, aku memasuki ruangan itu dan berganti baju sebelum mendekati istriku. Ketika telah selesai, aku mulai mendekati Violetta dan melihat bahwa berbagai alat terpasang pada tubuhnya. Hanya deru nafas dan suara mesin medis yang menggema ke seluruh ruangan dan menghiasi pendengaranku
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 44, pendarahan otak
Malam semuanya.... maaf ya lama update ceritanya. Semoga kalian bisa menikmati karya ini. Salam sehat dan tetap di rumah.... Davin's pov Aku dengan cekatan melepaskan tangannya dengan pelan dan mulai memencet bel di belakang ranjangnya. "Bertahanlah...." harapku pada wanita di sebelahku ini.. Dalam beberapa menit, mulai masuk seorang berpakaian putih yang didampingi seorang suster dan berlalu lalang mengecek keadaan istriku. Setelah itu, dengan segera ia memerintahkan suster di sampingnya agar pergi dan memanggil beberapa orang. Aku pun langsung bertanya padanya. "Apa yang terjadi dengannya?" Ucapku dengan cemas. "Sepertinya ia mengalami pendarahan subdural," balasnya dan mulai terdengar langkah beberapa orang yang masuk ke dalam. "apakah telah dilakukan CT Scan sebelumnya?" Tanyanya pada dokter yang sebelumnya melakukan operasi pada istriku. "I
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 43, Pembatalan Penerbangan
Davin's pov Kupandangi wajahnya yang bergeser mengalihkan pandangannya melihat ruang ICU lalu melihatku kembali. Ia pun meletakkan tangannya ke bahuku dan tersenyum kecil. "Tidak perlu, aku akan mengurus perusahaanmu dan milikku saja.""Kau saja yang menemaninya. Orang sepertiku tidak pantas bersamanya," ujarnya sembari berbalik dan menjalankan kakinya menuju ke luar. Aku pun memandangnya yang mulai menjauh lalu duduk kembali. Aku mulai memutuskan bahwa aku akan menceritakan kejadian itu padanya setelah ia bangkit. Aku pun duduk dan mencerna perkataan yang akan kuucapkan padanya, tanpa kusadari bahwa aku tertidur hingga seorang dokter menyadarkanku. "Tuan.. "Tuan..." Dengan segera, aku menatapnya dan langsung berdiri. Aku menajamkan pandanganku dan memandangnya dengan tatapan bertanya. "Bagaimana keadaannya?" Tanyaku.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 42, Dimana Davin!!
Violetta's pov Tampak sesosok laki laki yang berdiri di dekat jendela membelakangiku terlihat seolah olah sedang menungguku, aku menjauhkan gagasan yang menjulang dan berputar di ingatanku . mulai kulangkahkan kakiku pada arahnya berdiri. Ketika aku mendekatinya, ia berbalik dan wajahnya tidak sesuai dengan ekspetasiku. "Han, Davin mana?" "Itu tidaklah penting," balasnya padaku dengan datar. "Ini sangat penting bagiku. Tolong katakan Han.. dimana Davin!" Tanyaku dengan tercekat padanya. "Dia..." ucapannya yang lama dan menggantung membuatku semakin cemas dan mulai mendekat padanya. Dengan segera aku mengangkat kedua lenganku dan mengarahkannya ke lengan Rio. Lalu aku menahannya dengan erat. "Seriusan Han! Jangan lama lama!" Hardikku dengan panik dan masih menarik lengan bajunya.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 41, pamit
Violetta's pov " kamu kenapa malam malam kesini?" Tanyaku padanya dengan bingung. "Aku udah mau ke Bali besok siang, mau pamitan dulu. Abang mana?" Tanyanya dan kubalas dengan gelengan. "Ia masih di kantor," balasku. "Baik, kak sampaikan salamku padanya ya." "Siapp," balasku dengan tertawa kecil. Aku dengan segera dipeluk olehnya dan mulai membalas pelukannya serta menampakkan senyum. "Hati hati ya," timpalku dan dibalas dengan anggukan darinya. Kami pun bercipika cipiki sebagai perpisahan dalam waktu yang terbilang singkat dan setelah selesai, ia mulai meninggalkan ku . Aku dengan sigap menutup pintu rumah lalu masuk ke dalam. Setelah itu, aku kembali menunggu kedatangan Davin
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 40, penandatanganan syarat
Selamat siang readers... mon maap lama updatenya. Sebelumnya lagi ngurus kontrak karya. Makanya agak lama. sekian, selamat membaca dan salam sehat bagi semuanya..... Violetta's pov "Namun, saya memiliki persyaratan untuk investasi ini," ungk
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 39, Cafe Batavia
Violetta's pov Aku mulai menerima lumatan dari Davin perlahan dan membalasnya. Entah kenapa, aku merasa bahwa tubuhku terasa panas dan bergairah. Setelah agak lama berciuman, ia mulai melepaskannya dan membuatku menghirup udara sebanyak banyaknya
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 38, sekamar?!
Malam readers... mon maap atas keterlambatan updatenya. Tadi pagi penyakit alergi kambuh plus pas udah sembuh harus mengerjakan pr yang berjibun. Selamat membaca dan salam sehat semuanyaaa...Violetta's pov Seketika , aku mulai me
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 37, pembatalan investasi
Salam sehat para readers... hari ini thor baru saja memperbarui tampilan latar pada Bahtera Pernikahan. Semoga kalian menyukainya, hehehe... Sekian, selamat membaca dan menikmati hasil karya saya ya, makasih...Violetta's pov
