loading
Home/ All /Bahtera pernikahan (indonesia)/Part 7, pengakuan

Part 7, pengakuan

Author: Carol16
"publish date: " 2020-09-25 21:46:31

Violetta's pov

"Cowok tadi pagi yang nganterin kamu itu siapa?"tanya Davin dengan suara yang agak berat dan menatapku dengan dalam.

Aku pun menatapnya dengan ragu ragu.ia sepertinya tidak sadar bahwa pertanyaan yang ia ajukan ini merupakan salah satu pertanyaan sensitif bagiku dan sulit dijawab karena akan membuat aku merasa merinding memikirkan perbuatan yang kuperbuat saat itu..

Setelah berpikir agak lama, aku pun mulai mendesah dan bersiap untuk menjawabnya.kupandang wajahnya yang menatapku dan menunggu jawaban dariku.

"Janji dulu,"ucapku membuka keadaan yang awalnya cukup hening. 

"Aku harus menjanjikan apa??"tanyanya dengan wajah yang telah berubah menjadi semrawutan.

"Jangan marah pada aku setelah aku menjawab pertanyaanmu.sekalian boleh jelasin gadis yang ada di potret kamar aku itu,"balasku padanya sembari melipatkan kedua lenganku.

"Baiklah, aku berjanji."

"Aku agak bingung gimana jawabnya...namun yang pasti dia pacar aku sebelum aku tiba tiba dijodohin sama kamu .itu pesan terakhir mamaku,"balasku padanya dengan suara sedang.

Aku menatap ekspresinya yang mulai menjadi sedih dan ia mulai bertanya kembali padaku..pertanyaan yang lebih sulit dijawab dari sebelumnya.

"Apa kamu masih mencintainya??.."

Aku pun terdiam dan membuat sekeliling menjadi hening kembali. Hanya terdengar suara detak jantung diriku dan Davin di dalam rumah serta dentak jam yang berputar terus menerus..

Setelah berpikir kembali bagaimana cara menjelaskannya, aku mulai menatap suamiku kembali..

"Aku..tidak tahu.Namun, yang pasti aku telah menjadi istrimu dan tidak akan mengkhianati mu sebelum kamu yang memulai,"jelasku padanya.

Lalu, aku melihat wajahnya yang lebih rileks dan aku mulai mengajukan pertanyaan padanya.

"Sekarang Giliran mu..siapa gadis itu?"tanyaku berusaha menguak identitas gadis itu pada Davin sekaligus mengganti topik tadi dengan hal lain..

"Teman masa kecil aku,"balasnya dengan suara biasanya dan langsung berdiri.

"Van.."ucapku sembari menarik lengannya dengan sekuat tenaga untuk mencegah dirinya tiba tiba pergi dari ruangan ini.

"Hmm?"tanyanya padaku dan masih membalikkan tubuhnya dariku. 

"Jangan pernah ninggalin aku ya??"ujarku dengan makin mengecilkan suaraku di akhir kata.

Untuk perkataan ini, aku mungkin tidak akan mendapat jawaban yang kuinginkan.aku pun menundukkan wajahku ke bawah dan melihat ke atas sesekali.pada saat yang sama, aku berusaha untuk tetap tenang dan tidak tegang agar kondisi tidak semakin kacau.

Deg!!

Aku melihat dirinya yang berbalik dan berjongkok di depanku.lalu, ia menahan wajahku yang mulai terasa panas karena hangatnya tangan suamiku sendiri.

Aku mulai meneliti wajahnya tanpa sadar dari matanya yang besar namun terlihat tajam, alisnya yang tebal dan hitam membentuk garis lurus, hidungnya yang agak mancung dan bibirnya yang tipis itu.

Seketika ia mengusap rambutku dengan halus dan mengatakan sebuah kata yang membuatku shock sendiri.

"Aku tidak akan meninggalkanmu hingga akhir hayat, istriku."

"Bolehkah kau mengulangnya kembali??"tanyaku padanya sembari membelalakkan mataku.

Tiba tiba, ia tersenyum jahil menatapku dan membuatku merasa tidak enak.aku mulai mundur darinya agar tidak terkena aksinya namun..

Bruk!!!

"Astaga!!"teriakku ketika ia mendorongku ke sofa dan mulai mendekatkan wajahnya ke dekatku.

Saat aku memejamkan mataku dengan ketakutan, ia menepuk pipiku perlahan dan membuatku mulai membuka mata..

Aku menatapnya yang menjauh dariku dan ia mengatakan sepatah kata .ucapan itu membuatku malu setengah mati dan merasa ingin berpura pura tidur kembali ke sofa yang kutempati sebelumnya.

"Tadi ada nyamuk di pipimu."

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 46, pengakuan

Davin's pov "Ta, apa kau tahu? Aku bermimpi aneh tadi sore ketika keluar dari ruangan dan memejamkan mataku sejenak." "Seorang gadis terlihat mirip sekali sepertimu dan tampak bahwa ia sedang mengalami suatu masalah dari raut wajahnya. .. sebuah cermin juga terlihat di sana dan menarik perhatian diriku." "Ketika aku mengesernya, cermin itu dapat memperlihatkan berbagai hal hal yang sedang terjadi dan sebelumnya telah terjadi. Namun, aku tak dapat menggesernya ke masa depan.." ucapku panjang lebar pada wanita di sampingku yang tak merespon ataupun menggerakkan secuil pun anggota tubuhnya. Walaupun aku mungkin tahu mungkin saja ia tak akan mendengarkanku karena kondisi dirinya yang dapat terbilang lebih dari sekadar sekarat dan bahkan nyawanya bisa saja kapanpun terangkat secara tiba tiba... Aku mulai bangkit dan membaringkan tubuhku di sebuah sofa keras. Aku mulai memejamkan mataku yang

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 45, keadaannya

Hai semuanya... ini chapter selanjutnya ya.. makasih udah mau menunggu cerita saya selama ini dan selamat membaca... Davin's pov"Kami telah berusaha semampu mungkin, namun karena keadaannya terlampau parah... ia akan mengalami koma dan bahkan bila ia terbangun dari kondisi ini. Kami menduga bahwa akan terjadi kerusakan pada salah satu bagian tubuhnya baik permanen maupun sementara," ungkap dokter itu dengan raut wajah lelah."Baik, apakah sekarang ia dapat dikunjungi?" Tanyaku balik."Boleh, namun hanya boleh 2 orang dan bergantian bila lebih dari 2 orang.""Makasih dok," jawabku sembari diikuti oleh langkahnya yang menjauh dari sini. Dengan cepat, aku memasuki ruangan itu dan berganti baju sebelum mendekati istriku. Ketika telah selesai, aku mulai mendekati Violetta dan melihat bahwa berbagai alat terpasang pada tubuhnya. Hanya deru nafas dan suara mesin medis yang menggema ke seluruh ruangan dan menghiasi pendengaranku

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 44, pendarahan otak

Malam semuanya.... maaf ya lama update ceritanya. Semoga kalian bisa menikmati karya ini. Salam sehat dan tetap di rumah.... Davin's pov Aku dengan cekatan melepaskan tangannya dengan pelan dan mulai memencet bel di belakang ranjangnya. "Bertahanlah...." harapku pada wanita di sebelahku ini.. Dalam beberapa menit, mulai masuk seorang berpakaian putih yang didampingi seorang suster dan berlalu lalang mengecek keadaan istriku. Setelah itu, dengan segera ia memerintahkan suster di sampingnya agar pergi dan memanggil beberapa orang. Aku pun langsung bertanya padanya. "Apa yang terjadi dengannya?" Ucapku dengan cemas. "Sepertinya ia mengalami pendarahan subdural," balasnya dan mulai terdengar langkah beberapa orang yang masuk ke dalam. "apakah telah dilakukan CT Scan sebelumnya?" Tanyanya pada dokter yang sebelumnya melakukan operasi pada istriku. "I

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 43, Pembatalan Penerbangan

Davin's pov Kupandangi wajahnya yang bergeser mengalihkan pandangannya melihat ruang ICU lalu melihatku kembali. Ia pun meletakkan tangannya ke bahuku dan tersenyum kecil. "Tidak perlu, aku akan mengurus perusahaanmu dan milikku saja.""Kau saja yang menemaninya. Orang sepertiku tidak pantas bersamanya," ujarnya sembari berbalik dan menjalankan kakinya menuju ke luar. Aku pun memandangnya yang mulai menjauh lalu duduk kembali. Aku mulai memutuskan bahwa aku akan menceritakan kejadian itu padanya setelah ia bangkit. Aku pun duduk dan mencerna perkataan yang akan kuucapkan padanya, tanpa kusadari bahwa aku tertidur hingga seorang dokter menyadarkanku. "Tuan.. "Tuan..." Dengan segera, aku menatapnya dan langsung berdiri. Aku menajamkan pandanganku dan memandangnya dengan tatapan bertanya. "Bagaimana keadaannya?" Tanyaku.

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 42, Dimana Davin!!

Violetta's pov Tampak sesosok laki laki yang berdiri di dekat jendela membelakangiku terlihat seolah olah sedang menungguku, aku menjauhkan gagasan yang menjulang dan berputar di ingatanku . mulai kulangkahkan kakiku pada arahnya berdiri. Ketika aku mendekatinya, ia berbalik dan wajahnya tidak sesuai dengan ekspetasiku. "Han, Davin mana?" "Itu tidaklah penting," balasnya padaku dengan datar. "Ini sangat penting bagiku. Tolong katakan Han.. dimana Davin!" Tanyaku dengan tercekat padanya. "Dia..." ucapannya yang lama dan menggantung membuatku semakin cemas dan mulai mendekat padanya. Dengan segera aku mengangkat kedua lenganku dan mengarahkannya ke lengan Rio. Lalu aku menahannya dengan erat. "Seriusan Han! Jangan lama lama!" Hardikku dengan panik dan masih menarik lengan bajunya.

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 41, pamit

Violetta's pov " kamu kenapa malam malam kesini?" Tanyaku padanya dengan bingung. "Aku udah mau ke Bali besok siang, mau pamitan dulu. Abang mana?" Tanyanya dan kubalas dengan gelengan. "Ia masih di kantor," balasku. "Baik, kak sampaikan salamku padanya ya." "Siapp," balasku dengan tertawa kecil. Aku dengan segera dipeluk olehnya dan mulai membalas pelukannya serta menampakkan senyum. "Hati hati ya," timpalku dan dibalas dengan anggukan darinya. Kami pun bercipika cipiki sebagai perpisahan dalam waktu yang terbilang singkat dan setelah selesai, ia mulai meninggalkan ku . Aku dengan sigap menutup pintu rumah lalu masuk ke dalam. Setelah itu, aku kembali menunggu kedatangan Davin

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 36, identitas Davin

Halo readers... ini part selanjutnya sudah di publish. Selamat membaca dan salam sehat untuk semuanya.... mohon maaf bila masih terdapat kesalahan dalam bab ini. Violetta's pov Aku mulai terbangun dan merasakan bahwa aku terbaring di sebuah kasur empuk. A

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 35, hilang ingatan

Davin's povAku terhelak ketika wanita di depanku menanyakan hal ini. Aku mulai merasa bingung bagaimana menjawabnya.. aku pun mulai mendekat padanya. Namun, ia mundur dan menjauhiku, bahkan ia menampakkan wajahnya yang marah dan bingung pada bersamaan."Kau siap

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 34, mengapa??

Davin's pov Aku sedang melihat lihat berkas yang ditangani oleh adikku dalam perusahaan secara diam diam. Ternyata, dari tadi berkas yang kuperiksa tiada kesalahan sedikit pun! Hingga berkas keterakhir, kegiatanku terganggu oleh suara bel dari luar..Aku pun mulai meng

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 33, lupa ingatan?..

Violetta's pov Hari ini adalah hari dimana aku akan pergi dari rumah Davin. Entah kenapa, aku merasa terdapat rasa yang mengganjal di hatiku ketika akan melangkah keluar dari rumah ini. Namun, aku menekankan keputusan yang telah kuucapkan dan tak akan kutarik sama sekali.

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy