Download the book for free
Part 9, syarat
Author: Carol16Davin's pov
"Syarat dariku adalah menikahlah denganku." Ujarnya dengan tersenyum licik.
"Tidak mungkin!! Aku telah menikah!" bantahku dengan cepat dan tegas.
"Baiklah, kalau begitu aku akan memutuskan kontrak ini." Ancam Natasha, mantan pacarku ini.
"Jika syarat itu tidak berkaitan dengan rumah tanggaku.. aku akan menerima kontrak ini." Ujarku sembari berdiri dan mulai melangkahkan kakiku meninggalkan Natasha.
'Aku akan mendapatkanmu. percayalah' batin Natasha dalam hatinya dan mulai beranjak . Setelah beberapa menit, ia keluar pula dari restoran tersebut.
Aku tetap teguh dalam menolak syarat ini. Jika aku menerimanya, tentu saja hal ini dapat melukai istriku sendiri!
Aku segera pergi meninggalkannya dan keluar dari restoran ini dengan wajah buruk. Dengan segera, aku mengemudikan mobilku kembali ke perusahaan untuk mengabarkan mereka bahwa kontrak ini dibatalkan..
Ketika aku kembali ke perusahaanku, dengan segera aku mulai mengabari sekretarisku untuk mengajukan kontrak ke perusahaan lain saja karena telah dibatalkan.
Lalu, aku pergi keluar dan berpapasan dengan istriku, Violetta. Karena aku sedang dalam mood yang buruk, aku meninggalkannya begitu saja..
Violetta's pov
"Akhirnya selesai..."gumamku dengan kecil lalu mulai segera meregangkan tubuhku yang kaku karena pekerjaan tadi.
Tiba tiba..
"Woy! Perusahaan kita gak jadi ngontrak. Baru gua dengar dari sekre cogan tuh," sambil menunjuk pada sekretaris suamiku.
"Kenapa?" Tanyaku dengan bingung.
"Mana gua tau!!" Balas Felis dengan menaikkan kedua bahunya dan membuatku tertawa.
"Tanyain gih sama cowok lo!" Sarannya padaku.
"Oke, nanti aku coba tanya ke dia," balasku sembari mengusirnya jauh jauh.
Dengan segera, karena pekerjaan yang telah selesai aku tidak jadi lembur untuk sehari dan menghampiri suamiku yang sedang berjalan ke arah luar perusahaan.
Namun, ia menjauhiku secara tiba tiba dan membuatku merasa aneh.
'Kenapa dengannya??'batinku sembari melihatnya yang hampir melewatiku.
"Vin.."
Tap, tap, tap...
Ia tak mempedulikanku, malahan ia pergi ke luar perusahaan tanpa membawaku.
Aku pun bingung dan mengikutinya, namun ia telah menghilang sehingga aku hanya bisa menunggu di rumah saja..
Jam 21.15
"Non, Davin belum pulang ya?" Tanya pembantu di rumah padaku.
"Iya bi, kayaknya dia hari ini lembur.." bohongku padanya.
"Non, bibi pulang dulu ya? Sudah larut," pamit pembantu di rumah kami yang bekerja pada sore hari hingga malam..
"Baik bi, hati hati di jalan.." ujarku padanya.
"Iya non.." balasnya sembari pulang ke rumahnya.
Aku kembali melihat jam di dinding rumah kami yang telah menunjukkan bahwa hari telah larut..
Aku telah menunggunya selama beberapa jam dan bahkan teleponnya tidak aktif. Aku pun mulai merasa was was dan mulai menelepon Siska..
"Halo...?" Tanyanya dengan suara serak seperti baru bangun tidur.
"Dek, biasanya kalau kakak lagi kesel dia kemana ya?" Tanyaku padanya dari telepon.
"Kayaknya pergi ke taman di dekat perusahaan atau di bar.." ujarnya sembari berusaha mengingat ingat.
"Oke, makasih ya."
Tut!
Dengan segera, aku pergi dengan meminjam mobil di dekat rumah ini dan memeriksanya di taman namun tidak tampak batang hidungnya sedikit pun. Aku pun mulai mengemudikan mobil pinjaman itu ke bar yang disebutkan oleh Siska.
"Kamu dimana Vin...." gumamku dengan penuh khawatir sembari membelokkan mobil ke arah bar itu.
Ketika aku sampai, terdengar alunan yang memekakkan telinga dan tampak wanita wanita yang terlihat memalukan.
Mataku terasa berkunang melihat tempat yang berkelap kelip itu dan berbagai bau alkohol bercampur dengan bau busuk masuk ke indera penciuman ku.
Dengan segera aku mencari Davin di sekeliling namun masih tak menemukannya. Aku pun mulai keluar namun tiba tiba tanganku ditarik oleh seseorang...
"Ikut denganku ya..." ujar seorang pria yang lebih tinggi dariku dan berbau alkohol itu..
"Maaf, saya mau pergi dulu..tolong lepasin kak." Ujarku padanya sembari berusaha melepaskan diri.
Namun, ia tak bergeming dan malah memegang erat pergelangan tangan ku sehingga mengakibatkan pergelanganku menjadi memerah. Dengan segera, aku mengeluarkan teknik pertahananku dan melarikan diri ketika ia meraung kesakitan.
"Aku dak mau kesini lagi. Semuanya kayak orang gila," ujarku sembari melangkahkan kakiku dengan cepat dan tidak melihat seseorang di depanku.
Tap, tap, tap...
Bruk!!
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 46, pengakuan
Davin's pov "Ta, apa kau tahu? Aku bermimpi aneh tadi sore ketika keluar dari ruangan dan memejamkan mataku sejenak." "Seorang gadis terlihat mirip sekali sepertimu dan tampak bahwa ia sedang mengalami suatu masalah dari raut wajahnya. .. sebuah cermin juga terlihat di sana dan menarik perhatian diriku." "Ketika aku mengesernya, cermin itu dapat memperlihatkan berbagai hal hal yang sedang terjadi dan sebelumnya telah terjadi. Namun, aku tak dapat menggesernya ke masa depan.." ucapku panjang lebar pada wanita di sampingku yang tak merespon ataupun menggerakkan secuil pun anggota tubuhnya. Walaupun aku mungkin tahu mungkin saja ia tak akan mendengarkanku karena kondisi dirinya yang dapat terbilang lebih dari sekadar sekarat dan bahkan nyawanya bisa saja kapanpun terangkat secara tiba tiba... Aku mulai bangkit dan membaringkan tubuhku di sebuah sofa keras. Aku mulai memejamkan mataku yang
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 45, keadaannya
Hai semuanya... ini chapter selanjutnya ya.. makasih udah mau menunggu cerita saya selama ini dan selamat membaca... Davin's pov"Kami telah berusaha semampu mungkin, namun karena keadaannya terlampau parah... ia akan mengalami koma dan bahkan bila ia terbangun dari kondisi ini. Kami menduga bahwa akan terjadi kerusakan pada salah satu bagian tubuhnya baik permanen maupun sementara," ungkap dokter itu dengan raut wajah lelah."Baik, apakah sekarang ia dapat dikunjungi?" Tanyaku balik."Boleh, namun hanya boleh 2 orang dan bergantian bila lebih dari 2 orang.""Makasih dok," jawabku sembari diikuti oleh langkahnya yang menjauh dari sini. Dengan cepat, aku memasuki ruangan itu dan berganti baju sebelum mendekati istriku. Ketika telah selesai, aku mulai mendekati Violetta dan melihat bahwa berbagai alat terpasang pada tubuhnya. Hanya deru nafas dan suara mesin medis yang menggema ke seluruh ruangan dan menghiasi pendengaranku
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 44, pendarahan otak
Malam semuanya.... maaf ya lama update ceritanya. Semoga kalian bisa menikmati karya ini. Salam sehat dan tetap di rumah.... Davin's pov Aku dengan cekatan melepaskan tangannya dengan pelan dan mulai memencet bel di belakang ranjangnya. "Bertahanlah...." harapku pada wanita di sebelahku ini.. Dalam beberapa menit, mulai masuk seorang berpakaian putih yang didampingi seorang suster dan berlalu lalang mengecek keadaan istriku. Setelah itu, dengan segera ia memerintahkan suster di sampingnya agar pergi dan memanggil beberapa orang. Aku pun langsung bertanya padanya. "Apa yang terjadi dengannya?" Ucapku dengan cemas. "Sepertinya ia mengalami pendarahan subdural," balasnya dan mulai terdengar langkah beberapa orang yang masuk ke dalam. "apakah telah dilakukan CT Scan sebelumnya?" Tanyanya pada dokter yang sebelumnya melakukan operasi pada istriku. "I
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 43, Pembatalan Penerbangan
Davin's pov Kupandangi wajahnya yang bergeser mengalihkan pandangannya melihat ruang ICU lalu melihatku kembali. Ia pun meletakkan tangannya ke bahuku dan tersenyum kecil. "Tidak perlu, aku akan mengurus perusahaanmu dan milikku saja.""Kau saja yang menemaninya. Orang sepertiku tidak pantas bersamanya," ujarnya sembari berbalik dan menjalankan kakinya menuju ke luar. Aku pun memandangnya yang mulai menjauh lalu duduk kembali. Aku mulai memutuskan bahwa aku akan menceritakan kejadian itu padanya setelah ia bangkit. Aku pun duduk dan mencerna perkataan yang akan kuucapkan padanya, tanpa kusadari bahwa aku tertidur hingga seorang dokter menyadarkanku. "Tuan.. "Tuan..." Dengan segera, aku menatapnya dan langsung berdiri. Aku menajamkan pandanganku dan memandangnya dengan tatapan bertanya. "Bagaimana keadaannya?" Tanyaku.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 42, Dimana Davin!!
Violetta's pov Tampak sesosok laki laki yang berdiri di dekat jendela membelakangiku terlihat seolah olah sedang menungguku, aku menjauhkan gagasan yang menjulang dan berputar di ingatanku . mulai kulangkahkan kakiku pada arahnya berdiri. Ketika aku mendekatinya, ia berbalik dan wajahnya tidak sesuai dengan ekspetasiku. "Han, Davin mana?" "Itu tidaklah penting," balasnya padaku dengan datar. "Ini sangat penting bagiku. Tolong katakan Han.. dimana Davin!" Tanyaku dengan tercekat padanya. "Dia..." ucapannya yang lama dan menggantung membuatku semakin cemas dan mulai mendekat padanya. Dengan segera aku mengangkat kedua lenganku dan mengarahkannya ke lengan Rio. Lalu aku menahannya dengan erat. "Seriusan Han! Jangan lama lama!" Hardikku dengan panik dan masih menarik lengan bajunya.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 41, pamit
Violetta's pov " kamu kenapa malam malam kesini?" Tanyaku padanya dengan bingung. "Aku udah mau ke Bali besok siang, mau pamitan dulu. Abang mana?" Tanyanya dan kubalas dengan gelengan. "Ia masih di kantor," balasku. "Baik, kak sampaikan salamku padanya ya." "Siapp," balasku dengan tertawa kecil. Aku dengan segera dipeluk olehnya dan mulai membalas pelukannya serta menampakkan senyum. "Hati hati ya," timpalku dan dibalas dengan anggukan darinya. Kami pun bercipika cipiki sebagai perpisahan dalam waktu yang terbilang singkat dan setelah selesai, ia mulai meninggalkan ku . Aku dengan sigap menutup pintu rumah lalu masuk ke dalam. Setelah itu, aku kembali menunggu kedatangan Davin
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 38, sekamar?!
Malam readers... mon maap atas keterlambatan updatenya. Tadi pagi penyakit alergi kambuh plus pas udah sembuh harus mengerjakan pr yang berjibun. Selamat membaca dan salam sehat semuanyaaa...Violetta's pov Seketika , aku mulai me
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 37, pembatalan investasi
Salam sehat para readers... hari ini thor baru saja memperbarui tampilan latar pada Bahtera Pernikahan. Semoga kalian menyukainya, hehehe... Sekian, selamat membaca dan menikmati hasil karya saya ya, makasih...Violetta's pov
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 36, identitas Davin
Halo readers... ini part selanjutnya sudah di publish. Selamat membaca dan salam sehat untuk semuanya.... mohon maaf bila masih terdapat kesalahan dalam bab ini. Violetta's pov Aku mulai terbangun dan merasakan bahwa aku terbaring di sebuah kasur empuk. A
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 35, hilang ingatan
Davin's povAku terhelak ketika wanita di depanku menanyakan hal ini. Aku mulai merasa bingung bagaimana menjawabnya.. aku pun mulai mendekat padanya. Namun, ia mundur dan menjauhiku, bahkan ia menampakkan wajahnya yang marah dan bingung pada bersamaan."Kau siap
