Download the book for free
Part 5, Rio Rayhan
Author: Carol16Violetta's pov
Namun, ketika jendela mobil itu diturunkan, aku dapat melihat dengan jelas siapa pengemudi mobil hitam itu...
"Naik mobil denganku."
"Maaf, aku gak bisa,"balasku pada pengendara mobil itu dengan tersenyum maaf.
"Gak apa apa, sekalian jalan kita kan searah,"balas pria itu sembari keluar dan mendorongku untuk masuk.
"Baiklah,"balasku sembari menghindarinya dan mulai memasuki mobilnya.
Seketika, suasana mobil hening dan hanya terdapat alunan lagu dari radio.
Aku berusaha untuk melihat ke arah jendela mobil dan tak menatap sedikit pun pada pria di sampingku.
"Jadi, suamimu dimana?"tanya pria itu padaku dan membuatku teringat dengan kejadian tadi pagi.
"Em..dia lagi sibuk buat ngatur perusahaannya Han.."balasku dengan senormal mungkin.
"Yang bener? Masa iya dia sampai biarin kamu nunggu angkutan umum di pagi pagi bolong gini.."balasnya sembari membelokkan mobilnya menuju perusahaan tempatku bekerja.
"Gak apa, dia gak tau.."balasku dengan tersenyum sedikit sebagai tanda aku tidak apa.
"Ok, kalau ada masalah bilang ya.kita masih jadi teman kok,"balasnya sembari memberhentikan mobilnya di dekat perusahaan ku bekerja.
"Sudah sampai Vi."
"Han..makasih ya..maafin aku yang ninggalin kamu pas lamaran,"balasku dengan rasa yang tak enak.
"Tidak apa, hush..jangan pikirin lagi Vi.semua udah berlalu juga,"balasnya dan membuatku merasa hangat.
Aku pun menuruni mobilnya dan mulai memasuki perusahaan.tiba tiba, ketika aku akan masuk ke ruangan kerjaku..aku ditarik oleh seorang laki laki yang telah menggunakan jas berwarna hitam.
"Sakit Vin!"ujarku padanya dan tak mendapat balasan apa pun darinya.
Ia membawaku ke ruangannya dan terdapat sebuah tulisan CEO di meja kerjanya.kebetulan ruangan ini kedap suara dan tak akan dilihat oleh orang lain sehingga aku mulai berontak.
"Lepasin!"gertakku padanya ketika memasuki ruangannya.
"Lo jelasin dulu! Cowok tadi siapa lo!"hardiknya padaku dan membuatku makin kesal pada laki laki ini, Davin.
Aku pun melepaskan pegangannya dengan kuat dan mendorongnya ke belakang dengan penuh amarah...
"AKU GAK MAU JELASIN!!"teriakku padanya dan pergi keluar dan memegang gagang pintu Davin.
"Kalau kamu keluar, aku akan memecatmu!"balasnya dan membuatku memandangnya dengan miris.
"Kamu telah melewati batasku.baik, aku B.e.r.h.e.n.t.i !!"tekanku padanya dan melepas kartu pegawaiku di depannya.
Plak!!
Seketika, ia memukul lenganku dan membuatku merasakan rasa sakit yang menusuk.hal ini pun membuatku terduduk memegang lenganku dan menahan rasa sakit.
Tiba tiba, ia memegangku yang telah terduduk dengan kuat dan mengatakan ucapan dingin yang membuatku meneteskan air mata dengan deras.
"Kamu adalah perempuan terburuk yang pernah kutemui."
Aku pun menggigit bibirku hingga berdarah dan berusaha pergi darinya.aku merasakan kepalaku yang berkunang setelah rasa sakit lengan itu menghilang dan mulai memegang sudut meja.
"K-Kau juga adalah laki laki terkejam yang pernah kutemui.."ujarku terbata bata dan berusaha untuk keluar dari ruangan itu dengan kondisi agak berantakan serta lengan yang bergetar sedikit.
Tiba tiba, laki laki itu merubah raut wajahnya dan mulai menyadari bahwa ia salah bertindak.ia mulai menahan tanganku dan dibalas dengan tatapan tajam dariku untuknya.
"Ta, maaf..gua tadi kebawa emosi."
Aku meninggalkannya dan membuka pintu untuk keluar dari ruangan tersebut.
Ceklek!!
Untungnya, semua karyawan sedang rapat dengan manajer sehingga tiada yang melihatku keluar dengan bibir ternoda darah dan lengan yang memar.
Ketika aku keluar, aku dengan segera memanggil taksi dan masuk ke dalamnya.
"Non, ini ada apa?"tanya supir itu.
"Gakpapa, cuma jatuh aja.makanya mau balik.."bohongku pada supir itu
"Oh..mau kemana?"
"Ke jalan Raden Saleh, no 8, blok 33."
"Baik non."
Dengan segera, taksi itu melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Divan.
Setelah sampai, aku segera membayarnya seperti biasa lalu mulai memasuki rumah yang megah namun tak ada kebahagiaan sama sekali..
Tap, tap, tap...
"Sshh, sakit sekali.."gumamku sembari menaiki tangga dengan terseok seok.
Aku segera melangkah ke kamarku dan mengambil kotak obat dari bawah kasurku.
Ketika aku sedang mengobati lukaku, terdengar suara mobil yang berhenti di luar rumah yang disertai dengan suara terbukanya pintu.
Orang itu mendekat ke kamarku dan berusaha untuk membuka kamarku.
Ceklek!
Krit....
Ketika ia berhasil masuk, ia terkejut melihat keadaanku yang dipenuhi oleh memar dan bibirku yang berdarah karena kugigit.
"Astaga...kamu kenapa??...
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 46, pengakuan
Davin's pov "Ta, apa kau tahu? Aku bermimpi aneh tadi sore ketika keluar dari ruangan dan memejamkan mataku sejenak." "Seorang gadis terlihat mirip sekali sepertimu dan tampak bahwa ia sedang mengalami suatu masalah dari raut wajahnya. .. sebuah cermin juga terlihat di sana dan menarik perhatian diriku." "Ketika aku mengesernya, cermin itu dapat memperlihatkan berbagai hal hal yang sedang terjadi dan sebelumnya telah terjadi. Namun, aku tak dapat menggesernya ke masa depan.." ucapku panjang lebar pada wanita di sampingku yang tak merespon ataupun menggerakkan secuil pun anggota tubuhnya. Walaupun aku mungkin tahu mungkin saja ia tak akan mendengarkanku karena kondisi dirinya yang dapat terbilang lebih dari sekadar sekarat dan bahkan nyawanya bisa saja kapanpun terangkat secara tiba tiba... Aku mulai bangkit dan membaringkan tubuhku di sebuah sofa keras. Aku mulai memejamkan mataku yang
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 45, keadaannya
Hai semuanya... ini chapter selanjutnya ya.. makasih udah mau menunggu cerita saya selama ini dan selamat membaca... Davin's pov"Kami telah berusaha semampu mungkin, namun karena keadaannya terlampau parah... ia akan mengalami koma dan bahkan bila ia terbangun dari kondisi ini. Kami menduga bahwa akan terjadi kerusakan pada salah satu bagian tubuhnya baik permanen maupun sementara," ungkap dokter itu dengan raut wajah lelah."Baik, apakah sekarang ia dapat dikunjungi?" Tanyaku balik."Boleh, namun hanya boleh 2 orang dan bergantian bila lebih dari 2 orang.""Makasih dok," jawabku sembari diikuti oleh langkahnya yang menjauh dari sini. Dengan cepat, aku memasuki ruangan itu dan berganti baju sebelum mendekati istriku. Ketika telah selesai, aku mulai mendekati Violetta dan melihat bahwa berbagai alat terpasang pada tubuhnya. Hanya deru nafas dan suara mesin medis yang menggema ke seluruh ruangan dan menghiasi pendengaranku
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 44, pendarahan otak
Malam semuanya.... maaf ya lama update ceritanya. Semoga kalian bisa menikmati karya ini. Salam sehat dan tetap di rumah.... Davin's pov Aku dengan cekatan melepaskan tangannya dengan pelan dan mulai memencet bel di belakang ranjangnya. "Bertahanlah...." harapku pada wanita di sebelahku ini.. Dalam beberapa menit, mulai masuk seorang berpakaian putih yang didampingi seorang suster dan berlalu lalang mengecek keadaan istriku. Setelah itu, dengan segera ia memerintahkan suster di sampingnya agar pergi dan memanggil beberapa orang. Aku pun langsung bertanya padanya. "Apa yang terjadi dengannya?" Ucapku dengan cemas. "Sepertinya ia mengalami pendarahan subdural," balasnya dan mulai terdengar langkah beberapa orang yang masuk ke dalam. "apakah telah dilakukan CT Scan sebelumnya?" Tanyanya pada dokter yang sebelumnya melakukan operasi pada istriku. "I
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 43, Pembatalan Penerbangan
Davin's pov Kupandangi wajahnya yang bergeser mengalihkan pandangannya melihat ruang ICU lalu melihatku kembali. Ia pun meletakkan tangannya ke bahuku dan tersenyum kecil. "Tidak perlu, aku akan mengurus perusahaanmu dan milikku saja.""Kau saja yang menemaninya. Orang sepertiku tidak pantas bersamanya," ujarnya sembari berbalik dan menjalankan kakinya menuju ke luar. Aku pun memandangnya yang mulai menjauh lalu duduk kembali. Aku mulai memutuskan bahwa aku akan menceritakan kejadian itu padanya setelah ia bangkit. Aku pun duduk dan mencerna perkataan yang akan kuucapkan padanya, tanpa kusadari bahwa aku tertidur hingga seorang dokter menyadarkanku. "Tuan.. "Tuan..." Dengan segera, aku menatapnya dan langsung berdiri. Aku menajamkan pandanganku dan memandangnya dengan tatapan bertanya. "Bagaimana keadaannya?" Tanyaku.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 42, Dimana Davin!!
Violetta's pov Tampak sesosok laki laki yang berdiri di dekat jendela membelakangiku terlihat seolah olah sedang menungguku, aku menjauhkan gagasan yang menjulang dan berputar di ingatanku . mulai kulangkahkan kakiku pada arahnya berdiri. Ketika aku mendekatinya, ia berbalik dan wajahnya tidak sesuai dengan ekspetasiku. "Han, Davin mana?" "Itu tidaklah penting," balasnya padaku dengan datar. "Ini sangat penting bagiku. Tolong katakan Han.. dimana Davin!" Tanyaku dengan tercekat padanya. "Dia..." ucapannya yang lama dan menggantung membuatku semakin cemas dan mulai mendekat padanya. Dengan segera aku mengangkat kedua lenganku dan mengarahkannya ke lengan Rio. Lalu aku menahannya dengan erat. "Seriusan Han! Jangan lama lama!" Hardikku dengan panik dan masih menarik lengan bajunya.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 41, pamit
Violetta's pov " kamu kenapa malam malam kesini?" Tanyaku padanya dengan bingung. "Aku udah mau ke Bali besok siang, mau pamitan dulu. Abang mana?" Tanyanya dan kubalas dengan gelengan. "Ia masih di kantor," balasku. "Baik, kak sampaikan salamku padanya ya." "Siapp," balasku dengan tertawa kecil. Aku dengan segera dipeluk olehnya dan mulai membalas pelukannya serta menampakkan senyum. "Hati hati ya," timpalku dan dibalas dengan anggukan darinya. Kami pun bercipika cipiki sebagai perpisahan dalam waktu yang terbilang singkat dan setelah selesai, ia mulai meninggalkan ku . Aku dengan sigap menutup pintu rumah lalu masuk ke dalam. Setelah itu, aku kembali menunggu kedatangan Davin
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 40, penandatanganan syarat
Selamat siang readers... mon maap lama updatenya. Sebelumnya lagi ngurus kontrak karya. Makanya agak lama. sekian, selamat membaca dan salam sehat bagi semuanya..... Violetta's pov "Namun, saya memiliki persyaratan untuk investasi ini," ungk
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 39, Cafe Batavia
Violetta's pov Aku mulai menerima lumatan dari Davin perlahan dan membalasnya. Entah kenapa, aku merasa bahwa tubuhku terasa panas dan bergairah. Setelah agak lama berciuman, ia mulai melepaskannya dan membuatku menghirup udara sebanyak banyaknya
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 38, sekamar?!
Malam readers... mon maap atas keterlambatan updatenya. Tadi pagi penyakit alergi kambuh plus pas udah sembuh harus mengerjakan pr yang berjibun. Selamat membaca dan salam sehat semuanyaaa...Violetta's pov Seketika , aku mulai me
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 37, pembatalan investasi
Salam sehat para readers... hari ini thor baru saja memperbarui tampilan latar pada Bahtera Pernikahan. Semoga kalian menyukainya, hehehe... Sekian, selamat membaca dan menikmati hasil karya saya ya, makasih...Violetta's pov
