Download the book for free
Part 4, akun tak dikenal
Author: Carol16Violetta's pov
Aku pun mulai membuka handphone milikku dan berusaha mencari sebuah akun.
Ketika aku selesai mencari, aku menemukan berbagai akun dengan nama yang sama dan membuatku merasa bingung sekali.
aku pun mulai memilih salah satunya yang menurut ku, profilnya seperti suamiku.
Setelah selesai memilih, aku mendapati bahwa akunnya di private.seketika, aku pun membatalkan niatku untuk mencari informasi pribadinya.
Lagipula, ia telah menyebutkan bahwa kami tidak boleh saling mencampuri urusan masing masing.
Aku pun mulai mengeluarkan situs pencarianku dari akun sendiri dan tiba tiba terdapat sebuah notifikasi dari handphoneku.
Tring!!...
"Dari perempuan?"ucapku sembari melihat isi pesan itu.
Ketika aku melihat isinya, aku mengerutkan keningku karena aku tidak mengenalnya sama sekali. Aku pun hanya membiarkannya dan melihat sekilas saja.
Dengan cepat, aku pun menaruh handphone ku kembali ke meja di samping kasur dan mulai memejamkan mata.
Perlahan, aku pun mulai tertidur lelap....
Jam 04.45
Aku terbangun pada pagi hari dan mulai membersihkan diriku.
Setelah itu, aku segera keluar dari kamarku dan mulai menuruni tangga menuju dapur untuk menyiapkan sarapan..
Ketika sampai di dapur, aku pun mulai memikirkan sesuatu.
"Apakah aku harus menyiapkan sarapan buat dia juga ya??"gumamku tanpa sadar.
"Yaudahlah, coba masak aja buat dia.."balasku kembali sembari membuka kulkas yang hanya berisi nasi dingin, telur, daun bawang, bawang putih, cabai,dan air dingin..
Aku pun mulai menyiapkan wajan yang tergantung di dinding dapur dan mencari minyak di dapur.
Setelah menemukannya, aku segera menuangkan minyak agak banyak ke wajan dan membuka api kecil.
Dengan segera, aku memecahkan cangkang telur dan mengocok telur itu dengan daun bawang dan perasa makanan.
Setelah itu, aku menaruh nasi dingin ke dalam mangkuk untuk dimasukkan ke dalam penanak nasi .sembari menunggu nasi menjadi hangat aku mulai menuangkan telur yang telah dicampur ke dalam wajan dan membuka apinya besar .
Setelah itu, telur hanya perlu diputar balik beberapa kali dan telah jadi dalam beberapa menit.
Aku segera menaruh telur itu ke piring dari wastafel dan aku mulai mengambil minyak ke sebuah gelas besi hingga tersisa sedikit di wajan. lalu mulai menaruh bawang putih ke dalamnya.
Setelah selesai, aku menaruh telur tadi dan kupotong potong menjadi banyak bagian.
Seketika, aroma masakan telah terpencar ke seluruh penjuru ruangan sebagai tanda masakan telah siap.
Aku pun mengeluarkan telur yang telah di orak arik itu dan menaruh potongan cabai di atasnya
Saat aku membawa hasil masakan itu beserta nasi ke meja, sudah pukul 5.00
Aku segera menuangkan air dingin ke gelas masing masing dan ke atas.setelah aku sampai ke sebuah kamar, aku mulai mengetuk pintunya.
Tok, tok, tok...
"Bangun..aku dah masak.kalau dak mau tinggalin saja, "balasku sembari akan pergi dari pintu tersebut.
Klik!
"Ya, aku turun nanti,"balas Davin sembari membuka pintunya dan menutupnya kembali.
Bang!
Aku pun segera turun ke bawah dan mulai pergi ke meja makan.setelah itu aku memakan hasil masakanku sendiri hingga habis.
Aku segera membereskan piring kotorku dan tanpa menunggunya, aku segera keluar ke pintu rumah untuk mulai bekerja..
Tap, tap, tap..
"Kamu mau kemana?"tanya Davin dari belakang .
"Mau kerja.."balasku sembari melangkahkan kakiku kembali tak peduli dengannya.
"Aku ceo dari perusahaan tempat kamu bekerja, tidak usah pergi bekerja kembali,"balasnya dan membuatku berhenti menapakkan kaki dan mulai menatapnya dengan kesal..
"Jadi aku ngapain di rumah??"
"Bukan urusanku, pergi saja dengan sahabatmu itu.."balasnya sembari duduk di meja makan dan memakan hasil makanan yang kubuat.
"Tapi..-"
"Tidak ada pembantahan."
Huf...
Tap! Tap! Tap!
Brak!!
Aku segera meninggalkannya keluar dan berjalan kaki menuju tempat perhentian angkutan umum.
"Dasar suami gila.."ujarku kecil sembari berjalan kaki .
Aku harus menaiki angkutan ini agar dapat pergi ke perusahaan tempat aku bekerja.ketika aku menunggu angkutan umum, sebuah mobil hitam menghampiriku dan membuatku menjauh karena nanti malah menghalangi jalannya.
Namun, ketika jendela mobil itu diturunkan, aku dapat melihat dengan jelas siapa pengemudi mobil hitam itu...
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 46, pengakuan
Davin's pov "Ta, apa kau tahu? Aku bermimpi aneh tadi sore ketika keluar dari ruangan dan memejamkan mataku sejenak." "Seorang gadis terlihat mirip sekali sepertimu dan tampak bahwa ia sedang mengalami suatu masalah dari raut wajahnya. .. sebuah cermin juga terlihat di sana dan menarik perhatian diriku." "Ketika aku mengesernya, cermin itu dapat memperlihatkan berbagai hal hal yang sedang terjadi dan sebelumnya telah terjadi. Namun, aku tak dapat menggesernya ke masa depan.." ucapku panjang lebar pada wanita di sampingku yang tak merespon ataupun menggerakkan secuil pun anggota tubuhnya. Walaupun aku mungkin tahu mungkin saja ia tak akan mendengarkanku karena kondisi dirinya yang dapat terbilang lebih dari sekadar sekarat dan bahkan nyawanya bisa saja kapanpun terangkat secara tiba tiba... Aku mulai bangkit dan membaringkan tubuhku di sebuah sofa keras. Aku mulai memejamkan mataku yang
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 45, keadaannya
Hai semuanya... ini chapter selanjutnya ya.. makasih udah mau menunggu cerita saya selama ini dan selamat membaca... Davin's pov"Kami telah berusaha semampu mungkin, namun karena keadaannya terlampau parah... ia akan mengalami koma dan bahkan bila ia terbangun dari kondisi ini. Kami menduga bahwa akan terjadi kerusakan pada salah satu bagian tubuhnya baik permanen maupun sementara," ungkap dokter itu dengan raut wajah lelah."Baik, apakah sekarang ia dapat dikunjungi?" Tanyaku balik."Boleh, namun hanya boleh 2 orang dan bergantian bila lebih dari 2 orang.""Makasih dok," jawabku sembari diikuti oleh langkahnya yang menjauh dari sini. Dengan cepat, aku memasuki ruangan itu dan berganti baju sebelum mendekati istriku. Ketika telah selesai, aku mulai mendekati Violetta dan melihat bahwa berbagai alat terpasang pada tubuhnya. Hanya deru nafas dan suara mesin medis yang menggema ke seluruh ruangan dan menghiasi pendengaranku
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 44, pendarahan otak
Malam semuanya.... maaf ya lama update ceritanya. Semoga kalian bisa menikmati karya ini. Salam sehat dan tetap di rumah.... Davin's pov Aku dengan cekatan melepaskan tangannya dengan pelan dan mulai memencet bel di belakang ranjangnya. "Bertahanlah...." harapku pada wanita di sebelahku ini.. Dalam beberapa menit, mulai masuk seorang berpakaian putih yang didampingi seorang suster dan berlalu lalang mengecek keadaan istriku. Setelah itu, dengan segera ia memerintahkan suster di sampingnya agar pergi dan memanggil beberapa orang. Aku pun langsung bertanya padanya. "Apa yang terjadi dengannya?" Ucapku dengan cemas. "Sepertinya ia mengalami pendarahan subdural," balasnya dan mulai terdengar langkah beberapa orang yang masuk ke dalam. "apakah telah dilakukan CT Scan sebelumnya?" Tanyanya pada dokter yang sebelumnya melakukan operasi pada istriku. "I
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 43, Pembatalan Penerbangan
Davin's pov Kupandangi wajahnya yang bergeser mengalihkan pandangannya melihat ruang ICU lalu melihatku kembali. Ia pun meletakkan tangannya ke bahuku dan tersenyum kecil. "Tidak perlu, aku akan mengurus perusahaanmu dan milikku saja.""Kau saja yang menemaninya. Orang sepertiku tidak pantas bersamanya," ujarnya sembari berbalik dan menjalankan kakinya menuju ke luar. Aku pun memandangnya yang mulai menjauh lalu duduk kembali. Aku mulai memutuskan bahwa aku akan menceritakan kejadian itu padanya setelah ia bangkit. Aku pun duduk dan mencerna perkataan yang akan kuucapkan padanya, tanpa kusadari bahwa aku tertidur hingga seorang dokter menyadarkanku. "Tuan.. "Tuan..." Dengan segera, aku menatapnya dan langsung berdiri. Aku menajamkan pandanganku dan memandangnya dengan tatapan bertanya. "Bagaimana keadaannya?" Tanyaku.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 42, Dimana Davin!!
Violetta's pov Tampak sesosok laki laki yang berdiri di dekat jendela membelakangiku terlihat seolah olah sedang menungguku, aku menjauhkan gagasan yang menjulang dan berputar di ingatanku . mulai kulangkahkan kakiku pada arahnya berdiri. Ketika aku mendekatinya, ia berbalik dan wajahnya tidak sesuai dengan ekspetasiku. "Han, Davin mana?" "Itu tidaklah penting," balasnya padaku dengan datar. "Ini sangat penting bagiku. Tolong katakan Han.. dimana Davin!" Tanyaku dengan tercekat padanya. "Dia..." ucapannya yang lama dan menggantung membuatku semakin cemas dan mulai mendekat padanya. Dengan segera aku mengangkat kedua lenganku dan mengarahkannya ke lengan Rio. Lalu aku menahannya dengan erat. "Seriusan Han! Jangan lama lama!" Hardikku dengan panik dan masih menarik lengan bajunya.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 41, pamit
Violetta's pov " kamu kenapa malam malam kesini?" Tanyaku padanya dengan bingung. "Aku udah mau ke Bali besok siang, mau pamitan dulu. Abang mana?" Tanyanya dan kubalas dengan gelengan. "Ia masih di kantor," balasku. "Baik, kak sampaikan salamku padanya ya." "Siapp," balasku dengan tertawa kecil. Aku dengan segera dipeluk olehnya dan mulai membalas pelukannya serta menampakkan senyum. "Hati hati ya," timpalku dan dibalas dengan anggukan darinya. Kami pun bercipika cipiki sebagai perpisahan dalam waktu yang terbilang singkat dan setelah selesai, ia mulai meninggalkan ku . Aku dengan sigap menutup pintu rumah lalu masuk ke dalam. Setelah itu, aku kembali menunggu kedatangan Davin
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 40, penandatanganan syarat
Selamat siang readers... mon maap lama updatenya. Sebelumnya lagi ngurus kontrak karya. Makanya agak lama. sekian, selamat membaca dan salam sehat bagi semuanya..... Violetta's pov "Namun, saya memiliki persyaratan untuk investasi ini," ungk
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 39, Cafe Batavia
Violetta's pov Aku mulai menerima lumatan dari Davin perlahan dan membalasnya. Entah kenapa, aku merasa bahwa tubuhku terasa panas dan bergairah. Setelah agak lama berciuman, ia mulai melepaskannya dan membuatku menghirup udara sebanyak banyaknya
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 38, sekamar?!
Malam readers... mon maap atas keterlambatan updatenya. Tadi pagi penyakit alergi kambuh plus pas udah sembuh harus mengerjakan pr yang berjibun. Selamat membaca dan salam sehat semuanyaaa...Violetta's pov Seketika , aku mulai me
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 37, pembatalan investasi
Salam sehat para readers... hari ini thor baru saja memperbarui tampilan latar pada Bahtera Pernikahan. Semoga kalian menyukainya, hehehe... Sekian, selamat membaca dan menikmati hasil karya saya ya, makasih...Violetta's pov
