Carregando
Início/ TODOS /Bahtera pernikahan (indonesia)/Part 2, saudari Davin

Part 2, saudari Davin

Autor: Carol16
"Data de publicação: " 2020-09-24 22:05:10

 Davin's pov

nama seseorang yang membuatku kesal,Violetta Tasnia..

Beberapa bulan yang lalu,ketika aku mulai sukses menjadi CEO...orang tuaku mendatangiku dan berbicara tentang pernikahan

Aku tidak terlalu memedulikannya dan hanya menyetujuinya saja jika orang tuaku yang memilih calon istri.kupikir mereka hanya bercanda..

~~~~

Tok, tok, tok...

"Masuk..."ujarku pada orang yang mengetuk pintu.

Ketika aku melihat siapa yang membuka pintu, dengan segera aku menghentikan pekerjaanku di perusahaan dan melepas kacamataku.

"Ma, pa..kalian kenapa?"tanyaku sembari memerintahkan orangku mengambilkan teh.

"Kami mau membicarakan tentang pernikahanmu..kau telah berusia 27 tahun..."

"Oh..kalau tidak mama sama papa aja yang nyariin.Davin malas ngurusin hal hal itu,"balasku sembari menaruh teh di meja.

Tuk!

"Baiklah, kami bakalan coba nyari dulu."balas orang tuaku sembari meminum teh dan pergi.

~~~~

2 bulan kemudian,orang tuaku mulai sibuk bahkan tidak mengangkat telepon dariku.kupikir karena ada acara teman, jadi aku masih tak terlalu peduli.

Hingga tiba tiba, aku dijodohkan oleh orang tuaku sendiri dengan gadis asing dan sekarang kami telah menikah tanpa pengenalan dekat.

Aku cukup kesal pula ketika melihat wajahnya yang sendu, seperti aku bukanlah orang yang baik baginya.

Singkat cerita, aku membawa ia ke rumahku dan membiarkan ia melihat lihat sekitar.sementara aku mencari kunciku lalu membuka pintu masuk rumah

Ceklek!..

Drit....

ketika masuk ke dalam..ia bertemu dengan Siska.

Aku memperhatikan rautnya yang menjadi aneh dan menatap adikku sendiri dengan bingung!otomatis aku pun menjadi bingung.

'Seharusnya ia mengenali adikku sendiri bukan?' Batinku pada diri sendiri.

"Dia Siska, adikku.bicaralah padanya,"ujarku sambil memperkenalkan adikku sendiri  padanya.

"Oh...nama saya Violetta,"balasnya sambil tersenyum kikuk pada Siska.

"Ya. bang..lo pergi aja dulu,"ujarnya sembari mengusirku dengan mengibaskan tangannya

Sontak, aku meninggalkannya sendirian untuk berbicara dengan Siska ,sekalian agar ia dapat lebih mengerti tentang keluargaku.kebetulan aku sedang malas berbicara dengan Violetta juga...

Aku pun pergi ke dapur dan mempersiapkan air putih untuk mereka berdua.

Ceklek!

Ketika aku selesai menuangkan air putih, aku baru menyadari bahwa adikku tidak datang ke pesta pernikahan kami.

mungkin itu salah satu alasan mengapa Violetta, ralat.istriku itu tidak mengenalnya..

Aku pun kembali ke sana dengan membawa 2 gelas air putih untuk mereka, lalu aku pergi ke kamarku untuk mengganti bajuku.

Saat aku akan pergi, aku pamit dahulu pada mereka dan ke kamarku.

"Aku pergi dulu ke atas."

Tap, tap, tap....

Violetta's pov

Ternyata...ia adik iparku.

Tentunya, aku agak terkejut karena aku tak melihatnya berada di pernikahan ini.setelah kami berbicara, ternyata ia adalah orang yang sangat baik dan ceria..

"Oh iya..Siska, aku tidak melihatmu di acara kami.maaf ya aku gak kenal kamu.."ucapku dengan penuh maaf.

"Santai aja kok, gua tadi pagi ngerjain skripsi kuliah.tenggatnya besok dan bikin aku panik.

jadinya lupa deh sama acara ini.makanya aku datang ke sini sore sore buat ngucapin selamat,"ujarnya sembari menepuk bahuku.

"Oh..."balasku sembari tersenyum melihatnya.

"Jadi gimana skripsi kamu?"

"Udah beres kok kak! Tadi sore baru aja selesai.makanya bisa kesini."

Tiba tiba, Divan datang dan menaruh air putih ke meja.setelah itu, ia pamit pada kami berdua dan langsung pergi ke atas.

Tap, tap, tap...

Seketika, aku dan Siska pun kehilangan topik karena keberadaan Divan tadinya yang tiba tiba.akhirnya ia pergi karena hari telah larut dan menyadari bahwa aku masih mengenakan gaun pengantin..

Ia ada menjelaskan bagian bagian rumah ini secara garis besar padaku sebelum pergi.

"Duluan ya kak.."

"Iya, hati hati!"ucapku padanya.

Klik..

Tap, tap, tap...

Aku pun pergi ke atas dan bingung dengan kamar yang berderet deret.

aku melihat gaunku yang berwarna putih ini dan menggantinya dahulu ke bawah.

Kebetulan bagian lantai bawah, aku telah mengetahui beberapa bagiannya dari Siska.

'Untung aja Siska ada ngejelasin,'pikirku sembari menuju ke koper dan mengambil salah satu baju..

Setelah selesai membereskan diri, aku segera ke atas kembali dengan baju kasualku dan mendesah pasrah..

"Hadeh...harusnya tanya dulu dimana kamarnya.."gumamku sembari berusaha membuka pintu pintu di depanku.

Ketika aku akan membuka pintu keempat, pintu itu dikunci.

Tok, tok, tok...

Jleb...

Tiba tiba, sebuah tangan menepukku dengan keras dan membuatku terkejut.

ketika aku berbalik, aku menemukan wajah suamiku yang menggelap sembari menatapku dengan tajam...

"Ta, lo ngapain disini?.....

Want to know what happens next?
Continuar Lendo
Capítulo Anterior
Próximo Capítulo

Compartilhar o livro para

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Último capítulo

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 46, pengakuan

Davin's pov "Ta, apa kau tahu? Aku bermimpi aneh tadi sore ketika keluar dari ruangan dan memejamkan mataku sejenak." "Seorang gadis terlihat mirip sekali sepertimu dan tampak bahwa ia sedang mengalami suatu masalah dari raut wajahnya. .. sebuah cermin juga terlihat di sana dan menarik perhatian diriku." "Ketika aku mengesernya, cermin itu dapat memperlihatkan berbagai hal hal yang sedang terjadi dan sebelumnya telah terjadi. Namun, aku tak dapat menggesernya ke masa depan.." ucapku panjang lebar pada wanita di sampingku yang tak merespon ataupun menggerakkan secuil pun anggota tubuhnya. Walaupun aku mungkin tahu mungkin saja ia tak akan mendengarkanku karena kondisi dirinya yang dapat terbilang lebih dari sekadar sekarat dan bahkan nyawanya bisa saja kapanpun terangkat secara tiba tiba... Aku mulai bangkit dan membaringkan tubuhku di sebuah sofa keras. Aku mulai memejamkan mataku yang

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 45, keadaannya

Hai semuanya... ini chapter selanjutnya ya.. makasih udah mau menunggu cerita saya selama ini dan selamat membaca... Davin's pov"Kami telah berusaha semampu mungkin, namun karena keadaannya terlampau parah... ia akan mengalami koma dan bahkan bila ia terbangun dari kondisi ini. Kami menduga bahwa akan terjadi kerusakan pada salah satu bagian tubuhnya baik permanen maupun sementara," ungkap dokter itu dengan raut wajah lelah."Baik, apakah sekarang ia dapat dikunjungi?" Tanyaku balik."Boleh, namun hanya boleh 2 orang dan bergantian bila lebih dari 2 orang.""Makasih dok," jawabku sembari diikuti oleh langkahnya yang menjauh dari sini. Dengan cepat, aku memasuki ruangan itu dan berganti baju sebelum mendekati istriku. Ketika telah selesai, aku mulai mendekati Violetta dan melihat bahwa berbagai alat terpasang pada tubuhnya. Hanya deru nafas dan suara mesin medis yang menggema ke seluruh ruangan dan menghiasi pendengaranku

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 44, pendarahan otak

Malam semuanya.... maaf ya lama update ceritanya. Semoga kalian bisa menikmati karya ini. Salam sehat dan tetap di rumah.... Davin's pov Aku dengan cekatan melepaskan tangannya dengan pelan dan mulai memencet bel di belakang ranjangnya. "Bertahanlah...." harapku pada wanita di sebelahku ini.. Dalam beberapa menit, mulai masuk seorang berpakaian putih yang didampingi seorang suster dan berlalu lalang mengecek keadaan istriku. Setelah itu, dengan segera ia memerintahkan suster di sampingnya agar pergi dan memanggil beberapa orang. Aku pun langsung bertanya padanya. "Apa yang terjadi dengannya?" Ucapku dengan cemas. "Sepertinya ia mengalami pendarahan subdural," balasnya dan mulai terdengar langkah beberapa orang yang masuk ke dalam. "apakah telah dilakukan CT Scan sebelumnya?" Tanyanya pada dokter yang sebelumnya melakukan operasi pada istriku. "I

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 43, Pembatalan Penerbangan

Davin's pov Kupandangi wajahnya yang bergeser mengalihkan pandangannya melihat ruang ICU lalu melihatku kembali. Ia pun meletakkan tangannya ke bahuku dan tersenyum kecil. "Tidak perlu, aku akan mengurus perusahaanmu dan milikku saja.""Kau saja yang menemaninya. Orang sepertiku tidak pantas bersamanya," ujarnya sembari berbalik dan menjalankan kakinya menuju ke luar. Aku pun memandangnya yang mulai menjauh lalu duduk kembali. Aku mulai memutuskan bahwa aku akan menceritakan kejadian itu padanya setelah ia bangkit. Aku pun duduk dan mencerna perkataan yang akan kuucapkan padanya, tanpa kusadari bahwa aku tertidur hingga seorang dokter menyadarkanku. "Tuan.. "Tuan..." Dengan segera, aku menatapnya dan langsung berdiri. Aku menajamkan pandanganku dan memandangnya dengan tatapan bertanya. "Bagaimana keadaannya?" Tanyaku.

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 42, Dimana Davin!!

Violetta's pov Tampak sesosok laki laki yang berdiri di dekat jendela membelakangiku terlihat seolah olah sedang menungguku, aku menjauhkan gagasan yang menjulang dan berputar di ingatanku . mulai kulangkahkan kakiku pada arahnya berdiri. Ketika aku mendekatinya, ia berbalik dan wajahnya tidak sesuai dengan ekspetasiku. "Han, Davin mana?" "Itu tidaklah penting," balasnya padaku dengan datar. "Ini sangat penting bagiku. Tolong katakan Han.. dimana Davin!" Tanyaku dengan tercekat padanya. "Dia..." ucapannya yang lama dan menggantung membuatku semakin cemas dan mulai mendekat padanya. Dengan segera aku mengangkat kedua lenganku dan mengarahkannya ke lengan Rio. Lalu aku menahannya dengan erat. "Seriusan Han! Jangan lama lama!" Hardikku dengan panik dan masih menarik lengan bajunya.

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 41, pamit

Violetta's pov " kamu kenapa malam malam kesini?" Tanyaku padanya dengan bingung. "Aku udah mau ke Bali besok siang, mau pamitan dulu. Abang mana?" Tanyanya dan kubalas dengan gelengan. "Ia masih di kantor," balasku. "Baik, kak sampaikan salamku padanya ya." "Siapp," balasku dengan tertawa kecil. Aku dengan segera dipeluk olehnya dan mulai membalas pelukannya serta menampakkan senyum. "Hati hati ya," timpalku dan dibalas dengan anggukan darinya. Kami pun bercipika cipiki sebagai perpisahan dalam waktu yang terbilang singkat dan setelah selesai, ia mulai meninggalkan ku . Aku dengan sigap menutup pintu rumah lalu masuk ke dalam. Setelah itu, aku kembali menunggu kedatangan Davin

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 32, wanita malam

Violetta's povKulihat ia yang terjatuh dan menyentuh lantai semen dengan keras. Ia dengan tak tahu malu kembali berdiri dan berusaha memdekatiku. Namun, dengan segera aku menghindar darinya dan menepis pukulannya."Gak kenal aku?!" Ujarnya setengah berteriak dan

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 31, rumah kita??

Violetta's povAku merasa sangat senang ketika berbicara dengan Rio, namun rasanya seperti ada yang hilang tapi aku tidak tahu apa itu.. Ketika kupandangi pria asing di depanku, aku merasa perasaan aneh yang menjalar dan terasa familiar.' Tidak mungkin, aku tela

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 30, siapa kamu?

Davin's pov"Siapa kamu?"Pertanyaan itu membuatku tertegun, tak kusangka bahwa ia telah melupakan diriku, suaminya sendiri.. aku mulai mendekat padanya dan menatapnya."Apa saja yang kamu ingat?" Tanyaku sembari berhati hati agar tak menimbulkan

Bahtera pernikahan (indonesia)   Part 29, rahasiakan ini

Davin's povAku mulai mendampinginya dan berusaha menyuapinya serta merawatnya, untung saja ia menurut dan menerimanya sehingga ia dapat mendapat gizi dan energi... namun, aku masih merasa kuatir karena sewaktu waktu ia bisa saja menjadi diam kembali dan tak bergeming. Sekarang,

Mais capítulos
Baixar o Livro
GoodNovel

Baixe o livro gratuitamente

Baixar
Busque o que quiser
Biblioteca
Navegar
RomancepuyuHistóriaUrbanLobisomemMáfiaSistemaFantasiaLGBTQ+arnoLdMM Romancegenre22- Portuguêsgenre26-Portuguêsgenre27-请勿使用Portuguêsgenre28-Português
Histórias Curtas
CéuMistério e suspenseCidade modernaSobrevivência apocalípticaFilme de açãoFilme de ficção científicaFilme românticoViolência sangrentaesperançasonhofelicidadePazAmizadeInteligenteFelizViolentoGentilPoderoso红安Massacre sangrentoAssassinatoGuerra históricaAventura fantásticaFicção científicaEstação de trem
Gêneros Populares
RomancepuyuHistóriaUrbanLobisomemMáfiaSistema
Entre em contato
Sobre NósAjuda e SugestõesNegócios
Recursos
Baixar AppsBenefício para EscritoresPolítica de conteúdoPalavras-chaveBuscas PopularesAvaliação de livroFanficFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Comunidade
Facebook Group
Siga-nos
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Termos de uso|Privacidade