Download the book for free
Part 1,Pernikahan palsu
Author: Carol16Violetta pov
Terlihat kedua mempelai di atas panggung yang dihiasi oleh berbagai bunga.
Mempelai pria menampakkan raut wajah yang datar, sedangkan mempelai wanita berusaha menampakkan senyum di wajahnya agar terlihat bahagia.
Ya, mempelai wanita itu adalah diriku.
Aku menikahi pria dari perjodohan yang telah dibuat oleh orang tuaku sendiri bersama orang tua dari pria di sampingku ini.
Ketika salah satu sahabatku , Feysya muncul, aku dengan segera menuruni panggung dan menemuinya.
sahabatku mulai menunjukkan keraguan di wajahnya dan memandang lekat lekat diriku yang berbalut gaun pengantin.
"Feysya.."ucapku padanya dengan pelan pelan dan kecil.
Feysya seketika memelukku dan melihat diriku kembali.
"Kau terlihat cantik,"ujarnya dan membuatku tersenyum.
"Apa kau benar akan menikah dengannya?"tanya Feysya sembari melihat ke arah mempelai pria yang menunjukkan raut datar.
"Kurasa iya.."balasku dengan memaksakan diri untuk tetap menunjukkan senyum pada Feysya.
"Jangan berbohong padaku.bukankah kau mencintai Rio? Tidak mungkin kau tiba tiba bersama orang seperti ini!"bisiknya dan menatap tajam padaku.
Seketika aku merasa tidak enak padanya karena telah membuatnya agak kuatir.
Feysya pun mengajak aku keluar lalu pergi ke tempat yang agak jauh dan mengajakku untuk berbicara.
Suara tumbuhan terdengar dan angin menerpa diriku. membuatku semakin tak dapat menahan perasaanku sendiri dan tetap menyembunyikannya dari sahabatku sendiri.
"Lepaskan saja, Vio..aku ada bersamamu,"timpal Feysya.
Sontak, air mata pun mulai turun setitik dua titik di wajahku .
"A-aku hanya..hiks.aku terjebak dalam perjodohan.sedangkan ibuku satu satunya telah meninggalkanku.."curhat ku tak dapat menahan air mata dan membasahi pipiku yang dibalur make up ala pernikahan itu.
Jleb...
Feysya pun mulai memeluk dengan dalam dan menenangkan aku yang menangis sedikit demi sedikit.
Setelah mulai agak tenang, Feysya mulai menerima hal ini dan membantuku merapikan make up yang luntur sedikit di wajah.
"Aku akan selalu mendukungmu.."ucapnya sebelum meninggalkanku setelah kami berdua kembali ke tempat prosesi pernikahannya diadakan.
Setelah sahabatku menghilang, dengan segera aku tetap menampakkan senyum dan berharap agar tidak tampak baru saja menangis.
Aku kembali ke tempat awalnya dan melihat raut calon suamiku sendiri yang semakin dingin dalam menyikapiku..
'Ya Tuhan..bagaimana aku bisa bertahan dengannya..'Batinku dalam hati.
"Dari mana kau?"
Suara dingin itu pun membuat diriku tersentak dan menatap ke wajah Divan, calon suamiku sendiri yang tak dapat kupahami sedikitpun artinya
"Bersama sahabatku,"balasku singkat lalu membalikkan wajah ke arah lain.
Sakit memang..aku harus bersama laki laki seperti ini.
Jika saja aku dapat mencurahkan isi hatiku, mungkin saja aku akan pergi langsung ke sisi Rio dan kabur bersamanya.
Namun, apalah dayaku yang merupakan wanita pemalu dan taat pada ibuku.aku tidak mau mengecewakan sedikit pun ibuku.harapan yang ditorehkan ibuku untuk terakhir kalinya adalah bersama laki laki ini..
Tanpa tahu alasannya, waktu berjalan begitu cepat dan hari telah sore.pesta pernikahanku telah selesai dan Divan benar benar menjadi suamiku.
Aku pun bersamanya berjalan beriringan dengan sedikit jarak diantara kami .kami menyusuri jalan menuju mobil pernikahan dan ketika masuk ke dalam.Aku mendengar sebuah suara berisi kata kata yang melukai hatiku ...
"Kita hanya suami istri di luar.namun, jangan berharap kau akan mendapat cintaku!"hardiknya dan mulai mengemudikan mobilnya.
Aku pun memejamkan mataku dan berusaha menahan air mata yang dapat tumpah kapanpun ke pipiku ini.
'Jangan sampai aku menangis..tabahkanlah diriku..'bisikku sembari membalikkan wajahku yang bergetar menahan isak.
Aku mulai membuka handphone di tas kecilku dan mencari aplikasi pendengar lagu.
Lalu, aku memasang earphone ke telingaku dan mendengarkan lagu "kemarin" dari Ivan Seventeen.
Lagu itu membuatku perlahan melupakan sekeliling dan membuatku merasa tenang.aku mulai memikirkan kejadian saat itu bila aku menerima lamaran Rio.pria yang kucintai..
Setelah lagunya habis, aku melihat sekeliling dari balik kaca mobil dan kuhiraukan suamiku itu yang seperti es balok.
Ketika sampai ke sebuah rumah, aku segera memasuki sebuah rumah dan melihat seorang perempuan yang lebih cantik di dalam rumah tersebut...
Siapakah ia?...
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 46, pengakuan
Davin's pov "Ta, apa kau tahu? Aku bermimpi aneh tadi sore ketika keluar dari ruangan dan memejamkan mataku sejenak." "Seorang gadis terlihat mirip sekali sepertimu dan tampak bahwa ia sedang mengalami suatu masalah dari raut wajahnya. .. sebuah cermin juga terlihat di sana dan menarik perhatian diriku." "Ketika aku mengesernya, cermin itu dapat memperlihatkan berbagai hal hal yang sedang terjadi dan sebelumnya telah terjadi. Namun, aku tak dapat menggesernya ke masa depan.." ucapku panjang lebar pada wanita di sampingku yang tak merespon ataupun menggerakkan secuil pun anggota tubuhnya. Walaupun aku mungkin tahu mungkin saja ia tak akan mendengarkanku karena kondisi dirinya yang dapat terbilang lebih dari sekadar sekarat dan bahkan nyawanya bisa saja kapanpun terangkat secara tiba tiba... Aku mulai bangkit dan membaringkan tubuhku di sebuah sofa keras. Aku mulai memejamkan mataku yang
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 45, keadaannya
Hai semuanya... ini chapter selanjutnya ya.. makasih udah mau menunggu cerita saya selama ini dan selamat membaca... Davin's pov"Kami telah berusaha semampu mungkin, namun karena keadaannya terlampau parah... ia akan mengalami koma dan bahkan bila ia terbangun dari kondisi ini. Kami menduga bahwa akan terjadi kerusakan pada salah satu bagian tubuhnya baik permanen maupun sementara," ungkap dokter itu dengan raut wajah lelah."Baik, apakah sekarang ia dapat dikunjungi?" Tanyaku balik."Boleh, namun hanya boleh 2 orang dan bergantian bila lebih dari 2 orang.""Makasih dok," jawabku sembari diikuti oleh langkahnya yang menjauh dari sini. Dengan cepat, aku memasuki ruangan itu dan berganti baju sebelum mendekati istriku. Ketika telah selesai, aku mulai mendekati Violetta dan melihat bahwa berbagai alat terpasang pada tubuhnya. Hanya deru nafas dan suara mesin medis yang menggema ke seluruh ruangan dan menghiasi pendengaranku
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 44, pendarahan otak
Malam semuanya.... maaf ya lama update ceritanya. Semoga kalian bisa menikmati karya ini. Salam sehat dan tetap di rumah.... Davin's pov Aku dengan cekatan melepaskan tangannya dengan pelan dan mulai memencet bel di belakang ranjangnya. "Bertahanlah...." harapku pada wanita di sebelahku ini.. Dalam beberapa menit, mulai masuk seorang berpakaian putih yang didampingi seorang suster dan berlalu lalang mengecek keadaan istriku. Setelah itu, dengan segera ia memerintahkan suster di sampingnya agar pergi dan memanggil beberapa orang. Aku pun langsung bertanya padanya. "Apa yang terjadi dengannya?" Ucapku dengan cemas. "Sepertinya ia mengalami pendarahan subdural," balasnya dan mulai terdengar langkah beberapa orang yang masuk ke dalam. "apakah telah dilakukan CT Scan sebelumnya?" Tanyanya pada dokter yang sebelumnya melakukan operasi pada istriku. "I
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 43, Pembatalan Penerbangan
Davin's pov Kupandangi wajahnya yang bergeser mengalihkan pandangannya melihat ruang ICU lalu melihatku kembali. Ia pun meletakkan tangannya ke bahuku dan tersenyum kecil. "Tidak perlu, aku akan mengurus perusahaanmu dan milikku saja.""Kau saja yang menemaninya. Orang sepertiku tidak pantas bersamanya," ujarnya sembari berbalik dan menjalankan kakinya menuju ke luar. Aku pun memandangnya yang mulai menjauh lalu duduk kembali. Aku mulai memutuskan bahwa aku akan menceritakan kejadian itu padanya setelah ia bangkit. Aku pun duduk dan mencerna perkataan yang akan kuucapkan padanya, tanpa kusadari bahwa aku tertidur hingga seorang dokter menyadarkanku. "Tuan.. "Tuan..." Dengan segera, aku menatapnya dan langsung berdiri. Aku menajamkan pandanganku dan memandangnya dengan tatapan bertanya. "Bagaimana keadaannya?" Tanyaku.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 42, Dimana Davin!!
Violetta's pov Tampak sesosok laki laki yang berdiri di dekat jendela membelakangiku terlihat seolah olah sedang menungguku, aku menjauhkan gagasan yang menjulang dan berputar di ingatanku . mulai kulangkahkan kakiku pada arahnya berdiri. Ketika aku mendekatinya, ia berbalik dan wajahnya tidak sesuai dengan ekspetasiku. "Han, Davin mana?" "Itu tidaklah penting," balasnya padaku dengan datar. "Ini sangat penting bagiku. Tolong katakan Han.. dimana Davin!" Tanyaku dengan tercekat padanya. "Dia..." ucapannya yang lama dan menggantung membuatku semakin cemas dan mulai mendekat padanya. Dengan segera aku mengangkat kedua lenganku dan mengarahkannya ke lengan Rio. Lalu aku menahannya dengan erat. "Seriusan Han! Jangan lama lama!" Hardikku dengan panik dan masih menarik lengan bajunya.
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 41, pamit
Violetta's pov " kamu kenapa malam malam kesini?" Tanyaku padanya dengan bingung. "Aku udah mau ke Bali besok siang, mau pamitan dulu. Abang mana?" Tanyanya dan kubalas dengan gelengan. "Ia masih di kantor," balasku. "Baik, kak sampaikan salamku padanya ya." "Siapp," balasku dengan tertawa kecil. Aku dengan segera dipeluk olehnya dan mulai membalas pelukannya serta menampakkan senyum. "Hati hati ya," timpalku dan dibalas dengan anggukan darinya. Kami pun bercipika cipiki sebagai perpisahan dalam waktu yang terbilang singkat dan setelah selesai, ia mulai meninggalkan ku . Aku dengan sigap menutup pintu rumah lalu masuk ke dalam. Setelah itu, aku kembali menunggu kedatangan Davin
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 32, wanita malam
Violetta's povKulihat ia yang terjatuh dan menyentuh lantai semen dengan keras. Ia dengan tak tahu malu kembali berdiri dan berusaha memdekatiku. Namun, dengan segera aku menghindar darinya dan menepis pukulannya."Gak kenal aku?!" Ujarnya setengah berteriak dan
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 31, rumah kita??
Violetta's povAku merasa sangat senang ketika berbicara dengan Rio, namun rasanya seperti ada yang hilang tapi aku tidak tahu apa itu.. Ketika kupandangi pria asing di depanku, aku merasa perasaan aneh yang menjalar dan terasa familiar.' Tidak mungkin, aku tela
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 30, siapa kamu?
Davin's pov"Siapa kamu?"Pertanyaan itu membuatku tertegun, tak kusangka bahwa ia telah melupakan diriku, suaminya sendiri.. aku mulai mendekat padanya dan menatapnya."Apa saja yang kamu ingat?" Tanyaku sembari berhati hati agar tak menimbulkan
Bahtera pernikahan (indonesia) Part 29, rahasiakan ini
Davin's povAku mulai mendampinginya dan berusaha menyuapinya serta merawatnya, untung saja ia menurut dan menerimanya sehingga ia dapat mendapat gizi dan energi... namun, aku masih merasa kuatir karena sewaktu waktu ia bisa saja menjadi diam kembali dan tak bergeming. Sekarang,
