loading
Home/ All /AISYA ( INDONESIA )/Bab 7

Bab 7

Author: Isna
"publish date: " 2020-09-30 22:31:40

Di sinilah Aisya dan Reyhan duduk, di ruang tamu rumah Aisya dan di kelilingi oleh beberapa warga, mereka menuduh Aisya dan Reyhan telah berbuat mesum. Karena mereka hanya berdua saja dirumah, karena orang tua Aisya dan Abang-abangnya sedang tidak berada dirumah. Aisya sudah menjelaskan kalau dia hanya membantu Reyhan dan meminjamkan baju Abangnya sebab baju Reyhan basah terkena air hujan pas saat mengantarnya pulang. Tetapi para warga disana tidak percaya dan tetap kekeh menuduh mereka berbuat yang tidak- tidak.

"Saya, berani bersumpah. Bapak-bapak. Saya tidak mungkin melakukan hal sekeji itu," kata Aisya, ia tetap membela diri karena merasa tidak bersalah. Tetapi warga semakin gencar menuduhnya apalagi Pak Rudi semakin mengompori mereka dengan kata-kata yang menyudutkan Aisya.

"Apa yang di katakan, Aisya semuanya benar. Saya hanya menumpang untuk meminjam baju dan berganti pakaian itu saja." Ujar Reyhan membenarkan perkataan Aisya. Tapi para warga sudah termakan omongan Pak Rudi yang selalu berusaha agar Aisya terlihat bersalah.

"Tolong percaya saya, Pak." Kata Aisya menatap satu persatu Bapak-bapak yang berada disana. Kedua orang tua Aisya belum pulang, Aisya semakin takut perasaannya. Ia mulai menangis, bingung gak tahu lagi mau ngomong dan membela diri tetap saja orang-orang tersebut tidak mempercayainya.

"Kita tunggu saja kedua orang tuamu datang," ujar Bapak ketua Rt.

Tak berapa lama mereka menunggu terdengar suara mesin mobil dari arah depan. Pak Ali dan Bu Dewi bingung karena melihat dirumahnya terlihat rame. Mereka memutuskan untuk segera masuk.

"Ada apa ini?" Ujar pak Ali setelah dia masuk ke rumah.

Aisya langsung berlari dan memeluk Bundanya, ia menangis dengan suara keras. Bu Dewi kaget melihat anaknyà menangis dan memeluknya erat.

"Aisya gak salah, Bun." Ujar Aisya, disela isak tangisnya. 

"Ini loh, anak Pak Ali. Kepergok saya sedang berbuat mesum di dalam rumah." Kata Pak Rudi, menjawab pertanyaan Pak Ali. Pak Ali kaget, ia menatap Aisya tetapi Aisya menggelengkan kepalanya sambil menangis. 

"Gak, yah. Itu semua gak benar," ujar Aisya.

"Gimana ini, Pak Ali kami gak mau kampung kita ini kena sial karena perbuatan anak Bapak." Ucap salah satu warga.

Pak Ali menatap istrinya yang juga ikut menangis sambil memeluk anaknya, ia percaya kalau anaknya tidak mungkin berbuat seperti itu. Ia tahu Aisya anaknya seperti apa. Tapi para warga semakin menyudutkan Aisya dengan tuduhan mereka.

"Kita nikahkan saja mereka malam ini juga," ujar beberapa warga yang sudah termakan omongan Pak Rudi. 

"Aisya, gak mau nikah, Yah. Aisya masih sekolah," cicit Aisya

Setelah melalui perdebatan dan segala macam pembelaan yang dilakukan Reyhan dan Aisya, warga tetap kekeh bahwa Aisya dan Reyhan harus di nikahkan. Pak Ali akhirnya harus menyetujui hal tersebut, daripada anaknya di arak keliling kampung oleh warga. Aisya tidak berhenti menangis. Pak Rudi tersenyum senang sebab rencananya membuat Pak Ali dan Aisya malu berhasil. Ia sangat membenci Aisya karena pernan membuat ia dan anaknya malu.

=====

Reyhan sudah mengucapkan ijab kabulnya di saksikan oleh ketua Rt setempat dan beberapa warga yang sudah ada sejak tadi. Kini Reyhan sudah resmi menjadi suami Aisya secara Agama. Aisya sesegukan menangis dipelukan Bundanya. Ia tidak ingin menikah apalagi dengan Bang Reyhan, sahabat Bang Andra yang baru saja dikenalnya itu. Ia tidak menyangka gara-gara motornya yang mogok, diantar Reyhan pulang dan terjebak hujan, akhirnya harus seperti ini. 

"Sabar, sayang. Sudah berenti nangisnya!! Masa sudah jadi seorang istri masih nangis," ucap Bu Dewi sambil menghapus air mata yang terus mengalir dipipi anaknya.

Para warga berpamitan pulang, tinggallah kini hanya ada Pak Ali, Reyhan, Bu Dewi, dan Aisya.

"Maafin Rey, Om. Seandainya aja Reyhan gak mampir dulu buat pinjam baju pasti......" ucapan Reyhan terpotong oleh ucapan Pak Ali.

"Sudahlah, mungkin ini sudah menjadi takdir kalian, tak perlu saling menyalahkan dan merasa bersalah," kata Pak Ali sambil menatap Reyhan. Reyhan hanya bisa menundukan wajahnya.

Pak Ali memberikan petuah dan nasihat kepada Aisya dan Reyhan. Mereka mendengarkan nasihat yang disampaikan Pak Ali.

"Sudahlah, sebaiknya kita istirahat," ujar Pak Ali menyudahi obrolannya.

"Sya, ajak suamimu kekamar," kata Ayahnya. Aisya hanya diam saja.

"Kalian sudah suami istri, ya walaupun jalannya harus seperti, jalani saja takdir yang sudah di tentukan oleh Sang pencipta," 

"Kamu, harus menghormati nak Reyhan, walau bagaimana pun dia sudah sah menjadi suamimu, Nak. Hormati dia, jangan membantah perkataan suami,"  ujar Pak Ali berusah menasihati anaknya, karena dari tadi Aisya hanya diam dan menangis.

"Iya, Yah," jawabnya

"Mari, Bang," ajak Aisya pada Reyhan, Reyhan pun mengikuti Aisya memasuki kamarnya. Tiba di kamar mereka sama-sama merasa canggung, dan hanya keheningan yang tercipta.

"Biar gue tidur disofa aja," ujar Reyhan memecah keheningan di antara mereka. Aisya hanya diam saja. 

"Tidurlah." Ucapnya pada Aisya, seraya berjalan menuju sofa.

Reyhan membaringkan tubuh di sofa yang terletak di kamar Aisya, ia menatap langit-langit kamar. Ia bingung apa yang harus dia katakan pada orang tuanya bahwa dia sudah menikah. Seharusnya dia senang karena bisa memiliki Aisya, gadis yang ia kagumi dan sukai sejak pertama kali melihatnya, tapi bukan seperti ini keinginannya.

Ia ingin berjuang dan berusaha mendapatkan cinta Aisya, bukan dengan cara di grebek begini. Dan satu lagi bagaimana reaksi sahabatnya Andra, Abangnya Aisya bila mengetahui hal ini. Reyhan benar-benar pusing, ia tidak dapat memejamkan matanya. Di liriknya Aisya yang tengah berbaring diatas ranjang, ia menarik nafas dan membuangnya perlahan. 

======

Pagi ini di rumah Aisya terasa berbeda dari biasanya, Aisya yang biasanya selalu ceria dan cerewet hanya diam saja. Dua Abangnya  belum mengetahui hal pernikahannya dengan Reyhan karena mereka sedang ada urusan pekerjaan di luar kota. Aisya berangkat sekolah seperti biasa tetapi kini ia di antarkan oleh Reyhan, karena motornya masih berada dibengkel. Sepanjang perjalanan tak ada kata yang terucap dari mulut mereka, Aisya dan Reyhan sama-sama diam.

Kini mereka sudah sampai di sekolah, Aisya turun dari motor Reyhan. 

"Nanti, pulangnya jam berapa??" Tanya Reyhan, akhirnya dia buka suara juga.

"Jam 3 sore," jawab Aisya

"Ya udah, nanti gue jemput." Kata Reyhan. Aisya ingin menolak tapi Reyhan dah keburu pergi aja. Kan gak ada akhlak tu anak.

Aisya berjalan memasuki gerbang sekolahnya. 

"Woy, melamun aja lo. Dari tadi gue panggil gak dengar-dengar," teriak Nisa pada Aisya.

"Lo tadi di antarin siapa,Sya??" Ujar Nisa yang mulai kepo

"Bukan siapa-siapa," ujar Nisa acuh

"Kayaknya yang tadi bukan Abang lo kan??" Tambah kepo dia, soalnya ini baru pertama kali dia melihat Aisya di antar cowok selain para Abangnya.

"Gak penting," sungut Aisya, sebab dia sudah pusing dengan nasibnya yang harus terpaksa nikah sama Reyhan. Di tambah lagi ini sahabatnya nanya terus. 

"Lo, kenapa sih?? Lagi dapet ya, lemas bener tu muka, kaya gak ada semangat hidup aja," cibir Nisa, yang melihat sahabatnya itu. 

"Sya," teriak Nisa sebab Aisya hanya melamun dan diam tanpa menjawab pertanyaannya.

"Eeh, apa??" Katanya kaget

"Nah, melamun lagikan ni anak."

====

Aisya sudah pulang sekolah dan dijemput oleh Reyhan. Kini mereka sudah berada di rumah. Aisya memasuki kamarnya, dan Reyhan mengekorinya.

Tok tok 

Terdengar suara pintu di ketok dari luar, Reyhan mendekati pintu dan ingin membukanya sebab Aisya sedang dikamar mandi berganti pakaian. Cekleekk (anggap aja lah suara pintu terbuka wkwk). Pintu terbuka Andra yang berdiri di depan pintu kaget saat mendapati Reyhan berada dikamar Adiknya. Ia pun langsung melayangkan bogeman dimuka Reyhan, dan Reyhan yang belum siap merima bogeman dari Andra pun terhuyung kebelakang.

"Ngapain lo di kamar adik gue??" Teriak Andra

"Jawab!!!"  

Reyhan berusaha bangun, namun Andra memberikannya bogeman lagi. Semua yang berada di rumah langsung berlari menuju kamar Aisya sebab mendengar suara ribut-ribut.

"Stop!!" Teriak Bu Dewi saat Andra ingin memukul Reyhan kembali. Andra menoleh kearah Bundanya. Aisya buru-buru keluar dari kamar mandi. 

"Astagfirullah," ucapnya saat melihat Reyhan hampir babak belur di hajar oleh Abangnya.

Bu Dewi dan Pak Ali membawa dan menyuruh mereka duduk di ruang keluarga. Pak Ali menjelaskan apa yang sudah terjadi, dan tentang pernikahan Aisya dan Reyhan. Andra dan Dimas sangat terkejut, mendengar penjelasan Ayah mereka.  Andra pun meminta maaf pada sahabat sekaligus adik iparnya yang sudah dia buat babak belur.

 Bersambung.....

 Terima kasih.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

AISYA ( INDONESIA )   Bab 28

Reyhan sampai di rumah sakit, ia berlari memasuki rumah sakit sambil menggendong Aisya. "Suster, tolong istri saya." Teriak Reyhan pada Suster yang berada di sana.Dengan sigap Suster tersebut menyuruh Reyhan membaringkan Aisya di sebuah brangkar, lalu mendorongnya menuju UGD. Saat sampai di depan pintu UGD, Reyhan ingin ikut masuk ke dalam tapi ditahan oleh perawat."Maaf, Pak. Bapak tidak bisa ikut masuk." Ucap perawat tersebut menahan tubuh Reyhan yang ingin ikut masuk."Tapi, Sus...?""Bapak berdoa saja semoga istri Bapak, baik-baik saja." Ucap Suster tersebut."Tolong istri saya Dokter." Kata Reyhan pada Dokter yang akan menangani Aisya. Sebelum pintu ruangan UGD itu ditutup.Reyhan segera menghubungi kedua orang tuanya dan mertuanya kalau mereka berada di rumah sakit. Ia takut terjadi apa-apa dengan istri kecilnya itu.Tak berapa lama, Pak Hadi dan Bu Rasti datang, mereka segera menghampiri Reyhan yang seda

AISYA ( INDONESIA )   Bab 27

Aisya bangun dari tidurnya, diliriknya Reyhan yang ada di sampingnya masih tidur nyenyak sambil memeluknya. Aisya memindahkan tangan Reyhan yang ada di atas perutnya. Dengan hati-hati Aisya turun dari ranjang, ia takut Reyhan akan terbangun. Aisya memakai jaketnya, kemudian ia mengambil dompet, serta kunci motornya. Aisya membuka pintu kamar pelan agar tak menimbulkan suara. Tadi abis Shalat shubuh mereka tidur lagi, sekarang baru jam 06.00 pagi. Aisya lapar, dia ingin makan bubur Ayam. Maka dia bangun dan pergi ke luar buat nyari bubur Ayam. Ia ingin pamit pada kedua mertuanya tapi sepertinya mereka masih pada tidur juga, jadilah dia pergi tanpa pamitan.Reyhan terbangun dari tidurnya, ia meraba-raba tempat tidur di samping, kosong. Lalu ia membuka matanya dan duduk. Reyhan turun dari tempat tidur, ia membuka kamar mandi ternyata kosong. Hmm ke mana istrinya ini. Tumben sekali pagi-pagi dah ngilang aja. Lalu

AISYA ( INDONESIA )   Bab 26

Aisya dan Reyhan sudah kembali ke rumah orang tua Reyhan. Pagi ini Aisya sibuk bantuin Mami Rasti bikin sarapan. Aisya bagian potong memotong dan Mami Rasti bagian masak memasak."Mi, Aisya bangunin Abang dulu, ya." Ucap Aisya saat kegiatan memasak mereka sudah hampir selesai."Iya, sayang." Sahut Mami Rasti.Aisya masuk ke kamar dilihatnya Reyhan sudah tidak ada di atas ranjang. Dibukanya pintu kamar mandi, di sana juga tak terlihat ada Reyhan. Lalu Aisya kembali lagi ke dapur menemui Mami Rasti."Mi, lihat Abang, gak?" Tanya Aisya pada Mami Rasti."Loh, bukannya tadi kamu mau bangunin, dia?" "Iya, Mi. Tapi Abangnya dah gak ada di kamar, Aisya cari di kamar mandi juga gak ada." "Lah, ke mana itu anak." Seru Mami Rasti."Tadi pas Aisya bangun, Abang masih tidur di kamar." "Coba, kamu cari di halaman belakang, deh!" Usul Mami Rasti."Iya, Mi." Aisya berjalan ke arah halaman belakang r

AISYA ( INDONESIA )   Bab 25

Aisya terbangun dari tidurnya, ia melirik jam yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya, jam 01.30 dini hari. Lalu pandangannya beralih pada Reyhan yang sedang terlelap di sampingnya. Aisya membuka selimutnya, lalu ia berjalan ke luar dari kamar. Tujuannya adalah dapur, perut Aisya merasa lapar. Aisya membuka kulkas, tidak ada makanan yang bisa dimakan. Pandangannya jatuh pada telur yang berjejer rapi di kulkas. Aisya mengambil sebiji telur dan sayur sawi hijau. Kemudian dia mengambil sebungkus mie instan di lemari. Dia ingin membuat mie saja biar lebih praktis dan cepat matengnya, karena cacing di perutnya sudah berteriak kelaparan minta dikasih makan.Saat Aisya sedang memasukan bumbu mie kedalam panci yang sudah berisi telur, sayuran, dan mie. Sepasang tangan kokoh melingkar di perutnya. Aisya berjengkit kaget karenanya."Kamu ngapain, yang?" Ucap Reyhan"Iss, ngagetin aja, deh." "Kamu, lapa

AISYA ( INDONESIA )   Bab 24

Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman rumah orang tua Aisya. "Abang, benaran nih, gak turun dulu?" Tanya Aisya pada Reyhan."Gak, sayang. Abang ada meeting penting pagi ini takutnya nanti telat." "Ya, udah deh." Aisya mencium punggung tangan Reyhan lalu dibalas dengan kecupan di kening oleh Reyhan."Bilangin ke Bunda sama Ayah, ya. Abang gak bisa mampir soalnya buru-buru." "Iya, Bang. Nanti Aisya bilangin. Abang hati-hati ya." Aisya membalikkan badannya dan tangannya sudah bersiap untuk membuka pintu mobil, tiba-tiba ditarik oleh Reyhan. "Kenap,,,,, hmmppt." Belum selesai Aisya bertanya, Reyhan sudah lebih dulu menyambar bibir mungilnya, bibir yang bikin Reyhan ketagihan. Reyhan melumat bibir Aisya dengan lembut, tetapi lama kelamaan ciumannya semakin panas dan menuntut untuk lebih. Reyhan yang tersadar dari ingatannya bahwa dia harus segara k

AISYA ( INDONESIA )   Bab 23

Aisya memandang dua orang yang berada di depannya dengan perasaan kesal. Ingin sekali dia menyiram wajah perempuan yang bernama Dina tersebut dengan kuah bakso yang dia makan. Enak saja main rangkul-rangkul suami orang. "Rey, ngapain di sini? sama siapa ke sini?" Tanya Dina dengan suara manjanya. Gak liat apa bininya segede gaban gini di depannya masih nanya lagi batin Aisya. "Loe gak lihat gue lagi makan, sama istri gue lah." Sahut Reyhan, ia jengah melihat tingkah Dina yang bergelayut manja di lengannya apalagi ini ada Aisya, istrinya. Reyhan pun melepaskan tangannya dari rangkulan Dina."Sejak kapan Rey Selera makan kamu pindah ke tempat beginian?" Ucap Dina, sambil memandang Aisya dengan tatapan mengejek. "Ya, suka-suka gue lah." "Iss, kamu berubah banget deh, apa habis kenal cewek ingusan ini loe jadi berubah?" Ucap Dina, sambil menunjuk Aisya.Ingin sekali rasanya Aisya mematahkan telunjuk Dina yang menunju

AISYA ( INDONESIA )   Bab 10

"Mami." Seru Reyhan kaget.Reyhan dan Aisya langsung melepaskan pelukan mereka. Aisya juga lupa kalau ada Bu Rasti masih berada di sana. Ia jadi kikuk dan menundukan wajahnya. Agak sedikit malu-malu meong."Kok mami bisa di sini?" Ujar Reyhan yang membuat mata Bu Rasti melotot kearahn

AISYA ( INDONESIA )   Bab 9b

Lanjutan Bab 9 ya, kemaren langsung kepencet publish gara-gara batrei hp saya low. Mau mengedit layarnya kok gak bisa geser jadi ya sudah lanjutnya di sini saja. Eh malah curhat lagi. Ya udah nih lanjutannya.======="Sini, biar Abang bantu," Reyhan dengan sigap mengambil d

AISYA ( INDONESIA )   Bab 9

Aisya terbangun dari tidurnya karena merasa perutnya lapar, ia melirik jam yang menempel di atas didinding, sudah jam 9.00 malam. Aisya mengedarkan pandangan tak ditemuinya Reyhan. Ia pun melangkah keluar dari kamar dan tetap sama, ia tak menemukan Reyhan.'Apa dia belum pulang sejak dari t

AISYA ( INDONESIA )   Bab 8

Reyhan duduk di tepi ranjang sambil meringis memegang sudut bibirnya yang berdarah, Aisya datang membawa kotak P3K. Ia mendekati Reyhan dan membantu mengobati luka suaminya itu dengan pelan."Maafin, bang Andra ya, Bang." Ujarnya. Ia merasa tidak enak karena dia Reyhan sampai bab

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy