GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of Driving Me Mad: Chapter 11 - Chapter 16

Home /  All /  Driving Me Mad /  Chapter 11 - Chapter 16
16 Chapters

Part 10 : Peevish

Shine melangkah keluar kamar mandi dengan hati yang berdebar. Tangannya kuat memegang kimono mandinya karena ia tidak memakai sehelai benangpun di dalam kimono itu.Dilihatnya Daffa berdiri di depan cermin, tengah sibuk memakai jam tangan."Ah, kau sudah selesai?" tanya pria itu menyadari keberadaan Shine."Ya." Shine memperhatikan Daffa, suaminya itu memakai t-shirt maroon polos dan memakai celana
Read more

Part 11 : Someone

"Jadi dia tidak pernah menyentuhmu sampai sekarang Shine?" tanya Sophie setelah selesai mendengarkan curahan hati Shine.Shine mengangguk tak teratur kemudian kembali meminum birnya.Jane merebut gelas Shine."Sudah sebulan lebih, sejak pesta itu, dan kau masih perawan hingga saat ini?" Sophie tertawa geli, ia terlihat mengejek."Pasti karna dadamu yang rata itu, Shine,"
Read more

Part 12 : Plans

"Kau sudah sampai, sayang?"Daffa memeluk Ema erat begitu melihat wanita paruh baya itu menyambutnya."Ibu akan pergi?" tanya Daffa melihat pakaian Ema yang sangat rapi. Ia melepaskan pelukannya."Ya, kami akan pergi makan malam bersama, undangan rekan bisnis ayahmu."Daffa celingukan. "Dimana ayah?"
Read more

Part 13 : Other Side

Setelah baru saja mendarat, Daffa membuka ponselnya ketika sudah duduk dalam mobil yang menjemputnya. Ia memijat-mijat dahi karena kelelahan. Ada dua panggilan tak terjawab dari Shine siang tadi, sebelum penerbangan. Daffa terburu-buru untuk sampai ke bandara kerena sedikit terlambat, jadi ia tak sempat mengangkat telpon Shine. Dan ketika di dalam pesawat ia segera menon-aktifkan ponselnya.Daffa menekan nomer Shine untuk balik menghubunginya.Sampai dering terakhir tidak ada jawaban dari seberang, ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku.
Read more

Part 14 : Deal for Mission

"Kau ternyata sangat pintar memberiku kejutan kak, dan selera humormu memang sangat baik. Aku pulang.""Shine ..."Daffa menarik lengan Shine ketika ia berbalik, hingga gadis itu kembali menghadap ke arahnya."Kau bercanda kan, kak?" tanya Shine menatap Daffa lekat-lekat. "Kau ingin kita tinggal di apartemen yang hanya seluas ruang keluarga kita ini?" lanjutnya sedikit geram.
Read more

Part 15 : Embarrassed

"Lain kali, jangan menyentuhku dengan tiba-tiba, Shine," ucap Daffa tanpa memandang Shine.Pria itu buru-buru pergi meninggalkan Shine yang mematung, bukan ke meja makan, tetapi ke dalam kamar mereka, satu-satunya ruangan yang ada dalam apartemennya kecuali kamar mandi.Di dalam Daffa memegangi dadanya yang berdebar kencang setelah menutup dan mengunci pintu.Keringat dingin keluar dari dahinya.
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy