GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of Kapan Hamil? (Indonesia): Chapter 11 - Chapter 15

Home /  All /  Kapan Hamil? (Indonesia) /  Chapter 11 - Chapter 15
15 Chapters

Hasil dari Perbuatan Masa Lalu

      Virna dan Tiger sedang berada di ruangan Hilma. Seperti biasa, Tiger bersikap tenang setenang wajahnya yang tampan dengan rahang kokoh. Sedangkan Virna, dia sedang harap-harap cemas. Tangannya berkeringat sambil memperhatikan dokter kandungan yang ada di hadapannya itu.      Hilma terlihat serius membaca laporan kesehatan Tiger yang ada di tangannya sembari sesekali membetulkan kacamatanya yang bertengger di hidungnya yang cukup tinggi untuk ukuran orang Indonesia. Dia tak mau melewatkan satu huruf pun. Apalagi, laporan ini adalah harapan dari sahabatnya sendiri.     "Semuanya normal," kata Hilma begitu selesai membaca laporan kesehatan Tiger. Tak ada yang salah. Pria yang duduk di hadapannya itu tidak kekurangan satu apapun. Kesehatan fisik dan psikis juga oke. Tak ada masalah.    &
Read more

Saling Memaafkan

      
Read more

Cinta yang Tak Pernah Hilang

     Selepas kepergian Virna, Firman menceritakan tentang keinginan mantan istrinya pada Rini bahwa Virna ingin membantu membiayai operasi Cica. Rini yang  baru saja mendudukkan tubuhnya di atas tikar pun justru terlihat kelelahan sekaligus kesal. Cica baru saja tidur setelah menangis sesorean. Ruangan rumah sakit itu berisikan tiga ranjang. Untung saja yang dua lainnya belum terisi. Jadi, mereka tidak terganggu dengan tangisan Cica.       "Mas lupa kalau mantan istri Mas lah yang membuat hidup kita jadi melarat seperti ini?" tanya Rini jengkel seolah dia lupa, bahwa dirinya lah yang merusak rumah tangga Virna dan menjadi orang ketiga diantara mereka.       "Sudah lah, Rin. Virna tidak boleh disalahkan atas apa yang terjadi di hidup kita. Yang terpenting sekarang adalah Cica."     "Mas masih cinta sama dia?" tanya perempuan yang sedang hamil tiga bulan itu
Read more

Karena Ibu Adalah ....

     "Mbak Virna itu terlalu baik dan murah hati!" protes Tara yang sedang menyusui Ares dan Hermes. Ares menyusu pada payudara Tara di sebelah kanan dan Hermes di sebelah kiri.      Kegiatannya sehari-hari selain menyusui ya mengajak anak kembarnya bermain. Kalau yang satu nangis, yang lain ikutan nangis. Yang satu ngompol, ketiganya ikut ngompol. Kalau yang satu sakit, yang lainnya ikut sakit selang beberapa hari kemudian. Anak kembar memang istimewa. Unik. Tubuh mereka seolah menjadi satu terutama emosinya. Tetapi, selain keistimewaan itu, Tara juga kerepotan mengurus mereka meskipun dibantu oleh baby sitter dan juga suaminya. Mau gimana lagi? Ares, Hermes, Ades dan Cleopatra adalah anak-anaknya. Bukan anak baby sitter.      Jadi, yang paling banyak mengurus si kembar adalah dirinya dan juga Raymond. Bukan baby sitter! Dikira mudah mengasuh anak? Itu sebabnya dia yang paling pertama protes saat
Read more

Tiger, Don't Die!

       Pyar!         Suara gelas yang terjatuh ke lantai pun membuat Tara tersentak. Dia sedang mengambil air minum di dapur tapi gelas yang ada di tangannya melesat begitu saja dan menghantam lantai. Perasaannya jadi tak enak. Ada hal ganjil yang menyusupi dadanya. Tak biasanya dia seperti ini. Apalagi, tangannya sampai terlihat gemetar seperti orang yang sedang kedinginan        Bibi yang mendengar suara sesuatu yang pecah pun langsung lari tergopoh-gopoh padahal dia sedang bermain-main dengan Ares yang baru saja selesai dimandikan oleh perawat.        "Haduh, Non. Non Tara  tidak apa-apa, kan?" tanya Bibi cemas tapi Tara tak menyahut karena pikirannya sedang kalut.         "Non? Non tidak apa-apa, kan?" tanya Bibi sekali lagi dan akhirnya suara Bibi membangunkan Tara yang masih diam t
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy