GoodNovel

Téléchargez gratuitement le livre sur l'APP

Télécharger
Rechercher
Bibliothèque
Feuilleter
Romance法语HistoireUrbanLoup-garouMafiaSystèmeFantaisieLGBTQ+arnoldMM Romancegenre22- 法语genre26-FrançaisFrançaisgenre27-请勿使用FrançaisFrançaisgenre28-FrançaisFrançais
Histoire Courte
CielMystère et suspenseVille moderneSurvie à la fin du mondeFilm d'actionFilm de science-fictionFilm romantiqueViolence sanglanteRomanceCampusMystèreImaginationRenaissanceAmour réalisteLoup-garouespoirrêvebonheurPaixAmitiéIntelligentHeureuxViolentDouxPuissant红安Massacre sanglantMeurtreGuerre historiqueAventure fantastiqueScience-fictionGare
CréerAvantage écrivainConcours

Tous les chapitres de Dream Boy (Indonesia) : Chapitre 1 - Chapitre 10

Accueil /  All /  Dream Boy (Indonesia) /  Chapitre 1 - Chapitre 10
14 Chapitres

Prolog

   Namaku adalah White Rose, aku putri tunggal dari pasangan Kelvin White dan Johanna Taylor. Ayahku bekerja sebagai Kepala Manager di sebuah perusahaan pertambangan emas besar milik keluarga Phantom. Ibuku seorang ibu rumah tangga dan bertugas merawatku. Meskipun ayah sangat sibuk, beliau akan mengabaikan pekerjaan saat sedang berkumpul dengan keluarga kecil kami.    Orang bilang wajahku benar-benar mirip dengan ibu,  bentuk
Read More

Chapter 1: Trio Harry Potter

Rose POV bagian 1   “Hmm, apa sudah sempurna ya?”   Kata seorang gadis cantik berambut pirang di depan cermin kamarnya, beberapa kali gadis itu masih merapikan tatanan rambutnya dan baju yang ia kenakan. Ia memutar-mutar tubuhnya di depan cermin berkali-kali sampai ia tidak menyadari kalau jam sudah hampir menunjukkan pukul tujuh pagi.   Tiin.. tiin..
Read More

Chapter 2: Perkenalan Bagian 1

   Rose POV Bagian 2  “Jaga diri baik-baik, sayang” pesan ibuku saat mobil kesayangan milik ayah sudah sampai di depan gedung sekolah.  “Pasti, Rose sayang ayah dan ibu”  “Ayah bakal kangen banget sama princessnya ayah” ucap ayah dengan mimik wajah sengaja mengerut sedih.  “Hahaha, Rose akan hubungi kalian setiap hari” ucapku lalu mengecup pipi kedua orangtuaku.   Aku melambaikan tangan pada mobil kedua orangtuaku yang melaju semakin jauh dari pandanganku, mereka tidak langsung pulang tapi seperti yang kalian tahu mereka mengantar barang-barangku ke asrama. Rumahku memang masih satu kota dengan sekolah tapi perjalanan dari rumah ke sekolah membutuhkan waktu satu jam.   Akhirnya ayah
Read More

Chapter 3: Perkenalan Bagian 2

“Nico” panggilku pelan.“Ya?”“Apa tidak sebaiknya kita langsung masuk kelas saja?” saranku pelan saat kami hampir sampai di parkiran motor.“Kamu mau ke kelas aja? Ayo deh balik!” Nicolas berbalik arah menuju kelas kami.“Nico!” sapaan ini menghentikan langkah Nicolas.Seseorang berjalan dari arah parkiran sekolah mendekati kami, senyumnya mengembang sempurna saat melihatku. Jujur saja aku tidak bisa memutuskan harus tersenyum atau tetap memasang wajah tegang seperti ini. Senyumnya sungguh melelehan hatiku.“Pagi Rose” sapanya hangat.“Selamat pagi, Daniel” jawabku tersipu malu.Namanya Daniel Carter, dia adalah anak tunggal dari pemilik Carter’s Hospital. Ayahnya pemimpin tertin
Read More

Chapter 4: Perkenalan 3

   “Selamat pagi” sapanya ramah.   “Pagi Robbin” jawabku pelan.   “Robbin, aduuh aku kangen berat sama kamu” Shella memeluk tubuh Robbin erat.   “Bagaimana kabar kalian?” tanya Robbin menahan sakit akibat pelukan maut Shella.   “Aku dab lainnya baik baik, kamu bagaimana?” tanyaku ganti.   Sebenarnya aku duduk sebangku dengan Vic lalu Robbin dan Shella duduk di belakang kami. Jika dilihat-lihat tempatku sangat dekat dengan Daniel, sedari awal masuk SMP letak duduk kami tidak pernah berubah karena inilah posisi ternyaman bagi kami.   Ku lirik sebelahku terdapat Daniel sedang asyik ngobrol dan bercanda dengan Sam dan Leo. Sedangkan Nicky, dia masih tersiksa dengan ulah manja Vic.
Read More

Chapter 5: Black Devil

“Huh, ..!! Mareka lagi, wajah-wajah paling menjijikkan yang pernah ku temui!”Brakk,.. salah seorang dari mereka menendang meja tempat Daniel duduk.Kyaaa… kyaaaa… teriakan ketakutan para gadis di kelas makin membuat suasana makin mencekam.“Hei, hei Ben, bisa sopan sedikit nggak sih? Baru datang sudah bikin ribut!” kata Nicky kesal.“Diam kau, pecundang! Urus saja penyihir di depanmu itu!” kata salah seorang yang memiliki badan paling besar dari mereka sambil memandang jijik pada kelakuan Vic yang masih duduk di pangkuan Nicky.“Vic, kamu sini” Shella akhirnya menarik tangan Vic pelan agar menjauh dari Nicky,
Read More

Chapter 6: Orientasi Siswa Bagian 1

   Pagi ini sangat cerah, beberapa awan nampak bergumul indah menghiasi birunya langit. Suasana sekolah yang harusnya tenang mendadak ramai karena hari ini masa orientasi siswa baru. Beberapa anak dengan seragam sekolah lama masih berkeliaran melihat-lihat isi sekolah baru mereka.   Frans selaku ketua OSIS terlihat sangat sibuk memberikan arahan pada anggota OSIS lainnya. Ia berjalan kesana kemari sebelum upacara sambutan Ketua Umum sekolah ini berlangsung. Normal 0 false false
Read More

Chapter 7: Orientasi Siswa Bagian 2

  “Dimana cucu kesayanganku?” tanya Phantom ketika memasuki markas Black Devil.   “Kakek, bisa tidak kalau masuk ke tempat orang sopan dikit. Lagian dia sedang ikut acara orientasi sekarang” kata Danny protes.   “Danny, bawa dia kesini sekarang juga! Kake
Read More

Chapter 8: Geng Angels

Bel masuk akhirnya berbunyi, semua siswa baru berbaris rapi di dalam aula sekolah. Tak terkecuali Jes dan Gwen, beberapa anak sempat bertanya-tanya dengan apa yang akan mereka lakukan di dalam aula ini.“Selamat siang, semuanya. Perkenalkan nama saya Jasmine Swan, kalian bisa panggil miss Jasmine” ucap seorang guru cantik dengan baju senam yang terlihat ketat dan seksi dari atas podium aula.“Hari ini saya akan menjelaskan sedikit tentang kegiatan yang akan diikuti selama kalian belajar disini, tidak hanya ekstrakurikuler yang harus kalian ikuti tapi ada beberapa kegiatan seperti peringatan hari Valentine, Dance Party atau pesta lain yang rutin diadakan oleh sekolah” ujarnya menjelaskan panjang lebar.“Waaaaaahhhh” teriak para siswa baru, mereka tidak mneyangka sekolah mengadakan hal menyenangkan untuk siswanya.“Untuk itu ka
Read More

Chapter 9: Pertemuan

“Menjengkelkan, dasar gadis kurang ajar. Mentang-mentang cantik, berani sekali dia menolak ajakan kita” ucap Vic bersungut-sungut saat mereka berada di dalam ruang keperluan dansa.“Kan tadi sudah ku bilang, tidak semua gadis mau bergabung dengan geng kita. Kalian tidak mendengarkan aku” bantah Robbin, tangannya mengambil beberapa sepatu high heels dari rak sepatu.“Sebenarnya aku tidak keberatan kalau kita menambah anggota lagi. Ini bisa jadi pelajaran untuk kita, lain kali kita lebih sopan saat mengajak anggota baru” ujar Rose pelan.“Hah, kita sudah berbaik hati mau mengajaknya bergabung dengan kita Rose. Anak kurang ajar itu saja yang tidak tahu berterima kasih” bantaj Shella.“Lagi pula aku sudah nyaman hanya kita berempat saja, tidak perlu menambah anggota lagi karena aku yakin mereka tidak akan bertahan den
Read More
Page précédente
Page suivante
Télécharger le livre
Genres populaires
Romance法语HistoireUrbanLoup-garouMafiaSystème
Contactez-nous
à propos de nousHelp & SuggestionCoopération
Resources
Télécharger AppsAvantage écrivainPolitique de contenuKeywordsRecherches populairesLes critiques de livresFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Communauté
Facebook Group
Suivez-nous
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Mode d'emploi|Politique de confidentialité