GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of PERFECT HUSBAND [INDONESIA]: Chapter 21 - Chapter 30

Home /  All /  PERFECT HUSBAND [INDONESIA] /  Chapter 21 - Chapter 30
40 Chapters

Dua Puluh

Zuhra menarik Dirgam duduk, meski terlihat ogah-ogahan, tapi pria itu tidak menolak. Setelahnya Zuhra berlalu menuju dapur dan kembali dengan segelas air putih dan kotak P3K.“Diminum, biar nggak emosi.”Dirgam menerima gelas dari Zuhra dan langsung menghabiskan isinya hingga tandas. Memang sedari tadi dia merasa panas dan gerah sehingga memutuskan untuk mandi. Apalagi setelah melihat sesuatu yang membuat otaknya semakin memanas.Zuhra kembali mendekat dengan handuk ditangan kanannya. Dirgam yang duduk di pinggir kasur memudahkan gerakan Zuhra yang hendak mengeringkan rambut pria itu.Dirgam diam saja saat rambutnya diusap berulang-ulang hingga acak-acakan dengan handuk oleh istrinya. Kegiatan Zuhra yang memperlakukan dirinya seperti anak kecil ini membuatnya merasakan desiran halus di hati. Ada perasaan senang karena diperhatikan, mugkin karena dulu dia tidak pernah merasakan ini.“kasurnya basah,” omel Zuhra.Dirgam menahan Zuhra yang hendak men
Read more

Dua Puluh Satu

Zuhra meletakkan kembali segelas cokelat panas di atas meja. Hatinya bimbang ingin memberikannya pada Dirgam atau tidak. Di luar sana sedang turun hujan, jadi sangat wajar jika cuaca saat ini begitu dingin. Namun bukan itu masalahnya, sikap dan perilaku Dirgam-lah yang membuat Zuhra ragu-ragu.Sepulangnya orang tua Dirgam beberapa jam yang lalu, gerak-gerik pria itu mulai berbeda. Tepatnya setelah Dirgam dan papanya berbicara empat mata dengan serius. Zuhra tahu itu karena sempat mencuri pandang saat Mama Vera mengajak melihat-lihat peralatan bayi yang dibawanya.Sejak itu Dirgam jadi lebih banyak diam, terkadang juga melamun sendirian. Dengan memantapkan hati dan langkah, Zuhra berjalan menaiki tangga dan berbelok ke lorong kanan tempat di mana Dirgam menghabiskan waktu setelah ditinggal pulang kedua orang tuanya.“Mau apa?”Zuhra terperanjat, pasalnya dia tak ingat sudah berapa lama dirinya berpikir antara mengetuk pintu atau tidak hingga tak sadar bahwa sa
Read more

Dua Puluh Dua

Cukup lama Zuhra tercenung, ucapan Dirgam mengandung banyak arti yang sulit diterjemahkan untuk ukuran gadis bodoh seperti dirinya.Dengan langkah tergesa ia menyusul Dirgam, kali ini tanpa berlari karena ia sangat-sangat sadar itu tidak baik bagi kesehatan kandungannya.Namun, Zuhra harus merasa kecewa karena Dirgam tak lagi ada di kantornya. Pria itu hanya meninggalkan pesan pada supir untuk mengantarkan Zuhra pulang ke rumah.Bukannya menurut, wanita itu malah bertanya pada siapa pun yang ditemuinya, bahkan petugas kebersihan sekalipun., dan tentu saja mereka semua menggelengkan kepala, bos mereka tak seramah itu hingga bisa membagi hal khusus pada mereka. Bahkan Winda yang notabenenya adalah sekretaris Dirgam tak tahu menahu ke mana bosnya itu pergi karena jadwal Dirgam saat ini memang sedang kosong.Zuhra jengkel, Dirgam ini lama-lama seperti perempuan, selalu lari dari masalah. Pengecut!Dia belum tahu saja apa yang bisa dilakukan oleh wanita hami
Read more

Dua Puluh Tiga

 Zuhra duduk menyilangkan kaki, tangannya terlipat di dada, matanya menuntut penjelasan. Di depannya Dirgam duduk dengan tenang, tanpa rasa tegang sedikit pun yang terlihat.“Rumah pohon yang selalu kamu lewati setiap pulang sekolah ingat?” tanya pria itu.
Read more

Dua Puluh Empat

 Zuhra terbelalak kaget, gerakannya terhenti seketika. "Adik … kandung
Read more

Dua Puluh Lima

Zuhra merasakan sengatan sakit di kepalanya menusuk seperti ribuan jarum, membuatnya langsung mengerutkan dahi menahan pusing. Matanya perlahan terbuka meski masih terasa begitu berat. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah seorang Dirgam Arhab yang sedang menundukkan kepala begitu dalam. Ia melirik ke sekelilingnya membuat Zuhra sadar bahwa saat ini dia sudah berada di dalam kamar mereka. Zuhra mengernyit bingung, seingatnya tadi dia masih berada di rumah keluarga besar Dirgam, sedang memandangi foto ... ah, ya foto.“Mas ....”
Read more

Dua Puluh Enam

 Zuhra duduk termenung sendiri di kamar. Makanan yang dibelinya di supermarket tadi pun tak tersentuh sama sekali.Kely Adriana, nama itu terus saja berputar di pikirannya. Bahkan sampai jarum jam menunjukan pukul sembilan malam kantuk tak juga menghampirinya. Ditambah lagi sang sumber masalah kegelisahan Zuhra belum juga pulang, siapa lagi kalau bukan Dirgam Arhab.
Read more

Dua Puluh Tujuh

 Dua puluh tahun lalu Dirgam masihlah seorang bocah kecil yang begitu ceria dan semangat. Dia selalu menikmati apa saja pelajaran baru yang didapatnya dari ayah, ibu, dan lingkungan sekitarnya.Hidup di desa membuatnya selalu mencintai udara segar di pagi hari, hangatnya cahaya mentari, serta ramahnya lingkungan sekitar. Ayahnya adalah seorang petani yang begitu hangat dan penyayang, ibunya yang begitu cantik dan murah senyum membuat suasana rumah selalu tenteram meski hidup mereka pas-pasan.
Read more

Dua Puluh Delapan

 “Kamu nipuin saya?” desis Dirgam kesal karena mengira Zuhra mengelabui dirinya dengan pura-pura tidur.Zuhra tersenyum geli, hilang sudah rasa kesal dan amarahnya tadi karena perdebatan mereka.
Read more

Dua Puluh Sembilan

 Zuhra meletakkan secangkir kopi panas di hadapan pria tua yang bergaya seperti anak muda itu.“Uuh, hitam pekat.” Sang kakek mengernyit tak suka. “Kopi ini sama seperti omongan suami kamu, pahit
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy