GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest

All Chapters of Guten Tag Mommy (Indonesia) : Chapter 1 - Chapter 10

Home /  All /  Guten Tag Mommy (Indonesia) /  Chapter 1 - Chapter 10
75 Chapters

Kapitel 1 : Permainan David

Hatiku sangat hancur, membaca pesan itu. Seorang Gerald, benar-benar marah padaku. Aku tidak tahu lagi, bagaimana nasibku ke depan. Entah salah langkah atau tidak, yang pasti aku melakukan semua ini demi kebaikan semuanya dan masa depannya.Anakku. Aku mengelus perutku, aku akan bertahan hidup demi anakku. Karena berusaha bagaimana pun, aku dan Gerald tidak ditakdirkan bersama. Tidak apa, yang penting Gerald bisa bebas dan bisa melanjutkan kuliahnya. Semua ini, kulakukan demi kebahagiannya.David, mengajak pulang kerumahnya. Aku hanya mengikut, permainannya. Karena aku telah kalah. Dia begitu licik, dan pandai memanfaatkan situasi."Udah jangan nangis lagi, kita akan berbahagia." Kata David lagi menghapus air mataku ketika aku turun dari motor miliknya. Aku tak menghiraukan dirinya, dia setan, dia iblis.
Read more

Kapitel 2 : Gerald Murka

Warning!!!! Ada banyak kata kasar dan tidak pantas. Bagi, yang tidak suka kata kasar boleh diskip aja.  "You son of a bitch!""WHAT THE HELL. YOU TWO ARE DOING!" teriak Gerald begitu melihatku muncul. Mungkin melihat penampilan kami yang sama-sama berantakan apalagi David yang bertelanjang dada."WHO THE HELL, YOU THINKING YOU'RE!" Gerald sangat marah. Wajahnya sudah sangat merah menahan amarahnya. David dengan santai melihat Gerald yang sedang emosi. David meletakan tangannya di dada, dan menatap Gerald mencemooh. Aku hanya bersembunyi, ngeri melihat Gerald yang murka. Aku takut-takut melihat menatap Gerald, ia langsung menatapku tajam, kilatan marah di netra hijau itu terlihat jelas. Aku tak berani menatap Gerald.
Read more

Kapitel 3 : Kancil dan Rusa

Aku benar-benar dianggap pelacur murahan. Dengan laknatnya, Gerald memperkosaku di dalam mobil tersebut. Dan memperlakukanku dengan sangat kasar, aku seperti binatang di matanya. Ketika aku berontak, dia menarik rambutku dengan kasar sampai-sampai dia ingin meludahi aku. Sudah begitu, ia tetap saja menggagahiku. Gerald benar-benar kejam!Hatiku sangat hancur. Aku hanya bisa menangis dan menangis. Sebaiknya aku mati saja, daripada diperlakukan seperti ini. Seluruh tubuhku dikasih tanda merah. Aku lebih baik diiris-iris pakai pisau kulitku daripada dikasarin. Gerald memeperkosaku dengan brutal, seperti binatang yang datang musim kawin. Ia bahkan, tak mendengarkan teriakanku. Padahal, aku sudah memohon padanya agar berhenti, tapi laki-laki sial itu terus saja, melakukan nafsu bejatnya. Ia melakukan dengan sangat kasar.Beberapa kali aku menendangnya. Bodo amatlah, mau durh
Read more

Kapitel 4 : Blowjob

Warning!!!Agak vulgar..Kalau tidak suka, bisa diskip aja :*________________________________Hari ini, aku ingin bermanja-manja dengan suamiku setelah pendeklarasian kami. Sudah lama aku tidak bermanja-manja dengannya. Karena setiap hari hanya diisi dengan pertengkaran dan tangisan. Aku juga tak tahu, kapan Gerald pulang lagi ke Jerman. Tapi, aku benar ingin mengikutinya kesana."Gerald kapan kamu pulang Jerman?" Aku sedang duduk bersandar di kepala ranjang Gerald yang luas. Gerald berbaring di pahaku, aku meremas-remas rambut tebalnya."Bareng kamu?""Pasport aku itu belum pasti, ngurus visa juga belum."
Read more

Kapitel 5 : Gerald's Revenge

Sambungan dari POV Gerald di GWM - Gerald's Feeling Warningg!!! Adult Content!!Gerald's POVFlashback_________________________________Ok Rara, let's play the game. You with your guy. I'm with many girls here.Malamnya, aku benar-benar pergi ke pesta temannya Eloy. Aku ingin merasakan kebebasan juga. Eloy sering sekali mengajakku pergi pesta, tapi aku malas untuk bermasalah, ditambah aku tak bisa menjadi manusia normal, aku selalu mabuk jika mencicipi sedikit alkohol. Daripada berakhir memalukan, lebih baik aku tak pergi. Tentu aku bisa diejek, seorang lelaki tampan dan ganteng membahan sepertiku, tak bisa menjadi manusia normal karena pusing mencium bau alkohol. Payah! Padah
Read more

Kapitel 6 : Jerman I'm Coming

Jerman I'm coming.Akhirnya aku akan melihat dunia luar seperti impianku.Semua dokumen yang dibutuhkan untuk berpergian ke luar negri telah beres dalam waktu tiga hari. Semua Gerald yang mengurus, aku hanya duduk manis dan difoto.Bundaku tetap tidak mengizinkan pergi, tapi aku tetap keras kepala dan ngotot untuk pergi. Aku benar-benar tidak ingin berniat untuk tinggal di lingkungan tempat tinggalku. Aku merasa sudah tidak nyaman. Bunda marah, dan tetap tidak mau untuk mengantarkanku ke bandara. Padahal, bunda tahu bagaimana pemderitaanku saat Gerald pergi. Harusnya bunda bisa legowo melepaskanku. Terkadang, aku tak mengerti dengan jalan pikiran bunda.Akhirnya adikku yang mengantar. Air mataku turun, aku akan merindukan bunda dan adikku.Aku memeluk Aldo sam
Read more

Kapitel 7 : Gerald's Girlfriend

"Bunda-""Iya nak?" Air mataku tumpah ruah. "I miss you.""Bunda juga rindu.  Jaga diri baik-baik. Jaga kesehatan, jaga anaknya." Air mataku semakin deras. Aku merindukan bundaku. Dan selalu saja, pesan ini yang bunda sampaikan. Ya, bunda perhatian. Tapi aku merasa bunda seperti tak yakin padaku, aku bisa mengurus diri. Padahal, aku sudah dewasa, sudah menjadi istri orang dan mom to be. Kenapa, buda harus takut? Aku bisa bertanggung jawab terhadap diriku sendiri. "Iya bunda. Bunda jangan sedih ya. Rara bisa menjaga diri disini." kataku meyakinkan bunda. "Iya, nggak, bunda nggak sedih. Bunda khawatir, kamu di tempta orang jauh." Meski bunda bilang tidak, tapi aku tahu bunda sedang bersedih sekar
Read more

Kapitel 8 : Rara dan Hipotermia

Gerald's girlfriend.How I missing something here? I glance kill for Gerald to confirm this."I'm sorry Alle. Rara is my wife." Gerald mencoba menenangkan, dari keadaan yang sudah memanas. Ini tak bisa dibiarkan. Bagaimana mungkin lelaki sial ini, bermain-main di belajangku. Di tambah, cewek sial ini, dengan percaya diri mengaku dia pacar Gerald."Wife? Really? Are you fucking kidding me again?" pekik si pirang."Yeah, I just want you to introduce with my beatiful woman in the world.""Bullshit!" I scream and throw remote to Gerald. Remot itu tepat mengenai wajah Gerald dan ia berhasil menangkap remot tersebut, sebelum semuanya berderai.
Read more

Kapitel 9 : Hasil USG

"Kamu kenal Alicia itu siapa?" Gerald menengang."Nggak!" Jawabnya gelapan dan salah tingkah. Berarti semua hanya mimpi burukku saja."Yaudah tidur yuk." Ajak Gerald."Hei, makanan kamu belum habis. Habiskan biar Rara kemas semuanya dan cuci." Kulihat Gerald sudah tidak berselera lagi.Aku mengemas semuanya, dan mencuci piring-piring yang kotor dan peralatan buat masak tadi. Setelah selesai, kulihat Gerald masih melamun. Dan kulihat makanannya masih sama seperti tadi kutinggalkan. Dia bertingkah aneh. Apa Gerald sakit perut, karena aku memasak yang tidak steril?"Jadi masih mau makan nggak?" tanyaku lagi, melihat Gerald yang masih melamun."Eh?""Masih mau ma
Read more

Kapitel 10 : Bermain Api Cinta

Aku ingin mengerjai Gerald. Aku tidak sakit perut. Tapi aku hanya capek, sedang tidak berselera untuk melayaninya sekarang. Tapi, aku tiba-tiba merasa berdosa setelah melihat dia panik. Selalu saja, bertingkah bodoh yang membuat kami sama-sama terluka."Sakit? Kenapa? Keram?" tanya Gerald panik.Aku menggeleng. "Nggak tahu sakit aja. Biarkan aku istirahat, kamu boleh pergi kuliah." Kataku dengan suara lemah, agar meyakinkan. Tapi rasa bersalah, terus menghantamku."Aku nggak bisa, nanti kamu kenapa-kenapa. Kayak semalam." Gerald menyugar rambutnya, dan wajahnya begitu ketakutan."Nggak papa, nanti kalau sakit atau apa aku telpon aja. Tapi kamu harus gerak cepat ya." aku memegangi perutku."Iya, maaf telah membuat kamu sakit." Kata Gerald denga
Read more
Previous Page
Next Page
Download the Book
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy