loading
Home/ Lahat /Zuco's Obsession (Indonesia)/2. Be His

2. Be His

Author: Dijeonie
"Petsa ng paglalathala: " 2020-11-02 07:27:25

Kejadian semalam membuat Ailee pulang larut malam yang berimbas pada jam tidurnya. Tapi ia harus tetap bersekolah dan mengikuti jam pelajaran sebaik mungkin walau rasa kantuk sesekali membuatnya menguap dan kehilangan fokus.

Seperti saat ini, ia terlihat menahan kelopak matanya agar terbuka sempurna dan mencatat materi secepat mungkin.

"Aissh sialan, ngantuk banget..." Geramnya seraya meneguk bekal air minumnya.

Nayma menatap teman sebangkunya itu dengan aneh. "Lo kenapa sih? Dari tadi berisik mulu, ngedumeeeel teruuus..."

Ailee menghentikan kegiatan mencatatnya dan menopang dagu. "Ngantuk..." Rengeknya.

"Lo tidur jam berapa? Biasanya juga jam sepuluh udah ke Amerika," tanya Nayma.

"Jam 3, terus bangun jam 5. Pengen nangis woy, ngantuk banget sumpah!" Jawab Ailee yang membuat Nayma menatapnya tak percaya.

"Kok bisa?"

Ailee menyandarkan punggungnya pada tembok kelas, pasalnya ia duduk di bangku ke 3 baris pertama dekat jendela.

"Semalam kan jam 10 kalau gak salah, gue abis dari rumah sakit jenguk Nenek. Karena Mamah nginep, jadi gue balik sendiri." Ucap Ailee membuka cerita.

Nayma menegakkan posisi duduknya dan memasang telinganya dengan fokus pada cerita Ailee.

"Kalau dari jalan raya kan jembatan keliatan jelas, nah gu--"

"Jembatan mana?"

"Yeu ganggu, jembatan yang deket kebun yang luas itu." Jelas Ailee.

Nayma mengangguk paham. "Ouh, yang mau ke kebunnya Jhonatan Corner?"

"Iya yang-- wait, siapa?" Tanya Ailee saat mendengar nama yang tak asing di telinganya.

"Jhon Corner, itu pebisnis yang beli tanah itu. Itu tanah pribadi, makanya di portal, gila Lee, gue pernah masuk diem-diem dan luaaaas banget, mana tanamannya bagus-bagus, buah-buahan yang di tanam pun jadi semua..." Ucap Nayma yang terlihat sangat senang dan takjub saat menceritakan pengalamannya.

Sedangkan Ailee, ia terdiam memikirkan semua kejadian yang di alaminya semalam.

"Zulleon Corner..." Gumam Ailee.

Nayma mengernyit heran. "Lo, lo kenal sama anaknya?"

Ailee menatap Nayma dengan mata yang membulat sempurna. "Anaknya?"

"Iya, kata Papah aku, dia itu ganteng. Soalnya Papah gue kan karyawannya Pak Jhonatan, pas tahlilan istrinya yang meninggal, dia liat anaknya." Ucap Nayma menceritakan.

Mulut Ailee membuka tak percaya. Ia menepuk keningnya berkali-kali. "Jadi semalam? Ya tuhaaan... Untung banget gue nolongin tuh cowok, penerusnya Corner gak ilang..." Ucapnya yang membuat Nayma menatap teman sebangkunya itu geli.

"Apaan sih anjir, gaje."

Ailee memegang bahu Nayma dan menatapnya dengan serius.

"Semalam gue nolongin cowok yang mau loncat dari atas jembatan itu." Ucapnya.

Nayma seketika terdiam dan fokus mendengarkan.

"Dari angkot, gue langsung lari masuk kolong portal terus narik baju tuh cowok. Dia emang ganteng, namanya ya itu, Zulleon Corner."

Nayma menatap temannya itu tak percaya. "Demi apa? Itu beneran Leon?"

Ailee menganggukkan kepalanya. "Iya, gue gak banyak tanya sih. Abis ngebujuk dia, ya gue bawa dia buat beli coklat panas di tepi jalan. Sampe akhirnya gue pulang jam 3 gara-gara nemenin dia cerita."

Nayma menatap Ailee dengan antusias. "Dia cerita apa aja?"

"Dia... Dia cerita--"

"Cerita apa buruan, sebelum bel pulang bunyi!"

"Cerita... Rahasiaaaa... Huuh, kepo. Hahaha..." Ailee tertawa cukup keras hingga membuat seisi kelas menatapnya aneh. Dan Nayma hanya memukul lengannya pelan.

Ailee kembali terdiam. Mengingat cerita yang Zuco beritahu kepadanya. Jika mendengar kesuksesan Jhonatan Corner, maka ia tidak akan percaya dengan apa yang Zuco ceritakan. Tapi, melihat percobaan untuk mengakhiri hidup yang dilakukan Zuco, Ailee harus berpikir ulang tentang kebahagiaan yang materi tawarkan.

Kriiiin!!!

"Yuhuuu, kita balik!" Senang Ailee yang akhirnya bisa pulang dan mengobati rasa kantuknya.

Ia pun berpamitan pada Nayma dan berlalu dari kelas terlebih dahulu.

Ailee terlihat berjalan dengan santai dan sesekali tersenyum pada beberapa orang yang menatap dan juga menyapanya.

Sesampainya di gerbang, ia menghentikan langkahnya dan terlihat menunggu seseorang.

Kemudian...

Tring... Tring...

Pria dengan sepeda berhenti di sampingnya.

"Lo belum pulang?" Tanya Pria tersebut.

Ailee menghadap ke arahnya dan tersenyum penuh arti.

"Apaan dah senyum-senyum,"

"Ga, gue kepilih jadi tim cheers sekolah dong..." Ucap Ailee dengan senyumannya.

Angga Pramudya, sahabat Ailee Lutshiji sejak mereka SMP. Dan sejak masuk SMA, mereka harus terpisah kelas, tapi mereka tetap punya waktu untuk satu sama lain.

"Seneng dong?"

"Iya lah!"

"Mau gue anterin pulang? Sebagai hadiah buat lo yang lagi seneng ini,"

Ailee mengangkat alisnya. "Naik sepeda? Serius?"

"Iya, mau gak?"

"Enggak ah, gak tega. Rumah gue ja--"

Tin... Tin...

Sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilat berhenti di tepi jalan yang tak jauh dari gerbang sekolah.

Ailee dan Angga memandang satu sama lain, begitupun beberapa siswa dan siswi yang dengan sengaja melambatkan langkahnya hanya untuk mengetahui, siapa yang akan turun dari dalam mobil mewah tersebut.

Cleuk.

Pintu mobil bagian pengendara terbuka, membuat beberapa orang yang melambatkan langkahnya kini sengaja berhenti untuk menghilangkan rasa ingin tahu dan penasaran.

Dan, alangkah terkejutnya Ailee melihat sosok yang turun dari dalam mobil tersebut.

ZUCO.

"Dia..." Lirih Ailee yang membuat Angga meliriknya.

Tubuh tinggi tegap, seragam putih dengan celana dark grey kotak-kotak, kulit putih, hidung yang mancung membuat siswi yang berada di sekitar gerbang mematung dengan pandangan takjub.

Ailee mengernyit heran saat Zuco berdiri tepat di hadapannya. Begitupun dengan tatapan yang seakan tak percaya ada seorang pria yang nyaris sempurna menghampiri seorang Ailee yang biasa saja.

"Lo? Lo kenapa bisa ke sini? Ada perlu ap--" Tanya Ailee.

"Aku-kamu." Tekan Zuco.

"Ok--okay, kamu--kamu mau ngapain?"

Kini Zuco yang menatapnya dengan heran. "Ya, aku mau jemput kamu dong." Jawab Zuco.

"Hah? Loh, kenapa?" Herannya.

"Kamu kan pacar aku." Ucap Zuco cukup keras yang berhasil membuat Ailee, Angga bahkan yang lain menatap Ailee tak menyangka.

Ailee mundur satu langkah karena Zuco terlalu dekat dengan bagian depannya, membuatnya tak nyaman untuk berbicara.

"Kenapa mundur?" Tanya Zuco tak suka.

"Emh... Mulut aku bau, iya aku abis makan jengkol." Jawab Ailee gugup.

Kemudian Zuco menarik lengan Ailee agar kembali mendekat ke arahnya.

"Zuco, kamu gak perlu jemput aku..." Ucap Ailee.

"Perlu, kamu kan pacar aku. Sebagai pacar yang--"

"Tapi kamu bukan pacar aku." Potong Ailee yang membuat Zuco menatapnya datar.

Ailee terdiam melihat tatapan itu.

"Kamu lupa apa yang aku bilang semalam?" Ailee kembali mengingat kejadian semalam.

"You are mine." Ulang Zuco tepat di telinga Ailee.

Ailee menatap Zuco tak percaya. Ia kira, semalam hanya omong kosong yang seseorang katakan karena merasa kesepian. Tapi ternyata Ailee salah. Ia bahkan tidak menyangka jika Zuco mengetahui letak sekolahnya.

Ailee mengangguk-anggukan kepalanya. "Zuco, ini haru di lurusin. Aku gak bisa jadi pacar kamu, semalam aku diem karena--"

"Aku gak suka penolakan." Bisik Zuco.

Ailee mengusap wajahnya frustasi. Ia melirik Angga yang berada di sampingnya untuk meminta pertolongan. Tapi Angga malah mengangkat bahu dan,

"Gue duluan yah, bye!" Ucapnya dan berlalu begitu saja dengan sepedanya.

Begitupun dengan siswi yang tadi sempat terpana, mereka mulai berlalu saat melihat suasana di antara Ailee dan Zuco semakin menegang.

Ailee menatap Zuco meminta pengertian. "Zuco, aku bahkan baru kenal kamu semal--"

"Aku bilang, aku gak suka penolakan." Tekannya."

"Aku bener-bener gak--"

BUGH!

Mata Ailee membulat sempurna saat Zuco meninju tembok yang berada di belakangnya.

Dengan cepat, Ailee menahan pukulan kedua yang hendak Zuco layangkan.

"Kamu kenapa, sih?" Bingung Ailee dengan sikap Zuco, ia bahkan takut.

Zuco meraih kedua lengan Ailee dan digenggamnya dengan erat. "Aku anter pulang yah? Mau kan? Please..."

Dengan rasa takut, Ailee pun menganggukkan kepalanya setuju. Ia akan membicarakannya lain kali saja dari pada harus membiarkan lengan Zuco remuk karenanya.

"Tangan aku kotor..." Lirih Zuco memperlihatkan tangan kanannya yang ia gunakan untuk memukul benda mati yang tidak bersalah.

Ailee meraih lengan itu dan mengusapnya dengan pelan. "Nanti di rumah, aku obatin."

Zuco tersenyum, kemudian ia tuntun Ailee untuk masuk ke dalam mobil mewahnya.

Gustong malaman kung ano ang mangyayari?
Patuloy ang Pagbabasa
Nakaraang Kabanata
Sunod na kabanata

Ibahagi ang nobela sa

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Pinakabagong kabanata

Zuco's Obsession (Indonesia)   42. Ailee cemburu?

Zuco's Obsession sudah mulai dikunci sayang... Dari part 13. Jadi jangan lupa kumpulin koin bonus, check in bonus tiap hari daaan Top up koin juga boleeeh mhehehe...Terima kasih buat yang udah komen dipetikan. Neol saranghae dah!!Jangan lupa kasih riviewnya lagi yaaah...Komentar seeebawel-bawelnya... Bintangnya juga...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh.***Ailee tampak bersemangat melakukan pemanasan di lapangan. Saat ini kelasnya akan melakukan olahraga lompat jauh. Jika sudah melakukan itu, maka dirinya bisa langs

Zuco's Obsession (Indonesia)   41. Tercyduk

Terima kasih buat yang udah komen dipetikan. Neol saranghae dah!!Jangan lupa kasih riviewnya lagi yaaah...Komentar seeebawel-bawelnya... Bintangnya juga...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh.*****Ailee menatap Zuco yang sedang menikmati cheese cake dan satu gelas cappucino. Kemudian ia memandang Dhara yang sedang menikmati Burger dan sodanya. Dan Ailee sendiri, ia memesan satu mangkuk ramyeon dan es teh."Kuahnya jangan dimakan." Ucap Zuco yang terlihat sedang mengecek ponselnya."Iyaaa..." Ailee tidak ingin ribut seperti semalam dan kemari

Zuco's Obsession (Indonesia)   40. Fighting

Jangan lupa kasih riviewnya yaaah... Hueeeh? Komentar seeebawel-bawelnya...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh, tadi juga ada Salsa yang tanya kapan update Zuco.****Seperti biasa, Zuco datang menjemput Ailee. Namun selama perjalanan menuju sekolah, mereka sama sekali tidak membuka suara. Keduanya terdiam dan berusaha untuk mengabaikan satu sama lain.Bahkan hingga saat ini, saat istirahat. Ailee sama sekali tidak melihat Zuco, pria itu tidak menemuinya dan Ailee tidak berniat untuk mencari keberadaan kekasihnya itu. Ailee masih ingin Zuco yang meminta maaf kepadanya."Sar, gue mau ke perpus nih, mau minjem buku. Ikut gak?"Sara menggelengkan kepalanya. "Enggak ah, gue masih harus nyatet takut di cek."

Zuco's Obsession (Indonesia)   39. Arguing

Ailee tampak diam menatap Angga yang sedang dibantu oleh Sara memotong steik miliknya karena tangan kanan Angga masih terbungkus perban. Melihat perhatian yang diberikan Sara pada Angga membuat Ailee tenang dan berharap jika keduanya memang memiliki perasaan satu sama lain.Fyuhh...Ailee langsung mengalihkan pandangannya pada Zuco yang tiba-tiba saja menghembuskan nafas kasar."Ada apa?" Tanya Ailee.Zuco mendelik sebal. "Kamu suka sama Angga?"What?Pertanyaan itu membuat Ailee terkejut, bahkan Nayma, Sara dan Angga pun langsung menatap Zuco dengan terheran-heran. Pertanyaan itu sangat tiba-tiba."Ish, aneh." Ucap Ailee.Zuco menjauhkan makanannya dan melipat tangan di depan dada."Kamu yang aneh." Kesal Zuco."Apa sih Zuco? Kamu kenapa?" Bingung Ailee, ia pun tidak enak pada ketiga temannya yan

Zuco's Obsession (Indonesia)   38.

Ailee terdiam dan menatap Angga dengan tatapan marah. Dan Angga hanya tersenyum seraya mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Angga tahu bahwa Ailee akan marah jika mendengarnya seperti ini, karena Aileelah yang selalu melarang dirinya untuk kebut-kebutan bahkan lebih setuju Angga memakai sepeda untuk pergi ke sekolah dibandingkan dengan memakai motor."Gimana?" Tanya Ailee seraya berjalan menghampiri Angga yang duduk di atas ranjang rumah sakit.Kemudian Ailee duduk di tepi kanannya."Udah baikan,""Maksud gue, gimana rasanya nyium aspal? Mantap, gak? Semoga kapok deh,"Angga tertawa garing seraya melirik Nayma dan Sara yang berdiri di sisi kiri. "Kapok Lee, gak bakalan deh kebut-kebutan lagi."Ailee baru tersadar bahwa ruangan tempat Angga dirawat terpisah dari pasien lainnya, ia juga baru sadar bahwa Angga dibawa ke rumah sakit swasta yang tak murah."Si

Zuco's Obsession (Indonesia)   37. Sweet Talk

Sudah satu minggu berlalu, Ailee semakin banyak menghabiskan waktu bersama Zuco karena permintaan Zuco untuk menggantikan Nanny Sarnah dalam mengurus semua keperluannya. Sejauh ini tidak ada hal yang memberatkan tugas Ailee. Karena kalian tahu sendiri, Zuco memang selalu manja pada Ailee walau ada yang mengurusnya.Seperti saat ini, Zuco terlihat asik memeluk Ailee yang sedang menonton TV. Karena hari ini hari minggu, sudah dari pukul 10 pagi sampai sekarang pukul 1 siang, ia berada di kediaman tunangannya itu. Menemaninya yang merasa kesepian karena di rumah hanya ditemani asisten rumah tangga tetap dan harian, tukang kebun, juga supir. Lagi pula, Zuco sangat sulit untuk terbuka pada orang lain. Kecuali untuk Ailee, sejak pertama berjumpa, Zuco merasakan hal yang berbeda.~Chu...Zuco mengecup pipi Ailee dengan gemas."Diem deh, aku lagi nonton." Ailee berusaha menjauhkan wajahnya.

Zuco's Obsession (Indonesia)   16. Perkara Beasiswa

Hari ini sangatlah menyebalkan. Ailee baru saja sampai di kelas, beberapa saat kemudian mantan dari kekasihnya menyusul masuk dengan dua orang sahabatnya. Ailee kira Kinara akan berhenti setelah kejadian kemarin, karena wanita itu tidak mengganggunya. Ternyata Kinara mencari sekutu t

Zuco's Obsession (Indonesia)   15. Disuapin Ailee

Part ini gak ada darah tinggi awowkk...Semoga suka...Dan jangan lupa vote sama komentarnya...Ailee tersenyum pada Zuco yang sudah menunggunya di depan kelas untuk pulang bersama. Setelah guru yang mengajar di kelasnya keluar, Ailee ser

Zuco's Obsession (Indonesia)   14. Sekolah Baru

I am back...Semoga suka...Jangan bosen dan,Jangan lupa vote dan comment for the next part.Ailee tersenyum lebar melihat beberapa siswa yang berpapasan di sekolah barunya memberikan sebuah senyuman. Ia melirik Zuco yang berj

Zuco's Obsession (Indonesia)   13. Jealousy Strike

Jangan lupa Vote dan komen...Semoga sukaaa ya... Ini juga panjang loh. Maaf kalau ceritanya absksueiwuuehekakh...Zuco mengusap wajahnya kasar, ia sangat mengkhawatirkan keadaan Ailee yang tengah memejamkan mata untuk men

Higit pang Kabanata
I-download ang Libro
GoodNovel

Libreng I-download ang libro sa App

Download
Maghanap
Library
Maghanap
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasyLGBTQ+arNoldMM Romancegenre22-菲语genre26-Pilipinoipinogenre27-请勿使用菲语genre28-Pilipinoipino
Maikling Kwento
KalangitanPagka-misteryo at panghihinalaMakabagong lungsodPag-survive sa katapusan ng mundoPelikulang aksyonPelikula ng agham-piksyonPelikulang romansaDugong na karahasanpag-asapangarapkaligayahanKapayapaanPagkakaibiganMatalinoMasayaMarahasMaamoMalakas红安Madugong pagpatayPagpatayKasaysayan ng digmaanPangarap na pakikipagsapalaranAgham-piksyonIstasyon ng tren
GumawaWriter BenefitCONTEST
Popular na Genre
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasy
Makipag-Ugnayan
Tungkol sa AminHelp & SuggestionBusiness
Mapagkukunan
Download AppsWriter BenefitContent PolicyKeywordsMga Hot na PaghahanapMga Review ng AklatFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunidad
Facebook Group
Sundan Kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy