Download the book for free
1. First sight
Author: DijeonieGelapnya malam tak berhasil membuat seorang pria yang tengah berdiri di tepi jembatan itu takut. Dengan pakaian hangat berwarna hitam yang di padukan celana tidur berwarna abu-abu, pria itu terlihat menatap ke arah bawah jembatan dengan tatapan kosong. Lingkar mata di sekitar matanya menandakan dengan sangat jelas bahwa pria itu sudah terlalu lama terjaga.
Dia Zuco, Zulleon Corner. Putra tunggal dari pebisnis ternama yang baru satu bulan lalu kehilangan sang Ibunda.
"Thank you for every pain that you gave to me, Life!" Gumamnya menggeram tertahan.
Pria itu mengangkat kaki kanannya ke atas pembatas. Namun tiba-tiba saja seseorang menariknya dengan kencang sebelum kaki kirinya ikut naik ke atas pembatas jembatan.
BRUGH!
"Aduh..." Suara ringisan terdengar nyaring di saat tubuh Zuco menindih tubuh seorang gadis yang berlari hanya untuk menarik tubuh Zuco turun dari atas jembatan.
Dengan cepat Zuco berdiri, kemudian ia menarik gadis itu dan menatapnya dengan tajam.
"Lo! Lo, arrrghh! Gak seharusnya lo narik gue!" Sentaknya.
Gadis itu memabalas tatapan Zuco dengan tak kalah tajam. "Resmi, lo resmi gila."
Zuco mengencangkan cengkeramannya pada kedua bahu gadis tersebut, hingga membuat gadis itu meringis menahan perih.
"Lo. Gak. Ta--"
"APA? UMUR LO BERAPA? PENCAPAIAN HIDUP LO UDAH SAMPE MANA, HEUH? BISA-BISANYA LO MAU LONCAT!" Bentak gadis itu yang dengan keras menepis lengan Zuco dari kedua bahunya.
"Udah syukur gue nyelametin lo," tambahnya.
Zuco hanya diam menatap gadis di hadapannya. "Lo bukan nyelamatin gue, tapi sebaliknya. Lo udah bawa luka gue balik!" Geramnya.
Zuco membalikan tubuhnya dan hendak melanjutkan niatnya untuk mengakhiri hidup.
Tapi untung saja, gadis itu menghadang tubuhnya dan,PLAK!
"Bego! Bodoh! Miskin ilmu! Miskin agama!" Jerit gadis tersebut dengan mata yang entah sejak kapan berkaca-kaca.
Zuco memandang gadis itu dengan tatapan datarnya.
Dada gadis itu terlihat naik turun seiring emosinya yang mulai meluap-luap.
"Bodoh!" Gadis itu mendorong tubuh Zuco menjauh dari tepi jembatan.
"Bego!" Ia kembali mendorong tubuh Zuco yang masih diam dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan itu ke tengah jembatan.
Gadis itu melirik kanan dan kirinya. Kemudian memundurkan tubuhnya hingga ke tepi jembatan kembali.
"Kalau mau bunuh diri di tengah jalan aja, biar ada konvensasi! Biar orang tua lo ada biaya buat tahlil! Dasar lemah!" Ujar gadis tersebut setengah berteriak.
Zuco menundukkan pandangannya dan tidak bergeming dari tempatnya sama sekali.
Mulut gadis itu membuka tak percaya dengan apa yang Zuco lalukan. Zuco benar-benar diam di tengah jembatan.
"Aish... Pria bodoh apa yang gue temuin, ya tuhan..." Ucapnya seraya mengusap wajah cantiknya itu dengan kasar.
Dan dengan langkah lebar, ia kembali mendekati Zuco dan membawa Zuco untuk kembali ke tepi dengan terus memegangi lengan pria frustasi itu agar tidak mencoba melakukan hal bodoh lagi.
"Lo! Ah okay, maaf kalau gue udah kasar, maaf juga karena gue udah nam--"
Gadis itu terdiam ketika Zuco memeluknya dengan tiba-tiba. Tangannya pun terangkat dengan sendirinya untuk mengusap punggung seorang pria yang terlihat sangat rapuh memeluk tubuh kecilnya.
"I'm so lonely... Gue emang bodoh, bego, lemah tapi--yang gue rasain gak seremeh yang orang lain bilang..." Lirih Zuco yang membuat gadis itu semakin mengeratkan pelukannya.
Gadis itu mengusap punggung Zuco dengan lembut, membuat Zuco memejamkan matanya dan bersamaan dengan itu, air matanya terjatuh.
"Pelukan ini... Aku mengenal pelukan hangat ini... Pelukan penuh kasih sayang... Hiksss... Mah, i miss you..." Lirihnya dalam hati.
Gadis itu melepaskan Zuco yang terlihat enggan untuk mengakhiri pelukannya itu.
Kemudian ia tatap pria yang berada di hadapannya dengan intens."You feel so lonely? So, can we be friend?" Tawar gadis itu dengan senyuman manis yang membuat Zuco terdiam.
Gadis itu mengulurkan lengan kanannya. "Gue Ailee, nama lo siapa?"
Zuco masih terdiam dengan tatapan yang sama, tatapan yang sulit untuk di artikan.
"You are mine, now." Desis Zuco pelan, sangat pelan.
Ailee mengernyitkan dahinya. "Yang jelas dong, Gue gak denge--"
"Aku-kamu," potong Zuco seraya membalas uluran tangan gadis manis bernama Ailee itu. "Zulleon Corner,"
Gadis itu melipat tangannya di depan dada dan mengangguk-anggukan kepalanya. "Jadi, gue pang--"
"Aku-kamu." Potong Zuco mengingatkan.
Ailee mengernyit heran, namun akhirnya mengangguk pelan. "Okay, jadi aku manggil kamu apa? Zul? Leon? Corner?"
"Terserah kamu,"
"Temen-temen kamu manggil apa? Biar--"
"Aku gak punya temen."
Ailee menyesali ucapannya dengan memukul bibirnya sendiri. Pria ini benar-benar merasa kesepian, pikirnya.
Tingkah Ailee diam-diam berhasil membuat kedua sudut bibir Zuco terangkat.
"Yeay senyum! Akhirnya senyum juga..." Ucap Ailee bertepuk tangan sendiri. Hal itu membuat Zuco semakin tersenyum lebar.
"Zuco, banyak yang manggil aku itu."
"Owh, pangeran Zuco, hm? Musuhnya Avatar dong hahaha..."
Zuco terkekeh gemas, kemudian ia memeluk tubuh gadis itu kembali. Ailee terkejut, ia sedikit takut. Pasalnya ia baru mengenal Zuco, itu pun karena aksi niat bunuh dirinya. Bagaimana jika Zuco gila? Tidak waras?
Memikirkan hal itu, Ailee langsung berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Zuco. Namun Zuco enggan untuk menjauhkan tubuhnya."Zu, Zuco lepasin ak--"
"You're mine."
Tubuh Ailee membeku mendengar kalimat pendek itu.
"Mak--maksudnya?"
"You know what i mean."
Dan sejak hari itulah kehidupan seorang Ailee berubah. Kebebasan yang selama ini ia koar-koarkan seketika hilang dari dalam dirinya. Kini yang ia katakan untuk orang lain agar tidak menjadi bucin, tidak bisa ia gunakan untuk dirinya sendiri. Ucapan, perintah yang berujung ancaman dari Zuco membuat Ailee terlihat seperti bucin di mata orang lain.
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Zuco's Obsession (Indonesia) 42. Ailee cemburu?
Zuco's Obsession sudah mulai dikunci sayang... Dari part 13. Jadi jangan lupa kumpulin koin bonus, check in bonus tiap hari daaan Top up koin juga boleeeh mhehehe...Terima kasih buat yang udah komen dipetikan. Neol saranghae dah!!Jangan lupa kasih riviewnya lagi yaaah...Komentar seeebawel-bawelnya... Bintangnya juga...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh.***Ailee tampak bersemangat melakukan pemanasan di lapangan. Saat ini kelasnya akan melakukan olahraga lompat jauh. Jika sudah melakukan itu, maka dirinya bisa langs
Zuco's Obsession (Indonesia) 41. Tercyduk
Terima kasih buat yang udah komen dipetikan. Neol saranghae dah!!Jangan lupa kasih riviewnya lagi yaaah...Komentar seeebawel-bawelnya... Bintangnya juga...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh.*****Ailee menatap Zuco yang sedang menikmati cheese cake dan satu gelas cappucino. Kemudian ia memandang Dhara yang sedang menikmati Burger dan sodanya. Dan Ailee sendiri, ia memesan satu mangkuk ramyeon dan es teh."Kuahnya jangan dimakan." Ucap Zuco yang terlihat sedang mengecek ponselnya."Iyaaa..." Ailee tidak ingin ribut seperti semalam dan kemari
Zuco's Obsession (Indonesia) 40. Fighting
Jangan lupa kasih riviewnya yaaah... Hueeeh? Komentar seeebawel-bawelnya...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh, tadi juga ada Salsa yang tanya kapan update Zuco.****Seperti biasa, Zuco datang menjemput Ailee. Namun selama perjalanan menuju sekolah, mereka sama sekali tidak membuka suara. Keduanya terdiam dan berusaha untuk mengabaikan satu sama lain.Bahkan hingga saat ini, saat istirahat. Ailee sama sekali tidak melihat Zuco, pria itu tidak menemuinya dan Ailee tidak berniat untuk mencari keberadaan kekasihnya itu. Ailee masih ingin Zuco yang meminta maaf kepadanya."Sar, gue mau ke perpus nih, mau minjem buku. Ikut gak?"Sara menggelengkan kepalanya. "Enggak ah, gue masih harus nyatet takut di cek."
Zuco's Obsession (Indonesia) 39. Arguing
Ailee tampak diam menatap Angga yang sedang dibantu oleh Sara memotong steik miliknya karena tangan kanan Angga masih terbungkus perban. Melihat perhatian yang diberikan Sara pada Angga membuat Ailee tenang dan berharap jika keduanya memang memiliki perasaan satu sama lain.Fyuhh...Ailee langsung mengalihkan pandangannya pada Zuco yang tiba-tiba saja menghembuskan nafas kasar."Ada apa?" Tanya Ailee.Zuco mendelik sebal. "Kamu suka sama Angga?"What?Pertanyaan itu membuat Ailee terkejut, bahkan Nayma, Sara dan Angga pun langsung menatap Zuco dengan terheran-heran. Pertanyaan itu sangat tiba-tiba."Ish, aneh." Ucap Ailee.Zuco menjauhkan makanannya dan melipat tangan di depan dada."Kamu yang aneh." Kesal Zuco."Apa sih Zuco? Kamu kenapa?" Bingung Ailee, ia pun tidak enak pada ketiga temannya yan
Zuco's Obsession (Indonesia) 38.
Ailee terdiam dan menatap Angga dengan tatapan marah. Dan Angga hanya tersenyum seraya mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Angga tahu bahwa Ailee akan marah jika mendengarnya seperti ini, karena Aileelah yang selalu melarang dirinya untuk kebut-kebutan bahkan lebih setuju Angga memakai sepeda untuk pergi ke sekolah dibandingkan dengan memakai motor."Gimana?" Tanya Ailee seraya berjalan menghampiri Angga yang duduk di atas ranjang rumah sakit.Kemudian Ailee duduk di tepi kanannya."Udah baikan,""Maksud gue, gimana rasanya nyium aspal? Mantap, gak? Semoga kapok deh,"Angga tertawa garing seraya melirik Nayma dan Sara yang berdiri di sisi kiri. "Kapok Lee, gak bakalan deh kebut-kebutan lagi."Ailee baru tersadar bahwa ruangan tempat Angga dirawat terpisah dari pasien lainnya, ia juga baru sadar bahwa Angga dibawa ke rumah sakit swasta yang tak murah."Si
Zuco's Obsession (Indonesia) 37. Sweet Talk
Sudah satu minggu berlalu, Ailee semakin banyak menghabiskan waktu bersama Zuco karena permintaan Zuco untuk menggantikan Nanny Sarnah dalam mengurus semua keperluannya. Sejauh ini tidak ada hal yang memberatkan tugas Ailee. Karena kalian tahu sendiri, Zuco memang selalu manja pada Ailee walau ada yang mengurusnya.Seperti saat ini, Zuco terlihat asik memeluk Ailee yang sedang menonton TV. Karena hari ini hari minggu, sudah dari pukul 10 pagi sampai sekarang pukul 1 siang, ia berada di kediaman tunangannya itu. Menemaninya yang merasa kesepian karena di rumah hanya ditemani asisten rumah tangga tetap dan harian, tukang kebun, juga supir. Lagi pula, Zuco sangat sulit untuk terbuka pada orang lain. Kecuali untuk Ailee, sejak pertama berjumpa, Zuco merasakan hal yang berbeda.~Chu...Zuco mengecup pipi Ailee dengan gemas."Diem deh, aku lagi nonton." Ailee berusaha menjauhkan wajahnya.
Zuco's Obsession (Indonesia) 28. Do you Love Me?
Suasana di dalam mobil sangatlah tidak nyaman. Baik Zuco ataupun Ailee, keduanya sama-sama memilih diam. Namun rahang Zuco masih terlihat mengeras, tangannya mencengkeram stir dengan kuat. Hal itu yang membuat Ailee merasa takut dan duduk sangat rapat pada pintu.Sam
Zuco's Obsession (Indonesia) 27. His Anger
Zuco memang tidak pernah main-main dengan ucapannya. Sesuai dengan ancamannya, hari ini Zuco benar-benar tidak menjemput Ailee untuk pergi ke pertandingan yang diadakan di sekolah mereka bersama-sama. Zuco juga tidak mengirim pesan sama sekali, apalagi menelpon.
Zuco's Obsession (Indonesia) 26. Overprotective
Semoga suka...Jangan lupa vomment...***Seperti sebelumnya, Angga kebagian mengantarkan Sara pulang karena mereka satu arah. Sedangkan Nayma lebih memilih pulang menggunakan kendaraan umum karena Ibunya meminta dibelikan sesuatu t
Zuco's Obsession (Indonesia) 25. Persaingan
Semoga suka...Jangan lupa vote dan comment...Siang ini, sepulang sekolah, Ailee, Zuco dan Sara bertemu dengan Angga juga Nayma. Mereka melakukan makan siang bersama di sebuah cafe. Mereka tampak akrab satu sama lain, tak terkecuali Zuco. Zuco sese
